
Yolanda yang semakin histeris berlari dengan cepat, sambil menangis dan berteriak di sepanjang jalan. hidupnya hancur karena rasa malu yang harus dia hadapi.
"Aaarrrgghhhh....teriak Yolanda sambil mempercepatkan langkahnya.
Berlari tanpa berhenti dan kemudian tersungkur di tengah jalan.
Bruk...
"Aarrghh...." pekik Yolanda yang kesakitan dan terluka pada bagian tangannya karena gesekan ke aspal.
Sebuah mobil berhenti dengan cahaya lampu yang menerangi wajah Yolanda, sehingga wanita itu tidak bisa melihat orang yang keluar dari mobil tersebut. pria dan wanita yang keluar dari mobil berjalan menghampirinya yang sedang tersungkur di jalan itu.
"Kenapa kau tidur di sini? di sini adalah jalan umum," tanya seorang gadis yang tidak asing lagi baginya.
Yolanda berusaha bangkit sambil menahan sakit, dan melihat pria dan wanita yang berdiri di hadapannya yang tak lain adalah Demon dan Kimberly.
"Kau lagi..."teriak Yolanda dengan nada tinggi dan ingin mendorong Kimberly, akan tetapi wanita itu langsung di dorong oleh Demon sehingga jatuh tersungkur.
"Apa kau masih belum cukup mencari masalah dengan istriku?" tanya Demon dengan tatapan mata apinya.
Yolanda yang melihat mata pria itu semakin ketakutan dan mengeserkan tubuhnya ke belakang.
"Kau adalah Demon Geffrey kenapa bisa bersama wanita ini?" tanya Yolanda yang sedang ketakutan.
"Memangnya apa yang aneh? Demon adalah suamiku," jawab Kimberly.
"Bukan, suami mu adalah Raymond Martinez," jawab Yolanda.
"Apa kamu ingin tahu mengapa bisa begini?" tanya Demon.
"Kau adalah jal*ng, kau menduakan suami mu dan bersama dengan Demon," ujar Yolanda.
__ADS_1
Demon yang merasa kesal karena mendengar hinaan wanita itu terhadap istrinya, ia mengcengkeram leher wanita itu dengan sambil mengangkatnya.
"Aaarrghhh...." jerit Yolanda yang menahan sakit pada lehernya.
"Kimberly adalah istriku dari awal hingga sekarang, dia juga bukan wanita jal*ng seperti dirimu. apa kau ingin tahu siapa aku? maka aku akan menunjukan padamu," kata Demon yang sedang menggengam dengan erat leher wanita itu.
Demon berubah wajah menjadi Raymond, Yolanda yang melihat perubahan wajah pria itu membuatnya ketakutan dan hampir tidak percaya.
"Apa kamu sudah melihatnya dengan jelas? dulu aku adalah Raymond, tapi identitas asliku adalah Demon," jelas Demon.
Yolanda memucat dan kesulitan untuk bernafas.
"Demon, lepaskan dia! lagi pula dia sudah kehilangan semuanya!" pinta Kimberly.
Atas permintaan sang istri Demon pun melepaskan tangannya sehingga membuat wanita itu terjatuh ke aspal.
Brugh....
"Kau bukan manusia," ujar Yolanda dengan histeris.
"Benar, aku adalah iblis api yang akan membakarmu, kalau kau masih berani muncul di hadapan ku dan istriku," kecam Demon yang mengeluarkan api di tangannya.
Yolanda yang melihat tatapan Demon serta api yang di tangannya, ia merasa cemas sehingga gemetar di seluruh tubuhnya.
"Yolanda, aku tidak menyangka dirimu masih saja tidak tahu malu, kejadian yang di siang hari apakah masih tidak cukup membuat mu terkenal? sehingga malam ini kau masih berkeluyuran di jalan," kata Demon.
"Kimberly, mari kita pulang!" ajak Demon yang melangkah masuk kembali ke dalam mobil bersama istrinya.
Setelah mobil mereka pergi tinggallah Yolanda di sana sedang bersendirian, dirinya mengingat semula kejadian siang tadi. ia hanya diam dengan mengeluarkan air mata sedih. duduk tidak bergerak dan tidak peduli pada mobil yang lalu lalang di sana. ia mengalami depresi yang sangat berat sehingga terdiam bagaikan patung.
Tidak lama kemudian terdapat tiga pria yang berjas hitam sedang berjalan melewati jalan sana. mereka menghentikan langkahnya saat melihat wanita itu terdiam duduk di sana.
__ADS_1
"Bukankah dia adalah putri Almost?"
"Apa dia sudah gila dan tidak malu lagi! sehingga masih berani muncul setelah kejadian siang tadi?"
"Bukankah tadi saat kita meminta uang dengan ayahnya dan ayahnya mengatakan mereka sedang mengalami masalah. dan belum ada uang lagi. hutang mereka masih banyak dan wanita ini memang sangat sombong selama ini. dan sekarang dia seperti orang bodoh duduk di jalan."
"Kelihatannya mereka tidak sanggup bayar lagi. bagaimana jika kita lakukan sesuatu padanya!"
"Dia lumayan cantik, hanya terlalu sombong. tapi abaikan saja. yang penting kita bisa bermain dengannya!"
Tiga pria itu menghampiri Yolanda dan mengangkat ke pundak. lalu mereka berjalan ke tempat yang sepi tanpa siapapun di sana. tiga pria itu yang tak lain adalah lintah darat yang selama ini keluarga Almost berhutang pada mereka. hutang Almost tidak terbayar untuk bulan ini, sehingga membuat tiga pria itu nekad melakukan sesuatu terhadap Yolanda.
Saat tiba di tempat yang gelap mereka menghempaskan tubuh Yolanda ke lantai dengan kasar. akan tetapi wanita itu tidak ada reaksi sama sekali. ia hanya mengeluarkan air mata saat melihat tiga pria itu yang sedang melepaskan pakaiannya hingga tak tersisa. tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya sehingga tidak bisa berteriak, ia dalam kondisi sadar akan tetapi tak berdaya dan hanya bisa pasrah.
"Tubuhnya lumayan, biar aku mencicipinya dulu!" kata salah satu pria itu yang membuka ke dua kakinya dan langsung memasukan senjata ke dalam kewani.taan Yolanda.
Saat merasakan hentakan kuat dari pria itu Yolanda mengeluarkan air mata, ia harus menahan sakit dan tidak bisa berteriak dan hanya bisa membiarkan tiga pria itu saling bergantian menyetubuhinya.
Di malam itu tiga pria bergantian terus menerus dan juga merekam langsung kejadian dan kirim kepada Almost.
Pria yang sedang melakukan gesekan dengan cepat sengaja bicara menghadap rekaman itu dengan berkata," tuan Almost, apa kamu sudah melihatnya? kami sedang bargantian bermain dengan putrimu. lihatlah senjataku sangat menikmatinya. dan putrimu juga sangat menurut, ia hanya diam macam patung dan melayani kami. kau tidak perlu membayar hutangmu lagi. selepas ini putri mu akan melayani pria hidung belang. aku akan jual putrimu kepada mereka dan mendapatkan uangnya. anggap saja hutang mu sudah lunas," kata pria itu dengan sengaja.
Rekaman itu berdurasi selama dua jam. mereka saling bergantian merekam dan menyetubuhi wanita itu. Yolanda merasakan hancur dan semakin hancur dengan semua yang harus dia alami dalam sehari itu. tidak bisa lari dan juga tidak bisa bergerak hanya membuat dirinya mendapat penghinaan tiada hentinya.
Setelah selesai mereka mengenakan pakaian wanita itu dan kemudian membawanya ke tempat yang harus mereka kunjungi.
Di sisi lain Almost yang melihat rekaman itu dia semakin histeris dan tertekan, rasa hancur perasaannya sebagai orang tua yang harus melihat putrinya di gilir oleh tiga pria bejat. akan tetapi dirinya tidak tahu mencari kemana putrinya itu. dan kemudian ia pun terduduk lesu dengan perasaan yang sakit hingga menusuk jantung.
Ia menatap istrinya yang sedang koma dan memikirkan putrinya yang sudah di bawa pergi dan di jadikan sebagai pemuas para pria hidung belang.
"Sebagai suami aku gagal, sebagai orang tua aku gagal. andaikan di saat itu kami tidak meninggalkan Lolipop mungkin semua ini tidak akan terjadi. dan sekarang keluarga ini tidak terpecah," batin Almost.
__ADS_1