Mystery

Mystery
Kimberly Pingsan


__ADS_3

"Nenek, baiklah. aku akan pergi.. tapi aku ingin melihat Demon untuk terakhir kali!" pinta Kimberly dengan berharap.


"Untuk kali ini anggap saja aku kasihan padamu, pergi lihat cucuku untuk terakhir kali dan jangan muncul lagi untuk selamanya. jika tidak, maka pamanmu dan sahabatmu akan mati dengan mengenaskan,"kecam Diana yang melangkah keluar.


Kimberly berusaha berdiri sambil menahan sakit pada bagian dadanya, dan juga kepalanya yang agak pitam sehingga membuatnya hampir ambruk dan tangannya menahan ke tembok. ia melangkah masuk ke dalam kamarnya itu.


Terdapat kamera cctv tersembunyi di atas plafon yang tidak diketahui oleh siapapun. bahkan selama ini Kimberly sendiri juga tidak menyadari keberadaan kamera tersebut.


Kimberly melangkah menghampiri suaminya yang masih dalam keadaan tidak sadar diri. duduk di tepi kasur dan melepaskan cincin suaminya itu. lalu ia juga melepaskan cincin yang melingkar jari manisnya.


"Demon, cincin ini aku simpan di suatu tempat yang tersembunyi, karena kalau nenek menemukannya dia pasti akan melenyapkan cincin ini. aku tidak bisa lagi muncul di depan mu. aku tidak mau paman Sean dan Holdie dalam bahaya," Batin Kimberly


Kimberly berbisik sesuatu di telinga suaminya, tidak ada yang tahu apa yang dia katakan di saat itu.


Kimberly menetes air mata dan menyentuh wajah suaminya yang pucat, dan memberikan ciuman di bibir suaminya untuk terakhir kali.


"Demon, aku tidak bisa mencarimu lagi, tapi kalau hatimu memang hanya mencintaiku, maka aku berharap di saat pertemuan kita kembali kau akan mencintaiku sekali lagi. aku tidak bisa mengejarmu karena dengan kekuatan nenek mu dia bisa menghancurkan paman Sean dan Holdie, aku tidak bisa mengalahkan dia. Demon, apapun perubahanmu aku hanya ingin kau tahu aku akan menunggumu. andaikan kau menikah dengan wanita lain maka jodoh kita sudah berakhir, dan aku akan berhenti untuk menunggu,"ucap Kimberly dengan mengecup dahi suaminya.


Sesaat kemudian Diana melangkah masuk dan menarik lengan Kimberly dan menjauhkan gadis itu dengan cucunya.


"Ingat dengan janjimu! jangan berani mengingkarnya!" kecam Diana yang kemudian menghilang bersama Demon.


Saat Demon di bawa pergi Kimberly langsung terduduk lesu di lantai. perasaan sakit yang dia alami membuatnya hanya bisa bersabar . dengan ancaman Diana, Kimberly tidak berdaya dan hanya bisa pasrah.


Ia menangis dengan histeris karena harus berpisah dengan suaminya yang selama ini selalu saja memanjakan dirinya dan juga sangat menyayanginya.


Di malam itu Kimberly mengeluarkan semua pakaiannya dari lemari dan memasukan ke dalam koper. semua pakaian dan barang miliknya ia akan membawa pergi. karena ia tahu Diana akan membuang barang miliknya jika masih ada yang tersisa.


"Kartu kredit ini aku akan membawanya untuk kenangan, walau di saat itu dia pasti akan memblokirnya, karena dia pasti tidak ingat kartu ini sudah dia berikan padaku. aku akan bekerja dan menghidupi diri sendiri. mulai hidup dari awal, tanpa seorang pria yang selama ini selalu menyayangiku," gumam Kimberly.


Sebelum pergi Kimberly berjalan menuju ke ruangan pribadi suaminya, ia melangkah masuk dan melihat sekeliling ruangan itu. semua kenangan bersama pria yang dia cintai itu sangat jelas dalam benak pikirannya.

__ADS_1


Dengan air mata yang deras telah membasahi pipinya, Kimberly hanya memaksakan diri untuk tetap bertahan, pada hal dirinya sedang mengalami luka dalam serta kepalanya yang mulai pitam.


Setelah setengah jam kemudian, cuaca mendung dan petir disertai angin kencang, Kimberly keluar dari rumah yang di penuhi dengan kenangan manis bersama suaminya yang tercinta. tangisan di sepanjang jalan sambil mengingat kenangan bersama dengan suaminya.


Jedar....


Petir disertai hujan deras telah membasahi tubuh Kimberly. Kimberly yang wajahnya memucat tetap berjalan sambil membawa kopernya.


tidak lama kemudian dirinya yang merasa tidak puas ia pun memandang ke langit.


"Memang salah ku di mana kalau aku dilahirkan sebagai manusia biasa? kenapa harus memisahkan ku dengan dia hanya karena alasan yang tidak masuk akal? apakah aku salah mencintai iblis? dia bahkan lebih baik dari pada sebagian orang. karena manusia bisa berpura-pura, sedangkan dia tidak bisa. dia hanya melakukan yang terbaik. kejadian hari ini dia juga berkorban demi semua orang. iblis air itu akan menelan banyak korban dan Demon telah melindungi semua orang. tapi siapa yang mengenal seorang Demon yang sebagai iblis berhati mulia. dia tulus mencintai, tapi sekarang kami harus berpisah," teriak Kimberly dengan nada tinggi dan sambil memandang ke atas langit.


Kimberly yang merasa tidak berdaya dan lemas karena kedinginan sehingga bibirnya gemetar. dan ia pun tidak sanggup lagi untuk berdiri sehingga dua lututnya menghentakkan ke aspal.


"Aaarrrghhhh....." teriakan Kimberly yang sedang berada dalam keputus asaan, saat ia sedang berteriak keluarlah cahaya merah dari tubuhnya yang menyerang semua rumah yang ada dikomplek sehingga menghancurkan kaca-kaca rumah itu. dan sesaat kemudian Kimberly tumbang tidak sadarkan diri.


Tidak lama kemudian ada sepasang kaki yang menghampirinya. seorang pria berpakaian rapi dengan memegang payung. ia meletakan payungnya dan membawa Kimberly pergi meninggalkan tempat itu.


Rumah sakit.


Kimberly yang tidak sadarkan diri di bawa ke rumah sakit dan di rawat. seorang dokter muda dan tampan sedang memeriksa suhu pasiennya.


Tidak lama kemudian Kimberly membuka matanya dan melihat pria muda yang berpakaian jas dokter sedang memeriksanya.


"Kenapa aku bisa ada di sini?" tanya Kimberly yang melihat sekeliling ruangan itu.


"Semalam kamu pingsan dan sangat lemah, dan sekarang suhu badan mu masih belum turun," jelas Dokter.


"Dokter, siapa yang membawaku ke sini?"


"Aku yang membawamu ke sini, saat aku ingin pulang kerja aku melihatmu pingsan dan kemudian aku membawa mu ke sini," jawab Dokter itu.

__ADS_1


"Terima kasih, Dokter," ucap Kimberly.


"Nona, jagalah kesehatanmu dengan baik! karena ini menyangkut nyawa lainnya," kata Dokter itu sambil mencatat laporan pasien.


"Nyawa lainnya?" tanya Kimberly dengan heran.


"Apakah kamu tidak tahu bahwa dirimu sedang hamil?" tanya Dokter.


"Hamil? aku sudah hamil?" tanya Kimberly dengan hampir tidak percaya.


"Benar, usia janinnya sudah tiga minggu," jawab Dokter dengan senyum.


"Tiga minggu, kenapa aku tidak tahu?"


"Ini sangat wajar, banyak wanita hamil tidak akan menyadarinya. apa lagi ini adalah pertama bagimu,"jawab Dokter itu dengan sopan.


"Dokter, kenapa kamu bisa tahu kalau ini pertama bagiku?"


"Kita adalah tetangga, hanya saja kita tidak pernah bertemu, hubungan mu dengan suamimu sangat mesra. kalian setiap hari keluar dan pulang bersama. aku sangat mengagumi hubungan kalian," jawab Dokter.


"Ternyata begitu ya!"


"Istirahatlah! kalau ada perlu tekan saja tombol biru ini," kata Dokter dengan ramah dan kemudian melangkah keluar.


Kimberly menyentuh perutnya dengan merasa sangat bahagia akhirnya ia bisa memiliki sang buah hati, akan tetapi ia merasa sangat sedih karena suaminya itu tidak mengetahui keberadaan anak hasil dari cinta mereka.


"Demon, apa kau tahu kita sudah memiliki Deberly," ucap Kimberly yang meneteskan air mana.


Kimberly mengingat semula ucapan terakhir dari suaminya


"Kimberly, andaikan kita memiliki anak, aku ingin menamakan anak kita, Deberly. sebagai bukti Demon mencintai Kimberly untuk selamanya,"

__ADS_1


"Demon, aku sudah hamil. aku akan merawatnya dengan baik. suatu saat aku pasti akan membawakan dia ke hadapanmu. Deberly ini adalah nama anak kita. apapun jenis kelaminnya aku tetap akan memberikan nama Deberly. aku harus pergi dari sini demi melindungi anak kita. dan juga aku tidak ingin mereka melukai paman Sean dan Holdie." gumam Kimberly.


__ADS_2