
Saat Makhluk besar itu berdiri yang dengan jaraknya tiga meter, ibu dan anak semakin ketakutan. tidak bisa lari dan hanya bisa pasrah pada nasib.
Makhluk besar itu menatap dua orang itu dengan mata besarnya. seakan seperti seekor kucing saat melihat ibu dan anak itu yang berdiri di hadapannya.
Tanpa menunggu lama makhluk besar itu melahap ibu dan anak yang sedang ketakutan.
Setelah menyantap mereka Makhluk besar itu terbang tinggi entah ke mana.
Keesokan harinya.
Berita mengenai munculnya Makhluk besar serta banyak yang kehilangan anggota keluarganya mengemparkan satu kota. banyak yang melaporkan kehilangan di kantor polisi.
Bukan hanya itu, banyak yang melihat kemunculan Makhluk besar yang menakutkan itu sedang menyantap orang-orang dan juga terbang sana sini.
Demon bersama keluarganya sedang menonton berita tersebut. mereka duduk bersama di kasur sambil memangku si kembar.
"Ini akan semakin parah, aku sangat khawatir dengan paman Sean dan Holdie," kata Kimberly sambil memeluk putrinya yang sedang duduk di pangkuannya.
"Aku akan mengatur tempat tinggal yang aman untuk mereka. kelelawar ini bukan kelelawar yang biasa, dia juga bisa menyerang ke rumah orang," ujar Demon yang sambil memeluk Debermon yang duduk di pangkuannya.
"Banyak menjadi korbannya, apakah iblis api tidak bisa melacak keberadaannya?" tanya Kimberly.
"Kota ini begitu luas, untuk mencarinya sangat tidak mudah. mutiara api tidak bisa mendeteksi, tidak tahu kenapa bisa begini. dia juga sangat berhati-hati dan tidak sembarangan muncul,"jelas Demon.
"Papa, sebenarnya dia makhluk apa?" tanya Debermon.
"Burung kelelawar yang tidak biasa, usianya sudah ribuan tahun," jawab Demon yang menatap ke arah putranya itu.
"Demon, ini sangat aneh. jika hanya burung biasa tidak mungkin dia bisa hidup selama ribuan tahun, apa dia siluman?" tanya Kimberly.
"Tidak tahu juga, aku belum berhadapan dengannya," jawab Demon.
"Papa, kenapa kelelawar memakan orang? bukankah biasa makan buah?" tanya Deberly dengan penasaran.
"Deberly sangat pintar, bisa tahu apa makanan kelelawar," kata Demon dengan senyum.
__ADS_1
"Aku pernah menonton film katun, ada
kelelawar yang memakan buah juga. walau bentuk mereka agak menakutkan, tapi mereka tidak jahat," jawab Deberly.
"Anak pintar, tapi ini bukan kelelawar biasa yang makan buah, makhluk besar ini sangat bahaya," kata Demon.
"Papa, apa semua hewan itu pemakan manusia setelah mereka tumbuh besar?" tanya Debermon.
"Semua hewan tidak makan manusia,
kelelawar ini beda dengan mereka, ini bukan kelelawar lagi. melainkan makhluk yang memiliki roh jahat di dalam tubuhnya," jelas Demon.
"Papa, aku takut saat mengingat wajah dan bentuknya. dia sangat menakutkan," kata Deberly yang memeluk Kimberly dengan erat.
"Jangan takut, Deberly. kita berada di dalam rumah dan tidak akan terjadi apa-apa," bujuk Kimberly.
"Deberly, Debermon, papa akan melindungi kalian berdua dan mama. jadi tidak perlu takut!" kata Demon yang menenangkan si kembar.
"Deberly, Debermon, papa akan menemani kita di sini. jadi, jangan takut ya!" bujuk Kimberly yang mencium pipi putrinya.
"Papa dan Mama tolong jangan keluar ya! di luar sangat bahaya. kita berada di dalam rumah saja!" pinta Deberly.
"Iya, Pa," jawab Deberly.
"Aku harus menghubungi Rico untuk memberitahu hal ini. dan beritahu pada karyawan perusahaan pulang kerja pukul 14.00 saja," kata Demon yang mengeluarkan handphonenya.
Demon menekan nomor tujuan di handphonenya.
"Hallo, Tuan," sapa Rico yang berada di seberang sana.
"Rico, apa kamu sudah melihat berita?"
"Sudah Tuan, apakah ini benar atau hanya berita saja?"
"Bukan berita saja, tapi memang sudah terjadi, oleh sebab itu aku ingin pesan padamu untuk sampaikan kepada semua karyawan untuk pulang cepat, mulai saat ini sampaikan ke mereka harus pulang sebelum cuaca gelap dan jangan berkeluyuran di malam ini!"
__ADS_1
"Baik, Tuan. akan saya sampaikan kepada mereka."
Sesaat kemudian Demon memutuskan panggilannya.
"Demon, di saat kamu keluar kamu harus berhati-hati juga! karena kamu belum mengetahui di mana kelemahan kelelawar itu!" kata Kimberly yang memegang tangan suaminya.
"Kimberly, jangan lupa suamimu ini adalah raja api. aku pasti akan mendapatkan titik kelemahannya," jawab Demon dengan senyum.
"Teddy dan lainnya tidak bisa membakarnya, karena usia makhluk itu sudah ribuan tahun. sama seperti siluman ular yang juga ribuan tahun. semakin tua usianya maka semakin kuat kekuatannya. raja ular dan kelelawar itu sama-sama memiliki kulit yang keras dan kebal," jelas Demon.
"Dia sangat meresahkan, tidak tahu apakah pihak kepolisian akan bertindak? jika iya, maka usaha mereka hanya sia-sia," ujar Kimberly.
"Mereka pasti akan ambil tindakan. dan di saat itu mereka akan menjadi santapannya,"ujar Demon.
"Mereka hanya akan menjadi korban sia-sia," kata Kimberly.
"Papa, Mama, lihat beritanya! banyak sekali paman-paman dan bibi-bibi yang meninggal," ujar Deberly yang menunjukkan ke arah televisi.
"Dan banyak paman-paman dan bibi-bibi yang hilang," kata Debermon yang melihat foto-foto orang hilang yang di berita itu.
Kantor polisi di ramaikan masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya, sekitaran ratusan orang yang berada di sana sehingga terjadinya saling dorong karena saling berebutan untuk melapor kasus keluarga mereka yang hilang dan belum ditemukan.
"Tolang cari anakku! aku mohon padamu! anak gadis ku hilang begitu saja, ada yang melihat dia telan oleh makhluk besar itu," ujar salah satu wanita paruh baya yang sambil menangis.
"Suami dan anakku juga menjadi korban, tolong bunuh makhluk besar itu kalian memiliki senjata, tolong bunuh dia,"teriak salah satu wanita.
"Papa dan mamaku juga menjadi korbannya, kami meminta pihak kepolisian cepat bertindak untuk membunuhnya," teriak seorang wanita.
"Keluargaku menjadi korban karena di serang oleh ratusan burung, kota ini sudah tidak aman," teriak seorang wanita.
"Kota ini sudah tidak bisa di tempati. sudah tidak aman, kita harus tinggal di mana kalau hewan jahat itu masih berkeliaran di kota ini?"
"Bunuh makhluk itu! bunuh makhluk itu! bunuh makhluk itu! bunuh makhluk itu!" teriak mereka sambil menangis yang berjumlah ratusan dan berdiri di luar kantor polisi.
Sejumlah polisi kewalahan menghadapi mereka yang jumlahnya ratusan, tangisan mereka terdengar dengan begitu jelas.
__ADS_1
"Kita harus cari cara untuk membunuh hewan itu, hanya saja kita belum pernah melihatnya. kapan dan di mana dia akan muncul," ujar salah satu detektif.
"Untuk masyarakat berhati-hati di saat keluar rumah! usahakan jangan keluar dulu untuk saat ini. itu semua demi keselamatan kalian. jangan keluar di malam hari. setiap kejadian terjadi di saat malam hari. jadi kami yakin jika hewan itu hanya akan muncul di saat cuaca sudah gelap," ujar salah satu detektif.