Mystery

Mystery
Demon Memahami Isi Hati Kimberly


__ADS_3

"Apakah papa kalian sudah lama keluar?" tanya Kimberly pada anak-anaknya.


"Sudah satu jam, Ma," jawab Debermon.


Kimberly hanya menunduk sambil gelisah, rasa takut melanda dirinya.


"Kimberly, jangan berpikir sembarangan! dia adalah suamimu kau harus percaya padanya, andaikan dia memang melakukannya kau juga tidak bisa melarangnya karena kondisimu sekarang juga tidak bisa apa-apa. selama ini Demon telah merawatmu dengan sabar dan tanpa mengeluh. lantas, kenapa kau harus melarang jika dia melepaskan hasratnya terhadap wanita lain?" batin Kimberly.


"Seharusnya aku relakan saja, asal Demon tidak mencintai wanita itu dan hanya sekadar melampiaskan hasratnya," batin Kimberly.


"Mama, kenapa diam saja? apakah merasa tidak nyaman?" tanya Deberly yang sedang memerhatikan ibunya.


"Mama hanya kurang tidur, sayang. marilah temani mama di sini!" ajak Kimberly.


Deberly dan Debermon naik ke atas kasur dan duduk di samping Kimberly. mereka sambil mengelus perut Kimberly yang sudah membesar.


"Aku yang ingin melahirkan lagi, aku tidak boleh merasa kecewa terhadap suami sendiri, jika dia memang melakukannya dengan wanita lain aku hanya bisa kecewa pada diri sendiri, Demon sekarang sudah beda dengan dulu, sekarang dia bisa mengendalikan rasa panas pada tubuhnya, jadi untuk sekarang dia bisa saja melakukan hubungan dengan orang biasa, dan bukan hanya dengan iblis," batin Kimberly.


Di sisi lain Demon sedang bersama klien koreanya di pub, mereka menikmati minuman sehingga menghabiskan beberapa botol anggur merah.


"Hahahahaha...Tuan Geffrey, senang bekerja sama denganmu, malam ini aku yang traktir," ucap kliennya yang sedang tertawa.


Tidak lama kemudian wanita pekerja di pub itu membawa lima gadis muda dan cantik melangkah masuk ke dalam ruangan itu.


"Tuan Jung, Tuan Geffrey, mereka adalah anak baru di sini, usia mereka hanya 18 dan 20 tahun. dan masih perawan dan tidak ada pengalaman. mohon kalian mengajarinya," ucap wanita itu dengan sopan.


"Hahahaha...cantik...cantik sekali, Tuan Geffrey, mereka layak melayanimu, perawan adalah incaran kita sebagai pria," kata Jung dengan tertawa.


"Kalian cepat melayani tuan Geffrey!"


"Baik Tuan Jung," jawab empat gadis itu yang melangkah ingin menghampiri Demon yang sedang duduk di sana sambil menatap mereka.


"Berhenti!" pinta Demon pada empat gadis itu.


"Tuan Geffrey, ada apa, apakah Anda tidak menyukai mereka?"


"Tuan Jung, aku adalah pria yang sudah berumah tangga, istriku sangat baik dan mencintaiku. dan sekarang dia sedang menungguku pulang," jawab Demon dengan sopan dan bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Tuan Geffrey, jangan khawatir tentang itu! bukankah wajar kalau kita bermain dengan wanita di luar asal jangan membawa pulang ke rumah. lagi pula jika Anda menatap istri Anda terus lama-lama juga bosan, apa lagi mereka adalah gadis perawan, jangan lewatkan kesempatan bagus ini!"


"Aku sangat mencintai istriku, dan aku menolak niat baik mu ini."


"Tuan Geffrey, Anda terlalu serius.hanya menikmati keperawanan mereka dan bukan mencintai mereka, jadi tidak termasuk mengkhianati pasangan Anda."


"Tuan Jung, Anda sudah salah. ketika kita sudah menikah kita tidak boleh lagi mendekati wanita mana pun, karena dia telah banyak berkorban untuk kita. demi ingin melahirkan anak untuk kita dia rela menahan sakit dan tidak bisa menelan makanan, ini baru hamil dan belum saat melahirkan lagi yang harus mempertaruhkan nyawanya," kata Demon dengan tegas.


"Tuan Geffrey, pria akan bosan jika hanya bersama dengan wanita yang sama dalam jangka waktu yang lama, suatu saat Anda pasti akan merasa bosan," kata Jung dengan yakin


"Tuan Jung, aku rasa kita tidak serasi sama sekali, batalkan saja kerja sama ini!" ujar Demon dengan tegas.


"Kenapa?" tanya Jung yang bangkit dari tempat duduknya.


"Karena aku tidak suka jika ada yang merendahkan istriku," jawab Demon yang melangkah pergi dari ruangan itu.


"Tu-tuan Geffrey...." panggil Jung yang mengikuti langkah Demon hingga keluar dari ruangan, akan tetapi tetap di abaikan oleh raja api itu.


Demon kemudian melangkah menuju ke mobilnya, setelah masuk ke dalam mobilnya ia mengeluarkan handphone dan menekan nomor seseorang.


Tidak lama kemudian seseorang menjawab panggilannya.


"Hallo, istriku. aku dalam perjalanan pulang, apa kamu ingin makan sesuatu?" tanya Demon yang sambil menghidupkan mesinnya.


"Apa kamu sudah selesai dengan klien? apakah sudah tanda tangan kontrak kerja sama?"


"Aku membatalkan kerja sama dengannya, kami tidak serasi," jawab Demon dengan senyum.


"Tidak serasi? Demon, apa dia ada salah bicara sehingga kamu tidak ingin bekerja sama dengan dia?"


"Iya, dia terlalu banyak salah bicara sehingga membuatku kesal, tapi aku tidak menyesal. karena itu tidak penting bagiku. Kimberly, kamu ingin makan apa? belakangan ini kamu jarang makan, aku khawatir kau akan lapar?"


"Belikan saja aku bubur udang!"


"Baiklah, aku pergi membelinya sekarang, tunggu sebentar ya!"


"Iya, aku menunggumu!"

__ADS_1


Sesaat kemudian Demon memutuskan panggilannya.


"Kimberly, tidak ada salahnya kata paman Sean, wanita hamil memang selalu merasa tertekan dan tidak percaya diri, mungkin saja kau mengira aku akan melakukan hubungan dengan wanita pub, untung saja putraku pintar mengunakan handphone android, sehingga dia bisa diam-diam mengirim pesan untukku," gumam Demon.


Flashback on.


"Papa, mama sedang tidak gembira saat mendengar papa pergi ke pub bertemu klien."


Pesan dari Debermon yang di kirimkan untuk ayahnya beberapa menit yang lalu.


Flashback Of.


Mansion Demon.


"Kimberly, bubur sudah datang," seru Demon yang melangkah masuk ke kamar


"Demon, cepat sekali," sahut Kimberly dengan tersenyum saat melihat suaminya.


"Tentu saja, karena istriku sedang menungguku dan aku tidak boleh membiarkan istriku menunggu begitu lama," jawab Demon dengan senyum dan mencium bibir istrinya.


"Aku tidak apa-apa, kalau kau sedang sibuk kerjakan saja!"


"Aku hanya minum beberapa botol, setelah itu aku mendapati jika tuan Jung tidak serasi denganku, oleh sebab itu aku langsung membatalkan kerja sama dengannya," jelas Demon yang berusaha menyakinkan istrinya.


"Apa yang telah dia katakan sehingga membuat mu marah?"


"Sesuatu yang tidak seharusnya dia katakan," jawab Demon dengan senyum.


"Aku akan menuangkan bubur ini ke mangkok dulu, dan kemudian aku akan suapi kamu," kata Demon yang mengecup dahi istrinya.


"Terima kasih," ucap Kimberly dengan senyum.


Demon kemudian keluar dari kamar dan menuju ke dapur. sementara Kimberly tersenyum melihat suaminya itu masih begitu setia terhadap dirinya.


"Mungkin aku yang banyak curiga, aku adalah istri yang tidak baik. bisa-bisanya merasa curiga pada suami sendiri," batin Kimberly dengan menyesal.


"Mama, setelah papa pulang mama menjadi senyum-senyum sendiri, kelihatannya papa lebih penting dari pada kami ya!" kata Debermon yang sedang mengusik ibunya.

__ADS_1


"Kalian berdua juga sangat penting bagi mama," jawab Kimberly yang mencubit pipi putra putrinya.


__ADS_2