
"Lolipop, akhirnya kita bertemu, papa sedang mencarimu," kata Almost dengan merasa senang.
"Tuan Almost, apa kamu sudah mabuk atau baru bangun dari mimpi? namaku adalah Kimberly bukan Lolipop, dan aku juga bukan anakmu," ketus Kimberly dengan kesal dan ingin melangkah pergi.
Saat Kimberly ingin melangkah ia langsung di hadang oleh Almost.
"Lolipop, sebentar! jangan pergi dulu! aku ini adalah papamu, dan kamu adalah putri bungsuku," kata Almost.
"Papaku? putri bungsumu? siang-siang begini apa kamu kerasukan setan? atau roh yang di dalam tubuhmu itu sudah mulai pergi sehingga kau bisa sembarangan bicara!" ketus Kimberly.
"Lolipop, mari kita ke restoran dan papa akan mentraktir mu makan!" ajak Almost dengan mengambil belanjaan yang di pegang oleh Kimberly.
"Yang tahu nama asli ku hanyalah paman Sean dan Holdie, bahkan aku sendiri saja sudah lupa dengan nama ini. jika dia memang adalah orang tuaku maka lihat saja nanti," batin Kimberly.
Restoran mewah.
Di siang itu Almost membawa Kimberly ke sebuah restoran mewah. Kimberly membaca setiap menu yang luar biasa tinggi harganya.
"Lolipop, pesan saja makanan apa yang kamu suka!"
"Memang siapa Lolipop?" tanya Kimberly dengan melirik tajam ke arah ayahnya itu.
"Kamu adalah Lolipop,"jawab Almost.
"Dan siapa yang memberi nama Lolipop ini?" tanya Kimberly dengan menatap tajam.
"Papa dan mama mu, karena di saat kau masih kecil kau sangat suka permen Lolipop sehingga kami memberi nama ini untukmu," jawab Almost dengan senyum.
"Kalian adalah pasangan suami istri yang paling bodoh," ketus Kimberly.
"Aku ingin pesan seekor sapi bakar, seekor daging babi bakar, dua ekor daging ayam bakar, dua ekor ikan bakar, lima kepiting jumbo bakar, udang galah jumbo bakar, dan semua makanan yang paling enak harus kalian hidangkan untukku!" kata Kimberly yang sedang membaca menu tersebut.
Almost yang mendengar pesanan putri bungsunya langsung mengeluarkan keringat dingin.
"Kenapa wajahmu pucat? apa kamu tidak rela aku pesan makanan ini? kalau tidak rela maka batalkan saja!" ketus Kimberly.
__ADS_1
"Ti-tidak apa-apa! tidak apa-apa!" jawab Almost dengan lap keringatnya dengan sapu tangan.
"Gadis ini belum apa-apa sudah mau menghabiskan uangku. lihat saja nanti setelah kau mengakui ku aku akan meminta lebih banyak uang dengan mu. bahkan uang suami mu itu akan menjadi milikku suatu hari nanti," batin Almost.
"Dasar serigala, ternyata ini rencananya. jangan berharap kau bisa berhasil,"batin Kimberly.
Setelah satu jam kemudian semua pesanan Kimberly di hidangkan. semua pesanan Kimberly memenuhi satu meja besar itu.
"Kimberly, kamu makan dulu! papa pergi ke kamar kecil sebentar!" ujar Almost yang bangkit dari tempat duduknya.
"Jangan bilang kamu tidak ada uang dan mau kabur!" ketus Kimberly dengan nada tinggi sehingga di dengar oleh pelayan yang sedang menghidangkan makanan ke atas meja.
"Tidak mungkin papa kabur, papa hanya sebentar saja," jawab Almost dengan merasa malu.
"Apa kalian mengenal tuan Almost? dia adalah pemilik perusahaan Almost, dia memiliki uang yang banyak, dan dia yang akan membayar semua pesanan ini,"kata Kimberly dengan sengaja sehingga semua pelayan itu menatap ke arah Almost yang berkeringat dingin tanpa berhenti.
"Lolipop, papa hanya sebentar dan akan segera kembali," kata Almost yang melangkah pergi.
Almost mengeluarkan handphonenya dan menekan nomor seseorang.
"Hallo, Almost ada apa?"
"Apa dia sudah tahu kalau kita adalah orang tuanya?" tanya Veronica yang berada di seberang sana.
"Dia sudah tahu, kau datanglah bersama Yolanda. dan transfer uangnya dulu," jawab Almost sambil lap keringatnya.
"Berapa yang harus ku transfer?"
"Tiga ribu lima ratus dollar."
"Apaaa....? tiga ribu lima ratus dollar? memangnya dia makan apa?" teriakan Veronica dengan kesal.
"Jangan marah dulu! sekarang yang utamanya adalah dia ingin mengakui kita, setelah itu kita peralatkan dia untuk mendapatkan uang suaminya. jika tidak keluar modal mana mungkin bisa dapat untungnya," jawab Almost.
"Baiklah, aku segera transfer uangnya. setelah dia mengakui kita aku akan buat dia jatuh bangkrut."
__ADS_1
Tidak lama kemudian Almost memutuskan panggilannya, kemudian ia pun berjalan menuju ke meja tempat Kimberly berada. saat ia tiba di sana ia hanya melihat piring-piring kosong yang ada di atas meja. semua pesanan Kimberly lenyap begitu saja.
"Ke-kemana gadis yang bersamaku tadi?"tanya Almost kepada pelayan yang sedang mengemas piring itu.
"Tuan, nona itu ada urusan mendadak dan pergi dulu katanya. dan dia juga menyuruh kami bungkus semua makanan ini dan kirim ke alamat seseorang, selain itu dia juga memesan tiga ratus nasi kotak, tiga ratus minuman jus untuk mengirim ke tiga panti asuhan. totalan semuanya adalah lima ribu dollar," jawab pelayan itu.
"Ti-tiga ratus nasi kotak? lima ribu dollar kenapa bisa begitu mahal?" tanya Almost yang lemas di kakinya.
"Nasi kotak yang dipesan oleh nona tadi berisi ayam, udang dan ikan," jawab pelayan dengan sopan.
"Lolipop...." teriak Almost yang berlari keluar dari restoran itu.
Saat berada di luar ia mencari keberadaan putri bungsunya itu dengan melihat ke sana ke mari. lalu ia melihat Kimberly yang sedang berjalan dengan santainya sambil membawa belanjaan di ke dua tangannya itu.
"Hehehehe...ingin membohongiku? rasakan akibatnya," gumam Kimberly sambil berjalan santai
"Lauk-lauk itu aku yakin paman Sean dan Holdie pasti akan menyukainya," gumam Kimberly.
"Lolipop...Lolipop...Lolipop...Lolipop..." teriakan Almost yang sedang mengejar Kimberly.
"Hah...ingin mengejarku? lihat saja akibatnya!" ketus Kimberly yang berlari ke arah kerumunan sana dengan sambil berteriak.
"Pencabul...pencabul...pencabul...tolong...tolong...tolong...pencabul...pemerkosa...pemerkosa...pemerkosa...tolong...tolong..." teriakan Kimberly yang sambil berlari.
Teriakan Kimberly menarik perhatian semua pejalan kaki di sana. sehingga mata mereka berfokus ke arah Almost yang sedang mengejar putri bungsunya itu
"Jangan lari!" teriak Almost yang sedang mengejar Kimberly.
Aksi kejar-kejaran itu menuju ke tempat yang ramai, Kimberly sengaja berlari sambil berteriak meminta tolong terhadap para pejalan kaki di sana. sontak teriakannya membuat mereka merasa simpati pada dirinya.
"Bibi, Paman, tolong aku!" pinta Kimberly yang bersembunyi di belakang mereka.
"Nona, ada denganmu, apa kau baik-baik saja? tanya wanita paruh baya yang di depannya.
"Pria itu sudah punya delapan orang istri dan masih memaksaku untuk menjadi istrinya yang ke sembilan, sementara aku sudah menikah tapi dia masih memaksaku untuk ikut dia pulang," jawab Kimberly dengan asal-asalan..
__ADS_1
"Apa, sudah memiliki delapan istri dia masih saja begitu gatal!" bentak orang-orang yang di sana.
"Bukan hanya itu, dia bilang ingin menikahi banyak wanita muda untuk melahirkan anaknya, dia ingin mencabulku tadi. makanya aku berhasil lari dari tangkapannya. tapi aku takut sekali dia mengejar ku sampai ke sini," ujar Kimberly dengan berpura-pura menangis.