
"Kelihatannya papa dan mamamu saling mencintai sehingga nama kalian juga dari gabungan nama orang tua mu," kata Demon dengan memegang tangan anak itu.
"Keturunan iblis api, anak ini memiliki kekuatan api," batin Demon.
"Tentu saja, Paman. mamaku sangat mencintai papaku. walau mereka sudah pisah lama, tapi cinta mereka tidak pudar," jawab Doraemon.
"Paman, tolong turunkan Emon!" pinta
Doraemon dengan senyum.
Demon menurunkan anak kecil itu dengan perlahan.
"Paman, terima kasih. mama sedang menunggu makan bersamaku. sampai jumpa, Paman tampan," ucap Doraemon..
Saat Doraemon berjalan pergi Demon masih melihat anak itu dengan tatapan yang mendalam. sebuah perasaan yang tidak bisa dia jelaskan dengan kata-kata.
"Dia adalah anak iblis, akan tetapi aromanya kenapa bisa....? seingatku aku belum menikah mana mungkin aku memiliki anak, dan anak ini juga memiliki kekuatan api. lebih aku bertanya pada Teddy saja, " batin Demon.
Rico yang pertama kali melihat atasannya itu begitu ramah terhadap orang lain, ia merasa heran dan penasaran. tidak biasanya atasannya itu bersikap baik pada orang lain.
"Deberly? apakah hanya kebetulan saja? kenapa nama ini sama dengan nama perusahaan ku?" batin Demon
"Rico, kenapa perusahaan Almost dulu di gantikan menjadi nama Deberly?" tanya Demon.
"Aku juga tidak ingat, Bos," jawab Rico.
"Dan kenapa juga di saat itu aku mengambil ahli perusahaan itu?" gumam Demon.
"Apa yang sudah terjadi padaku, setelah mengalahkan iblis air itu, sepertinya aku kehilangan sebagian ingatan. banyak yang sudah ku lupakan," batin Demon.
"Suara seorang wanita yang berbisik di telingaku di saat itu sangat nyata, tapi nenek mengatakan wanita itu adalah Connie, sedangkan suaranya berbeda dengan suara yang ku dengar," batin Demon.
Setelah beberapa menit kemudian.
"Adik, tadi kamu pergi ke mana? kenapa kamu tidak menungguku?" tanya Pokemon yang sedang melahap makanannya.
"Tadi aku bertemu dengan seorang paman tampan, dia mengendongku," jawab Doraemon.
"Doraemon, lain kali ingat ya! jangan dekat dengan orang asing lagi! ini sangat bahaya bagimu," kata Kimberly.
"Iya, Ma. tapi paman itu sangat baik. dan dia juga mirip dengan kakak," jawab Doraemon.
"Mirip dengan kakak?" tanya Kimberly dengan penasaran.
"Iya, sangat mirip. hanya saja aku tidak mengatakannya. apa mungkin dia papaku ya?" jawab Doraemon.
"Adik, mungkin hanya kebetulan saja, jangan di pikirkan," ujar Pokemon.
"Tapi Emon merasakan paman itu seperti papa kita. perasaan ini sangat akrab," jawab Doraemon.
"Mirip dengan Debermon? tidak mungkin dia berada di jepang," batin Kimberly.
Demon dan Rico makan di ruangan lainnya sambil membahas masalah bisnis.
"Tuan, tuan Akashi menawarkan tawaran yang cukup luar biasa, kita bisa menerima kontrak ini."
__ADS_1
"Perusahaan Akashi cukup terkenal di jepang bahkan ke internasional, proyek yang di tawarkan sangat tinggi akan tetapi aku masih ingin mempertimbangkan dulu," kata Demon yang sedang mengupas kulit udang.
"Apakah Anda belum pastikan untuk bekerja sama dengan mereka?"
"Belum!"
"Lalu, untuk apa kita ke sini, Tuan?" tanya Rico dengan heran.
"Aku hanya ingin ke jepang saja dan bukan berarti untuk bisnis," jawab Demon yang sambil menyantap makanannya.
"Iya," jawab Rico dengan binggung.
"Rico, apakah dulu aku memiliki seorang kekasih ataupun istri?" .
"Tidak ada, Tuan. kenapa?" tanya Rico.
"Tidak ada," jawab Demon.
"Masih banyak iblis api lainnya, jadi sudah tidak heran. tapi kenapa anak ini memberiku sebuah perasaan aneh? nama Deberly ini membuat ku merasa sangat akrab, seperti perasaan cinta yang mendalam," batin Demon.
Setelah satu jam kemudian
Kimberly sedang mencuci tangannya di kamar kecil. ia menatap cermin yang di hadapannya itu. mengingat ucapan putrinya membuat dirinya merasa sangat sedih..
"Demon, Deberly selalu saja merindukanmu, apa yang harus ku lakukan? aku juga merindukanmu setiap saat, pelukanmu, suaramu, bujukanmu, semua tentangmu aku masih ingat dengan jelas," ucap Kimberly yang menatap dirinya di cermin dengan meneteskan air mata. dan sesaat kemudian Kimberly menghilang entah ke mana.
Sementara Demon yang selesai makan ia pun melangkah keluar dari restoran tersebut. saat ia ingin menghampiri mobilnya tiba-tiba saja~✓
Brugh...
Rico merasa terkejut sehingga melihat ke atas.
Kimbery yang jatuh dengan posisi terlungkup masih tidak sadar suaminya sedang di hadapannya. sementara Demon masih diam melihat ke arah wanita itu.
"Kenapa aku bisa di sini? dasar mutiara. sangat memalukan sekali," ketus Kimberly yang berdiri sambil merapikan kemejanya.
"Sepertinya ada orang di belakangku," batin Kimberly
Kimberly membalikan badannya dan menoleh ke pria yang sedang menatapnya itu.
Mata Kimberly berbuka besar saat melihat sesosok pria yang dia rindukan selama ini sedang berdiri di hadapannya. air mata menetes membasahi pipinya saat ia melihat suaminya itu. sementara Demon terdiam dan menatap dalam ke arah Kimberly. tanpa ia sadari matanya dengan berkaca-kaca.
Demon berjalan menghampiri wanita yang ada di depan matanya dengan tatapan yang tanpa beralih.
"Apa aku mengenalmu?" tanya Demon dengan menyentuh air mata Kimberly yang membasahi pipinya.
"Demon," sebut Kimberly.
"Wanita ini kenapa membuatku merasa sangat dekat,"batin Demon.
"Siapa namamu?" tanya Demon.
"Kimberly!" jawabnya dengan mengeluarkan air mata.
Demon menyentuh bagian leher Kimberly dan kemudian mencium bibirnya dengan lembut. sontak pemandangan ini lagi-lagi membingungkan asistennya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? kenapa bos bisa mencium wanita asing yang dia tidak kenal?" batin Rico.
Demon mencium selama beberapa menit dan masih belum berhenti.
"Ciuman ini sangat hangat, wanita ini kenapa membuatku ingin mendapatkan dia," batin Demon.
Saat sedang berciuman Kimberly melihat bayangan yang tidak asing baginya, yaitu Diana yang telah mengancamnya itu.
Kimberly langsung melepaskan ciumannya dan mendorong Demon menjauh darinya. ia masih ingat dengan jelas ancaman nenek dari suaminya itu.
"Apa yang sudah kau lakukan?" tanya Kimberly yang langsung berlari masuk kembali ke restoran itu.
Demon hanya terdiam melihat kepergian Kimberly.
"Kimberly? siapa dia? kenapa ciuman ini sangat tidak asing?" gumam Demon.
Kimberly yang ingin melangkah masuk ke dalam ruangan tempat makan bersama anak-anaknya itu, langkahnya di hentikan oleh Diana.
"Lima tahun sudah berlalu, apa kau sudah lupa dengan janjimu?" tanya Diana.
"Apa masih belum puas setelah memisahkan kami?"tanya Kimberly dengan kesal.
"Aku berharap kau masih ingat dengan ancamanku, pamanmu itu sudah tua, tentu saja kau tidak ingin dia tewas karenamu, kan?" tanya Diana dengan mengancam.
"Apa lagi yang kau inginkan? aku dan Demon sudah tidak bersama, apa kau masih belum puas?"
"Seharusnya kau tidak muncul di hadapannya, tapi kau sudah melakukannya, apa kau ingin mengambil jasad pamanmu itu?"
"Jangan sentuh dia!" teriak Kimberly dengan histeris.
"Ini kesempatan terakhir untukmu, jangan sampai muncul di hadapan Demon lagi. kalau tidak, jangan salahkan aku mengirim jasad pamanmu itu ke depan matamu, dan kau harus mengetahui satu hal. Demon bukan yang dulu lagi. dia sudah memiliki banyak istri yang lebih cantik darimu, serta 12 orang anaknya. kini kau hanya masa lalunya. dia sudah melupakanmu. walaupun dia menciummu, itu karena dia hanya ingin bermain denganmu," kata Diana dengan mengancam dan kemudian menghilang.
"Untung saja dia tidak tahu keberadaan si kembar,"batin Kimberly.
"Demon, apakah benar kau memiliki banyak istri dan 12 orang anak? lalu bagaimana dengan sang buah hati kita?" gumam Kimberly.
Perjalanan
Demon yang sedang dalam perjalanan ke hotel ia masih mengingat kejadian tadi. air mata Kimberly membuatnya terasa sakit bagaikan tertusuk jarum.
"Rico, selidiki tempat tinggal wanita itu!" perintah Demon.
"Baik,Tuan," jawab Rico yang sedang menyetir.
"Untuk apa, Tuan?" tanya Rico dengan penasaran.
"Aku ingin melamarnya," jawab Demon.
Mendengar jawaban atasannya Rico langsung menghentikan mobilnya itu dengan tiba-tiba.
"Ada apa dengan mu?" tanya Demon dengan merasa kesal.
"Me-melamar wanita itu? kita tidak mengenalnya, lagi pula dia pasti menolak juga," ujar Rico.
"Kalau dia menolak, maka aku akan mengangkat dia dan bawa dia ke kantor untuk pendaftaran menikah," jawab Demon.
__ADS_1
.