Mystery

Mystery
Keluarga Almost menemui Kimberly.


__ADS_3

Rumah sakit


Di malam itu Veronica yang baru sadar langsung histeris mengingat dirinya telah kehilangan hampir seluruh hartanya.


"Veronica, jangan bergerak dulu! dokter pesan kau jangan banyak bergerak!" kata Almost yang sedang menahan istrinya yang sedang ingin turun dari ranjang.


"Aku ingin menemuinya sekarang juga!" kata Veronica dengan tegas.


"Ma, biarkan aku dan papa saja yang mencarinya, mama istirahat saja!"


"Tidak! aku ingin menemuinya sekarang juga!" jawab Veronica dengan turun dari ranjang. saat kakinya menginjak lantai ia hampir terjatuh dan di tahan oleh suami dan anaknya.


"Ma, lihatlah kondisi mama masih lemah untuk apa di paksakan," ujar Yolanda.


"Aku ingin memberi pelajaran untuk anak sia.lan itu,"ketus Veronica dengan kesal dan memaksa untuk berdiri dengan kondisinya yang masih lemah.


"Veronica, aku hanya khawatir kau tidak bisa bertahan kalau memaksa untuk berdiri."


"Tidak ada yang lebih parah dari kehilangan sebagian aset kita," ketus Veronica dengan kesal.


"Mama, kita akan pergi! tapi berjanji padaku dulu jangan emosi! aku tidak mau mama pingsan lagi karena ulah wanita itu," kata Yolanda.


"Mama tahu apa yang harus mama lakukan," jawab Veronica.


"Kita akan singgah dulu ke rumah Sean dan bertanya padanya di mana alamat Lolipop," kata Almost.


Karena keinginan Veronica maka Almost dan Yolanda terpaksa membawa ibunya menemui Kimberly.


Tempat tinggal paman Sean.


"Paman sangat jago dalam memasak, enak sekali!" kata Kimberly yang makan dengan lahap.


"Makan yang banyak!" jawab paman Sean.


"Papaku memang sangat jago dalam memasak, dan aku masih saja gagal walau sudah belajar dan masakanku masih kalah jauh," ujar Holdie.


"Paman sangat pintar, kenapa kau tidak sepintar paman ya? apakah kamu bukan anak kandung paman?" tanya Kimberly yang asal-asalan.


"Sembarangan, kalau aku bukan anak papaku lalu aku anak siapa?"kata Holdie.


"Mungkin saja di saat bibi melahirkan mu bayinya tertukar di rumah sakit," jawab Kimberly.


"Kau ini sangat suka bicara sembarang," kata Holdie yang sambil menyantap makanannya.


"Paman, aku ingin tidur di sini malam ini!" kata Kimberly.


"Tidak bisa!"


"Kenapa tidak bisa?"


"Kimberly, sekarang kau sudah menjadi istri orang. jadi kau mana mungkin boleh tidur di luar. apapun yang terjadi selesaikan dengan baik-baik permasalahan mu dengan suamimu!"

__ADS_1


"Dia sangat miang, tidak bisa lihat wanita cantik, jika ada wanita cantik maka sudah lupa diri," kata Kimberly.


"Kimberly, kalian sudah dewasa, dan Raymond juga sangat mencintaimu. jangan abaikan pria seperti dia!" bujuk paman Sean.


"Paman, tapi dia sangat suka bicara dengan wanita cantik dan senyum mesra dengannya," jawab Kimberly.


"Kimberly, apakah kau ada bertanya pada Raymond siapa wanita itu?"


"Tidak."


"Kau tidak bertanya dulu dan sudah menyalahkannya, paman malah merasa Raymond bukan tipe yang mudah tergoda dengan wanita lain," kata paman Sean.


"Paman, dia juga sama denganku,


aku baru bertemu dengan teman pria yang ku kenal saja dia sudah marah," jawab Kimberly.


"Itu karena dia mencintaimu dan merasa cemburu karena kau dekat dengan pria lain," ujar paman Sean.


"Kenapa paman membela dia? di saat aku marah padanya paman menyuruhku bertanya dulu padanya, dan di saat dia marah padaku paman malah mengatakan karena dia mencintaiku?"


"Kimberly, kalian itu karena merasa cemburu makanya saling merajuk dan saling menyalahkan. wajar kalau Raymond marah karena dia mengutamakan mu. jadi sudahlah, jangan di perhitungkan lagi," bujuk paman Sean.


"Kenapa paman tidak membujuk dia malah membujukku? dia juga salah jika dia merasa aku salah," kata Kimberly dengan menatap tajam ke arah paman Sean.


"Kimberly, kau ini bukan anak kecil, di mana-mana jika sudah menikah pasti ada rintangannya, rasa cemburu itu pasti terjadi di setiap pasangan. tapi jangan berlarut terlalu lama!" kata paman Sean.


"Paman adalah pria jadi wajar kalau paman membelanya," ujar Kimberly.


"Pria memang tidak pernah bersalah walau melirik wanita, tapi istri harus mengalah. aku tidak akan mengalah dengan tipe pria seperti itu," jawab Kimberly dengan tegas.


Di saat mereka sedang makan tiba-tiba terdengar bunyi ketukan pintu dari luar.


Tuk...tuk...tuk...tuk...


"Siapa yangh malam-malam ke sini?"tanya Kimberly.


"Biar aku pergi lihat dulu!" kata Holdie yang bangkit dari tempat duduknya.


Saat Holdie membuka pintu Almost serta istri dan anaknya langsung menerobos masuk ke dalam.


"Hei...hei...apa yang kalian lakukan..ha? aku tidak mengundang kalian masuk!" bentak Holdie yang menghadang langkah mereka bertiga


"Katakan sekarang juga di mana alamat Lolipop?" tanya Yolanda dengan mendorong Holdie.


"Hei...kau tidak pernah sekolah ya, kenapa bersikap tidak sopan," bentak Holdie dengan membalas mendorong Yolanda.


"Kau berani sekali menyentuhku," ketus Yolanda yang ingin membalas akan tetapi di tahan oleh Almost.


"Sudah! kita ke sini bukan untuk menimbulkan masalah," kata Almost yang menahan putrinya.


"Holdie, di mana alamat anak sial itu?" tanya Veronica dengan ketus.

__ADS_1


"Siapa anak sial yang bibi maksudkan?" tanya Holdie dengan sengaja.


"Jangan pura-pura tidak tahu! dia adalah Lolipop," jawab Veronica dengan kesal.


"Oh...ternyata anak yang bibi tinggalkan itu ya, aku tidak tahu dia di mana," jawab Holdie dengan mengejek.


"Kau jangan keterlaluan! walau kau tidak ingin mengatakanya kami tetap bisa mencarinya," bentak Veronica.


"Kami juga bisa mencari ke perusahaan suaminya walau kau tidak ingin mengatakannya," ujar Yolanda.


"Pergi saja jika kalian punya nyali yang besar! kalian akan berhadapan dengan suaminya," kata Holdie.


"Ada apa, kenapa bising sekali? suara kalian menganggu makan malam kami," tanya Sean berjalan ke ruang tamu bersama dengan Kimberly.


Veronica yang melihat Kimberly semakin emosi dan berjalan menghampiri gadis itu dan langsung melayangkan tangannya ke wajah putri bungsunya itu.


Plak...


Tamparan yang di lakukan oleh Veronica mengenai wajah Kimberly.


"Hei, apa yang kau lakukan!" bentak Sean dengan kesal.


"Kurang ajar! memang kau mengira kau siapa..ha? kau tidak berhak sama sekali untuk mendapatkan sepersen pun harta kami, karena kau hanyalah anak buangan yang tidak kami inginkan. atas dasar apa kau ingin memilikinya? kembalikan kepada kami sekarang juga!" bentak Veronica.


"Veronica, jaga mulutmu!" bentak Sean dengan kesal.


"Aku tidak bersalah berkata seperti itu, dia memang pembawa sial kepada keluarga kami. oleh karena itu kami membuangnya," ketus Veronica.


"Dari kecil kau sudah membuat sial tidak menyangka setelah dewasa juga sama pembawa sial," ketus Yolanda dengan menghina.


Plak.


Tamparan yang di lakukan oleh Kimberly mengenai wajah Yolanda.


"Aarghh...."jeritan Yolanda yang menerima tamparan adik bungsunya.


"Kau tidak layak menampar putriku," bentak Veronica yang lagi-lagi ingin menampar Kimberly.


Kimberly yang emosi langsung mendorong kuat ibunya itu sehingga terhempas ke lantai.


Brugh...


"Aarghhh..." jeritan Veronica yang kesakitan.


"Mama..."


"Veronica."


"Lolipop, kau tidak boleh bersikap kasar, dia adalah mamamu!" kata Almost dengan emosi.


"Perkataan bodoh seperti apa itu? istrimu mengatakan aku anak pembawa sial. jadi kalian bukan orang tua ku lagi,"ketus Kimberly.

__ADS_1


__ADS_2