Mystery

Mystery
Mystery. (11)


__ADS_3

Menyisakan Lyon, dan empat musuh yang masih hidup


Yuna dan Yuichi langsung menjauh dari tempat mereka membunuh musuhnya, karena sekarang giliran Kanata yang menyerangnya


Kemampuan Kanata terbilang sangat mematikan bagi musuh bahkan dirinya sendiri


Terkadang Kanata terluka akibat serangannya sendiri.


Kanata langsung berlari, dan berhenti tepat dibelakang Lyon dan pasukannya yang tersisa


"kau tidak bisa menghidar lagi sekarang" kata salah satu pasukannya itu


"memang benar, aku tidak akan berlari lagi, tapi aku memberikan kalian kesempatan untuk pergi dari sini atau....kalian terbunuh sekarang juga" jawab Kanata yang sedikit mengatur nafasnya


"kami tidak sendiri, tapi kau sendiri"


Lyon menghindar, membiarkan bawahannya bertarung melawan ketua detektiv.


"jadi, kalian lebih memilih disini" Kanata menatap langit yang cerah dan begitu menyejukkan


"jika itu kemauan kalian, tidak ada hari esok untuk kalian" lanjut Kanata, lalu menatap kesemua musuhnya


"tembak!!" kata salah satu musuh didepannya


Dorr...


Dorr...


Dorr...


Peluru dengan cepat meluncur kearah Kanata.


Kanata melompat cukup tinggi sekitar 3 meter


Musuh yang kebingungan, langsung berhenti menembak, ada juga yang masih menembaknya keatas


Kanata yang masih diatas, melempar pisau kearah musuh yang berada dibawah. Kanata mulai turun, tapi sebelum turun Kanata menendang beberapa musuhnya


Bukk


Bukk


Ada juga yang dia injak, jadi sudah dipastikan ada bagian tubuh musuhnya yang hancur akibat ulah nyaa.


Bahkan tidak tanggung tanggung Kanata menginjaknya.


Ada yang diinjak bagian kepala, ada yang bagian leher, dan ada juga bagian jantung


Kanata mendarat dengan sempurna, lalu berlari dan menendang musuh ya yang masih bernafas.


Dukk..


Bukk..


Saat musuh sudah hampir meregang nyawa, Kanata menghancurkan organ dalam mereka, dengan cara diinjak atau dibelah menggunakan pisau lipat kecilnya ituu


Srekk..


Srekk..


Darah mengalir deras, bahkan organ dalam musuhnya berceceran dimana mana, lalu dibiarkan begitu sajaa


Yahh bisa dibilang Kanata itu Psikopat, dan yang mengetahui dirinya, hanya Yuichi dan Yuna dan tangan kanannya.


Tersisa Lyon.


Kanata langsung berlari kearah Lyon, dan berniat membunuhnya.

__ADS_1


"kumohon hentikan!" Val datang, lalu menghadang Kanata yang berniat membunuh temannya itu, Lyon.


"menyingkir Val" Kanata masih berniat membunuh Lyon


"Val, kau tidak berhak melindungiku, biarkan dia membunuhku" Lyon diam diam mengeluarkan Pistolnya


Dorr..


"a..apa yang-" Val tersungkur ke tanah, membuat ketiga detektiv terkejut.


Lyon menembak kaki kanan Val, dengan senjatanya, dan langsung berlari meninggalkan Val dan ketiga detektiv itu


"maafkan aku Val, aku tidak akan menyalahkan mu kalau kamu membenciku" sebelum pergi, Lyon bergumam sendiri dan menatap Val dengan menyesal.


Val setengah sadar dan hampir kehilangan kesadarannya.


Yuna berusaha menghentikan pendarahannya


Lalu Kanata mengambil ponsel dari saku jaketnya, dan menekan nomer telfon seseorang


Saat tersambung...


"halo boss" kata yang Kanata telfon


"cepat bereskan kekacauan ini" kata Kanata dengan datar, seolah olah hal ini bukan perbuatannya


"baik boss" jawabnya


"dan satu hal lagi, cari tahu tentang orang yang bernama Lyon, dia teman dari Rivaldi"


"siap, boss"


Lalu Kanata mematikan telfonnya dan menaruh ponsel dijaketnya semula


"haa...kau benar benar membuat kekacauan, bagaimana kalau penghuni disini mengetahui sifat mu yang sebenarnya?" Yuichi mendekati Kanata


"lebih baik kita masuk dulu" Yuna ikut berbicara, selesai menghentikan pendarahan Val


Yuichi membantu Val berjalan disusul Yuna menuju ruang perawatan. Sedangkan Kanata kembali keruangan pribadinya.













Yuichi dan Yuna keluar ruang perawatan dan menuju ruang tengah


*ruang tengah


Penghuni lainnya sudah menunggu diruang tengah

__ADS_1


"apa yang terjadi?" tanya River


"bukan masalah yang besar" jawab Yuna sambil menghela nafas


"dimana kak Val?" Lara ikut bertanya


"Val diruang perawatan, dia terluka dibagian kaki, tapi jangan khawatir Lara" Yuna mengelus kepala Lara, dan tersenyum


Lara ikut tersenyum, walau sebenarnya agak khawatir dengan keadaan Val.


"Yuna, aku mau menemui Val" Yuichi bangun dari duduknya, merasa ada yang janggal


"baiklah, sekalian tolong cek keadaan nyaa" Yuna mempersilahkan


Yuichi lalu pergi melangkah keruangan perawatan


Sampainya...


Tokk.. Tokk.. *ketukan pintu


"Val, kau sudah bangun? "


..... Tidak ada jawaban


"Val, ini aku Yuichi"


..... Masih belum ada jawaban


Yuichi merasa bahwa Val masih belum sadarkan diri berniat membiarkannya beristirahat.


Saat Yuichi melangkah mundur...


Prank...


Terdengar suara pecahan kaca yang membuat Yuichi langsung mendorong pintu. Lalu Yuichi msuk kedalam


"Val...!!!"
















__ADS_1


Jangan lupa vote nyaa yaa🌸🌷


__ADS_2