
"Jaga ucapanmu! apa kau tidak takut jika aku batalkan kerja sama dengan perusahaan kalian?" gertak Joline yang bangkit dari tempat duduknya.
"Memangnya siluman laba-laba sepertimu bisa memiliki proyek senilai dua miliyar dollar? apa kau jual diri ya sehingga bisa begitu kaya?" tanya Kimberly yang sambil menyantap makanannya.
"Kau jangan keterlaluan!" teriak Joline dengan nada keras.
"Kalau kau tidak puas kau bisa pergi!" ketus Raymond dengan nada tinggi.
"Raymond, apa kau tidak takut akan kehilangan kesempatan ini?" tanya Joline.
"Aku tidak kekurangan uang sama sekali, jadi aku tidak butuh proyekmu," jawab Raymond dengan tegas.
"Suamiku hartanya melebihi dua miliyaran dollar. oleh karena itu kami tidak berminat dengan proyekmu," ujar Kimberly yang masih sedang makan dengan lahap.
"Kalau tidak berminat kenapa menghubungiku dan menyuruh ku kemari?" tanya Joline dengan kesal dan melihat ke arah Wilson.
"Ah...itu..." jawab Wilson yang tidak tahu mau jawab apa
"Aku yang menyuruhnya untuk menghubungimu agar kau bisa bertemu dengan pria tampan di depanmu ini," jelas Kimberly.
"Kau tidak punya kerjaan ya? dasar tidak tahu diri!" ketus Joline.
"Kau yang tidak tahu diri! untuk apa luaran mu cantik tapi mengoda suami orang," balas Kimberly yang sambil makan dengan lahap.
"Kau jangan bicara sembarangan!" bentak Joline.
"Lihatlah dirimu itu! kau mengenakan pakaian yang begitu ketat, tidak memakai bra, dan juga mengenakan celana dal*m yang bolong agar bisa langsung melakukannya dengan mudah, serta rambutnya juga kau hilangkan, niat mu apa kalau bukan karena kau ingin merayu suami orang, aku tahu suamiku kaya dan tampan. dan sering saja menarik perhatian para wanita dari kalangan manusia dan siluman, akan tetapi istrinya hanya aku saja. jika ada yang ingin menjadi istrinya maka harus bisa mengalahkanku dulu. jika dia menang maka ambil saja suamiku. dan jika aku kalah dia harus menanggung malu," katan Kimberly dengan bersikap santai.
"Apa kau bisa diam?" teriak Joline dengan sangking kesalnya.
"Hei...aku penasaran dengan kepunyaanmu!" ujar Kimberly.
"Penasaran apa?" tanya Joline dengan kesal.
"Apakah laba-laba betina memang suka mengenakan celana da.lam bolong ya? dan apakah alat kela.min mu memang begitu menyeramkan apa karena itu adalah bentuk asli dari seekor siluman? " tanya Kimberly dengan ceplas ceplos.
"Uhuk...uhuk...uhuk..." suara batuk serentak Wilson dan dua pemegang saham lainnya.
"Apa kau bisa jangan banyak bicara!" ucap Raymond yang menyodorkan makanan ke dalam mulut istrinya.
__ADS_1
"Aku tidak akan melepaskanmu!" gertak Joline.
"Memangnya kau melakukan apa? apa kau ingin bertarung denganku? aku juga penasaran dan ingin sekali menghajar siluman sepertimu!"kata Kimberly.
"Kenapa dia bisa mengatakan aku siluman laba-laba? tidak mungkin dia bisa mengetahuinya, di sini ada Raymond aku tidak boleh gegabah. aku akan bertindak di saat dia bersendirian," batin Joline.
"Oh iya..sop yang kamu minum itu apa kamu menyukainya?" tanya Kimberly.
"Tidak perlu kau bertanya! rasanya sangat buruk," jawab Joline dengan ketus.
"Dagingnya apa cukup lunak? apa kau tahu dagingnya dari hewan apa?" tanya Kimberly dengan sengaja.
"Bukankah tadi kau mengatakan dari penyu!" jawab Joline.
"Bukan! dagingnya itu dari hewan yang memiliki delapan kaki!" jelas Kimberly.
"Delapan kaki?" tanya Joline dengan merasa heran.
"Sama denganmu! hanya saja dia sangat kecil. aku memotong kakinya sehingga kecil-kecil, dan badannya aku hancurkan sehingga mengeluarkan lendir dan kemudian aku potong kecil- kecil lagi, dan tanpa ku cuci langsung ku masak sop. dan kemudian masuk ke perutmu!" jelas Kimberly.
Wilson yang mendengar perkataan Kimberly merasa mual dan langsung keluar dari kantor dan menuju ke kamar kecil.
"Laba-laba sama denganmu!" jawab Kimberly dengan senyum.
Joline yang mendengar kata Kimberly ia langsung memegang perutnya dan merasa geli karena telah menelan hewan berkaki delapan itu. sesaat kemudian dia berlari meninggalkan ruangan itu.
"Mau kemana dia?" tanya Kimberly.
"Dia pasti ingin mengeluarkan semua makanan yang sudah dia telan tadi!" jawab Raymond.
Setelah beberapa menit kemudian dua pemegang saham itu meninggalkan ruangan Raymond.
"Apa dia akan berubah wujud?" tanya Kimberly.
"Tidak tahu! yang ku pasti adalah dia akan merasa lemas," jawab Raymond.
"Apa bisa lemas hanya karena makan sesama jenis?"
"Tentu saja! walau dia adalah siluman akan tetapi dia adalah laba-laba yang berusia ratusan tahun, kalau dia makan hewan sejenis dengannya tentu saja dia akan mengalami sakit perut," jelas Raymond.
__ADS_1
"Aku tidak sabar ingin menunggu Alex Martinez melihat dia berubah, akan tetapi aku butuh bukti juga agar keluarganya bisa melihat apa yang telah dia lakukan dengan wanita lain," ujar Kimberly.
"Asalkan Alex mencarinya lagi maka kita akan mendapatkan bukti," kata Raymond.
"Apa yang akan terjadi ketika dia melihat wanita itu berubah wujud aslinya, aku tidak sabar menunggu di saat itu," ujar Kimberly.
"Kimberly, kau sangat nakal sehingga tidak menyadari apa yang sudah kau katakan," ucap Raymond dengan menyubit wajah istrinya.
"Memang apa yang ku katakan tadi?"
"Apa kau tidak ingat dengan apa yang kau katakan tadi? aku rasa ini pertama kalinya dia harus menanggung malu di hadapan semua orang," kata Raymond.
"Dia adalah selingkuhan papamu! apa mungkin papamu itu yang menyuruh dia ke sini untuk mendekatimu?"
"Aku tidak pernah memikirkan persoalan itu, lagi pula aku tidak pernah merencanakan untuk bekerja sama dengannya," ujar Raymond.
Woak...woak...woak...woak...woak...
Joline yang merasa geli karena telah menelan sesama sendiri membuatnya berusaha mengeluarkan semua yang di telannya tadi.
"Sia.lan, aku tidak bisa mengeluarkan semuanya, wanita itu kenapa bisa mengetahui rahasiaku? dia bukan siluman karena tidak ada aroma siluman, dan dia hanyalah manusia biasa, aku harus membunuhnya sekarang juga" batin Joline.
Kimberly berjalan menuju ke dapur dan sedang memasak air.
"Apa dia sudah meninggalkan perusahaan atau masih sedang berada di kamar kecil? aku tidak sabar ingin menghajarnya, akan tetapi di saat ini aku tidak boleh membunuhnya dulu, aku ingin keluarga Martinez mengetahui perselingkuhan Alex dengan wanita siluman itu. tentu sangat menyenangkan jika Alex mengetahui selama ini dia telah melakukan hubungan dengan laba-laba betina," batin Kimberly.
Tidak lama kemudian Joline melangkah masuk ke dapur dan mengunci pintu tersebut.
"Heh....ternyata kau masih di sini dan belum pulang, kenapa kau mengunci pintunya?" tanya Kimberly.
"Kelihatannya hal yang kau ketahui terlalu banyak, yang tidak seharusnya kau ketahui kau sudah tahu semuanya dan ini hanya akan mencelakaimu!" kecam Joline.
"Siluman laba-laba, kau muncul di sini apa karena kau ingin menutup mulutku?"
"Benar! aku akan mengambil nyawamu, dan setelah itu suami mu itu akan jatuh ke tanganku," jawab Joline dengan senyum sinis.
"Kalau aku mati kau juga akan mati di tangan suamiku, karena dia bukan manusia biasa. jadi, dia sudah mengetahui kalau kau adalah siluman," ujar Kimberly.
"Aku akan mengunakan caraku untuk membuatnya jatuh ke pelukanku dan melupakan mu," jawab Joline.
__ADS_1