
"Baik, Tuan," jawab Rico.
"Tuan, apakah Anda mengenal wanita itu?" tanya Rico mulai menjalankan mobilnya.
"Tidak kenal."
"Tidak kenal? tapi kenapa melamarnya?"
"Aku ingin dia menjadi istriku."
"Tuan, sebelumnya begitu banyak wanita dari perusahaan besar mendekatimu, kenapa Anda menolak? dan kenapa sekarang malah melamar wanita yang tidak di kenal?" tanya Rico dengan heran.
"Jangan bertanya lagi!" bentak Demon dengan kesal.
"Wanita ini mengenalku, ini sudah tidak heran juga. setiap bulan namaku juga muncul di majalah," batin Demon.
Malam hari
Tempat tinggal Kimberly.
"Kimberly, apa kamu baik-baik saja? sejak pulang dari restoran kamu diam saja, ada masalah apa?" tanya Willy yang menghampiri Kimberly yang sedang duduk di ayunan.
"Demon...aku melihatnya tadi," jawab Kimberly dengan menunduk.
"Kalian sudah bertemu?" tanya Willy yang berdiri di hadapan Kimberly.
"Dia tidak ingat denganku lagi, tapi kehangatannya masih ku rasakan."
"Bukankah ini berita baik bagimu, bukankah selama ini dirimu juga sedang menunggunya, dan...bukankah Deberly dan Debermon selama ini juga sangat ingin bertemu dengannya. dan kalian...akan segera berkumpul," kata Willy dengan merasa berat di hatinya.
"Nenek Diana akan membunuh pamanku, aku sangat khawatir. nenek Diana sangat kejam. aku tidak mau melibatkan paman dan Holdie," kata Kimberly.
"Willy, aku ingin pulang, aku merasa khawatir dengan mereka. aku tidak mau nenek Diana melukai paman Sean dan Holdie," kata Kimberly yang bangkit dan berdiri di depan Willy.
"Begini saja, aku akan langsung membantumu pesan tiket, dan kemudian besok kau sudah bisa berangkat bersama anak-anak," kata Willy.
"Terima kasih, Willy. aku pergi mengemas barangku sekarang juga," ucap Kimberly yang melangkah masuk ke dalam rumah.
Willy merasa berat saat mendengar Kimberly ingin meninggalkan jepang, selama 5 tahun dokter muda ini selalu saja menunggu cinta dari Kimberly. sebelumnya dia telah di tolak oleh wanita yang memiliki 2 orang anak itu.
Keesokan harinya.
Willy datang untuk menjemput Kimberly dan anak-anaknya ke bandara. mereka akan berangkat pukul 10 pagi.
"Hore.....kita bisa bertemu dengan kakek paman...."teriak Pokemon dan Doraemon dengan serentak.
"Mari sayang! masuk ke mobil!" kata Kimberly.
"Kimberly, biarkan aku yang mengangkat kopermu," kata Willy yang mengangkat koper dan tas menuju ke mobilnya.
__ADS_1
"Terima kasih,"ucap Kimberly yang ikuti langkah Willy.
Sesaat kemudian mereka berangkat menuju ke bandara.
Hotel tempat tinggal Demon.
"Tuan, alamat nona Kimberly sudah dapat, dia tinggal di sebuah rumah sederhana. dan...dan..." kata Rico yang terhenti.
"Dan apa?"
"Dan dia tinggal bersama dengan dua anak kecil," jawab Rico.
"Dia sudah menikah?" tanya Demon dengan raut wajah yang tidak senang.
"Iya, hanya saja tidak melihat suaminya. selama lima tahun dia tinggal di sana bersama dua anak kembarnya. aku bertanya pada tetangganya, mereka mengatakan bahwa nona Kimberly hanya tinggal bersama anak kembarnya dan suaminya belum pernah kembali," jelas Rico.
"Mari ke sana sekarang!" ajak Demon yang bangkit dari tempat duduknya.
Demon dan Rico langsung berangkat menuju ke tempat tinggal Kimberly. setelah dua puluh menit kemudian mereka pun tiba ke tempat tujuan.
Saat Demon keluar dari mobilnya ia berjalan menuju ke arah rumah yang pintunya terkunci.
Demon mengedor pintu yang terkunci itu.
Tuk...tuk...tuk...
Karena tidak ada yang membuka pintu, maka Demon pun langsung mencabut gagang pintunya hingga terlepas.
Tak...
Setelah pintu terbuka Demon langsung melangkah masuk ke dalam, sementara Rico kebingungan melihat atasannya itu yang menanggalkan gagang pintunya.
Demon melangkah ke kamar mencari Kimberly akan tetapi ia tidak melihat keberadaan wanita itu.
Tidak lama kemudian datanglah seorang wanita yang tak lain adalah pemilik rumah wanita itu
"Siapa kalian? kenapa bisa masuk ke dalam? apa kalian ingin mencuri ya?" tanya wanita itu dengan kesal.
"Bibi, bukan seperti ini, kami ingin mencari nona Kimberly, apakah dia tinggal di sini?" tanya Rico.
"Kimberly sudah pergi dan kenapa kalian merusakkan gagang pintuku? kalian harus ganti rugi," kata wanita itu dengan nada kesal.
"Ke mana dia pergi?" tanya Demon yang melangkah keluar dari kamar.
"Tidak tahu, mungkin saja suaminya sudah pulang dan mereka sudah bersatu. ataupun dia menikah dengan dokter tampan itu," jawab wanita itu dengan sinis.
"Sudah berapa lama dia pergi? dan siapa dokter itu dan apa hubungan mereka?" tanya Demon dengan menahan emosi.
"Mungkin saja kekasihnya, selama lima tahun ini dokter itu selalu saja datang, mungkin saja dokter itu pengganti suaminya. lagi pula mereka sudah pergi selama tiga jam."
__ADS_1
Demon yang merasa kesal lalu melangkah pergi keluar dari rumah itu.
"Hei...kalian harus ganti rugi pintu ku yang rusak itu," teriak wanita itu yang mengejar langkah Demon dan Rico.
"Rico, beri dia uang!" perintah Demon nada keras.
Rico mengeluarkan lembar uang dan memberikan kepada wanita itu.
Demon yang jaraknya sudah dekat dengan mobil, ia berpaling dan menghampiri pintu itu. kemudian ia melepaskan pintu itu dan melemparkan ke halaman depan. setelah itu Demon kembali ke mobilnya.
Prak ..
Rico dan wanita itu tercenggang saat melihat kelakuan Demon yang melepaskan pintu itu dengan begitu mudah.
"Apa bos mu itu berdendam dengan pintuku ya?"
"Tidak tahu, ambil uang ini dan ganti pintunya!" jawab Rico yang melangkah cepat ke arah mobilnya
Dalam perjalanan.
Di sepanjang jalan Demon hanya diam membisu karena telah kehilangan kesempatan menemui wanita yang ingin dia lamar. duduk sambil menatap luar jendela dengan wajah kesal. Rico memerhatikan raut wajah bosnya itu lewat cermin yang di atas kepala, ia hanya diam tidak berani bertanya apapun. wajah suram atasannya membuatnya merasa cemas.
Kimberly akhirnya tiba ke depan tempat tinggal paman Sean.
Tuk...tuk...tuk...tuk...tuk...
Ketukan pintu yang di lakukan oleh Kimberly.
Tidak lama kemudian seseorang membukakan pintunya dari dalam
Klek.
"Holdie," sapa Kimberly.
"Kimberly," sahut Holdie yang langsung memeluk sahabatnya itu.
"Akhirnya kau pulang," ucap Holdie yang memeluk Kimberly dengan erat.
"Bibi, kami juga mau di peluk!" pinta Doraemon dan Pokemon dengan serentak.
"Sayangku...cintaku, bibi sangat merindukan kalian," sambut Holdie mengendong si kembar dan mencium pipi mereka.
Malam hari
"Kimberly, paman tidak menyangka kau kembali ke sini, dengan begitu paman tidak akan merasa bosan lagi dengan adanya Lyly dan Monmon," kata paman Sean sambil mencium pipi si kembar itu.
"Paman, kami tinggal di sini mungkin agak lama. aku sudah tidak melanjutkan sewa ku di sana," kata Kimberly.
"Kimberly, memang sudah seharusnya kau tinggal di sini, di sini adalah rumahmu. selama ini aku dan papa selalu menunggumu pulang," kata Holdie.
__ADS_1