Mystery

Mystery
Anak Pembawa Sial


__ADS_3

"Bagaimanapun dia adalah istrinya Raymond Martinez, kita tidak bisa bertindak sesuka hati kita," ujar Almost.


"Bagaimana jika kita mengundangnya ke sini dan makan bersama?"tanya Veronica.


"Apa mama yakin ingin mengundang dia ke sini?" tanya Yolanda.


"Kita butuh waktu untuk memujuknya, adikmu tidak mudah di bujuk, dengan sikapnya yang nakal itu susah sekali di jinakkan," jawab Almost dengan mengeleng-geleng kepalanya.


"Setiap bertemu dengan dia kita pasti tertimpa masalah. memang anak pembawa sial. tidak ada salahnya kita membuangnya dulu," ketus Veronica.


"Sepertinya kita sudah salah besar karena membuangnya, jika saja di saat itu kita tidak meninggalkan dia maka kita juga tidak perlu khawatir dengan kondisi keuangan perusahaan kita. kita pasti sudah mendapatkan bantuan dari Raymond," kata Almost.


"Kondisi kita dulu juga tidak mampu untuk membiayai dua anak, di saat itu kita tidak ada uang untuk membiayai dia sehingga kita harus memilih meninggalkan dia," jelas Veronica.


"Dan tidak ku sangka kita masih bisa bertemu dengannya," ujar Almost.


"Dan kita butuh kesabaran untuk menghadapinya," jawab Veronica.


"Kenapa kita tidak mencari Raymond saja?" tanya Almost.


"Papa, jangan mengatakan kita mencari pria itu untuk memberitahu dia jika kita adalah keluarga istrinya yang dulunya meninggalkannya?"ujar Yolanda.


"Kita harus mengambil hati Lolipop dulu, setelah berhasil kita baru mendekati Raymond," kata Veronica.


"Kalau begitu kita akan mengundang dia makan di rumah saja," jawab Almost.


Tempat tinggal paman Sean.


"Kimberly, ada apa denganmu? kenapa sejak kau datang dari sore kau menangis sudah tiga jam tidak berhenti?" tanya paman Sean yang berdiri ruang tamu sementara Kimberly duduk di sofa bersama dengan Holdie.


"Aku sudah di rugikan," jawab Kimberly sambil menangis tanpa berhenti.


"Memangnya ada apa denganmu? siapa yang merugikanmu? apa kau tahu kau sudah menghabiskan satu bal tisuku" ujar Holdie.


"Besok kau ke perusahaan Raymond dan minta ganti dengan dia," jawab Kimberly.


"Apakah kalian bertengkar lagi? dan kali ini wanita mana yang membuatmu menangis begini?"tanya Holdie.


"Tidak ada hubungan dengan dia,"jawab Kimberly dengan terisak.


"Memangnya siapa yang menindasmu sehingga kau menangis selama tiga jam tidak mau berhenti?" tanya paman Sean.


"Paman, Holdie, hari ini aku bertemu dengan mereka," kata Kimberly


"Siapa mereka?" tanya Holdie dan paman Sean dengan serentak.


"Almost! dia mengaku sebagai ayahku. paman, apa benar dia adalah ayahku yang brengs*k itu?" tanya Kimberly dengan sambil menangis.


"Ka-kalian sudah bertemu?" tanya paman Sean dengan merasa kaget.


"Lihat dari raut wajah paman yang jelek itu aku yakin dia pasti ayahku yang meninggalkan ku itu,kan? dan Veronica dan Yolanda adalah ibu dan kakakku, kan?" tanya Kimberly dengan terisak.

__ADS_1


"Iya...karena kau sudah mengetahuinya paman juga tidak ada alasan lagi untuk menyembunyikan masalah ini darimu," jawab paman Sean.


"Kimberly, mungkin saja kau sudah tidak bisa ingat, nama asli mu adalah lolipop," kata paman Sean.


Mendengar kata paman Sean Kimberly menangis dengan terisak.


"Kimberly, jangan bersedih! paman tahu kau selama ini sangat merindukan mereka, selama ini kau hidup tanpa mereka. dan sekarang mereka tiba-tiba saja muncul dan ingin mengakuimu sebagai putri mereka. jangan merasa sakit ataupun terluka, karena mereka pun sudah menyesalinya sekarang. kau juga sudah dewasa dan sudah menikah kau sudah hidup bahagia. jadi, jangan bersedih lagi. kehidupanmu sudah bahagia walau tanpa mereka. ataupun kalau kau ingin mengakui mereka paman dan Holdie juga mendukungmu. dan jika kau tidak mengakui mereka paman juga mendukungmu," kata paman Sean dengan panjang lebar.


"Kimberly, sudah jangan menangis lagi! kalau kau merindukan mereka kau bisa menjumpai mereka saja," bujuk Holdie.


"Kimberly, jangan sedih lagi! sekarang semua keputusan ada di tanganmu," kata paman Sean.


"Siapa yang bilang aku sedih karena mereka," jawab Kimberly.


"Kalau bukan karena mereka, memang kenapa kau menangis?" tanya paman Sean.


"Aku hanya merasa kesal kenapa nama asliku Lolipop," jawab Kimberly.


"Kau menangis selama tiga jam hanya karena ini?" tanya Holdie.


"Tidak juga!" jawab Kimberly sambil lap air matanya dengan tisu.


"Lalu, kenapa kau menangis?" tanya paman Sean dan Holdie dengan kesal.


"Aku merasa di rugikan," jawab Kimberly dengan sesengukan.


"Siapa yang merugikanmu?" tanya paman Sean.


"Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?"tanya Holdie.


"Sebentar! kau mengatakan Almost membawamu ke restoran dan kau memesan menu special?" tanya paman Sean.


"Iya," jawab Kimberly.


"Semua makanan mewah yang kau kirim siang tadi itu adalah dari Almost?"tanya paman Sean.


"Iya, aku sengaja pesan menu special agar dia mengeluarkan banyak uang. ini adalah pembalasanku," jawab Kimberly.


"Lalu, apa lagi yang terjadi setelah itu?" tanya Holdie.


"Dia mengejarku dan aku berteriak meminta tolong, kemudian dia di pukul oleh para pejalan kaki di sana," jawab Kimberly.


"Di pukul?" tanya paman Sean.


"Iya, aku berteriak bahwa dia adalah pencabul dan pemerkosa, orang-orang yang di sana percaya dengan kata-kataku makanya mereka menghajar dia," jelas Kimberly.


"Kemudian apa lagi yang terjadi?" tanya Holdie dengan penasaran.


"Dia di tangkap oleh polisi,"jawab Kimberly.


"Dan kenapa mau menangis dan merasakan di rugikan?" tanya paman Sean.

__ADS_1


"Karena dia sudah keterlaluan, makanya aku ingin membalas dia!" jawab Kimberly.


"Aku malah merasa yang di rugikan adalah dia, bukan kamu," ujar paman Sean.


"Rugi dari segi uang, dan juga di tuduh oleh mu sebagai pencabul dan pemerkosa. setelah itu dia harus di tahan oleh polisi, seharusnya yang menangis itu adalah dia," ucap Holdie.


"Itu karena dia yang bodoh," ketus Kimberly


"Kimberly, apa kau bisa menjelaskan kenapa kau menangis selama tiga jam? setelah mendengar semua perkataanmu kau sama sekali tidak di rugikan, justru dia lah yang harus merasa di rugikan olehmu," tanya paman Sean.


"Aku hanya ingin menangis saja," jawab Kimberly.


"Apa maksudmu? apakah kau menangis bukan karena merasa sedih atau di rugikan?" tanya Holdie.


"Aku tidak sedih sama sekali, untuk apa aku harus merasa sedih!" jawab Kimberly


"Jadi untuk apa kau menangis?" tanya paman Sean dengan mulai merasa kesal.


"Aku hanya ingin menangis saja,"jawabnya dengan santai.


"Kau menghabiskan satu bal tisu ku hanya karena kau menangis tanpa sebab?" tanya Holdie dengan menahan emosi.


"Dari awal aku tidak mengatakan jika aku merasa sedih, lagi pula untuk apa aku menangis karena mereka, hanya paman Sean yang bicara panjang lebar dari tadi," jawab Kimberly.


"Kimberly, kau memang tidak waras," ketus paman Sean yang menarik telinga Kimberly


"Aarrgghhh...." teriakan Kimberly yang sedang kesakitan.


"Lepaskan tanganmu, Paman." teriak Kimberly.


"Jangan berharap!" ketus paman Sean sambil menarik telinga Kimberly.


"Sakit...."teriakan Kimberly dengan nada tinggi.


"Dasar Lolipop...." ejek Holdie.


"Jangan memanggilku Lolipop!" jawab Kimberly dengan kesal.


"Nama asli mu memang Lolipop itu adalah kenyataan," ujar paman Sean yang masih menarik telinga Kimberly


"Itu namanya jelek, mana ada di dunia ini ada orang yang memiliki nama seperti itu," kata Kimberly dengan kesal.


"Kau memang Lolipop," balas paman Sean.


"Jangan panggil aku Lolipop," ketus Kimberly dengan kesal.


"Istri bos besar adalah Lolipop," ujar Holdie dengan mengejek.


"Jangan ungkit nama itu lagi!" teriak Kimberly dengan kesal.


"Lolipop memang sesuai dengan mu,"ujar paman Sean.

__ADS_1


__ADS_2