Mystery

Mystery
Serangan Makhluk


__ADS_3

"Demon, biarkan aku yang melakukanya," kata Kimberly yang tangannya di cuci oleh Demon.


"Aku ingin kau menemaniku duduk sebentar," ujar Demon dengan senyum.


Demon mengendong istrinya dan duduk di pangkuannya.


"Sudah ku katakan biarkan aku yang memasak, kamu hanya perlu istirahat jangan bekerja terus!"


"Demon, aku tidak bisa diam saja dan tidak melakukan apapun, aku akan merasa sangat bosan jika tidak bergerak."


"Kimberly, jangan lupa kamu sudah hamil anak kita, jangan terlalu memaksa."


"Aku baik-baik saja, tidak apa-apa."


"Apa kamu ada merasa tidak enak badan? merasa mual ataupun pegal?" tanya Demon yang menyentuh bagian perut istrinya.


"Tidak ada, mungkin masih awal makanya aku tidak merasa apa-apa."


"Apa dulu kamu merasakannya?"


"Iya, saat aku hamil si kembar pinggang ku sangat pegal sekali sehingga tidak bisa tidur nyenyak selama tujuh bulan," jawab Kimberly.


"Kimberly, sekarang kalau kamu masih merasakannya beritahulah padaku, aku akan memijatnya untukmu. kita akan berbagi semua masa kehamilan ini. walau aku tidak merasakan pegal ataupun sakit tapi aku ingin berbagi denganmu," ucap Demon dengan mencium wajah istrinya.


"Iya, ada kamu di sini aku tidak takut lagi," jawab Kimberly dengan senyum.


"Apa dulu kamu sangat takut?"


"Tentu saja aku takut, pertama kali bagiku dan aku tidak mengerti apa-apa, untung saat itu paman Sean dan Holdie sering tinggal bersamaku dan merawatku. mereka tahu aku sangat menderita pegal di pinggang dan juga sakit di kakiku oleh sebab itu mereka sering menemaniku sehingga rasa takutku berkurang," jawab Kimberly.


"Kali ini aku yang akan menemanimu, bukan hanya di saat ini, tapi juga untuk selamanya. selama kita hidup."


"Terima kasih karena masih sabar menghadapiku," ucap Kimberly dengan memeluk suaminya.


"Dirimu adalah istriku, kau harus menderita karena mengandung anakku juga," kata Demon yang mencium bibir istrinya.


"Selama ini aku memang sangat ingin melahirkan anak yang banyak untukmu, dan aku yakin rumah kita pasti sangat heboh di saat itu," ujar Kimberly dengan senyum.


"Untuk kali ini sudah cukup, Istriku. tidak mudah untuk dirimu harus mengandung selama sembilan bulan, dan selama itu kamu harus bertahan melawan rasa sakit dan pegal. aku tidak mau kau mengalaminya lagi!"


"Aku tidak takut, sedangkan melahirkan yang begitu sakit saja aku tidak takut."


"Tapi aku merasa takut jika aku melihatmu harus menanggung sakit seperti ini. aku hanya ingin kamu bahagia tanpa sakit dan selalu sehat, itu saja," ujar Demon dengan senyum.

__ADS_1


"Tenang saja! aku tidak apa-apa. aku sangat ingin mendapatkan kembar lagi. aku berharap untuk kali ini juga kembar," kata Kimbery dengan berharap.


"Kau sangat serakah sekali, Istriku. kita sudah memiliki sepasang kembar dan kamu masih merasa belum cukup?"tanya Demon dengan senyum.


"Belum cukup, aku ingin melahirkan lebih dari sepuluh pasang kembar. usia kita adalah ribuan tahun. jadi aku tidak takut," jawab Kimberly dengan tertawa.


"Jangan pernah memikirkan ke sana! kita sudah cukup bahagia dengan anak-anak kita sekarang. semakin banyak kau akan kewalahan," kata Demon dengan menyentuh wajah istrinya.


"Aku hanya ingin kamu memiliki banyak keturunan, agar ke depannya kamu memiliki banyak penerus iblis api," ujar Kimberly.


"Kimberly, aku tidak butuh sebanyak itu, kita sudah cukup dengan si kembar dan juga anak yang di dalam kandunganmu ini. kita sudah bahagia selama ini," ucap Demon dengan senyum dan memeluk istrinya dengan erat.


"Papa, Papa, sudah pulang," teriak Deberly dan Debermon yang berlari ke ruang tamu.


"Deberly, Debermon, apa kalian hari ini mendengar kata mama?" tanya Demon dengan senyum.


"Ada, Pa. kami juga sudah mandi," jawab Deberly dan Debermon dengan serentak.


"Anak pintar, kalian temankan mama di sini ya! papa akan memasak untuk kalian. sebentar lagi kita sudah bisa makan," kata Demon.


"Iya, Pa," jawab si kembar dengan serentak.


Malam hari.


Pihak anggota polisi sedang berada di atas gedung untuk memerhatikan kemunculan hewan yang menelan korban itu.


"Airnya sangat aneh, apakah memang benar ulah hewan itu?" tanya salah satu anggota polisi.


"Mungkin saja, kita akan mengetahuinya sebentar lagi, apa hewan itu. aku sangat penasaran hewan apa yang bisa mengakibatkan banjir setiap malam."


Masyarakat sebagian berlindung di hotel dan berkumpul di lantai atas. atas permintaan dari pihak kepolisian untuk bekerja sama dengan pihak hotel demi keselamatan masyarakat.


Sementara sebagian anggota polisi juga sedang berada di hotel sambil menunggu kemunculan hewan itu. hotel dan gedung apa saja juga telah terendam air.


Di sisi lain Demon bersama anggotanya sedang mengawasi dari udara.


"Apakah hewan itu akan muncul?"tanya Teddy.


"Pasti muncul, dia yang membuat kebanjiran ini, tentu saja dia masih ingin mencari korban," jawab Demon dengan yakin.


Sementara di daerah aparteman tempat tinggal Demon juga kebanjiran, apartemen yang di tempati oleh Demon berada di lantai delapan oleh sebab itu masih sangat aman dari genangan air. sedangkan ketinggian airnya hingga ke lantai tiga.


"Mama, airnya sangat tinggi. sangat menakutkan," ujar Deberly yang melihat dari jendela.

__ADS_1


"Mama, apakah bahaya kalau airnya hingga ke kawasan sini.?" tanya Debermon.


"Deberly, Debermon, jangan berdiri di jendela, cepat masuk kamar dan tidurlah, dan jangan dekat jendela ya!"


"Iya, Ma," jawab mereka dengan serentak.


"Kalau banjir ini adalah perbuatan hewan itu, bukankah hewan itu akan muncul di kawasan ini, air malam ini lebih tinggi dari sebelumnya. biasa airnya tidak sampai ke kawasan ini tapi malam ini setinggi tingkat 3. ini benar-benar gila," batin Kimberly.


Tidak lama kemudian air di kebanjirkan itu bergerak seperti ada sesuatu yang berada di dalam air. Kimberly sedang memerhatikan gerakan air tersebut.


"Apakah hewan itu berada di sana?" gumam Kimberly.


"Gerakan airnya menuju ke depan apartemen," ucap Kimberly yang sambil memerhatikan gerakan air itu.


Di depan sana juga adalah apartemen yang bertingkat 5. semua orang yang tinggal di sana terpaksa mengungsi ke lantai paling atas demi keselamatan.


Tidak lama kemudian tiba-tiba saja kaki-kaki dari hewan itu menghantam jendela aparteman depan sehingga pecah.


Prang....prang....prang....prang....


Hentakan kaki hewan itu memecahkan jendela apartemen yang di tingkat 4 dan lima.


"Itu bukankah sejenis gurita? yang memiliki banyak kaki?" gumam Kimberly.


Kimberly melihat kemunculan hewan besar itu serta menyerang apartemen depan sana.


"Aaarrggh....," teriakan orang-orang yang di tarik keluar dan menjadi santapan di malam itu.


Walau apartemen itu bertingkat lima akan tetapi tidak sulit bagi hewan itu untuk menangkap orang-orang yang berada di atas itu dengan kaki panjangnya.


Prang...prang...prang...prang...


Bunyi pecahan kaca jendela dari depan sana.


"Demon, kau di mana? cepat muncul di sini, depan kita sudah menjadi santapan hewan jelek itu," gumam Kimberly.


Sementara di sisi lain juga di serang oleh hewan sejenis.


"Aarrgghhh...."


"Aarrgghhh...."


"Aarrgghhh...."

__ADS_1


Teriakan orang-orang yang ketakutan.


Demon dan lainnya langsung masuk ke dalam air untuk menghancurkan hewan itu.


__ADS_2