Mystery

Mystery
Ancaman Demon


__ADS_3

Almost hanya bisa menurut dan pergi dari sana. saat ia melangkah ke arah pintu tiba-tiba Demon menghentikan langkahnya.


"Almost, aku berharap kau pergi dari kota ini! karena aku tidak ingin istriku terluka lagi setiap melihatmu, aku beri kau waktu dua hari. kalau kau masih di sini maka jangan salahkan aku membunuhmu dan juga istrimu!" kata Demon dengan mengancam.


"Raymond, tapi Yolanda belum di temukan, aku tidak bisa membiarkan begitu saja. dia adalah putriku!" jawab Almost dengan merasa sedih.


Demon melangkah menghampiri mertuanya itu dengan menahan emosi.


"Putrimu? saat putri bungsumu tidak bersama mu kau tidak mencarinya, dan di saat putri tertuamu menghilang kau merasa cemas dan seperti orang yang kehilangan separuh nyawa. lantas untuk apa aku peduli dengan putrimu itu. dua hari waktu mu. dapat atau tidak bukan urusanku. segera tinggalkan kota ini dan jangan pernah kembali lagi!" kecam Demon dengan tatapan yang menampakan bara api di bola matanya.


Almost yang melihat mata menantunya lagi-lagi ketakutan dan memundurkan beberapa langkah. wajahnya memucat dan semakin ketakutan.


"Se-sebenarnya kau siapa? ke-kenapa kau bisa...?" tanya Almost yang terhenti karena ketakutan.


"Aku adalah iblis api yang berusia 3000 tahun, aku bisa membunuhmu dan istrimu dengan mudah. kalau bukan karena permintaan Kimberly aku juga tidak melepaskanmu," jawab Demon.


"Iblis api? tidak mungkin...tidak mungkin, zaman sekarang masih ada iblis?" kata Almost yang merasa tidak percaya.


"Zaman iblis sudah berlalu. tapi ada beberapa iblis yang masih kekal hingga sekarang. salah satunya adalah aku," ujar Demon.


"Lalu, kenapa kau bisa menikahi Lolipop? apakah tujuan mu hanya ingin bermain dengan manusia atau untuk berkembang biak?"


"Perkataan bodoh, Kimberly adalah gadis yang ku pilih untuk menjadi pasangan ku. dia adalah ratu api. tidak sulit bagi dia untuk membunuh kalian. tapi gadis bodoh itu masih tidak tega melakukannya walau kalian sudah melukai dia berkali-kali. tapi aku sebagai suaminya merasa sangat kesal dan marah karena istriku harus di perlakukan seperti ini. dia tidak sendiri dia sudah memiliki suami yang selalu ada untuknya," kata Demon.


"Pergi!" bentak Demon.


Almost yang lemas di kakinya memaksakan dirinya untuk melangkah keluar dari ruangan itu. rasa tidak percaya karena harus mengetahui identitas asli menantunya yang sangat mengejutkan itu.


Setelah dia pergi Demon berjalan menuju ke kamar yang di mana istrinya sedang berada.


Klek.


"Kimberly."


"Demon, apa dia sudah pergi?" tanya Kimberly yang berdiri dekat jendela.

__ADS_1


"Sudah pergi. Kimberly, apa kamu masih memikirkan ucapannya?" tanya Demon yang menghampiri istrinya.


"Setiap ucapannya sangat keterlaluan, tapi aku tidak mau terlalu memikirkannya. aku tidak peduli lagi. aku hanya ingin menjalani hidupku dengan tenang," jawab Kimberly.


"Kimberly, jangan pikirkan mereka lagi! mereka hanya memberimu penderitaan. pikirkan saja hari-hari kita!" kata Demon dengan memeluk istrinya.


"Demon, terima kasih sudah membuatku nyaman dan aman. perasaan ini sangat membuat bahagia," ucap Kimberly.


"Kalau begitu maka kau harus selalu bahagia," kata Demon dengan senyum dan melepaskan pelukannya.


"Ada yang ingin ku tanyakan."


"Ada apa?"


"Kenapa perusahaan itu di namakan dengan Deberly?"tanya Kimberly.


"Apa kamu tahu apa maksudnya?" tanya Demon dengan senyum.


"Demon Kimberly adalah Deberly!" jawab Demon.


"Apa kamu tahu perusahaan itu milik kita berdua. dan sahamnya sudah ku buat atas namamu."


"Buat atas namaku? kenapa namaku? perusahaan itu kamu dapat dengan usahamu dan kau mengunakan uangmu sendiri untuk membeli sahamnya."


"Kimberly, uangku adalah uangmu juga. jadi perusahaan itu adalah milik kita berdua. Deberly adalah nama gabungan kita. artinya kita adalah pasangan untuk seumur hidup," ucap Demon.


Kimberly tersenyum dan mencium bibir suaminya dengan sesaat.


"Apakah kamu bahagia?" tanya Demon.


"Selalu bahagia, selagi kau masih bersamaku," jawab Kimberly dengan senyum.


"Kalau begitu aku akan bersama mu untuk selamanya agar kau bahagia selamanya," ucap Demon dengan mencium bibir istrinya.


Di sisi lain Almost sedang berjalan sambil mengingat dengan apa yang dia lihat tadi. Raymond yang adalah menantunya ternyata adalah seorang raja iblis. tentu saja hal ini membuat dirinya tidak bisa percaya bahwa ia bisa melihat iblis dengan matanya sendiri

__ADS_1


"Dua hari waktu mu. dapat atau tidak bukan urusanku. segera tinggalkan kota ini dan jangan pernah kembali lagi!"


Almost mengingat semula ancaman dari Demon membuatnya merasa semakin cemas. kondisi istrinya belum pulih dan juga putrinya belum di temukan. sementara ia harus segera meninggalkan kota ini karena memiliki waktu hanya dua hari.


Malam hari.


Tiga pria yang membawa Yolanda pergi itu kini mereka ingin membawa wanita itu ke suatu tempat. Yolanda hanya terdiam dan mengeluarkan air mata tiada henti. rasa sakit dan takut dengan apa yang akan di lakukan oleh mereka untuk seterusnya. ia tanpa sehelai benang yang membalut tubuhnya dan duduk bersandar di kursi. seluruh tubuhnya di penuhi oleh bekas luka gigitan dari para pria bejat.


Tidak lama kemudian mobil mereka berhenti di suatu tempat, tiga pria itu mengangkat tubuh Yolanda keluar dari mobil dan berjalan menuju ke pantai. malam sepi tanpa ada sesiapapun di sana. dan kemudian mereka meletakan tubuh Yolanda di sana dengan kasar.


Bruk...


Hentakan kuat tubuh Yolanda ke atas pasir. setelah itu mereka bertiga pergi begitu saja.


Yolanda hanya bisa terbaring dan melihat ke langit dengan tanpa ada gerakan di tubuhnya, perasaan ingin mati akan tetapi dia tidak bisa melakukannya. bahkan jari telunjuknya saja tidak bisa bergerak sedikitpun.


Tiga pria itu masuk kembali ke dalam mobilnya.


"Apa kau yakin mau di buang begitu saja? apa kita tidak akan di ketahui?"


"Di sini tidak ada siapapun, jadi tidak masalah. biarkan saja!"


"Kenapa harus kita buang? kita masih bisa mendapatkan uangnya."


"Lihat saja kondisi tubuhnya sudah rusak, mana mungkin masih ada yang mau. lima belas pria itu meninggalkan bekas di tubuhnya. jadi lebih baik kita biarkan saja dia di sini. lagi pula kita sudah mendapatkan uangnya. hutang keluarganya sudah lunas."


"Eh...sebentar! bagaimana kalau kita merekamnya dan kirim lagi ke ayahnya itu. biarkan dia tahu nasib putrinya yang sombong itu?"


"Boleh juga! mari kita rekam!"


Mereka bertiga keluar dari mobil dan salah satunya mengunakan handphone untuk merekam wanita itu yang sedang tergeletak di sana.


Saat mereka sedang merekam tiba-tiba saja terjadi perubahan air laut. air laut berputar berbentuk angin pu.ting beliung dan menghampiri Yolanda yang sedang tergeletak di tepi pantai sana.


Mata Yolanda membesar saat melihat putaran air itu yang menghampirinya. tidak lama kemudian air tersebut berubah menjadi makhluk yang menakutkan.

__ADS_1


Tiga pria itu membulatkan mata besarnya karena melihat makhluk yang tiba-tiba muncul itu dan menghampiri wanita yang di buangnya tadi.


__ADS_2