Mystery

Mystery
Mimpi


__ADS_3

Makan siang bersama.


"Demon, apa tindakanmu mengenai siluman yang mulai berkeliaran di kota?" tanya Kimberly yang sambil menyuapi putrinya.


"Aku mengutuskan semua iblis api untuk memantau di setiap sisi kota ini," jawab Demon sambil mengambil lauk dan meletakan ke piring istrinya.


"Aku merasa khawatir karena semakin banyak jatuh korban, apa ada caranya untuk menangkap ratu silumannya?"


"Untuk saat ini belum ada," jawab Demon sambil menyantap makanan.


"Tentu saja aku bisa menangkap ratu siluman itu, hanya saja aku merasa tidak tenang jika meninggalkan rumah, bagaimana jika di saat aku tidak ada di rumah dan siluman itu datang menemui Kimberly dan anak-anak, ini sangat bahaya bagi mereka. apa lagi Kimberly sedang hamil aku tidak mau dia dalam bahaya," batin Demon.


"Kimberly, makanlah dulu! biar aku yang menyuap putri kita!"


"Tidak ada apa-apa, aku saja yang melakukannya," jawab Kimberly.


"Aku bisa makan sendiri, Ma. Mama makan saja dulu, adik juga mau makan. jadi mama harus makan yang banyak," ujar Deberly.l


"Hahahaha...Deberly, pintar. bisa tahu jika adik mau makan juga," kata Demon dengan tertawa.


"Papa, adik kan berada di dalam perut. tentu saja dia harus makan juga," jawab Deberly yang sambil melahap makanannya.


"Demon, bahan sudah mau habis, aku ingin belanja!"


"Aku akan temankan kamu! kapan kamu ingin membelinya?"


"Bagaimana kalau sore ini?"


"Bisa, sore kita pergi," jawab Demon dengan senyum.


Setelah beberapa jam kemudian.


Demon mengantar istrinya ke pusat perbelanjaan bersama si kembar.


Demon mengendong Deberly dan sambil memegang tangan Debermon, sedangkan Kimberly sibuk memilih bahan dapur.


"Demon, buah-buahan ini sangat segar, bagaimana kalau kita membelinya?" .


"Beli saja apa yang kamu suka, tidak perlu bertanya pendapatku, sayang," jawab Demon.


"Kalau begitu aku akan membeli lebih banyak," kata Kimberly yang sambil memilih buah yang ada di depannya.


"Ada buah strawberry dan lemon," ujar Kimberly yang menunjuk ke arah buah-buahan yang dia lihat itu.


"Papa, kenapa mama tiba-tiba saja ingin membeli buah yang rasanya asam?" tanya Deberly.

__ADS_1


"Mama dulu tidak menyukai buah strawberry dan lemon, kenapa sekarang mama jadi beli buah yang asam?" tanya Debermon dengan heran.


"Mungkin ini karena mama hamil dan mengidam, ibu hamil harus makan apa yang dia mau, mari kita bantu mama memilih buah-buahan!" ucap Demon pada putra putrinya.


"Demon, lihatlah lemon ini wangi sekali," kata Kimberly.


"Pilihlah berapa yang kamu inginkan, bagaimana dengan buah sangkis? apa kau menyukainya?"


"Mau juga," jawab Kimberly yang sambil sibuk dengan tangannya.


Setelah satu jam kemudian


"Kimberly, apa semua ini sudah cukup? tidak ada yang kurang?"tanya Demon yang sedang mendorong keranjang belanjaan.


"Sudah lengkap semuanya, bahan-bahan sudah ada, kita sudah boleh pulang!" jawab Kimberly.


"Apa kamu merasa lelah?"tanya Demon yang mengeluarkan sapu tangan lap keringat istrinya


"Aku hanya mengantuk, dan ingin tidur sebentar," jawab Kimberly.


"Baiklah, mari kita ke kasir dulu!" ajak Demon yang mendorong keranjang tersebut.


"Anak-anak pegang tangan mama ya!"


"Iya, Pa," jawab mereka dengan serentak.


Malam hari.


Mansion Demon.


Di malam itu Kimberly sedang tidur di pelukan suaminya. saat tertidur pulas ia mengerakan kepalanya dan mulai merasa tidak nyaman, keringat mulai membasahi wajah wanita itu.


Demon yang ketiduran terbangun karena merasakan gerakan istrinya.


"Kimberly, apa kamu baik-baik saja?" tanya Demon yang menyentuh wajah istrinya yang basah.


"Tidak....jangan...," ucap Kimberly yang tidak sadar diri.


"Kimberly, apa kamu bermimpi buruk?" tanya Demon yang berusaha membangunkan istrinya.


"Jangan sentuh anakku! tolong jangan sakiti dia!" tangisan Kimberly yang menarik baju suaminya.


"Kimberly, buka matamu, tidak ada yang bisa memyakiti anak kita," bujuk Demon yang berusaha membangunkan istrinya.


"Demon, lindungi anak kita!"

__ADS_1


"Kimberly, aku akan melindungi anak kita. aku tidak akan membiarkan siapapun yang menyentuhmu dan juga anak kita. jangan takut. tidurlah dengan tenang!" bujuk Demon sambil memeluk istrinya.


Kimberly mengalami mimpi yang buruk dan menakutkan sehingga dia mengigau semalaman. Debermon dan Deberly ikut terbangun sehingga Demon harus menidurkan mereka berdua.


Di sepanjang malam Demon berusaha menidurkan dua buah hatinya itu, sambil menenangkan istri yang tidur dengan tidak nyaman.


Keesokan harinya. Kimberly baru membuka matanya. saat ia bangun merasa mengantuk yang sangat berat. Demon dan anak-anak masih tertidur pulas di sampingnya.


"Kenapa semalam aku seperti tidak tidur saja? mengantuk sekali, sepertinya aku bermimpi dengan sangat nyata," batin Kimberly.


"Selamat pagi, Kimberly. kamu sudah bangun," ucap Demon yang mengecup dahi istrinya.


"Selamat pagi, Demon. aku sepertinya tidak tidur semalaman. mata ku berat sekali," kata Kimberly.


"Kamu bermimpi semalaman, dan susah tidur. tentu saja kamu masih mengantuk," jawab Demon.


"Iya, semalam seperti nyata saja kejadiannya," kata Kimberly.


"Kimberly, katakan apa mimpimu semalam!"


"Demon, aku bermimpi ada iblis yang ingin mengambil janin dalam kandunganku. aku berlari dan berteriak namamu dan dia mengejarku terus menerus. di saat aku berlari aku tersungkur dan dia memaksa ingin mengambil anak kita, aku tidak tahu itu iblis apa," jawab Kimberly.


"Jangan cemas! ini hanya sebuah mimpi saja, tidak berarti apa-apa sama sekali. tidurlah kalau masih mengantuk," kata Demon yang memeluk istrinya dengan erat.


"Demon, aku baru ingat iblis itu memiliki banyak kaki yang panjang, hanya saja aku tidak bisa ingat bentuk tubuhnya seperti apa," ujar Kimberly.


"Tidak perlu ingat, ini hanya mimpi saja dan jangan takut!" bujuk Demon dengan menenangkan istrinya.


"Demon, apakah mimpiku ini adalah petanda akan ada bahaya yang terjadi?" tanya Kimberly yang merasa khawatir.


"Tentu saja tidak, jangan berpikir sembarangan! Kimberly, kamu sedang hamil jangan berpikir yang tidak terjadi ya!" bujuk Demon yang mengelus kepala istrinya dan sambil memeluknya.


"Iya, mungkin aku yang berpikir sembarangan," ucap Kimberly yang tidak lama kemudian tertidur di dalam pelukan suaminya.


Beberapa hari kemudian.


"Deberly, Debermon, jangan main-main lagi cepat pergi mandi dulu ya!" panggil Kimberly.


"Sebentar, Ma. kami sedang menyusun mainan," jawab Debermon dan Deberly.


"Jangan lama-lama! cepat mandi dan cepat ganti pakaian kalian," ujar Kimberly dengan tegas.


"Kakak, beberapa hari ini mama agak emosi, apa karena mama hamil?" tanya Deberly.


"Kata papa ibu hamil memang banyak perubahannya, beberapa hari ini mama lebih sering mengoceh, saat mama sedang memotong buah lemon saja buah itu menjadi hancur di buatnya," kata Debermon

__ADS_1


"Kenapa begini?"


"Kulit lemon mungkin agak tebal sehingga mama sulit membukanya, oleh karena itu mama membelahnya dengan pisau sehingga hancur," jawab Debermon.


__ADS_2