Mystery

Mystery
Si Kembar Menangis


__ADS_3

"Tidur saja dulu! aku akan menyiapkan lauk kesukaan mu. setelah selesai kita akan sarapan bersama," kata Demon dengan senyum mesra.


"Aku ingin membantumu, sudah lama kita tidak masak bersama," ujar Kimberly.


"Ini masih awal, apa kamu tidak ingin tidur dulu?"


"Tidak, aku ingin membantumu di dapur," jawab Kimberly dengan mencium bibir suaminya.


"Baiklah, mari kita lakukan bersama!" ucap Demon yang mengendong istrinya melangkah keluar dari kamar.


Di pagi itu Kimberly dan Demon sedang sibuk di dapur. sementara Debermon dan Deberly belum bangun dan masih tidur sangat pulas


Deberly dan Debermon yang sedang tidur berkeringat dingin. seakan sedang bermimpi sesuatu yang menakutkan mereka. tidak lama kemudian mereka menangis dan sambil berteriak.


"Aaaaarrgghhhh...."teriakan Deberly dan Debermon yang ketakutan dan masih belum sadar.


Teriakan mereka terdengar oleh Demon dan Kimberly yang berada di dapur.


"Ada apa dengan mereka?" tanya Kimberly yang mencuci tangannya dengan air kran.


"Mari kita pergi lihat dulu!" ujar Demon yang berlari menuju ke arah kamar.


"Aaaaarrgghhhh...." teriak Deberly dan Debermon sambil menangis dengan histeris.


"Deberly, Debermon, ada apa sayang?" tanya Kimberly yang mendekati dua anaknya yang masih sedang menangis dan belum bangun.


Demon menyentuh kepala putra putrinya dan lalu ia segera membangunkan mereka berdua.


Demon mengendong Debermon, sementara Kimberly mengendong Deberly, mereka sama-sama membangunkan si kembar yang sedang menangis.


"Debermon, ayo bangun sayang! jangan takut!" panggil Demon yang mengusap wajah putra dan putrinya.


Tidak lama kemudian si kembar membuka matanya dan menangis dengan histeris di pelukan orang tuanya.


"Jangan takut! hanya mimpi. papa dan mama ada di sini," bujuk Demon dengan memeluk erat putranya.


"Aku takut...." teriak Deberly yang ketakutan dan menangis tanpa berhenti sambil memeluk Kimberly dengan erat.


"Deberly, jangan takut! dia tidak ada di sini!" bujuk Demon.


"Dia sangat menakutkan dan sangat besar," tangisan Debermon yang sambil berteriak.


"Dia punya sayap dan berwarna hitam, wajahnya sangat menakutkan," kata Deberly yang sambil menangis.


"Demon, kenapa bisa begini? kenapa mereka bisa bermimpi seperti itu?" tanya Kimberly dengan khawatir.


"Aku akan memanggil Teddy dan Licon untuk menyelidikinya. jika saja apa yang mereka mimpikan adalah nyata maka kota ini mulai tidak aman lagi," jawab Demon sambil mengusap air matanya.


"Sayang, jangan menangis lagi ya! mari papa kenalkan dua anggota papa kepada kalian," kata Demon yang berusaha menenangkan si kembar yang menangis tanpa berhenti.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian Teddy dan Licon datang menemui Raja mereka. ingatan mereka telah di pulihkan oleh Demon dengan mengunakan kekuatannya.


"Apakah ada terjadi sesuatu di kota ini?" tanya Demon yang bersama dengan mereka semua di ruangan pribadinya.


"Untuk saat ini kami belum mendapati ada makhluk yang seperti raja katakan,"jawab Licon.


"Tapi kami akan terus memantau," kata Teddy


"Demon, kenapa Deberly dan Debermon bisa bermimpi seperti itu?" tanya Kimberly.


"Ini sangat wajar, karena mereka adalah keturunan iblis. jadi bisa merasakan sesuatu yang akan terjadi," jelas Demon.


"Papa, apa makhluk itu sangat menakutkan, dia menelan semua manusia. wajahnya sangat ngeri," tangisan Debermon yang dalam pelukan Demon.


"Jangan takut ya! apa kamu lupa kalau papamu ini adalah raja api? kalau dia berani muncul maka papa pasti akan membakarnya," ujar Demon dengan membujuk putranya itu.


"Dia itu makhluk apa? kenapa bisa besar dan menakutkan sekali?" tanya Deberly yang masih sedang menangis.


"Makhluk yang kamu mimpi itu sama sekali tidak nyata, jangan takut ya!" bujuk Kimberly dengan memeluk putrinya dengan erat.


"Raja, Ratu, kami akan selidiki lagi. aku akan mengerahkan lebih banyak iblis api untuk berpencar," ujar Teddy.


"Pergilah!" perintah Demon.


"Baik, Raja," jawab Teddy dan Licon dengan serentak.


"Papa, jangan keluar dulu ya! kami sangat takut kalau dia datang," pinta Debermon.


"Papa tidak keluar atau ke mana pun. papa hanya akan berada di rumah bersama dengan kalian," jawab Demon.


"Papa, apa bisa bakar dia kalau dia datang?" tanya Deberly.


"Tentu saja bisa, jangan takut lagi!" jawab Demon dengan senyum.


"Tuan, Tuan, Tuan," teriak seseorang dari luar sambil mengedor pintu.


Tuk...tuk...tuk...tuk...tuk...


"Tuan, Tuan, Tuan."


Tuk...tuk...tuk...tuk...tuk...


"Siapa di luar? biar aku lihat dulu!" ujar Kimberly.


"Sepertinya suaranya kita kenal," jawab Demon.


"Aku saja yang melihatnya, kamu di sini saja ya bersama anak-anak!"kata Demon yang menurunkan putranya.


Tuk...tuk...tuk...tuk...tuk...

__ADS_1


"Tuan, Tuan, Tuan."


Tidak lama kemudian Demon melangkah ke arah pintu dan membukanya.


Klek.


"Tuan," sapa seorang pria yang masih sedang gemetar karena ia yang melihat kejadian semalam.


"Wilson, ada apa denganmu?" tanya Demon yang berubah wajahnya menjadi Raymond.


"Tu-tuan, apa aku bisa masuk sebentar?"


"Silakan!" sahut Demon dengan mempersilakan asisten lamanya itu.


"Kau kenapa begitu kewalahan dan sepertinya kau juga sedang ketakutan," tanya Demon.


"Tuan, kota ini sudah tidak aman. semalam aku melihat seekor burung yang begitu besar, wajahnya sangat mengerikan dia menelan semua orang yang ada di hadapannya," jelas Wilson yang duduk bersandar sambil menarik nafas.


"Seekor burung besar?" tanya Demon.


"Benar, Tuan. sekitar lima puluhan orang di telan hidup-hidup. aku selamat karena aku bersembunyi di dalam mobil," jawab Wilson.


"Di mana kejadiannya?"


"Di depan restoran mewah."


"Dia memiliki sayap dan berwarna hitam?" tanya Demon.


"Iya, kenapa tuan bisa mengetahuinya?"


"Sama dengan yang di mimpikan anak-anak," batin Demon


"Lalu, apa kau semalam di kejar?" tanya Demon.


"Setelah dia selesai makan dia terbang jauh. dan aku baru pergi dari sana dengan membawa mobilku. kemudian aku langsung menuju ke sini," jawab Wilson.


"Kau langsung menuju ke sini?" tanya Demon.


"Iya."


"Apa kau yakin?" tanya Demon.


"Iya, Tuan."


"Dari lokasi kejadian yang kau sebut hanya butuh lima belas menit untuk sampai ke rumahku, sementara dirimu dari semalam hingga pagi baru sampai ke sini,"kata Demon.


"Tuan, aku ketakutan sehingga gemetaran sepanjang jalan. rumah Anda di barat, tapi karena aku ketakutan makanya aku menyasar dari barat ke timur, kemudian dari timur ke selatan. dan setelah itu baru dari selatan kembali ke barat. aku mengunakan waktu semalaman untuk sampai ke rumah tuan,"jelas Wilson.


"Ternyata kau hebat juga, hanya butuh waktu selama lima belas menit untuk ke rumahku. tapi kau malah menghabiskan waktu semalam untuk sampai ke rumahku," ujar Demon dengan tertawa.

__ADS_1


__ADS_2