
Saat Raymond sedang menikmati minuman yang di gelasnya, Candy melangkah masuk ke ruangan itu
"Raymond" suara panggilan Candy yang berlari langsung memeluk Raymond dari belakang
Raymond yang merasakan pelukan wanita itu langsung berbalik badannya dan mendorong Candy sehingga terjatuh
Bruk...
"Aarrghhh" jeritan Candy yang terhempas ke lantai
"Tolong jaga sikapmu" bentak Raymond dengan tatapan tajam
"Raymond, kenapa kau bisa begitu kasar padaku? apa kau sudah melupakan semua kenangan manis kita? kita bersama bukan hanya satu atau dua hari, tapi berbulan-bulan, bukan hanya itu. kita juga telah memiliki seorang anak, apa kamu tahu bagaimana caranya aku menjalani hidupku selama ini? aku bekerja dan berhemat agar aku bisa merawat anak kita dan untuk sekolahnya, selama ini aku sangat merindukanmu, Raymond" ucap Candy yang sedang mengeluarkan air mata
"Kau tidak perlu membahas tentang kehidupanmu, aku tidak berminat dengan kehidupanmu" ketus Raymond
"Raymond, apa kau benar-benar sudah melupakanku? lalu, bagaimana dengan masa-masa di saat kita bersama? apa semua itu sudah tidak berarti bagimu? kita tinggal bersama, makan bersama, mandi bersama dan tidur bersama, apa semua itu tidak berarti bagimu?" kata Candy
"Membosankan" ketus Raymond dengan berpaling ke arah pintu
"Raymond, cukup sekali. cukup malam ini saja aku meminta padamu, setelah itu aku tidak akan menganggumu lagi" pinta Candy yang sedang melepaskan dasternya
Raymond lalu berpaling ke arah Candy dan melihat wanita yang di hadapannya itu sudah tanpa pakaian, Candy tidak mengenakan pakaian dal*mnya, dan hanya mengenakan daster untuk membalut tubuhnya itu
"Apa yang kau lakukan?" tanya Raymond dengan tatapan tajam
"Aku tahu kau gagal melakukan dengan Kimberly, sebagai seorang pria tidak bisa melepaskan hasratnya itu akan sangat menderita, aku tahu kau sedang menahannya karena dia gagal melayanimu sebagai seorang istri, tapi aku beda. kita sudah pernah melakukannya dan bahkan sudah berulang kali, selama ini aku merawat tubuhku dengan baik hanya untukmu, dan malam ini aku ingin membantumu untuk melepaskan hasratmu yang terpendam" jawab Candy yang langsung menghampiri Raymond dan mencium bibirnya
Raymond yang di cium dengan tiba-tiba langsung mendorong tubuh Candy dengan sekuat tenaga sehingga terlempar jauh menabrak dinding ruangan itu
Bruk..
"Aaarrghhhhh" pekikan Candy yang tubuhnya menabrak dinding dan kemudian terhempas ke lantai dengan posisi terlungkup dan tanpa sehelai benang di tubuhnya
__ADS_1
Raymond berjalan menghampiri Candy dan menarik rambut wanita itu
"Menjijikan! kau adalah wanita yang tidak tahu malu, dan kau berani sekali mencuri dengar di luar kamarku" ujar Raymond dengan tatapan aura membunuh
"Raymond, kau tahu aku mencintaimu, aku tidak meminta pertanggungjawaban mu, niat ku hanya ingin membantumu saja" ucap Candy dengan mata berkaca-kaca
"Aku memberi peringatan padamu, jangan pernah mendekatiku lagi" kecam Raymond yang melepaskan tangannya
"Raymond, kenapa kau masih bisa mempertahankan Kimberly? dia tidak bisa melayanimu di ranjang sehingga membuatmu harus menderita" Tanya Candy
"Dia adalah gadis yang telah ku nikahi, kau adalah orang luar tidak seharusnya kau ikut campur dengan urusanku"
"Tapi aku bukan orang luar, aku adalah wanita yang telah melahirkan anakmu, aku adalah wanita yang pernah membuatmu bahagia, kenapa kita tidak memulainya dari awal?"
"Aku tidak berminat denganmu"
"Raymond, apa kelebihan dia sehingga kau begitu mencintainya?"
"Jangan meninggalkanku, aku mohon. aku tahu Kimberly dan Tina juga ingin bersamamu, tapi aku tidak peduli karena aku sudah memiliki anakmu, dengan begini aku sudah menang segalanya dari mereka" pinta Candy dengan memeluk tubuh Raymond dengan erat
Raymond yang sedang kesal membalikkan badannya dan kemudian mencengkram leher wanita itu dengan erat
"Aaarrrghhhh" jeritan Candy yang kesakitan dan sulit bernafas
"Sudah ku katakan, aku tidak berminat denganmu, dan aku juga tidak mengenalmu, jika kau tidak percaya maka besok setelah tes DNA aku bisa membuktikan padamu" ujar Raymond yang merasa kesal dan menghempaskan Candy ke lantai
Bruk...
"Aaarrgghhhh" jeritan Candy yang sedang kesakitan
"Setelah laporan keluar aku berharap kau segera pergi dari hadapanku, jika kau masih berani menganggu rumah tanggaku maka aku tidak akan sungkan untuk membunuh mu dan anakmu juga" kecam Raymond dengan emosi
Sesaat kemudian Raymond melangkah keluar dari ruangan itu, sementara Candy masih terlungkup dengan menahan sakit di seluruh tubuhnya
__ADS_1
Candy yang merasa kecewa menangis dengan perasaan hancur
"Kenapa kau harus bersikap kejam padaku? aku mencintaimu sudah selama sepuluh tahun dan sudah melahirkan anakmu, kau tidak tahu bagaimana aku menjalani hidupku tanpamu, tanpa sesiapapun di sisiku, betapa pahit hidupku selama ini, besok hasil DNA akan membuktikan segalanya, di saat itu istrimu itu pasti tidak ada kedudukan lagi di keluarga ini" tangisan Candy yang merasa sedih
Di sisi lain Simon sedang berada di luar ruangan itu, dirinya telah mendengar semua percakapan Candy dan Raymomd
"Aneh sekali! kenapa Raymond bisa berubah drastis? dulu demi wanita ini dia bertengkar dengan papa, dan memutuskan tinggal bersamanya, dan sekarang dia malah bersikap seolah tidak mengenal wanita ini sama sekali, dia sama sekali tidak menunjukan rasa sayangnya pada anak itu, kenapa bisa begini? dia bukan Raymond yang dulu, wanita ini ingin mengodanya tapi dia malah menolak dan tidak berminat, apakah dia adalah manusia nornal? tenaganya juga telah meretakkan tulang tanganku, dia berubah menjadi begitu menakutkan" batin Simon
Setelah beberapa saat kemudian Simon meninggalkan ruangan itu dan berjalan menuju ke kamar Jacky
Klek
"Jacky" sapa Simon yang melangkah masuk ke kamar adiknya itu
"Kakak, sudah malam. ada apa mencariku?" tanya Jacky yang sedang membolak-balikan majalahnya
"Aku merasa Raymond sangat aneh" jawab Simon yang duduk di sofa
"Aneh? dari sisi mana kau merasa dia aneh?" tanya Jacky dengan penasaran
"Semua sisi! tatapannya, sikapnya, semuanya aneh" jawab Simon
"Aku juga merasakannya, mungkin itu memang sikap aslinya dari dulu"
"Tidak! tidak sama, dia bukan seperti dulu, dia memiliki tenaga yang cukup mengerikan, apa kau sudah lupa apa yang dia lakukan pada kita?"
"Dia mengenggam tanganmu sehingga tulangmu retak, dan dia mendorongku sehingga aku terlempar jauh, tenaganya tidak sama dengan manusia biasa" ujar Jacky yang mengingat semula kejadian itu
"Selain itu aku juga merasa aneh kenapa dia bisa begitu mudah tidak mau mengakui anaknya? kau lihatkan sikapnya seperti dia tidak kenal dengan Candy? padahal wanita itu adalah wanita idamannya, tapi dia bisa saja tidak mengakuinya"
"Mungkin saja dia tidak mau melukai Kimberly" ujar Jacky
"Kalau di hadapan Kimberly bisa di katakan dia hanya berpura-pura, tapi di belakang Kimberly dia juga tidak mengakui wanita itu"kata Simon dengan penuh rasa curiga
__ADS_1