Mystery

Mystery
Ceraikan Kimberly


__ADS_3

"Ini pasti ada kesalahan, laporan ini salah, Raymond, Raycan adalah anakmu" ucap Candy dengan histeris dan menghampiri Raymond


"Hasil laporan sudah membuktikan bahwa Raycan bukan anakku, apa lagi yang kau inginkan?" bentak Raymond dengan kesal


"Ini tidak benar, Raymond. dia adalah anakmu, kita akan melakukan lagi tes DNA di tempat lain" pinta Candy yang memegang tangan Raymond


"Jangan menyentuhku, jika kau masih ingin mengulang tes DNA nya mari kita lakukan sekali lagi, dan setelah itu segera menghilang dari hadapanku" bentak Raymond


"Sudah cukup! hasil ini sudah membuktikan jika kau berbohong, dengan beraninya kau membawa anak orang lain untuk berbohong di hadapanku, mulai hari ini aku tidak ingin melihatmu dan anakmu itu" bentak Alex yang merasa kesal dan pergi meninggalkan rumah sakit, dan di ikuti oleh Raymond yang sambil merangkul pinggang Kimberly


"Raymond" teriak Candy yang ingin mengejar langkah Raymond, akan tetapi di hadang oleh Jacky


"Tidak ada gunanya jika kau memaksa, kau harus tahu akibatnya jika kau terlalu memaksa, hasil tes DNA tidak mungkin bisa salah, tapi dirimu lah yang berniat jahat pada keluarga kami" ujar Jacky


"Ini tidak benar, Jacky. Raycan adalah darah daging Raymond, ini adalah kenyataan. aku berani bersumpah jika aku tidak melakukan hubungan dengan pria lain" ucap Candy dengam histeris


"Dengan mengunakan katamu itu tidak bisa mengubah hasil DNAnya, jadi tidak perlu membuang waktu lagi" ketus Jacky yang berpaling dan melangkah pergi


Candy merasa hampir tidak percaya jika hasilnya bisa negatif, dirinya yang selama ini tidak berhubungan dengan pria lain selain Raymond, akan tetapi hasil DNA tidak sesuai dengan kenyataannya


"Kenapa bisa begini? ini semua tidak benar. sama sekali tidak benar" gumam Candy yang menangis dan terduduk di lantai dengan tangisannya yang pecah, serta harapannya yang ingin menjadi menantu keluarga Martinez telah pupus


Villa Keluarga Martinez


Alex yang kembali ke rumahnya merasa kesal karena di bohongi oleh Candy, bagaimana tidak di usianya yang tidak muda lagi mengharapkan kehadiran seorang cucu untuk penerusnya akan tetapi hasil DNA tersebut telah mengecewakan dirinya


Dengan merasa kesal ia pun langsung menghempaskan diri di sofa


"Bukankah sudah ku katakan sebelumnya jika bocah itu bukan anakku, tapi masih berharap" ujar Raymond yang berdiri di ruang tamu itu bersama Kimberly


"Aku tidak menyangka mantanmu itu sangat hebat, dia jual diri ke pria lain dan mengakui bocah itu sebagai anakmu" kata Simon dengan mengejek


"Wanita itu tidak ada hubungan denganku, percaya atau tidak terserah kalian" ketus Raymond memegang tangan Kimberly dan berjalan menuju ke anak tangga


"Tunggu!" teriak Alex yang bangkit dari sofa


"Ada apa lagi?" tanya Raymond dengan cuek dan menoleh ke ayahnya itu


"Tidak apa-apa jika bocah itu bukan anakmu, aku ingin kau dan Tina melangsungkan pesta pernikahan dalam bulan ini" jawab Alex


"Aku tidak mau menikahinya?" bantah Raymond dengan keras

__ADS_1


"Raymond, jangan menolak lagi, ini demi bisnis keluarga" bentak Alex


"Bisnis keluarga? kenapa tidak menyuruh dua anak mu itu untuk menikah? aku sudah memiliki seorang istri dan aku tidak butuh lagi" kata Raymond dengan tegas


"Kau harus menceraikan dia" ucap Alex dengan nada keras


"Menceraikan dia? atas dasar apa kau memerintahku?" tanya Raymond dengan tatapan kesal


"Aku adalah ayahmu" jawab Alex


"Tapi aku tidak bisa di perintah, nikahkan saja wanita itu dengan dua putramu ini" ketus Raymond


"Dia hanya wanita biasa, beri dia uang dan biarkan dia pergi" ketus Alex sambil menunjuk ke arah Kimberly


"Beri aku uang? memangnya papa sanggup memberiku seberapa banyak uangnya?" tanya Kimberly dengan sengaja


"Kau tidak layak menawar denganku" bentak Alex yang menatap ke arah Kimberly


"Jika uang yang papa berikan padaku melebihi uang yang Raymond berikan padaku lebih banyak, maka aku boleh mempertimbangkan" jawab Kimberly dengan sengaja


"Kau sangat lancang" ketus Alex dengan kesal


"Raymond, lihatlah sikap wanita ini" bentak Alex dengan nada tinggi


"Kimberly tidak salah! kau menganggapnya baju atau boneka sehingga bayar dengan uang dan suruh pergi, jangan lupa Kimberly adalah istri ku yang sudah sah" ucap Raymond


"Aku tidak peduli dengan semua itu, kau tidak boleh menolak dan melawan" ketus Alex


"Simon, Jacky, usir wanita ini keluar" perintah Alex dengan tegas


Simon dan Jacky yang berjalan menghampiri Kimberly dengan secara tiba-tiba Raymond langsung muncul di hadapan mereka berdua, sehingga membuat mereka terkejut dan memundurkan langkahnya


Tentu saja Raymond yang tiba-tiba berpindah posisi membuat mereka yang ada di sana merasa aneh


"Ingin menyentuh istriku? coba saja jika nyali kalian cukup besar" gertak Raymond dengan senyum


"Lakukan" perintah Alex


" Aku tidak percaya demi wanita ini kau akan melukai dua orang adikmu" ujar Alex


Simon dan Jacky mencoba untuk menghampiri Kimberly, posisi Raymond yang sedang berdiri di hadapan Kimberly sambil menatap dua adiknya yang sedang menghampiri mereka

__ADS_1


Di saat Simon dan Jacky semakin dekat jaraknya, Raymond langsung mencengkeram leher dua adiknya itu dengan sambil mengangkatnya


"Aaaarrrggghhh" jeritan Simon dan Jacky yang lehernya di cengkeram sehingga sulit untuk bernafas


"Raymond, apa kau gila ya? mereka adalah adikmu, jangan sembarangan" bentak Alex yang menghampiri Raymond dengan memukul kuat ke tubuh anaknya


Karena melihat Alex yang sedang memukul tubuh Raymond tanpa berhenti, Kimberly pun langsung menghampiri mertuanya itu


"Hentikan" bentak Kimberly yang mendorong Alex menjauh dari Raymond


Simon dan Jacky merasa sakit pada lehernya sehingga wajahnya memerah dan tidak lama kemudian Raymond menghempaskan dua adiknya itu ke lantai


Bruk


"Aaarrgghh" jeritan Simon yang merasa sakit


Bruk


"Aaarrgghh" jeritan Jacky yang merasa sakit yang terhempas ke lantai


Di saat yang sama Cecilia dan Tina yang melangkah ke ruangan itu telah melihat semua yang telah terjadi, tentu saja Cecilia merasa cemas dan menghampiri dua putranya itu


"Raymond, apa kau ingin mengambil nyawa mereka?" ketus Alex


"Jika mereka berani kurang ajar terhadap istriku, maka aku akan tidak akan sungkan mengambil nyawanya" kecam Raymond


Cecilia yang merasa kesal menghampiri Raymond dan ingin melayangkan tangan ke wajah anak tirinya itu


"Kau juga ingin melawanku?" ketus Raymond yang menahan tangan Cecilia dan mengenggamnya dengan erat sehingga wanita itu merasa kesakitan


"Raymond, lepaskan tanganmu"ketus Alex yang lagi-lagi menghampiri Raymond


Raymond langsung menarik tangan Cecilia dan mendorongnya sehingga terlempar jauh


Bruk..


Hentakan kuat tubuh Cecilia yang di lantai itu, sehingga wanita itu merasa sakit pada tubuhnya


Tina dan Alex yang melihat kejadian ini merasa sangat di kejutkan dengan tenaga dan sikap Raymond


"Apa masih ada yang ingin melawanku?" tanya Raymond dengan menatap ke arah Alex dan Tina

__ADS_1


__ADS_2