Mystery

Mystery
Kegembiraan Diana sesaat.


__ADS_3

"Connie begitu baik tentu saja aku tidak ingin melukai dia, apa lagi sudah lima tahun lamanya dia menunggu. sementara nenek juga sudah berusaha selama ini. tentu saja sudah saatnya nenek berhenti untuk mengkhawatirkan ku," jawab Demon.


Istana Api.


"Connie, saat ini Demon berada di jepang, nenek berharap kamu pergi menemaninya!" ujar Diana dengan senyum menatap wanita cantik itu.


"Nenek, apakah raja akan menerima ku? dari dulu raja selalu saja menolak, aku tidak tahu di mana kekuranganku," jawab Connie.


"Connie, nenek ada cara agar kau bisa melayani rajamu itu," ujar Diana.


"Apa caranya, Nek?" tanya Connie.


Setelah Diana memberitahu caranya Connie menghilang dan menuju ke hotel tempat tinggal Demon.


Malam hari.


Demon sedang duduk diam di sofa sendirian. ia mengingat kembali saat Kimberly tiba-tiba muncul di hadapannya. wajah gadis itu selalu saja muncul di benak pikirannya.


"Kimberly....Kimberly, kenapa wajahmu selalu saja muncul di kepalaku? kenapa aku tidak bisa mendeteksi di mana keberadaanmu,"gumam Demon.


"Ciuman ini membuat ku candu, selama lima tahun banyak wanita cantik yang di kirim oleh nenekku, tidak ada satu pun yang membuatku tertarik. tapi kenapa gadis ini malah membuatku gila? apakah dia sudah bersama dengan suaminya atau bersama dokter itu?" batin Demon.


Tuk...tuk...tuk...


Ketukan pintu dari luar kamar.


Demon yang mendengar ketukan pintu ia pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah pintu.


Klek.


Demon membuka pintunya dan melihat seorang wanita yang berdiri di hadapan pintunya. Demon membulatkan mata besarnya saat melihat wanita yang ada di hadapannya.


"Demon, aku merindukanmu," ucap wanita itu yang tak lain adalah Kimberly yang langsung memeluk Demon dengan erat.


Demon yang di peluk oleh wanita itu ia terdiam dan kemudian melepaskan pelukan wanita itu.


"Kenapa kau bisa berada di sini?" tanya Demon.


"Aku sedang menunggumu, malam ini biarkan aku menemanimu," jawab wanita itu yang mencium bibirnya Demon.

__ADS_1


Demon melepaskan ciumannya dan kemudian mengendong Kimberly menuju ke kamar dan menidurkan ke atas kasur.


"Apa kau tahu di saat kau berada di atas kasur, maka kau tidak bisa lari lagi," kata Demon yang berada di atas tubuh wanita itu.


"Lakukan saja apa mau mu," jawab Kimberly yang adalah penyamaran dari Connie sambil melepaskan bajunya.


Demon dengan tersenyum dan mematikan lampu kamar sehingga gelap gulita.


Connie yang sangat ingin melayani Demon akhirnya keinginannya tercapai. setelah Demon melepaskan pakaiannya ia mulai bermain dengan tubuh wanita itu. ia meremas dada yang kenyal itu dengan tangan kanan dan menghisap dengan penuh na*su.


Akhirnya lampu kamar nyala kembali. Connie yang melihat rajanya sedang menikmati tubuhnya ia merasa sangat bahagia. dirinya kini menyamar sebagai Kimberly untuk menarik rangsangan rajanya.


Demon mencium tubuh wanita itu dan tidak lama kemudian pria itu memasukkan pusakanya yang sudah mengeras ke dalam milik Connie yang masih sempit itu


"Aarrgghhh...." jeritan Connie yang merasa kesakitan


Pusaka pria itu keluar masuk dengan cepat dan sangat menikmati va.gina wanita itu yang masih perawan. darah keluar sehingga mengenai sprei.


Connie menjerit kesakitan dengan setiap hentakan kasar dari rajanya itu.


"Ra...raja, sakit," jeritnya yang mengeluarkan air mata.


"Bukankah kau merindukan ku? maka kau harus patuh padaku," kata Demon mendorong keluar masuk pusakanya itu.


"Aaarrghhhh...."jeritan Connie yang mengeluarkan air matanya, tiada kenikmatan yang dia rasakan karena hentakan dari sang rajanya yang sangat kasar karena terlalu berna*su.


Gerakan demi gerakan yang di lakukan oleh Demon membuatnya merasa puas sehingga menginginkannya lagi dan lagi. tubuh wanita itu membuatnya ketagihan.


Gesekan di liang yang sempit membuatnya melakukannnya tanpa berhenti sehingga mencapai puncak berkali-kali.


Wanita itu hanya bisa pasrah dan merasa sakit karena mendapat perlakuan kasar pria itu.


Selama satu jam kemudian Demon masih menikmati gerakannya itu. tanpa lelah dia melakukan dengan hentakan yang kuat sehingga kewani.taan Connie di banjiri darah dan juga benih dari dirinya.


"Nikmat sekali, aku tidak menyangka wanita iblis seperti mu masih perawan," kata pria itu yang lagi-lagi mencapai puncak kenikmatannya.


Istana Api.


Diana yang merasa senang dan bahagia karena rencananya telah berhasil, ia pun tertawa dengan gembira.

__ADS_1


"Hahahahahaha....luar biasa...luar biasa," ucap Diana yang sedang melihat aksi Demon dan Connie melalui bola ajaibnya.


Tidak lama kemudian seseorang muncul di belakangnya. saat Diana menyadari kemunculan seseorang di belakangnya ia langsung menoleh ke arah orang itu.


"Kau...kenapa bisa?" tanya Diana dengan membulatkan mata besarnya.


"Kenapa harus terkejut dengan kemunculan cucumu sendiri?" tanya pria itu yang tak lain adalah Demon.


Diana melihat ke arah bola ajaib dan kemudian melihat ke arah pria yang ada di hadapannya itu dengan merasa heran.


"Tidak perlu merasa penasaran! aku yang di depan matamu ini adalah cucumu," ujar Demon dengan tatapan iblis.


"Sia-siapa pria itu?" tanya Diana yang menunjukan ke arah Bola ajaib miliknya


"Dia adalah Teddy, untuk ke depannya dia akan menjadi suami Connie,"jawab Demon.


"Teddy? kenapa dia bisa menyamar sebagai dirimu?"


"Ini perintah dariku! dia belum memiliki pasangan. jadi Connie akan menjadi pasangan hidupnya,"jawab Demon.


"Bagaimana kau bisa mengetahui kalau wanita itu adalah Connie?"tanya Diana.


"Seharusnya aku yang bertanya kenapa nenek meminta dia menyamar sebagai wanita lain?"


"Nenek hanya ingin kamu melakukannya dengan Connie walau hanya sekali. karena nenek berharap bisa mengendong anak darimu," jawah Diana.


"Siapa Kimberly? kenapa nenek ingin wanita itu menyamar sebagai dirinya?" tanya Demon.


"Hanya karena wanita ini cantik, oleh sebab itu hanya meminjam wajahnya untuk menarik perhatianmu," jelas Diana dengan alasan.


"Jangan lupa kalau aku adalah iblis, di saat Connie muncul di hadapan ku aku sudah tahu kalau dia adalah Connie, dan wajah yang dia gunakan itu adalah wajah orang lain. jangan pernah mengunakan wajah itu lagi untuk mengoda pria," bentak Demon yang kemudian menghilang.


"Apapun yang ku lakukan tetap gagal," ketus Diana.


Connie yang merasa gesekan di va.ginanya tidak menyadari jika pria itu adalah Teddy yang menyamar sebagai Demon.


Sesaat kemudian Teddy berubah wajah aslinya. sementara Connie masih memejamkan matanya karena merasakan gesekan yang kasar dan cepat.


"Apa kau puas?" tanya Teddy yang masih melakukan pergerakannya.

__ADS_1


Karena mendengar suara yang berbeda Connie lalu membuka matanya. saat ia melihat pria itu sedang menyetubuhinya ia merasa hampir tidak percaya.


"Aaarrghhhh....," teriakan Connie yang ingin mendorong pria itu yang sedang mengesek pusakanya itu


__ADS_2