Mystery

Mystery
Pembunuh bayaran


__ADS_3

"Wilson, aku sarankan kau tidak perlu mengetahuinya, kau bawa saja setiap saat, ini pasti akan melindungimu," kata dokter sambil menahan tawa.


"Dokter, ada apa denganmu? kenapa ingin tertawa terus setiap melihatku? apa aku begitu lucu?" tanya Wilsom dengan kesal.


"Aku hanya menyarankan saja! ini adalah untuk kebaikanmu agar kau tidak merepotkan ku lagi," ujar dokter itu.


"Apa maksud dengan perkataanmu itu?" tanya Wilson dengan kesal.


"Simpan saja! jangan hilang! aku tidak mudah mendapatkannya, bahkan aku berusaha selama satu jam baru berhasil," kata Kimberly.


"Taring ini sangat unik sekali, tapi di mana aku pernah melihatnya ? apakah taring harimau?" tanya Wilson dengan penasaran.


"Taring harimau mampu menerkam orang mana mungkin sekecil itu," sambung dokter itu.


"Lalu, apakah taring anjing atau kucing?" tanya Wilson yang semakin penasaran.


"Bukan juga," jawab Kimberly.


"Taring singa?" tanya Wilson lagi.


"Kimberly tidak mudah mendapatkannya untukmu, jadi kau bawa saja selalu di sisimu! agar tidak mengecewakan niat baiknya!" ujar Raymond dengan senyum.


"Tentu saja aku akan membawanya, Tuan," jawab Wilson.


"Kalau begitu kau jangan menghilangkan taring ini!" ucap Dokter dengan menahan tawa.


"Tidak perlu kamu yang pesan aku juga akan menyimpannya dengan baik," jawab Wilson.


"Nyonya, bagaimana caranya kau bisa mendapatkan taring ini?" tanya Wilson dengan penasaran.


"Sebenarnya tidak sulit! saat itu dia datang menghampiriku, kemudian aku memukul kepalanya dan mencengkeram lehernya, dan setelah itu aku mengunakan guntingku untuk mencongkel giginya," jawab Kimberly.


"Wah...Nyonya hebat sekali! lalu bagaimana dengan kondisi pemilik gigi taring ini?" tanya Wilson.


"Setelah aku mengcongkel dua taring ini, kemudian aku membelah perutnya sehingga isi-isinya keluar, dan kemudian aku ingin mencabut lidahnya untuk di goreng, tapi tidak lama kemudian pelayan restoran datang dan aku ingin dia menyampaikan ke pihak dapur untuk memasak sop untukmu, tapi dia tiba-tiba pingsan. tidak tahu apa sebabnya," jelas Kimberly dengan panjang lebar.


"Restoran? memang di sana ada jual hewan yang hidup?" tanya Wilson.


"Tidak! dia masuk sendiri dan tidak tahu masuk dari mana," jawab Kimberly.


"Itu hewan apa, Nyonya? dan apakah dia masih hidup?"


"Seharusnya sudah mati! kepalanya bengkak, giginya di cabut dan tubuhnya di belah, aku yakin dia pasti sudah mati, awalnya aku ingin buatkan sop untukmu, tapi Raymond melarangku," jawab Kimberly.


"Pemilik taring ini pasti sangat luar biasa kekuatannya. karena hanya mengunakan taringnya saja sudah bisa menakutin ular-ular menjijikan itu," ucap Wilson yang sedang mengigit taring itu dengan rasa penasaran.


"Taringnya cukup keras," kata Wilson.


"Tentu saja! pemiliknya adalah ular yang berwarna hijau," ujar Kimberly.


Mendengar perkataan Kimberly, Wilson yang sedang mengigit taring ular itu langsung terdiam sejenak.

__ADS_1


"A-apa kata Nyonya tadi?" tanya Wilson.


"Kataku adalah pemilik dua taring ini adalah ular yang berwarna hijau, yang aku belah perutnya sehingga keluar usus-ususnya, dan selain itu giginya ini juga ku congkel secara paksa," jawab Kimberly dengan berterus terang.


"U-ular?" tanya Wilson.


"Iya ular! dia sangat jelek, dan taring yang kamu gigit itu adalah kepunyaan ular," Jawab Kimberly.


"Hahahahaha..ular?" tanya Wilson dengan tertawa dengan rasa tidak percaya


"Iya ular!" jawab Kimberly.


"Taring yang ku pegang dan yang ku gigit ini ternyata adalah kepunyaan ular?" tanya Wilson.


"Iya ular yang berwarna hijau," jawab Kimberly.


"Dokter, apa aku bisa meminta bantuanmu?" tanya Wilson yang memandang ke arah dokter yang berdiri di sampingnya.


"Ada apa?" tanya dokter.


"Aku mau berteriak dulu sebelum pingsan! jadi, tolong untuk sementara ranjang ini aku pakai dulu," jawab Wilson


"Silakan saja gunakan sesuka hatimu!" jawab dokter


Wilson terdiam dan melihat dua taring yang di dalam genggamannya itu selama beberapa detik dan kemudian~✓


"Aaaaarrghhh...." teriakan Wilson dengan nada memenuhi satu ruangan kamarnya dan tidak lama kemudian ia langsung pingsan berbaring di ranjangnya.


"Pasien yang sangat aneh!" kata dokter yang mengeleng-geleng kepalanya.


Restoran..


Simon bertemu dengan seorang pria yang tegap dan tinggi serta memberinya sebuah amplop kepadanya.


"Ambil ini! setelah berhasil maka aku akan membayar sisanya," kata Simon yang sedang duduk berhadapan dengan seorang pria berkaca mata hitam.


Pria itu yang tak lain adalah pembunuh bayaran yang di cari oleh Simon.


"Jumlahnya wajar untuk dua nyawa! tenang saja, aku tidak akan gagal," kata pria itu dengan yakin.


"Aku berharap kau tidak mengecewakanku! setelah semua selesai aku akan membayar sisanya!" ujar Simon dengan tegas.


"Setelah selesai aku akan membawa jasad mereka ke depan matamu, dan di saat itu aku baru menerima sisanya," kata pria itu yang bangkit dari tempat duduknya.


Tidak lama kemudian ia pun meninggalkan restoran, dan tinggallah Simon sendirian yang sedang menyantap makanannya.


"Raymond Martinez, lihat saja nanti, aku ingin melihat dengan cara apa kau melawan mereka? mereka adalah pembunuh profesional. selama ini tidak ada yang bisa lolos dari tangan mereka," ucap Simon.


Mansion Raymond


"Kenapa Wilson selalu saja pingsan hanya karena ular?" tanya Kimberly dengan sambil memotong sayuran.

__ADS_1


"Jantungnya tidak kuat!" jawab Raymond yang sedang membantu istrinya.


"Apa tidak ada cara lain agar dia tidak pingsan lagi karena ular?"


"Tidak ada, Kimberly. kau jangan menakuti dia lagi!" kata Raymond dengan senyum.


"Aku mengira dengan cara begini akan membantunya, hah....aku tidak ingat, jika saja di saat itu aku mengambil kepalanya dan di masak sop mungkin saja tidak akan takut lagi," ujar Kimberly.


"Jangan sembarangan! aku malah khawatir dia akan meninggal akibat serangan jantung karena ulah mu!" ucap Raymond.


"Tapi, aku hanya berniat baik padanya!"


"Aku tahu niatmu baik! akan tetapi yang kau lakukan itu hanya akan membuatnya semakin trauma," jelas Raymond dengan senyum.


"Iya aku mengerti!"


"Biarkan aku yang menyiapkan makan malamnya, kau pergilah mandi dulu!" ucap Raymond dengan mengecup dahi istrinya.


"Iya!" jawab Kimberly dengan melangkah pergi menuju ke kamarnya.


Setelah setengah jam kemudian.


Makan malam bersama.


"Raymond, kita sudah lama keluar dari rumah papamu, apa kamu tidak pernah berhubungan dengan papa lagi?"tanya Kimberly sambil menyantap makanannya.


"Tidak! aku merasa tidak perlu berhubungan dengan mereka," jawab Raymond.


"Tapi dia adalah papamu? tidak baik jika harus sampai begini hubungan kalian,"


"Abaikan saja!"


"Kenapa kau abaikan dia? dan kenapa papa juga abaikan kamu? aku merasa dia tidak adil terhadapmu!"


"Dia memang tidak adil selama ini, aku juga tidak peduli dengan semua itu, aku lebih mengurus hidupku dari pada mengurus mereka," jawab Raymond dengan sambil menyuapi istrinya.


"Aku tiba-tiba merindukan paman Sean!" kata Kimberly.


"Kenapa?"


"Dia seperti papaku! walau dia sering memarahiku tapi hubunganku dengannya seperti anak dan ayah," jelas Kimberly.


""Kimberly, kita bisa bertemu dengan mereka jika kau mau!"


"Benarkah? aku boleh keluar?"


"Boleh saja! tapi harus bersamaku!" jawab Raymond dengan senyum.


"Kalau begitu apa besok kita boleh pergi?"


"Tentu saja boleh!" jawab Raymond dengan senyum

__ADS_1


__ADS_2