
"Aku akan melakukannya dengan perlahan tanpa menyakitimu" ucap Raymond dengan mencium wajah Kimberly
Raymond membuka kancing baju Kimberly, dengan secara lembut Raymond mencium bibir istrinya sehingga menurun ke leher dan tubuh istrinya itu yang sudah menampakkan baju dalamnya. setelah itu Raymond melepaskan baju dalam istrinya sehingga polos dan terlihat dadanya yang menonjol, Raymond lalu mencium dua buah dada yang menonjol itu dengan bernaf.su, sementara Kimberly merasa cemas dan malu karena tubuhnya sudah hampir telanjang dan di jelajahi oleh suaminya.
Dirinya yang merasa cemas hanya menarik sprei dengan kedua tangannya itu sambil memejamkan matanya.
Pakaian Kimberly telah di lepaskan semua oleh Raymond yang sedang mencium seluruh tubuhnya, dan kemudian Raymond pun melepaskan pakaiannya satu persatu sehingga tubuhnya polos tanpa sehelai benang.
"Kimberly, jangan takut" ucap Raymond yang melihat istrinya sedang cemas
"Bagaimana aku tidak takut? ini pertama kali bagiku, dan aku harus melepaskan malam pertamaku" kata Kimberly dengan kesal
"Serahkan dirimu padaku, aku akan menjadi sandaranmu untuk selamanya, hanya kau saja yang menjadi Ratuku" ucap Raymond dengan mencium bibir istrinya
Raymond mencium bibir istrinya selama beberapa menit, karena tidak ingin menakuti gadis itu, oleh karena itu Raymond dengan penuh kesabaran mencium Kimberly dengan lembut agar rasa takut yang di alami oleh istrinya akan berkurang.
Setelah beberapa menit kemudian
"Ratu, aku akan memulainya" ucap Raymond dengan berbisik di telinga istrinya
"Kenapa memanggilku Ratu?" tanya Kimberly dengan heran
"Karena dirimu adalah istriku, dan mutiara itu sudah di telan oleh mu, karena itu kau adalah Ratuku, hanya Ratuku saja yang layak memilikinya" jawab Raymond dengan senyum
"Mutiara? itu mutiara apa?"
"Suatu saat kau akan tahu" jawab Raymond dengan mencium bibirnya Kimberly
"Aku akan memulainya" kata Raymond dengan ingin menyetub*hi istrinya
Saat Raymond ingin melakukan penyatuan dirinya gagal ingin menguasai tubuh istrinya itu, berulang kali dia mencobanya akan tetapi tetap gagal masuk ke rah*m istrinya
Setelah beberapa menit kemudian
"Apa sudah selesai? kenapa aku tidak merasakan apapun?" tanya Kimberly dengan polos
"Kimberly, aku gagal melakukannya" jawab Raymond dengan berusaha mencobanya berulang kali
"Kenapa?"
"Karena ini adalah pertama kali bagimu, oleh karena itu aku masih belum bisa menembusnya"
__ADS_1
"Apa ukuranmu tidak cocok untukku ya?" tanya Kimberly dengan polos
"Bukan seperti itu, Kimberly" jawab Raymond yang masih sedang berusaha menembus milik istrinya itu
Di saat Raymond berhasil menembus keperawanan istrinya itu dan melakukan pergerakan dengan perlahan, Kimberly yang baru pertama kali tidak mampu menahan rasa sakit dan kepanasan sehingga~✓
"Aaaarrrggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhh" teriakan Kimberly yang menembus keluar kamar, sehingga kedengaran oleh Tina dan lainnya
"Ada apa dengan wanita itu? kenapa bisa berteriak seperti kesurupan" ketua Tina yang merasa kesal
"Ini bukan pertama kali dia berteriak, sudah biasa" kata Jacky
"Raymond, sakit sekali" jerit Kimberly yang mengeluarkan air matanya
"Darahnya banyak sekali, ini pertama kali baginya, jika aku melanjutkannya aku takut dia tidak bisa menahannya" batin Raymond
"Panas sekali tubuhku" keluhan Kimberly yang sedang menahan sakit
"Kimberly, kau merasa panas?" tanya Raymond yang menghentikan gerakannya
"Iya, panas dan sakit" jawab Kimberly dengan menangis
Raymond yang melihat istrinya sedang menangis langsung menghentikan aksinya karena merasa tidak tega. pada hal naf.sunya sedang memuncak
"Sakit dan panas, memangnya punya mu terbuat dari bahan apa kenapa bisa begitu keras dan panas?" tangisan Kimberly dengan terisak
"Maaf! aku telah menyakitimu" ucap Raymond yang langsung mengeluarkan miliknya
"Kenapa menjadi seorang istri saja harus begitu menderita" tangisan Kimberly yang tanpa berhenti
"Kimberly, aku sudah berhenti. aku tidak akan memaksamu" ucap Raymond dengan mengecup dahi istrinya
"Aku akan mengoles obat untukmu" kata Raymond dengan mengusap air mata istrinya
"Apa melakukan hubungan ini akan merasa panas ya?" tanya Kimberly dengan polos
"Seharusnya tidak!" jawab Raymond dengan mengusap air mata Kimberly
"Lalu, kenapa aku merasa panas?" tanya Kimberly dengan terisak
"Ini adalah salahku, waktumu belum tiba untuk melakukan ini" ucap Raymond dengan merasa bersalah
__ADS_1
"Kenapa belum tiba? aku bukan di bawah umur?" tanya Kimberly yang masih berada di bawah Raymond
"Ini masalahku bukan salahmu, aku yang tidak sabar, aku tidak akan melakukannya sebelum waktumu tiba" kata Raymond
"Apa kau tidak marah?" tanya Kimberly dengan mengusap air matanya
"Asalkan dirimu selalu di sisiku, maka aku tidak akan marah padamu" jawab Raymond dengan senyum
"Apa kau akan melakukannya dengan wanita lain untuk melepaskan hasratmu?"
"Apa kau ingin aku melakukannya dengan wanita lain? jika kau izinkan maka aku akan melakukannya dengan Tina ataupun Candy" ujar Raymond dengan sengaja mengusik istrinya
"Kau pria jahat" ketus Kimberly yang lagi-lagi mulai menangis
"Aku akan memberikanmu semua kartu kreditku untukmu, dan aku akan melakukannya dengan mereka" ujar Raymond dengan sengaja
"Aku menyesal menikah denganmu, kalau kau mau melakukan dengan mereka maka beri semua hartamu untukku, maka aku akan izinkan" jawab Kimberly dengan menangis terisak
"Hahahahaha, kau menangis seperti anak kecil, apa karena kamu merasa cemburu?" tanya Raymond dengan mengejek
"Kalau kau melakukan dengan mereka maka aku ingin bercerai, malam pertamaku sudah kau rusakkan, tapi kalau kau berani menyentuh wanita lain aku tidak mau melihatmu lagi" tangisan Kimberly yang menangis tanpa berhenti
"Kimberly, aku hanya bercanda denganmu, tidak mungkin aku melakukannya dengan wanita lain" bujuk Raymond dengan mengusap air mata istrinya
"Tapi kau gagal melakukannya denganku"
"Aku akan menunggumu hingga kau sudah bisa di suatu saat nanti" jawab Raymond dengan senyum
"Jangan menangis lagi, aku akan mengoles obat untukmu"
"Tidak usah, aku mau tidur"
"Baiklah, mari kita tidur" ujar Raymond yang berbaring di samping Kimberly dan sambil memeluknya
"Ini masih belum saatnya untuk aku melakukan hubungan dengannya, aku terlalu gegabah, tubuhku yang panas ini membuat Kimberly tidak mampu menahannya, mutiaranya belum beraksi sepenuhnya" batin Raymond
Jam dinding menunjukan pukul 01.00
Raymond yang masih belum tidur berada di salah satu ruangan sedang meneguk minumannya
"Aku adalah Raja Iblis Api yang berusia tiga ribu tahun, tapi malam pertama ku bisa gagal total bersama gadis yang ku suka" ucap Raymond dengan tersenyum dan mengeleng-geleng kepalanya
__ADS_1
"Jika aku tidak keluar minum bear maka aku takut tidak bisa menahan hasratku yang gagal di lepaskan tadi, aku sudah menyimpannya selama tiga ribu tahun dan akhirnya aku harus mengalami kegagalan" batin Raymond
"Kimberly gadis ini benar-benar membuatku tidak bisa menahan diri, kelihatannya mulai besok aku harus bersabar untuk menunggu sehingga dirinya bisa menerima tubuhku yang panas ini, malam ini sangat sulit bagiku. ternyata cukup menderita karena tidak bisa menuntaskan hasratku" gumam Raymond