Mystery

Mystery
Tina mengancam


__ADS_3

"Apa maksudmu? aku tidak mengoda Simon, tapi dialah yang mengodaku, dia memaksaku melayaninya berkali-kali" kata Tina dengan terisak


"Jika aku memang melakukannya, kenapa kau diam saja? kau bisa saja beritahu pada papa dan mamaku" ujar Simon yang menyangkal


"Kau mengancamku dengan foto-fotoku, jika aku mengatakannya maka kau akan sebarkan fotoku, kau sangat licik" bentak Tina yang ingin melayangkan tangannya ke wajah Simon


PLAK...


"Kau berani menamparku?" bentak Simon yang mendorong Tina hingga terkapar ke lantai


Brugh


"Aaargghh" jeritan Tina yang merasa sakit


"Simon, jangan kasar" ucap Cecilia yang mendekati Tina


"Kau jangan asal menuduhku di hadapan keluargaku" bentak Simon


"Sudah! kejadian sudah seperti ini, setidaknya kalian harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah kalian lakukan" kata Alex


"Aku tidak akan menikahinya" Ucap Simon dengan tegas


"Aku juga tidak mau menikah denganmu" ketus Tina dengan kesal


"Kalian sama-sama menolak, apakah kalian ingin membiarkan saja apa yang sudah kalian lakukan?" tanya Alex


"Kejadian itu jika tersebar maka akan sangat memalukan" ucap Jacky yang duduk di sofa


"Aku ingin dia bertanggung jawab padaku" kata Tina


"Bertanggung jawab? apa kau tidak salah? kejadian semalam saja aku tidak tahu apa-apa, seharusnya kau juga harus bertanggung jawab" balas Simon dengan kesal


"Kenapa harus aku? aku di perk*sa oleh mu, kenapa aku yang harus bertanggung jawab?" ketus Tina dengan perasaan hancur


"Karena kau yang menggodaku dulu" jawab Simon dengan sengaja


"Kau bukan manusia, kau yang memaksaku dan sekarang kau malah menuduhku" teriak Tina yang sedang histeris


"Apapun yang terjadi aku tidak akan bertanggung jawab, karena masalah ini tidak bisa hanya menyalahkanku saja" jawab Simon


"Kau sangat keterlaluan" ketus Tina yang ingin menampar Simon akan tetapi niatnya di hentikan oleh Cecilia


"Tina, sudah jangan emosi" ucap Cecilia yang menahan Tina


"Papa, jika saja mereka saling menyalahkan ini juga bukan jalan terbaik, bagaimana jika menyuruh kakak tertua menikahi Tina saja, lagi pula dia tidak berada di sini, jadi tidak akan tahu kejadian ini" ujar Jacky


"Kau bukannya tidak tahu jika Raymond sangat keras kepala, dia tidak akan terima pernikahan ini" jawab Cecilia yang duduk kembali ke sofa

__ADS_1


"Mau atau tidak dia harus melakukannya, karena dia adalah putera tertua di keluarga ini" ujar Jacky


"Tina, jika Raymond tidak ingin menikahimu, apa yang akan kau lakukan?" tanya Alex


"Jika dia tidak mau maka perjajian kerja sama kita di batalkan, dan anak kesayanganmu akan ku tuntut" kecam Tina dengan kesal


"Jika kau melakukannya aku juga akan menyebarkan fotomu" jawab Simon dengan kesal


"Kau memiliki fotoku dan ingin mengancamku" kata Tina dengan kesal


"Paman, tadi dia menyangkal dan sekarang dia mengancamku dengan fotoku, aku ingin dia bertanggung jawab" ujar Tina yang menatap ke arah Alex


"Tina, katakan kau ingin dia melakukan apa?" tanya Alex


"Aku ingin dia ganti rugi, malam pertamaku di ambil paksa olehnya, aku ingin dia menganti dengan bayaran" jawab Tina


"Bayaran? memang harga yang pantas untukmu berapa?" tanya Simon dengan sengaja


"1 Milayar dolar" jawab Tina


"Hahahahahaah, apa kau tidak salah? sebanyak itu hanya dengan tubuhmu ini" ujar Simon dengan menghina


"Kau jangan menghinaku, percaya atau tidak aku akan meninggalkan tempat ini dan membatalkan kerja sama dengan kalian" kecam Tina dengan nada tinggi


"Tina, begini saja. biarlah papaku yang memujuk kakakku yang keras kepala itu untuk menikahimu, jika berhasil maka semua masalah telah selesai" ujar Jacky


"Dan jika gagal, aku ingin dia ganti uang itu dan kerja sama kita di batalkan" kata Tina dengan tegas


Tidak lama kemudian Tina meninggalkan ruangan itu


"Simon, kenapa kau bisa begitu lalai?" tanya Cecilia yang sudah paham dengan sifat anaknya itu


"Simon, kau benar-benar membawa masalah, kenapa kau menyentuhnya? kau sudah tahu jika dia akan menjadi istri Raymond" ujar Alex dengan menahan emosi


"Raymond juga tidak menyukainya, dan aku hanya ingin bermain dengannya saja" jawab Simon dengan bersikap santai


"Simon, kau sangat hebat sekali. kau tahu dia adalah putri Yoliders tapi masih saja berani menyentuhnya" ujar Jacky dengan tertawa


"Memang kenapa jika dia adalah putri Yoliders? tidak ada beda dengan wanita lain" kata Simon dengan ngehina


"Sekarang yang paling penting adalah bagaimana caranya untuk membujuk Raymond agar setuju menikahi Tina" ucap Cecilia


"Apapun yang terjadi dia harus menikahi Tina, dan menceraikan Kimberly" ujar Alex dengan tegas


"Malam tadi mereka tidak pulang, ke mana mereka pergi?" tanya Cecilia


"Mungkin saja tidur di rumah pribadinya" jawab Jacky

__ADS_1


"Aku akan bicara dengan Kimberly dan memaksa dia meninggalkan Raymond" kata Cecilia dengan tegas


"Wanita itu tidak mungkin akan mendengarkanmu, Ma" ujar Simon


"Dia tidak akan mendengarkanku, tapi bagaimana jika uang yang berbicara" jawab Cecilia dengan yakin


"Aku hanya khawatir Mama akan di buat emosi olehnya" kata Jacky


"Nanti jika mereka pulang, aku akan memaksa Raymond menyetujui pernikahan ini" ujar Alex dengan tegas


Siang hari


Raymond dan Kimberly kembali ke rumah keluarga Martinez


Raymond mengendong Istrinya melangkah masuk ke dalam rumah, di saat itu Alex dan Cecilia sedang duduk di ruang tamu


Tanpa sapaan Raymond langsung menuju ke lantai atas dengan melewati ruang tamu


"Berhenti" tegas Alex yang merasa kesal


"Ada apa?" tanya Raymond tanpa menoleh ke arah ayahnya itu


"Ada yang ingin kukatakan" jawab Alex dengan tegas


"Katakan saja"


"Raymond, istrimu bukan anak kecil kenapa harus di gendong, turunkan dia biar dia jalan sendiri" ucap Cecilia dengan menatap sinis ke arah Kimberly


"Bibi, kakiku sakit. apa kamu tidak melihat ke dua kakiku di balut perban, oleh karena itu Raymond mengendongku" kata Kimberly


"Tidak perlu bersikap manja pada suamimu, kau bukan anak kecil, lagi pula hanya sakit tidak perlu di gendong" ketus Cecilia


"Bibi, Raymond menyayangiku, oleh karena itu dia mengendongku terus, apa Bibi merasa cemburu ya karena tidak di gendong oleh papa?" balas Kimberly dengan sengaja


"Kurang ajar!" bentak Cecilia


"Jika tidak ada hal penting, maka kami istirahat dulu" kata Raymond yang berjalan naik ke lantai dua


"Kau..?" ucap Cecilia yang terhenti


"Sudah, nanti baru di bicarakan lagi" ujar Alex


"Lihatlah wanita itu, dia seharusnya di usir saja"


"Cecilia, bersabarlah dulu. jangan begini, sekarang yang paling penting adalah pikirkan cara agar bisa membujuk Raymond"


"Dia tidak memandang kita sama sekali, dirimu adalah ayahnya tapi lihatlah sifatnya, dia tidak menghormatimu sama sekali"

__ADS_1


"Kami selama ini memang tidak pernah akur" jawab Alex


"Jika orang lain tidak tahu, mereka akan menyangka jika dia bukan putra kandungmu" kata Cecilia


__ADS_2