
"Aku merasa kewalahan karena melayani pria tampan itu selama berjam-jam," kata Yolanda yang ingin melangkah pergi akan tetapi pundaknya di tahan oleh Kimberly.
"Yolanda, kau sama saja dengan ke dua orang tua mu yang tidak tahu malu itu," ketus Kimberly.
"Kau berani sekali, aku akan membuat mu malu," bentak Yolanda yang ingin melayangkan tangannya menampar Kimberly.
"Ingin menamparku? kau masih belum layak!" ketus Kimberly yang menahan tangan wanita itu dan langsung menampar Yolanda dengan sekuat tenaga.
Plak...
Tamparan kuat yang di lakukan oleh Kimberly menyebabkan sudut bibir wanita itu mengeluarkan darah..
"Aarrghh...." pekikan Yolanda yang kesakitan.
"Berani sekali kau menampar ku di hadapan orang, kau akan ku tuntut," kecam Yolanda dengan kesal.
"Aku memang ingin memberi pelajaran pada wanita gatal sepertimu," ujar Kimberly yang melipat ujung lengan kemeja panjangnya.
Yolanda yang merasa tidak puas ia pun mendorong Kimberly dengan sekuat tenaganya, dan tidak lama kemudian terjadilah aksi saling mendorong di antara dua wanita itu.
Semua karyawan yang di perusahaan hanya diam menyaksikan perkelahian dua wanita tersebut. karena sudah mendapat perintah dari atasan, mereka tidak ada yang berani ikut campur atau menghentikan aksi dua wanita itu. dan hanya bisa menonton aksi perkelahian tersebut.
"Dasar jal*ng tidak tahu malu, mengoda suami orang," bentak Kimberly yang menjambak rambut Yolanda sehingga berantakan.
"Apa yang kau katakan? cepat lepaskan tanganmu," teriak Yolanda yang kesakitan.
Kimberly yang sedang emosi menarik rambut wanita itu dan menghentakan tubuh Yolanda ke dinding dengan kuat.
Brugh...
"Aaarrghh...."jeritan Yolanda yang merasa sakitan.
Brugh...
"Aaarrghh...."
"Lepaskan aku! tolong singkiran wanita busuk ini!" teriak Yolanda yang sedang di tarik rambutnya oleh Kimberly.
"Berani sekali kau mengoda suamiku, kau sangat keterlaluan dengan mengakui kau sudah tidur dengannya," bentak Kimberly yang masih menarik rambut Yolanda.
Lalu Kimberly mendorong wanita itu sehingga menabrak vas bunga antik yang jumbo sampai tumbang dan pecah berkeping-keping.
Prang...
__ADS_1
Pecahan vas bunga yang berserakan di lantai itu.
"Aarrghhh...." jeritan Yolanda yang kesakitan karena tubuhnya menimpa pecahan vas bunga.l
"Kau tidak tahu malu sama seperti ayah dan ibumu, dan karena tidak ada pria lain maka kau ingin mengoda bos perusahaan ini. apa kau masih waras?" bentak Kimberly yang merobek pakaian Yolanda yang masih tergeletak kesakitan di bagian punggungnya.
Sret...
"Lepaskan tanganmu!" bentak Yolanda yang berusaha melawan Kimberly. posisi Kimberly sedang menduduki wanita itu sambil sibuk dengan tangannya.
Sret...
Sret...
"Kalian cepat singkirkan wanita gila ini! cepat lapor polisi!" teriak Yolanda yang terbaring di atas kepingan vas bunga sambil menatap karyawan yang sedang berdiri di sana.
Sret...
Sret...
Sret...
"Kau sangat suka mengoda suami orang, maka akan aku perlihatkan tubuh jelek mu ini kepada orang-orang untuk melihatnya!" bentak Kimberly dengan sambil merobek kemeja Yolanda sehingga habis dan sisa bra yang berwarna pink yang menutup dua dada yang menonjol itu.
Kimberly lalu menarik bra yang di kenakan Yolanda sehingga putus dan di lempar sehingga menutupi kepala salah satu karyawan pria yang berdiri di sana.
"Hentikan! tolong aku! di mana security kalian? apa sudah mati ya?" teriak Yolanda yang bagian atas tubuhnya tanpa sehelai benang. menampakan dua buah dada yang menonjol dan terguncang-guncang karena Kimberly menarik rok yang di kenakan oleh Yolanda.
"Lepaskan aku! aku akan menuntutmu!" teriak Yolanda yang ingin bangkit akan tetapi tidak berdaya.
"Apa kau tahu, sebelumnya aku juga pernah menghajar wanita yang mengoda suamiku. dan kau masih beruntung karena kita tidak berada di lantai tujuh," bentak Kimberly yang merobek rok wanita itu dan melempar ke sembarang arah sehingga menutupi kepala karyawan di sana.
Sret...
Sret...
Sret...
"Jangan...!" teriak Yolanda yang tubuh bagian bawahnya hanya sisa celana da.lam.
Yolanda menangis karena di permalukan di depan orang ramai, kejadian itu di rekam oleh sebagian karyawan yang merekam dengan jelas wajah Yolanda sehingga tubuhnya yang hampir telanjang.
"Jangan salahkan aku kalau kau harus menanggung malu. biar semua orang di sini mengetahui kalau kau adalah wanita yang suka mengoda suami orang," bentak Kimberly yang menarik celana da.lam yang di kenakan oleh Yolanda sehingga robek dan terlepas, setelah terlepas Kimberly pun melempar celana da.lam itu tanpa melihat arah sehingga menutupi wajah Rico.
__ADS_1
"Tolong jangan!" tangisan Yolanda yang menangis dengan histeris karena menanggung malu.
Tubuh Yolanda sudah tanpa balutan apapun. dari atas hingga ke bawah di lihat oleh semua orang di sana dengan begitu jelas. tentu saja kondisi Yolanda di tertawai oleh semua orang yang berdiri di sana.
"Lepaskan tanganmu! jangan sentuh aku!" tangisan Yolanda dengan histeris dan merasa hancur. dirinya tidak bisa bangkit karena di tahan oleh Kimberly
"Bukankah kau tadi mengatakan bahwa kau sudah tidur dengan Demon? maka aku ingin melihat dengan mataku sendiri," bentak Kimberly dengan membuka ke dua kaki wanita itu sehingga terbuka lebar.
"Aaarrrggh....jangan melakukannya!" teriak Yolanda yang tak berdaya.
"Istri bos ini benar-benar ganas, wanita itu pasti bunuh diri karena di tindas dengan cara kejam seperti ini!" gumam Rico.
"Dasar jal*ng memang seharusnya mendapat pelajaran seperti ini."
"Pengoda suami orang sudah seharusnya di permalukan."
"Hajar saja dia! dia pantas mendapatkan balasan seperti ini."
Cemoohan dan hinaan menusuk hati Yolanda yang sedang berteriak dengan histeris.
Kimberly berdiri sambil mengangkat ke dua kaki wanita itu dengan terbuka sambil berkata," beginilah kalau wanita pengoda suami orang tidak pantas mendapatkan belas kasihan dari orang lain."
"Aku tidak mengoda suamimu, kau bicara sembarangan, aku adalah kakak mu tapi kau malah mempermalukan ku begini, dan juga membuat mama koma di rumah sakit. kenapa kau bisa begitu kejam? hati mu itu terbuat dari apa?" teriak Yolanda sambil menangis.
"Sekarang kau mengatakan kau adalah kakakku? kau jangan lupa orang tua mu itu sudah membuangku dari saat aku masih kecil, dan kau juga selalu suka dengan pria kaya dan suami orang. dan aku hari ini ingin mengajari semua wanita untuk menghajar sang pengoda dengan tanpa ragu," bentak Kimberly yang sedang membuka kaki kakaknya itu sehingga terlihat jelas bagian intinya, dan kemudian Kimberly menendang ke bagian area kewa.nitaan Yolanda dengan kuat.
Bruk...
"Aaauugghhh...." teriakan Yolanda yang kesakitan sehingga wajahnya memucat.
Tidak lama kemudian Kimberly menarik rambut Yolanda sehingga memaksa wanita itu berdiri dan berjalan menuju ke pintu.
"Aarrghh...." jeritan Yolanda yang ikuti langkah Kimberly menuju ke arah pintu utama.
Yolanda meronta dan menarik rambut Kimberly dengan kuat.
"Aarrghh...." jerit Kimberly yang kesakitan dan melepaskan tangannya.
Kimberly yang merasa kesal langsung mendorong Yolanda ke arah pintu utama yang kaca besar itu. hentakan kuat tubuh Yolanda mengenai kaca besar sehingga pecah berkeping-keping.
Prang....prang....prang...
Pecahan kaca besar bagian depan perusahaan sehingga serpihannya berserakan dimana-mana.
__ADS_1
"Aaarrghh...." teriakan Yolanda yang lagi-lagi kesakitan karena serpihan kaca yang menancap punggungnya.