
Alex menangis karena kematian putra sulungnya, selama sepuluh tahun di kurung dan terpisah dengan keluarganya kini harus berpisah untuk selamanya.
"Raymond, papa bersalah tidak pernah menjagamu dan memberi perhatian padamu, papa bersalah!" tangisan Alex dengan histeris.
"Kau tangisi semuanya sudah sia-sia. sikapmu terhadapku sudah membuktikan bahwa di hatimu sama sekali tidak ada putramu ini. sehingga kau selalu saja mengabaikan dia," ujar Demon.
"Apa yang kau inginkan lagi? dia sudah mati. apa kau masih belum puas dengan semua yang sudah terjadi?" tangisan Alex yang sambil memeluk anaknya itu.
"Bagaimana dengan dua putramu ini? mereka berulang kali ingin mengambil nyawaku, bukankah itu sama saja mereka juga ingin kematian putra pertama mu, seluruh keluarga Martinez sama sekali tidak menganggapnya. walaupun yang dia ingin bunuh bukan aku. akan tetapi dia mencoba ingin menyakiti Kimberly. oleh karena itu mereka berdua harus menerima hukuman setimpal. mereka melakukannya sudah berulang kali. jika bukan karena aku adalah raja api, maka dari awal aku dan istriku pasti sudah tewas," kata Demon.
Simon dan Jacky yang ketakutan ingin mencari kesempatan untuk pergi dari rumah itu.
"Apa yang kami lakukan agar kau bisa lepaskan kami?" tanya Alex.
"Lepaskan kalian? aku tidak akan meminta apapun dari kalian karena aku sudah memiliki segalanya. dan kini aku hanya ingin dua nyawa putramu," jawab Demon.
"A-apa, jangan melukai kami! kami hanya ingin mengambil nyawa Raymond dan bukan dirimu," pinta Jacky yang sedang merasa cemas.
"Kalian bicara dengan seenak kalian, selama ini sudah berapa kali kalian melakukan kesalahan. walau kalian salah orang tapi kalian sudah menyinggung kehidupan raja dan ratu kami," bentak Teddy.
"Raja api, katakan apa yang kamu mau kami akan menebusnya,"ucap Jacky.
"Nyawa kalian yang ku inginkan!" jawab Demon.
"Jangan melukai kami! aku mohon padamu lepaskan kami! kami tidak sengaja dan juga tidak tahu jika kamu adalah raja api, kami hanya ingin membunuh Raymond karena dia adalah putra pertama di keluarga ini," ucap Jacky dengan kakinya yang gemetaran.
"Kalian memang keterlaluan sehingga membunuh kakak sendiri," ketus Kimberly.
"Iya, kami hanya ingin dia mati dan bukan kalian sasaran kami, kami minta maaf. kami minta maaf," ucap Simon yang berlutut sambil memohon.
Alex yang mendengar semua pengakuan dua putranya itu merasa semakin tidak percaya dengan semua yang mereka lakukan. niat mereka selama ini adalah kematian sang kakak pertamanya hanya demi harta. tentu saja Alex merasa kecewa dengan sikap dua putranya itu.
"Kalian...dari awal sudah ingin membunuh Raymond, dan aku masih tidak percaya dengan katanya. kenapa kalian bisa melakukan hal seperti itu? Raymond adalah kakak kalian!" bentak Alex.
"Semua ini karena dirimu yang membelanya, kau memberikan perusahaan besar kepada dia dan bagaimana dengan kami?" tanya Simon dengan nada ketus.
"Simon, dari dulu aku sudah memberikan kepada dia karena perusahaan ini sudah mengalami krisis. dan dia yang menyelamatkan kondisi perusahaan. walau selama ini kalian sudah salah orang, tapi ini sudah menunjukkan kalian bersikap serakah. dan berniat jahat pada kakakmu," bentak Alex.
"Kau sudah salah! yang menyelamatkan perusahaan kalian bukan putramu tapi adalah Demon, di saat itu dia lah yang duduk di kursi presiden direktur, sementara putramu itu sudah di tahan," jelas Kimberly.
__ADS_1
"Di mata mu kami adalah anak yang tidak berguna dan hanya tahu menghabiskan uang, dan selama ini kita semua juga tidak tahu ternyata putra tertua mu ini di tahan karena kesalahannya. dia juga tidak sebaik yang kamu bayangkan," ketus Jacky dengan kesal.
"Apa kelebihan dia sehingga kau begitu percaya padanya? Raymond Martinez putra pertama mu adalah seorang pecandu pil esktasi, dan suka bermain wanita sehingga dia mengusir Cindy. suka mabuk-mabukan. ini lah putra kesayanganmu," bentak Simon dengan kesal.
"Walaupun begitu bukan berarti kalian layak mengambil nyawanya," teriak Alex dengan histeris.
"Raja api, keluarga Martinez sudah mendapatkan balasannya, apa lagi yang Anda inginkan?" tanya Marcus.
"Aku menginginkan nyawa mereka berdua!" jawab Demon tegas.
"Aku tidak akan mengizinkanmu melakukannya!" ucap Marcus.
Demon berjalan menghampiri Marcus yang ingin menantang dirinya.
"Apa kau layak ikut campur dalam hal ini!" kecam Demon dengan senyuman iblis.
Demon mencengkeram leher pria tua itu lalu mengangkatnya. Marcus yang di cengkerem tak berdaya dan menahan sakit, kakinya sudah tidak menginjak lantai karena di angkat satu tangan oleh Demon. pria bermata api itu tidak ragu ingin mengambil nyawa sang supranatural yang ingin ikut campur urusannya.
Simon dan Jacky yang melihat Demon sedang fokus pada Marcus mereka pun mendekati Kimberly dan mengancamnya dengan pisau makanan.
"Jika masih mau nyawamu lebih baik jangan melawan!" kecaman Simon yang mengenggam leher Kimberly dari belakang. sementara Jacky mengunakan pisau mendekatkan ke wajah Kimberly
"Kau adalah manusia biasa, jadi kau tidak memiliki kekuatan apapun. lebih baik kau menurut pada kami, maka kau tidak akan kehilangan nyawamu," kata Simon dengan mengancam.
Teddy langsung muncul disamping Jacky dan mengenggam tangan pria itu yang sedang memegang pisau dan lalu mematahkan pergelangan tangannya.
Krek...
"Aaargghhh..." teriakan Jacky yang kesakitan.
Kimberly membalikkan badannya dan langsung memberi satu pukulan pada wajah Simon.
Brugh...
"Aaargghh..." teriakan Simon yang terhempas ke lantai akibat pukulan kuat dari Kimberly sehingga hidungnya patah dan mengeluarkan darah.
Simon dan Jacky sama-sama terluka dan mengerang karena kesakitan.
Demon yang emosi karena istrinya di ancam lalu ia pun membanting Marcus ke lantai dengan sekuat tenaganya sehingga terjadi keretakan pada lantai tersebut.
__ADS_1
BRUK....
"Aarggh..."jerit Marcus yang merasa sakit dan patah tulang bagian belakangnya, tidak lama kemudian ia tidak sadarkan diri.
Demon berjalan menghampiri Jacky dan kemudian mengenggam leher pria itu yang sedang kesakitan.
"Aarrgghh..." jerit Jacky yang menahan sakit pada lehernya.
"Masih ingin menyentuh istriku? maka kau sudah salah. ratu ku tidak bisa di sentuh," bentak Demon yang mematahkan leher Jacky.
KREK...
Demon mematahkan tulang leher pria itu dan sesaat kemudian ia tewas.
BRUGH....
Hentakan tubuh Jacky yang sudah tidak bernyawa.
"Jacky...." teriakan Alex yang histeris karena melihat putra bungsunya tergeletak tidak bernyawa.
Demon yang masih belum puas ia pun menghampiri Simon yang sedang cedera di hidungnya itu.
"Jangan melakukannya! lepaskan dia!" pinta Alex yang merangkak ke arah putra bungsunya yang sudah tidak bernyawa.
"Tolong lepaskan dia! kau katakan saja apa yang kau inginkan!" teriak Alex dengan histeris sambil mengangkat Jacky dan menangis.
"Ada satu hal yang harus kau ketahui, jika ada yang membangkitkan kemarahan iblis, maka dia akan membunuh semua yang menyinggungnya," kata Demon.
"Jacky...Jacky...cepat bangun!" teriak Alex dengan histeris.
Tidak lama kemudian seorang wanita yang tiba-tiba masuk dengan berkata," kenapa pintu kalian tidak di tutup, apa kalian tidak bisa menjaga rumah dengan baik?"
Wanita itu yang tak lain adalah Cecilia. ia menghentikan langkahnya di saat melihat situasi di ruang makan. beberapa yang tergeletak tidak bergerak dan Simon yang sedang cedera di bagian hidungnya.
"Simon, Jacky, ada apa dengan kalian?" tanya Cecilia yang histeris
"Kau siapa, kenapa bisa ada di sini?" tanya Cecilia yang menatap ke arah Demon, karena Demon sudah mengunakan wajah asli oleh karena itu Cecilia tidak mengenalinya lagi.
"Wanita kampungan, apa yang kau lakukan, kenapa kau ada di sini lagi? apa pria ini adalah selingkuhanmu dan di mana suami mu?" bentak Cecilia dengan menatap Kimberly
__ADS_1