
"Kondisiku sudah lebih baik! dan aku tidak sabar ingin melawannya," jawab Raymond sambil meneguk minuman.
"Setelah kejadian malam ini raja ular pasti akan marah besar, dan dia juga akan melarang anak buahnya untuk mencari mangsa lagi," kata Raymond.
"Raja, kami akan segera kirimkan lebih banyak pasukan kita untuk mencari sarang mereka, agar lebih cepat di basmi," ucap Teddy.
"Aku yakin dia sudah mengetahui kematian dua siluman itu, dan dia juga pasti sudah mengetahui jika aku yang membunuh ratunya," jelas Raymond.
"Tapi, kenapa dia tidak menemui Anda untuk membalas dendam?" tanya Licon.
"Sebelum dia mendatangiku, dia harus mengumpulkan kekuatannya, siluman ular yang masuk ke rumah ku mengatakan jika raja ular sering saja menyetub*hi siluman ular betina dan kemudian menghirup kekuatan mereka, dengan cara ini dia bisa meningkatkan kekuatannya dalam waktu dekat," jelas Raymond.
"Wah....dia benar-benar keterlaluan! terhadap sesama saja dia bisa begitu tega," ujar Teddy.
"Raja ular hanya menganggap para siluman kecil itu sebagai alat yang bisa di gunakan, dia tidak akan menyayangi sesamanya, hanya karena dia adalah raja oleh karena itu dia merasa memiliki hak atas segalanya," jawab Raymond.
"Ternyata kehidupan siluman ular betina tidak mudah! mereka harus kembali ke habitatnya untuk selamanya, mereka tidak akan bisa berubah wujud lagi," kata Licon.
"Dan selain itu hidup mereka penuh dengan bahaya, yang akan menjadi santapan ular lain," lanjut Teddy.
"Siluman ular betina mencari kehidupan di kota, jika mereka menjadikan manusia sebagai korbannya itu sama saja mereka harus mati juga, karena jika tidak, maka akan banyak manusia yang tewas karena menjadi santapannya," kata Raymond dengan tegas.
"Selidiki ke setiap sisi! jangan sampai ada siluman yang mencari mangsa di kota ini!"perintah Raymond tegas.
"Baik Raja," jawab Teddy dan Licon dengan serentak.
Di malam hari itu Raja ular yang telah mengetahui jika anak buahnya telah menjadi korban para iblis api merasa kesal dan marah besar, sehingga berubah wujud menjadi ular raksasa yang menyantap semua binatang di dalam hutan itu.
Karena merasa marah dan kesal raja ular merayap masuk ke dalam tanah dan menumbangkan sebagian pohon yang ada di hutan besar itu.
"Aku akan menghancurkan iblis api! Aku akan menghancurkan iblis api!
Aku akan menghancurkan iblis api!
Aku akan menghancurkan iblis api!" teriak raja ular yang mengema seluruh dalam hutan.
"Raja...." sapa silumannya dengan serentak.
"Pasukan iblis api sangat keterlaluan! dengan sesuka hati membunuh kawanan kita, ke mana pun kalian pergi jangan di ketahui oleh mereka, tubuh kalian tidak bisa menahan api mereka!"
" Raja, apa yang harus kita lakukan sekarang? kawanan kita sebagian sudah tewas."
"Cari sarang-sarang semua siluman ular betina!" perintah Raja ular dengan tegas.
"Siluman ular betina?"
" Iya, aku ingin mengumpulkan kekuatanku lagi sebelum berhadapan, dengan Demon Fire!"
__ADS_1
"Baik Raja," jawab mereka dengan menurut.
Tidak lama kemudian raja ular pergi meninggalkan mereka.
"Tidak tahu kali ini akan berapa siluman yang di jadikan korban, aku merasa simpati pada mereka yang harus menjadi alat pemuas dan kemudian kekuatan yang mereka miliki juga harus di ambil secara paksa!" kata salah satu siluman yang merasa iba.
"Mereka seakan-akan di lahirkan hanya untuk menjadi korban."
"Perintah Raja tidak ada yang bisa melawan."
Mansion Raymond
"Raymond, kapan kita masuk kerja?" tanya Kimberly yang sedang menyantap sarapan.
"Beberapa hari lagi!" jawab Raymond.
"Apa aku masih tidak boleh pergi kerja? aku sudah lama di rumah terus!"
"Kita akan pergi bersama di saat aku masuk kerja ya!"
"Iya!"
"Kimberly, aku tidak ingin kau keluar karena di luar sudah mulai tidak aman, di mana-mana ada siluman ular, dan yang paling ku khawatir adalah jika raja ular itu mencarimu, aku sedang menunggu kedatangannya, akan tetapi dia tidak mau muncul hingga sekarang," batin Raymond.
"Apakah Wilson sudah keluar rumah sakit?" tanya Kimberly.
"Aku ada memasak sop untuk dia."
"Sop apa yang kamu masak?" tanya Raymond yang merasa penasaran.
"Sop ayam! kau tenang saja dia takut pada ular, mana mungkin aku memasak sop ular untuk dia."
"Hahahahah...aku mengira kau akan melakukannya," kata Raymond dengan sambil tertawa.
Rumah sakit tempat Wilson di rawat.
"Hahahahahahaha...." suara tertawa dokter yang menangani Wilson.
"Hahahahahahaha...."
"Hahahahahahaha...."
"Apa kau sudah bisa berhenti tertawa!" bentak Wilson yang merasa kesal.
"Kau sering saja memberiku kejutan, Wilson. di antara semua pasienku hanya dirimu yang paling aneh dan tidak masuk akal, hahahahahahaha.." kata Dokter dengan tertawa tanpa berhenti.
"Dan kau adalah dokter paling brengs*k! setiap aku datang mencarimu aku pasti jadi bahan leluconmu!" ketus Wilson dengan merasa kesal.
__ADS_1
"Setiap kali kau datang dengan membawa luka yang aneh! kali ini kau malah tidak sadarkan diri hanya karena merasa jijik dengan ular," ujar dokter itu dengan seraya bercanda.
"Apa kau belum puas tertawa dari tadi?" tanya Wilson dengan merasa jengkel.
" Wilson...Wilson, kau selalu saja memberi kejutan padaku," kata dokter dengan tertawa.
"Dasar dokter tak punya hati!" ketus Wilson dengan menatap kesal.
Klek.
"Tuan Martinez, Nyonya, kalian sudah datang!" sapa dokter dengan bersikap ramah.
"Dokter, bagaimana dengan kondisinya?" tanya Raymond.
"Tuan, Wilson sudah bisa pulang! dia sudah tidak berguna di sini!" jawab dokter dengan seraya bercanda
"Kau adalah dokter brengs*k! lain kali lain hari aku tidak mau melihatmu lagi," ketus Wilson dengan kesal
"Tuan, Nyonya..." sapa Wilson.
"Aku membawakan sop untukmu," ujar Kimberly yang menarohkan rantangan ke meja ujung ranjang.
"Sop apa itu?" tanya Wilson yang merasa curiga.
"Jangan takut! ini adalah sop ayam, bagus untuk kesehatanmu," ucap Kimberly dengan membuka rantangannya.
"Wah..terima kasih, Nyonya," ucap Wilson merasa gembira dan makan dengan lahap daging ayamnya.
"Kenapa kau seperti hantu kelaparan?" tanya dokternya dengan bercanda.
"Aku sudah tidak makan dari kemarin, makanan di rumah sakit tidak enak sama sekali, percuma bos ku mengeluarkan biaya yang tinggi tapi makanannya tidak layak untuk manusia," ketus Wilson yang sedang menyantap makanannya.
"Ah..aku ada sesuatu yang ingin ku berikan padamu," kata Kimberly yang sedang mengeluarkan bungkusan kecil dari dalam tasnya.
"Ambil ini! dan simpan baik-baik!" ujar Kimberly yang menarohkan bungkusan kecil itu di hadapan Wilson.
"Apa ini?" tanya Wilson yang melihat dalam bungkusan plastik itu. lalu ia pun mengeluarkan dua buah gigi yang dari dalam plastik itu
"Nyonya, ini taring siapa?" tanya Wilson yang melihat dua gigi taring yang di tangannya.
Dokter yang melihat bentuk dua taring yang di pegang Wilson langsung menahan tawa. karena ia tahu taring itu adalah milik ular.
"Taring ini kamu bawa saja ke mana-mana, jika suatu saat nanti kita bertemu dengan ular lagi, jadi kau tidak perlu takut lagi!" kata Kimberly.
"Taring ini luar biasa hebat ya? apakah jika ular melihatnya mereka akan kabur?" tanya Wilson yang tidak mengerti apa-apa
"Benar!" jawab Kimberly.
__ADS_1
"Dari mana nyonya mendapatkan taring ini dan dari hewan apa? sepertinya tidak asing tapi aku lupa di mana aku melihatnya," tanya Wilson yang merasa penasaran.