
Sea World Group.
"Raymond, kapan aku baru bisa bekerja? sudah lama aku tidak masuk!" tanya Kimberly yang sedang duduk di sofa ruangan kantor suaminya.
"Kimberly, bagaimana kalau kamu bekerja di sini saja?" tanya Raymond yang sedang fokus pada laptopnya.
"Bekerja di sini, sebagai apa?" tanya Kimberly yang menatap ke arah suaminya yang sedang duduk di kursi besarnya.
"Sebagai sekretaris pribadiku!" jawab Raymond dengan senyum.
"Sekretaris pribadimu? bukankah di luar kau sudah ada sekretaris?"tanya Kimberly dengan heran.
"Tapi aku ingin kau bekerja di sini! karena kamu sudah berpengalaman menyiapkan semua laporan, oleh karena itu aku ingin kau di sini dan membantuku!" jawab Raymond.
"Apa yang bisa ku lakukan untukmu? perusahaanmu adalah perusahaan besar, sedangkan aku hanya karyawan kecil saja!"
Raymond tersenyum dan bangkit dari kursinya, pria tampan dan dewasa itu berjalan dan duduk di samping istrinya dengan berkata," siapkan keperluanku, seperti dokumen untuk rapat dan untuk pertemuan dengan klien, siapkan kopi untukku. hanya ini yang aku ingin kau lakukan untukku. dan juga menemaniku di sini!"
"Semua yang kau katakan itu sudah di lakukan oleh sekretarismu. dan kenapa kau masih memintaku di sini?"
"Karena aku ingin kau yang melakukannya!" jawab Raymond dengan senyum dan mencium bibir istrinya.
"Aku hanya ingin kau di sisiku, dengan begitu aku akan lebih tenang."batin Raymond.
Sesaat kemudian Kimberly melepaskan ciumannya.
"Raymond, nanti siang aku ingin ke rumah sakit melihat mereka. atas kesalahanku mereka harus di rawat inap di sana!" ucap Kimberly dengan merasa bersalah.
"Jangan khawatir! mereka sudah baikan dan tidak ada luka lainnya," kata Raymond yang mengecup dahi istrinya.
"Paman dan Holdie adalah keluargaku, tapi selama ini aku tidak pernah menjaga mereka!" ucap Kimberly.
"Jangan merasa sedih! nanti siang kita pergi melihat mereka, dan kita akan membeli makanan kesukaan mereka ya!" ujar Raymond dengan mengelus rambut istrinya
"Iya! jawab Kimberly dengan mengangguk.
Raymond melanjutkan ciuman dengan istrinya selama beberapa menit.
Setelah beberapa saat kemudian Almost dan keluarganya tiba di depan perusahaan Sea World Group.
__ADS_1
Almost bersama anak dan istrinya berjalan menuju ke ruangan kantor presiden direktur utama dengan di dampingi oleh sekretaris perusahaan.
Di sisi lain Kimberly yang juga menuju ke ruangan suaminya itu, ia menghentikan langkahnya karena melihat dua wanita dan seorang pria yang tidak asing baginya.
"Almost, Yolanda, kalian masuk dulu! aku ingin ke kamar kecil sebentar!" kata Veronica.
"Baiklah!" jawab Almost.
"Tuan Almost, Nona Yolanda, silakan masuk!" ucap sekretaris yang membukakan pintu kantor ruangan atasannya
"Kenapa mereka ada di sini? apakah mereka adalah orang akan bekerja sama dengan Raymond?" ucap Kimberly.
"Mereka adalah musuhku, tapi aku mana bisa memberitahu Raymond. ini adalah masalah pribadi mana bisa di campur adukkan. hm...bagaimana kalau aku mencari kesalahan mereka saja. wanita itu ingin ke kamar kecil. coba ikuti saja dia mana tahu aku bisa mendapatkan kesalahannya!" batin Kimberly.
"Tuan Martinez, sangat senang karena bisa bertemu dengan Anda hari ini, ini adalah manajer kami dan dia adalah putriku juga, Yolanda!" kata Almost dengan ramah.
"Terima kasih, Tuan Martinez. karena meluangkan waktu untuk kami!"ucap Yolanda dengan sopan.
"Langsung ke poin saja!" tegas Raymond.
Yolanda menjelaskan semua ide mengenai proyek yang ingin dia jalankan bersama presiden direktur, Raymond Martinez.
Sementara Veronica yang ingin ke kamar kecil ia di temani oleh salah satu staf perusahaan untuk menunjukan jalan. dan tanpa dia sadari jika Kimberly sedang mengikutinya dari tadi.
"Nyonya, sini adalah tempatnya!" ucap staf wanita itu dengan sopan.
"Hm.." jawab Veronica dengan gaya sombongnya.
Veronica yang menginjak masuk ke kamar kecil itu ia merasa kesal saat lantai keramik dalam sana agak basah, karena seorang petugas cleaning service sedang mengepel lantai.
"Hei...apa kau gila ya, wanita tua!" bentak Veronica yang menatap tajam ke arah wanita yang sedang mengepel dengan ember yang berisi air sabun.
"Ada apa Nyonya?"tanya petugas cleaning service yang adalah seorang wanita paruh baya.
"Ada apa...ada apa! apa kau tahu harga sepatuku ini sangat mahal. walau kau bekerja selama setahun juga tidak akan sanggup membelinya!" bentak Veronica dengan mendorong wanita itu sehingga terjatuh.
BRUGH...
"Aarrghh...." teriakan wanita itu yang merasa kesakitan.
__ADS_1
"Dasar orang rendahan..kampungan...tidak berguna...menjijikan sekali!" ketus Veronica dengan menghina tanpa berhenti.
"Maaf Nyonya, saya tidak tahu jika Anda ingin masuk ke sini dan waktu sekarang memang adalah tugas kami untuk membersihkan kamar kecil ini!" ucapnya yang sedang berusaha untuk berdiri.
"Maaf...maaf...tidak ada gunanya kau minta maaf padaku. karena harga sepatuku ini orang rendahan seperti dirimu tidak akan sanggup mengantinya, sudah miskin tidak tahu diri. apa kau tahu siapa aku? aku adalah pemilik perusahaan Almost. hari ini aku akan bekerja sama dengan atasan kalian. dan aku akan menyuruh perusahaan ini memecat orang rendahan sepertimu," teriak Veronica dengan nada tinggi.
Prok...prok...prok...
Tepukan tangan Kimberly yang melangkah masuk ke dalam dan menghampiri Veronica yang sedang berdiri di sana. sementara petugas cleaning service masih sedang terduduk akibat sakit pada kakinya.
"Hebat sekali Nyonya Almost, dengan mengunakan identitasmu menghina orang. pantas saja putri mu juga begitu kurang ajar dan tidak mendidik sama sekali," ketus Kimberly.
"Kau siapa? berani sekali kau menghinaku dan putriku, kurang ajar!" teriak Veronica yang ingin melayangkan tangannya.
"Dasar sombong!" bentak Kimberly yang menahan tangan wanita itu.
"Singkirkan tanganmu yang kotor itu!" teriak Veronica yang tangannya di genggam erat oleh Kimberly
"Kalian bukanlah perusahaan terbesar, dan kalian ke sini hanyalah mengemis minta kerja sama. presiden direktur belum tentu akan bekerja sama dengan sekeluarga kalian yang sombong ini!" bentak Kimberly dengan melepaskan tangan wanita itu
"Kelihatannya kau hanyalah karyawan rendahan di sini, apa kau layak bicara denganku. orang rendahan sepertimu seharusnya bekerja di night club saja, karena wajahmu masih cantik dan aku yakin jika kau jual diri pasti masih laku!" ketus Veronica dengan menghina.
"Wanita tua, mulutmu itu harus di jaga. apa kau tahu dengan kelakuan mu tadi kau tidak akan bisa lagi mengangkat kepala mu di luar sana. apa lagi bekerja sama dengan perusahaan kami. aku yakin Raymond tidak akan bekerja sama denganmu!" bentak Kimberly.
"Kau hanyalah karyawan rendahan, segala keputusan bukan di tanganmu, lihatlah pakaianmu ini apakah semahal pakaianku? tidak sama sekali. kelihatannya kau juga tidak bersekolah tinggi, dengan gaya mu ini tidak akan ada pria yang mau menikahimu dan hanya ada pria hidung belang yang kau tidur denganmu!" ketus Veronica dengan menghina.
"Semua yang ada di tubuhmu ini adalah barang bermerk, hanya saja sangat di sayangkan mulutmu itu lebih busuk dari bangkai tikus!" ucap Kimberly.
"Kurang ajar!" teriak Veronica yang lagi-lagi ingin melayangkan tangannya.
Kimberly yang kesal mengangkat ember berisi air sabun dan menyiram ke wajah Veronica sehingga membasahi seluruh tubuh wanita itu.
Byiur...
"Uhuk...uhuk...uhuk..." suara batuk Veronica karena air sabun yang masuk ke mulutnya.
"Aaarrgghhh..." teriakan Veronica mengema satu ruangan itu
"Air sabun ini bisa mencuci mulutmu yang busuk itu!" ketus Kimberly.
__ADS_1