
"Ternyata dia adalah Wilson," batin Demon yang masih mengenal asisten lamanya.
"Cepat pergi dari sini!" perintah Demon kepada Wilson.
"Iya, terima kasih, Tuan," ucap Wilson yang tidak mengenal bos lamanya itu karena wajahnya yang sudah berbeda.
"Raja ular, akhirnya kau muncul lagi," ujar Demon.
"Hahahahah...Raja Api? sudah lima tahun kita tidak bertemu, malam ini aku akan membunuhmu dan kemudian membunuh istrimu yang sudah melukaiku di saat lima tahun yang lalu," bentak raja ular dengan kesal.
"Istriku? apa maksudmu?" tanya Demon dengan penasaran.
"Raja api, jangan berpura-pura tidak mengingatnya, istrimu melukaiku sehingga aku harus menderita selamanya, dan tidak bisa lagi memulihkan kejantananku," ketus raja.
"Istriku? siapa dia dan bahkan raja ular saja bisa mengetahui masa laluku, kenapa aku tidak bisa ingat? apakah nenek melakukan sesuatu padaku?" batin Demon.
"Istriku ternyata sangat hebat sehingga bisa melukaimu, ternyata dirimu masih kalah dengan seorang wanita," kata Demon dengan sengaja mengejek.
"Berani sekali kau mengejekku, aku akan menelan istrimu itu setelah aku membunuhmu," bentak raja ular dengan kesal.
"Apa kau yakin bisa mendapatkan istriku?" tanya Demon dengan sengaja.
"Aku masih ingat tempat tinggal kalian, dan aku bisa ke sana setelah menelanmu," bentak Raja ular.
"Tempat tinggalku? aku tidak yakin dengan siluman ular yang sudah tua sepertimu ini masih bisa ingat dengan alamatku," kata Demon dengan sengaja memancing.
"Siapa yang mengatakan aku tidak bisa ingat? kalian tinggal di komplek perumahan orang kaya. kau tenang saja, kau akan segera bersatu dengan istrimu," jawab Raja ular.
"Dia benar, di sana adalah tempat tinggalku, lima tahun yang lalu aku memilih tinggal di luar, karena saat tinggal di sana setiap kali ada bayangan yang tidak jelas muncul di kepalaku," batin Demon.
"Raja Api, malam ini aku ingin membalas dendaaaam..." teriak raja ular yang menyerang Demon dengan membuka mulut besarnya dan melahap Demon sehingga berhasil menelan pria yang adalah musuhnya itu.
"Kau tidak bisa melawan lagi karena sudah mati di telan olehku," teriak raja ular dengan nada tinggi sehingga di dengar oleh semua orang yang di sana.
Tidak lama kemudian tubuh ular raksasa itu meronta-ronta sehingga menghantam semua rumah yang ada sekitar sana. hantaman ekornya menghancurkan rumah bertingkat itu hingga roboh.
Prak...prak...prak...prak....
"Aarrghhh.....," teriakan raja ular yang sedang mengerang kesakitan.
Raja ular yang merasa kesakitan dengan tiba-tiba ekornya juga menghantam pohon-pohon hias yang ada di pinggir jalan sana, serta gedung tinggi juga mendapat hantaman kuat dari ekor ular raksasa itu.
__ADS_1
Prang....prang....prang...
Hantaman ekornya yang menghancurkan gedung karena tenaganya yang sangat kuat. gedung tersebut tumbang dan pecah semua kaca-kaca sehingga bertebaran ke mana-mana. kejadian itu membuat semua orang yang berdekatan di lokasi kejadian berlari sejauh mungkin.
Macet di jalan raya semakin panjang sehingga mereka harus meninggalkan kendaraannya dan berlari ke arah yang berbeda. melihat ular raksasa yang menghantam semua rumah dan mobil itu, mereka dengan cepat menyelamatkan diri.
"Cepat lariiii.....ada ular raksasa," teriakan mereka yang mempercepatkan langkahnya.
Brak...brak...brak...brak...
Hantaman ekornya yang menghancurkan semua mobil yang sedang berhenti di simpang jalan sana.
"Aaargghhhh,"teriakan raja ular yang tubuhnya mengeluarkan cahaya merah.
"Aaargghhhh," teriakan raja ular yang sedang kesakitan, tubuhnya meronta semakin kuat sambil menghantam rumah dan mobil yang di sekelilingnya.
Tidak lama kemudian tubuh raja ular itu meledak sehingga tubuhnya hancur berantakan dan menempel ke mana-mana, termasuk semua korban yang menjadi santapannya tadi ikut terlempar keluar, ada yang masih utuh dan ada yang telah hancur.
Daging-dagingnya serta isi dalam berserakan mengenai semua yang berdekatan dengannya.
Demon muncul dan melihat kota yang dia tempati itu terdapat beberapa gedung yang tumbang, rumah bertingkat yang hancur serta sejumlah mobil yang di jalan besar itu rusak. dan bukan hanya itu mayat-mayat yang telah menjadi korban raja ular juga berserak ke mana-mana.
"Musuh lima tahun akhirnya tewas, istriku? siapa istriku? apakah nenek telah menyembunyikan sesuatu dariku selama ini?" gumam Demon
"Apakah Kimberly adalah istriku? aku berharap adalah dia, karena perasaan ku padanya sangat dalam," batin Demon.
Sesaat kemudian Demon menghilang.
Sementara Wilson sedang berlari karena ketakutan.
"Sudah lima tahun aku tidak melihat ular dan sekarang aku malah melihat ular raksasa, tidak tahu aku berhutang apa pada ular itu di hayat lalu, sehingga hayat sekarang aku bertemu dengan mereka terus," ocehan Wilson yang sambil berlari.
"Wilson," suara panggilan pria yang tiba-tiba muncul di sana.
Wilson yang mendengar panggilan itu ia pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah suara itu berada.
"Tu-tuan Raymond, akhirnya aku bertemu denganmu," sapa Wilson yang sedang kewalahan.
"Apa kau sedang mencariku?" tanya Demon yang telah berubah wajahnya menjadi Raymond.
"Iya, Tuan. aku ingin membahas masalah perusahaan denganmu," jawab Wilson yang menghampiri Demon.
__ADS_1
"Ada apa dengan perusahaan? mari kita bincang di rumahku!" ajak Raymond yang melangkah masuk mobilnya.
Lima menit kemudian mereka tiba di mansion mewah yang di tempati oleh Wilson.
"Tuan, apakah Anda masih tinggal di sini?" tanya Wilson yang baru keluar dari mobil atasannya itu
"Tentu saja masih, ini adalah tempat tinggalku," jawab Demon yang melangkah ke arah pintu.
Demon membuka pintunya dan melangkah masuk ke dalam dengan di ikuti oleh Wilson.
"Tuan, bukankah Anda masih tinggal di sini? lalu, kenapa semua perabot di tutupi dengan kain?" tanya Wilson
"Aku hanya ingin tinggal di tempat yang baru saja, katakan saja ada apa mencariku?"
"Tuan, apakah Anda bisa kembali ke perusahaan lagi untuk memegang kendali Sea World Group?" tanya Wilson.
"Aku tidak tertarik untuk kembali ke sana," jawab Demon yang menarik kain penutup sofa.
"Kenapa, apa ada masalah?" tanya Demon yang duduk di sofa dengan bersandar.
"Tuan, hanya saja aku lebih memilih menjadi asisten mu saja, dari pada aku harus mengurus perusahaan itu..aku harus pusing dengan semua urusan kecil hingga urusan besar,"jelas Wilson.
"Kalau kamu tidak mau lagi mengurusnya, kamu bisa saja jual perusahaan itu, dan uangnya kau bisa jadikan modal usaha lain," kata Demon.
"Tidak bisa, itu bukan uangku. Tuan, biarkan aku menjadi asitenmu dan aku juga bisa menjadi supir nyonya," ujar Wilson.
"Wilson, aku bertanya padamu, kau berkata nyonya, apakah maksudmu adalah istriku?" tanya Demon dengan penasaran.
"Iya, nyonya adalah istri kesayanganmu, Tuan," jawab Wilson.
"Katakan padaku! siapa istriku?"
"Tuan, kenapa Anda bisa tidak mengenal istri sendiri?"
"Aku pernah mengalami kecelakaan, sehingga banyak hal yang telah ku lupakan, dan tentu saja nama istriku juga sudah lupa," jawab Demon.
"Begitu parah sehingga melupakan istri sendiri, Tuan?"
"Siapa namanya?"
"Nama istri Anda adalah Kimberly yang matanya besar, hidung mancung, dan wajahnya yang cantik,' jawab Wilson.
__ADS_1
"Kimberly adalah istriku?" tanya Demon merasa tidak percaya.