
Kimbely yang merasa penasaran melihat ular raksasa itu yang sedang di baluti api sehingga membuatnya tertegun di sana.
"Apinya datang dari mana? kenapa bisa besar sekali apinya?" gumam Kimberly yang melihat ke arah api itu.
"Demon Fire, akhirnya kau muncul!" teriak raja ular yang sedang melawan api besar yang menutupi seluruh tubuh besarnya itu.
"Raja ular, malam ini aku akan membakarmu!" bentak Raymond yang berubah wujud aslinya sebagai Raja Iblis Api yang sedang membakar lawannya itu.
"Wah....ini adalah pertarungan sengit, mereka sama-sama bisa bicara, apakah api itu adalah iblis seperti wanita yang mengejarku kemarin?" ucap Kimberly yang merasa penasaran.
"Sotong ini masih saja bergerak-gerak, hm....lebih baik di bakar saja," gumam Kimberly yang kemudian melempar ke arah api itu sehingga menyebabkan pusaka si raja ular ikut dalam terbakar.
Tidak lama kemudian Ular raksasa itu ingin merayap ke arah Kimberly, dan api yang sedang membakarnya langsung menghilangkan lawannya dari hadapan Kimberly.
"Ke mana mereka? kenapa bisa menghilang?" tanya Kimberly yang melihat ke sana sini.
Di saat Kimberly sedang bersendirian tiba-tiba ada sesuatu yang di punggungnya.
"Jangan bergerak jika masih sayang pada nyawamu!" kecam seorang pria bersenjata yang sedang mengancam Kimberly dari belakang.
Kimberly yang di ancam membalikan badannya dengan perlahan ke arah pria yang di belakangnya.
"Kalian siapa?" tanya Kimberly yang melihat ada enam pria yang sedang menodong senjata ke arah dirinya.
"Kau adalah Kimberly, istrinya Raymond Martinez," kata salah satu pria bersenjata itu.
"Apakah kalian adalah orang suruhan keluarga Martinez untuk menangkapku?" tanya Kimberly yang tanpa merasa takut.
"Iya! tapi kami datang bukan untuk menangkapmu, melainkan untuk membunuhmu," jawab pria bersenjata itu
"Hah...malang betul nasibku malam ini, baru saja di kejar ular raksasa dan hampir saja menjadi santapannya, dan sekarang aku malah harus berhadapan dengan kalian yang brengs*k ini," ketus Kimberly.
"Kami akan membunuhmu! setelah itu kami akan membunuh suamimu juga!"
"Sebentar!" pinta Kimbely.
"Ada apa? apa ada permintaan?"
"Iya! aku hanya ingin meminta tolong pada kalian, jika aku sudah mati tolong sampaikan ke Raymond agar jangan terlalu cepat mencari istri baru, karena aku akan menjadi hantu gentayangan jika dia begitu cepat melupakan ku," jawab Kimberly.
"Kau ini aneh! sudah mau mati masih saja memikirkan hal itu!"
__ADS_1
"Kelihatannya hidupku sudah berakhir!
Raymond, kalau aku mati apa kau akan setia seperti paman Sean yang tidak akan menikah? aku berpikir terlalu banyak, kalau saja aku mati Raymond tentu boleh menikah lagi mana mungkin aku memintanya jangan menikah," batin Kimberly.
Salah satu pembunuh bersenjata melepaskan tembakan menembus jantung Kimberly.
DOR...
"Aarghh..." jeritan Kimberly yang terlempar sejauh beberapa meter akibat kekuatan peluru tersebut, sehingga membuatnya tergeletak tidak bergerak.
"Apa dia sudah mati?" tanya salah satu pembunuh itu.
Mereka berjalan menghampiri Kimberly yang tewas akibat jantungnya di tembus oleh peluru.
"Dia sudah tidak bernyawa!" ujar salah satu pembunuh itu.
"Sekarang kita pergi cari suaminya!" ajak temannya yang lain.
"Mari kita pergi periksa di dalam rumahnya!"
Saat mereka berjalan menuju ke rumah milik Raymond tiba-tiba saja muncul beberapa iblis api di hadapan mereka.
"Siapa kalian?" tanya salah satu pembunuh itu yang sambil menodong senjata ke arah mereka.
"Kami adalah Iblis Api yang akan membakar kalian sehingga tewas!" jawab mereka dengan serentak.
Para pembunuh itu melepaskan tembakan dengan serentak..
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Apa kalian mengira berguna bagi kami dengan peluru kalian?" tanya salah satu iblis api itu.
Semua iblis api mengeluarkan api di tangan mereka dan kemudian membakar semua pembunuh itu, serta semburan api dari mulutnya mengenai para lawannya.
"Aarrgh..."
"Aarrgh..."
"Aarrgh..."
"Aarrgh..."
__ADS_1
"Aarrgh..."
"Aarrgh..."
Teriakan mereka dengan serentak akibat api yang melalap tubuh mereka, dan tidak lama kemudian para iblis itu menghilang bersama para pembunuh.
Tidak lama kemudian peluru yang menancap ke jantung Kimberly tiba-tiba keluar dari tubuh gadis itu tanpa mengeluarkan darah sedikit pun.
"Uhuk...uhuk...uhuk...sakit sekali jantungku," keluhan Kimberly yang mengelus dadanya.
"Di mana mereka ya? apa karena mengira aku sudah mati, oleh karena itu mereka pergi meninggalkanku!" gumam Kimberly.
"Ini peluru yang di gunakan mereka? tadi aku merasa sakit sekali karena mengenai tepat pada jantungku, dan kenapa bisa keluar dari tubuhku ya?" gumam Kimberly yang memegang sebutir peluru itu
"Kenapa aku tidak terluka? bahkan bekas luka saja tidak ada," batin Kimberly.
"Aku ingin mencoba menghubungi Raymond, para pembunuh itu tidak boleh tahu dia ada di mana," kata Kimberly yang sedang berlari menuju ke rumahnya.
Di sisi lain Raymond sedang bertarung dengan raja ular, ular raksasa itu melilit dirinya sambil menahan serangan api besar yang sedang menyelimuti tubuhnya.
"Demon Fire, kau tidak akan sanggup membakarku, kulitku tidak akan mempan dengan apimu," teriak Ular raksasa yang merayap ke mana-mana dengan tubuhnya yang di penuhi api sehingga tidak menampakan lagi tubuhnya itu.
"Lihat saja aku akan membakar mu sampai mati malam ini!" ujar Iblis Api yang semakin besar dan marak apinya dan menutupi seluruh tubuh lawannya itu.
Pertarungan mereka berlangsung selama setengah jam.
"Aaarghh...." jerit ular raksasa yang sedang merayap dengan laju, sehingga masuk ke dalam tanah dan menuju ke sembarangan arah.
Raja ular yang di bakar oleh Raja Api berusaha ingin melepaskan diri dari lawannya itu, akan tetapi usahanya tetap gagal, karena ke mana pun ia pergi tubuhnya tetap tidak terlepas dari kobaran api yang semakin membesar.
Pertarungan mereka yang di dalam hutan itu telah menyebabkan kebakaran di mana-mana, api yang marak mengenai semua daun-daun dan ranting pohon itu, Demon menyelimuti lawannya di seluruh tubuh ke mana pun ia pergi, karena kelamaan bertarung dan Demon mengeluarkan kekuatan apinya yang semakin marak membuat ular raksasa itu ingin melepaskan diri. dirinya hanya bisa merayap di dalam tanah dan menabrak banyak pohon-pohon sehingga tumbang.
"Aaarrgghh..." teriakan raja ular yang sedang kepanasan.
Karena merasa panas akhirnya Raja ular keluar dari tanah dan merayap sambil menabrak semua yang ada di depan matanya.
"Kau tidak akan bisa lari!" kata Iblis Api yang mengema keseluruhan hutan sana.
"Demon Fire, kau tidak akan bisa berhasil membakarku," teriak Raja ular yang menabrak pohon sehingga hancur satu-persatu.
"Pertarungan malam ini akan membuktikan siapa yang layak untuk hidup dan siapa yang seharusnya mati," bentak Demon dengan nada tinggi.
__ADS_1