Mystery

Mystery
Raymond kesal dengan ulah Kimberly


__ADS_3

"Raymond, kau ada di manaaaa? kenapa rumah ini begitu luas sehingga tidak nampak satu orang pun" teriak Kimberly yang ketakutan sambil menangis


"Ratu, jangan menangis ini salahku, maafkan aku, Raja menjadikanmu sebagai istrinya, jadi jika Anda ketakutan aku pasti di bunuh" ucap Teddy dengan merasa bersalah


"Siapa yang mau menjadi Ratumu, brengs*k. sotong ini kenapa bisa begitu menakutkan apalagi kalau punya Rajamu bukankah lebih mengerikan, yang ini saja sudah bisa bicara dan punya nama, jangan-jangan sotong punya Rajamu bisa berjoget" tangisan dan ocehan Kimberly tanpa berhenti


"Ratu, aku akan pergi jangan merasa takut"


"Jangan memanggilku Ratu, pergiiii. sebelum aku membakarmu, dasar sotong jelek sudah jelek bengkok lagi" ketus Kimberly yang menutupi matanya


"Raja mengatakan jika Ratu sudah mulai mengalami perubahan, bahkan memegang sandal saja bisa terbakar, nanti jika Ratu yang tidak tahu apa-apa langsung membakar senjataku aku akan menjadi cacat, bagus aku menghilang saja" batin Teddy


"Ratu, aku pamit" ucap Teddy yang menghilang


"Kalau mau pergi, pergi saja. tidak perlu pamit" ketus Kimberly yang masih sedang menutupi matanya


Raymond kembali ke kamarnya dan melihat jika istrinya tidak berada di dalam kamar, kemudian dirinya keluar mencari keberadaan istrinya


"Kimberly, Kimberly, kau ada di mana?" tanya Raymond yang berjalan di anak tangga menuju ke lantai dasar


"Kimberly, Kimberly" panggil Raymond sambil melihat ke sekitaran rumahnya


"Raymond" suara panggilan Tina yang berjalan ke arah Raymond


"Apa kau melihat Kimberly?" tanya Raymond dengan bersikap dingin


"Raymond, bagaimana jika kita makan di luar malam ini? aku akan atur restoran mewah khusus untuk kita berdua" ajak Tina dengan berharap


"Aku tidak berminat sama sekali" jawab Raymond yang berpaling ke arah lain


"Raymond, berilah kesempatan untuk kita berdua, kita menikah dan keluarga kita tetap bekerja sama, perusahaan papamu akan mendapatkan keuntungan, jadi jika kau menikahiku maka kau tidak akan rugi, dan malah mendapatkan keuntungan, bukan itu saja. setelah kita menikah papaku juga akan mundur dari bisnisnya, dia ingin pensiun karena usianya sudah tidak muda lagi, dan bisnisnya akan menyerahkan padamu" ujar Tina


"Aku tidak berminat padamu dan juga bisnis keluargamu" ketus Raymond yang melangkah pergi ke ruangan lain mencari keberadaan Kimberly


"Raymond, jika kau menolak apa kau tahu akibatnya? bisnis papamu akan kehilangan keuntungan sebanyak miliyaran dollar" ucap Tina yang ikuti langkah Raymond


"Aku tidak peduli, itu bisnisnya bukan bisnisku, aku hanya peduli pada bisnisku saja" jawab Raymond yang sambil berjalan ke ruangan lagi


"Apa kau tidak akan menyesal?" tanya Tina yang menghentikan langkah Raymond dari hadapannya

__ADS_1


"Kenapa aku harus menyesal? itu tidak ada hubungan denganku" ketus Raymond


"Raymond, perusahaan yang paman jalankan itu adalah milik keluargamu, apa kau tidak merasa sayang jika tidak mendapatkan keuntungannya padahal kalian hanya tinggal selangkah untuk mendapatkannya"


"Aku tegaskan sekali lagi, aku tidak peduli" kata Raymond dengan tegas


" Raymond, aku yang berdiri di hadapanmu ini bernilai miliyaran dollar, jika kita menikah maka miliyaran dolar itu adalah milik kalian, apa kau tidak menyesal jika kau menolak tawaran sebagus ini?"


"Yang rugi adalah papaku bukan aku, untuk apa aku harus menyesalinya, lagi pula aku memiliki uang lebih dari miliyaran dollar, jadi uang itu tidak seberapa bagiku" ketus Raymond


"Woi....apa kalian bisa berhenti sebentar membahas pernikahan kalian? aku sudah berada di sini hampir satu jam tapi kalian masih sibuk membahas masalah itu" teriak Kimberly yang berada di atas lemari Televisi


"Kimberly, kenapa kau ada di sana?" tanya Raymond yang melihat ke arah istrinya itu


"Aku melihat sotong itu di kamar maka aku melarikan diri, dan demi keselamatan aku langsung memanjat ke atas sini, dan sekarang aku tidak berani turun karena tinggi" jawab Kimberly yang sedang menangis


"Duduk di sana baik-baik, aku akan naik membawamu turun" ujar Raymond


"Raymond, urusan kita belum di selesaikan" ucap Tina yang memegang lengan Raymond


"Tina Yoliders, apakah aku bisa dapat uang jika suamiku ini mau menikahi mu?" tanya Kimberly


"Iya, jika aku berhasil membujuknya menikahimu apa kau akan memberiku uang?"


"Berapa yang kau minta?" tanya Tina


"Tidak banyak, aku hanya butuh dua rumah dan dua mobil, sekitar tiga miliyar dollar saja" jawab Kimberly yang sudah lupa sesaat posisinya


"Kau gilaa" bentak Tina dengan kesal


"Kau juga tidak rugi jika membayarku sebanyak itu, kau mendapatkan suaminya yang tampan dan kaya, dia juga mengatakan jika uangnya lebih dari miliyaran dollar, selain dapat orangnya kau juga bisa mendapatkan uangnya" kata Kimberly yang asal-asalan


"Kimberly, apa kau tahu apa yang kau katakan?" tanya Raymond yang merasa kesal dengan ulah istrinya itu


"Tahu! aku sedang bicara bisnis dengan Tina. aku rasa dirimu seharga tiga miliyaran dollar, jika berhasil maka aku akan dapat uang sebanyak itu" jawab Kimberly yang berterus terang


"Kau istri yang sangat luar biasa menjual suamimu sendiri" ketus Raymond dengan merasa kesal


"Asal bisa dapat uang kenapa tidak di jual saja? kalau kau tidak mau di jual maka beri aku uang lagi" jawab Kimberly yang asal-asalan

__ADS_1


"Kimberly, semua uangku milikmu juga, jadi jika kau menjualku kau yang rugi" ujar Raymond


"Kalau begitu bisnis kita di hentikan saja, Tina. aku tidak mau jual lagi" kata Kimberly


"Kau wanita gila" ketus Tina dengan merasa kesal


"Cepat turunkan aku, Raymond Martinez" pinta Kimberly


"Lihat saja nanti setelah kau turun aku akan menghukum mu" kata Raymond


"Jangan menghukum ku, aku sudah di kejar oleh sotong itu hingga ketakutan dan kau sebagai suami selalu saja tidak muncul di saat istrimu ketakutan" ketus Kimberly dengan merasa kesal


Setelah beberapa menit kemudian Raymond menurunkan Kimberly dan mengendongnya ke kamar, saat di kamar Raymond menghempaskan Kimberly ke kasur dengan kasar karena merasa kesal


Brugh....


"Aaarrgghh, kau kasar sekali" ketus Kimberly


"Pintar sekali, di saat posisimu yang sedang ketakutan kau ingin menjual suamimu" ucap Raymond dengan menyubit hidung Kimberly yang mancung itu dengan kuat


"Aaaaaaaaaaarrrrrrrggggghhhhhhh" teriakan Kimberly yang mengema satu ruangan kamarnya


"Sakit!" teriak Kimberly


"Kenapa kau selalu saja membuat ulah..ha?"


"Bukan aku, tapi sotong bengkok itu. dia sering muncul di hadapanku, tidak tahu milik siapa dan kenapa bisa berkeliaran di dalam rumah kita" jawab Kimberly


"Bukan itu yang ku maksudkan",


"Lalu, maksudmu apa?"


"Demi uang kau menjual suami mu ini kepada wanita lain?" jawab Raymond yang sedang menahan emosi


"Dia sangat berminat padamu, kalau aku jual dia pasti mau mengeluarkan uang yang banyak untuk mendapatkanmu" jawab Kimberly dengan ceplas ceplos


Raymond yang merasa kesal lalu mencubit hidung Kimberly dengan kuat


"Aaaaarrrrrrrrggggghhhhh" teriakan Kimberly yang mengema satu ruangan

__ADS_1


__ADS_2