Mystery

Mystery
Demon Kehilangan


__ADS_3

Serangan api besar tingkat tujuh dari Demon meledakan hewan besar itu.


Duar...duar...


Ledakan tubuh hewan raksasa sehingga dagingnya yang hancur berjatuhan ke lautan besar dan luas itu. setelah hewan itu tewas Demon langsung menghilang dan berdiri di tepi pantai sana sambil mengambil nafas. ia yang berada di dalam laut sulit baginya untuk bernafas dan hanya bisa menahan sambil mengeluarkan kekuatannya.


"Akhirnya dia tewas,tapi gurita lainnya masih ada, jumlahnya juga tidak sedikit. kota ini seperti kota hampir kiamat," batin Demon.


Sesaat kemudian Demon menghilang dan kembali ke rumahnya.


Saat muncul di rumahnya ia melihat kaca jendelanya yang pecah, dan karena merasa khawatir dirinya langsung mencari keberadaan keluarganya itu.


"Kimberly, Deberly, Debermon...." teriak Demon yang berlari menuju ke kamarnya.


Klek.


Demon melangkah masuk ke dalam kamar akan tetapi tidak melihat anak dan istrinya.


"Mutiara api, di mana kau berada?cepat tunjukan padaku!" teriak Demon yang merasa cemas.


Demon lalu memejamkan matanya untuk mencari keberadaan istri dan anaknya itu.


"Deberly dan Debermon masih hidup, tapi di mana Kimberly? kenapa aku tidak bisa mendeteksinya?"batin Demon.


Sesaat kemudian Debermon dan Deberly muncul di belakang Demon bersama iblis api.


"Papa, Papa," tangisan si kembar dan langsung berlari menghampiri ayahnya itu.


"Debermon, Deberly," sahut Demon yang memeluk buah hatinya.


Tangisan si kembar pecah saat bertemu kembali dengan ayah mereka.


"Raja," sapa iblis api.


"Apa yang terjadi? di mana ratu?" tanya Demon yang merasa cemas.


"Ratu dia...?" jawab iblis api yang terhenti.

__ADS_1


"Papa, mama di bawa pergi oleh gurita," tangisan Deberly yang histeris.


"Mama demi melindungi kami dia melompat ke air tanpa memikirkan nyawanya," ujar Debermon yang sedang menangis.


"Papa, mama melawan gurita itu demi ingin menyelamatkan kami, dan mama yang menjadi korban. hewan itu sangat jahat tidak ingin. melepaskan mama," kata Deberly sambil menangis tanpa berhenti.


"Mama mengunakan sisa tenaganya untuk mendorong kami keluar dari air, pada hal mama bisa pergi tapi mama memilih menyelamatkan kami dan rela berkorban," tangisan Debermon yang histeris.


Tangisan si kembar pecah karena kehilangan mamanya yang kini belum mengetahui nasibnya antara hidup dan mati.


Demon yang mendengar ucapan putra putrinya merasa lemas dan terduduk sambil mengeluarkan air matanya. dirinya tidak sanggup menerima kehilangan wanita yang dia cintai selama ini.


Karena merasa tidak bisa menerima Demon memejamkan matanya untuk mendeteksi keberadaan mutiara api itu.


"Aku yakin Kimberly masih hidup dia pasti masih hidup, mutiara api cepat tunjukan di mana posisimu! aku tahu kau pasti bisa melindunginya. dia adalah majikanmu. cepat menyala dan biarkan aku mengetahui kau ada di mana," batin Demon.


Demon mencoba berulang kali untuk mendeteksi keberadaan mutiara tersebut, akan tetapi tetap tidak bisa mendapatkan jejak mutiara itu.


"Apa kalian ada melihat kejadiannya?" tanya Demon yang matanya memerah.


"Papa, aku mau mama, mama mengunakan nyawanya untuk melindungi kami," tangisan Deberly sambil menarik kemeja Demon.


"Mama bisa saja selamatkan dirinya, tapi demi melindungi kami dari bahaya dia rela berkorban," tangisan Debermon dengan histeris.


"Papa, aku berjanji akan mendengarkan mama dan tidak melawan lagi di saat menyuruh kami mandi. kami mau mama," teriak Deberly yang menangis tanpa berhenti.


"Papa, aku masih mau tidur di pelukan mama dan makan masakannya," tangisan Debermon yang wajahnya di basahi oleh air matanya.


"Debermon, Deberly, jangan menangis! papa akan mencari mama sampai dapat," ucap Demon yang memeluk buah hatinya yang sedang menangis dengan histeris.


Air mata Demon mengalir deras saat mendengar kejadian yang menimpa istrinya. sambil menahan kesedihan ia juga ingin membunuh hewan itu dan mencari keberadaan wanita yang paling dia cintai.


"Kalian bawalah anak-anak ke tempat yang aman! dan biarkan aku mencari Kimberly sampai dapat," perintah Demon yang melepaskan pelukannya.


"Papa, kami mau membantu mencari mama!" pinta Debermon.


"Iya, kami mau membantu papa, kami juga mau membunuh hewan itu," ujar Deberly sambil menangis.

__ADS_1


"Anak papa yang pintar, kalian harus menjaga diri kalian baik-baik di saat papa tidak ada di sisi kalian, jadilah orang yang berguna dan jangan tunduk pada kejahatan. dengarlah kata kakek paman dan bibi Holdie. jangan nakal, jika tidak maka papa dan mama pasti akan sedih," kata Demon yang mengusap air mata putra putrinya.


"Papa berjanji cepat pulang bersama mama ya!" tangisan Debermon.


"Papa berjanji padamu, sayang,"ucap Demon yang meneteskan air mata.


"Bawa mereka pergi!" perintah Demon pada anggotanya.


Sesaat kemudian si kembar di bawa pergi oleh mereka.


"Kimberly, aku berharap kau masih hidup, jangan lupa dengan janji kita. kita akan bersama selama hidup kita," gumam Demon.


Demon kemudian menghilang mencari gurita-gurita yang masih hidup. air masih tinggi dan tidak menurun sama sekali.


Gurita yang masih tersisa sedang menelan korban yang sedang berlarian di kebanjiran, banjir tinggi mencapai tiga meter sehingga membuat masyarakat harus berenang menyelamatkan diri. gurita dengan mudahnya menelan mereka satu persatu.


Demon yang ingin mencari Kimberly ia langsung masuk ke dalam air dan menangkap gurita yang sedang menelan korban jiwa.


Demon langsung melayangkan pukulan mengenai kepala hewan itu


Buk...


Pukulan dari Demon sambil mengeluarkan kekuatannya membuat gurita itu terdiam dan melepaskan lilitannya pada korban-korbannya.


"Apakah kau yang membawa pergi istriku? kembalikan dia padaku!" bentak Demon yang menarik tantakel hewan itu keluar dari air.


Hewan itu yang terkena pukulan keras langsung lemas karena mengalami luka dalam. tidak lama kemudian Demon langsung menyerang bola api ke mulut hewan itu.


Atas perbuatan Demon telah di lihat oleh semua orang yang berada di sana. sebagian dari mereka masih sedang berenang mencari tempat yang tinggi, akan tetapi aksi Demon telah menghentikan gerakan mereka. mereka yang melihat Demon sedang memukul hewan itu tentu saja merasa aneh dan terdiam.


"Di mana kawananmu? suruh mereka keluar semuanya...." bentak Demon yang sedang emosi dan menyerang berkali-kali sehingga akhirnya hewan itu meledak.


"Hewan menjijikan, aku akan membunuh kalian semua," ketus Demon yang sedang merasa kesal dan terluka.


"Raja," sapa Teddy dan Licon yang muncul di sana.


"Kerahkan iblis api untuk mencari ratu, kalau dapat gurita jangan langsung membunuhnya, tapi bakar kaki mereka semua dan perhatikan apakah di dalam perut mereka ada ratu atau tidak!" perintah Demon.

__ADS_1


__ADS_2