Mystery

Mystery
Wilson Menjadi Sasaran


__ADS_3

Setelah beberapa menit kemudian.


Kimberly telah menceritakan semua kejadian kepada suaminya.


"Deberly, Debermon, lain kali kalau bertemu dengan paman Wilson kalian harus berminta maaf. jangan nakal ya?" kata Demon yang tidak menyukai sifat si kembar.


"Paman Wilson sudah lama bekerja dengan papa, jadi kalian harus menghormatinya. dia sudah seperti paman kalian," ucap Kimberly pada anak-anaknya.


"Baik, Pa. Baik, Ma," jawab Debermon dan Deberly dengan serentak.


Rumah sakit.


"Hahahahahah....Wilson, lama kau tidak datang dan sekali datang kau membuat kejutan untukku lagi," kata dokter yang biasa merawat Wilson dulu.


"Kenapa kamu selalu saja menjengkelkan? aku adalah pasienmu," ketus Wilson yang telinganya sedang di jahit.


"Wilson, setiap kali kau muncul lukamu itu sangat tidak wajar sekali, Dulu terkena cakaran sehingga harus di jahit, sudah berapa kali kau di jahit selama ini," ujar Dokter yang sambil sibuk dengan tangannya.


"Tertawa saja sampai gigimu tanggal semuanya!" bentak Wilson dengan kesal.


"Baiklah, aku tidak tertawa lagi, hehehehe," ucap Dokternya dengan tertawa lucu.


"Dasar dokter gila, aku menyesal karena mengenalmu," ketus Wilson dengan merasa kesal.


Tidak lama kemudian Wilson tinggalkan rumah sakit dengan dua telinganya yang di jahit dan di lilit oleh perban.


Malam hari.


Wilson sedang menyetir mobil menuju ke lampu merah. dan kemudian ia menghentikan mobilnya karena menunggu lampu lalu lintas.


"Kenapa tiba-tiba merasa panas ya? pada hal aku ada menghidupkan AC, buka jendela saja mungkin AC sudah tidak dingin."


Wilson lalu menurunkan semua kaca jendela mobilnya, merasa hawa panas sehingga membuatnya berkeringat yang membasahi seluruh wajah dan tubuhnya.


"Aneh, kenapa bisa panas sekali, cuacanya sangat dingin di luar, atau aku sedang demam ya. apa efek baru jahit?" gumam Wilson.


Wilson yang kepanasan lalu membuka kancing kemejanya. lalu ia mengeser cermin yang ada di atas kepalanya itu. saat ia memandang ke arah cermin ia melihat sesuatu yang sedang duduk di belakangnya. dirinya yang ketakutan langsung terdiam dan pucat, seluruh badannya gemetar ketakutan.

__ADS_1


"Siapa dirimu tolong jangan menganggu aku? kalau ada yang membunuhmumaka pergi cari dia. aku tidak mengenalmu juga," ucap Wilson yang memejamkan matanya dan ketakutan.


"Kamu berasal dari mana? kalau kamu butuh uang nanti aku membakar uang untukmu, cepat pergilah!" ucap Wilson yang tangannya gemetar.


Wilson melihat lagi ke cermin dan mendapati benda itu masih ada di belakangnya.


"Kenapa bisa ada hantu di mobilku? baru siang tadi bertemu hantu kecil sekarang hantu dewasa, aku harus mencari cara agar bisa keluar dari sini," batin Wilson.


"Apa kamu haus? apa kamu lapar? aku akan membelinya untukmu, di dekat sini ada jual makanan. aku pergi membeli makanan untukmu. kau jangan ke mana-mana dulu," ujar Wilson yang langsung keluar dari mobilnya.


Saat keluar Wilson langsung mengunakan seribu langkah menjauh dari mobilnya.


Tak...tak....tak....tak..


"Gila, apa kau mengira aku akan mentraktir kamu makan ya? kenal saja tidak. hantu jelek sudah jelek masih berani menampakan diri," ketus Wilson yang sedang berlari ke arah lain.


Hantu yang dia lihat adalah hantu gunung roh jahat itu yang sedang mencari sasaran. sebelumnya ia gagal ingin merasuki tubuh Willy dan pada akhirnya ia mencari Wilson.


Setelah berlari selama lima belas menit Wilson menghentikan langkahnya di suatu tempat, karena merasa lelah ia pun singgah di warung jual minuman di tepi jalan sana.


"Iya, silakan menunggu sebentar," jawab pria paruh baya yang jual makanan dan air itu.


"Kenapa belakangan ini sering saja bertemu dengan makhluk aneh? dari ular raksasa, burung jelek, dan kemudian hantu ini wajahnya jelek sekali,"gumam Wilson.


Saat penjual minuman itu meletakan minuman yang telah di pesan tadi, Wilson langsung menghabiskan minuman tersebut.


"Ini baru hilang rasa hausku, sepertinya dia tidak ikut aku sampai ke sini," gumam Wilson.


Setelah membayar uang minuman Wilson langsung meninggalkan warung itu. ia melangkah keluar dan ingin menuju ke tempat lain. dan saat itu ia menghentikan langkahnya karena melihat roh jahat itu yang sedang berdiri di hadapannya.


"Ke-kenapa kau bisa berada di sini?" tanya Wilson yang memundurkan beberapa langkah.


"Kenapa dia bisa melihatku? biasa selain raja api tidak ada yang bisa melihatku,"batin roh jahat yang matanya berubah menjadi merah.


"Dasar hantu jeleeeek....," teriak Wilson yang berlari ke arah lain. ia mempercepatkan langkahnya agar bisa menjauh dari hantu itu.


"Jangan ikuti aku lagi! aku tidak berhutang padamu, dasar jelek.tapi kenapa aku sepertinya pernah melihatmu. pergi...jangan ikuti aku lagi," teriak Wilson sambil berlari.

__ADS_1


Roh jahat itu mengikuti ke mana pun Wilson pergi. kemudian ia masuk ke dalam tubuh pria itu.


Saat ia merasuki tubuhnya, tubuh Wilson langsung terhempas ke lantai.


Bruk....


"Aarrgghhhh," jerit Wilson yang merasa sakit pada tubuhnya.


"Sakit sekali!" ucap Wilson yang merasa kesakitan.


"Dasar hantu jelek, ke mana dia pergi?" tanya Wilson yang berusaha berdiri sambil menahan sakit pada kakinya.


"Kenapa aku tidak menguasai dia?"batin roh jahat yang berada di dalam tubuh Wilson.


"Woi....siapa yang bicara? keluar!" teriak Wilson.


Tidak lama kemudian roh jahat itu pun keluar dari tubuh Wilson. saat ia keluar Wilson lagi-lagi jatuh terpelanting ke belakang.


Bruk...


"Aarrghh....," jeritan Wilson yang merasa kesakitan.


"Ada apa denganku, kenapa bisa jatuh tiba-tiba?" ketus Wilson dengan merasa sakit .


"Woi...apa ini ulah mu hantu jelek? sudah jelek masih saja berani menampakan dirimu. dasar kurang ajar hantu dari mana kau sebenarnya? apa dulu nenek moyangmu tidak mendidikmu menjadi hantu yang sopan," bentak Wilson yang tanpa berhenti sehingga menarik perhatian para pejalan kaki di sana.


"Tubuh pria ini lebih kuat dari pria semalam itu. yang ini aku sama sekali tidak bisa masuk," batin roh jahat itu.


"Kenapa bisa begitu sial aku hari ini? siang bertemu dengan dua bocah itu sehingga dua telingaku harus di jahit dan di perban. sama seperti saat pertama kali bertemu dengan nyonya. memang anak dan ibunya sama saja," ketus Wilson.


"Sekarang juga di ganggu si makhluk jelek ini," ketus Wilson.


"Aku memberi peringatan padamu hantu jelek, jangan coba-coba mencariku lagi. jika tidak aku akan menghancurkan kuburanmu," ketus Wilson yang merasa kesal.


Roh jahat itu menampakan dirinya lagi di hadapan Wilson dengan tatapan yang mengerikan, matanya berwarna merah.


"Kenapa matamu merah? apa sakit ya? pergi kembali ke asalmu sana!" bentak Wilson.

__ADS_1


__ADS_2