
Emosi seorang raja api mengemparkan kota, masyarakat harus bersembunyi karena guncangan akibat terkena kekuatan dari raja api. rasa sakit yang di alami oleh Demon tidak bisa di bayangkan lagi. ia harus menerima kenyataan pahit bahwa istrinya telah tiada.
"Kimberly gadis nakalku, kau ingkar janji, kita baru bersama dan kini kau pergi meninggalkan ku selamanya," gumam Demon.
"Aku akan membunuh semua gurita itu, hewan sia.lan yang mengambil istriku,"ketus Demon yang mencium cincin istrinya.
Demon lalu menghilang dan meneruskan pencarian hewan itu. hati raja api telah hancur dan ia pun nekad ingin membunuh hewan yang telah membuat dirinya harus kehilangan istri tercintanya.
Sementara Debermon dan Deberly telah mendengar suara teriakan ayah mereka. si kembar menangis sambil memohon pada Tuhan.
"Tuhan, tolong selamatkan mama kami, kami mau mama kembali. tolong lindungi mama kami jangan membiarkan dia dalam bahaya!" pinta Deberly yang sambil menangis.
"Tuhan, kami rela melakukan apa saja, asalkan mama kami kembali. kami bersumpah akan menjadi orang baik, dan anak yang berbakti," ucap Debermon.
"Selama ini papa kami tidak melukai siapapun, dan papa kami selalu saja menyelamatkan orang-orang yang dalam bahaya, bantulah papa kami mengalahkan semua hewan itu dan juga bantulah papa kami menemukan mama kami!" pinta Debermon sambil menangis dengan terisak.
Di siang hari itu Debermon dan Deberly bersujud dan berdoa tanpa berhenti, tangisan si kembar pecah saat memohon pada Tuhan. mereka merasa sangat terluka di saat mengingat kejadian yang menimpa mamanya itu.
Paman Sean dan Holdie hanya bisa menangis dalam diam, mereka merasa terpukul karena kehilangan seorang gadis yang telah bersama mereka selama ini. Kimberly yang selama ini di kenal dengan sikap ceria dan jahil membuat mereka merasa sedih dan terpukul karena harus menerima kepergiannya.
"Namaku Deberly meminta pada Tuhan untuk melindungi mamaku," tangisan Deberly yang bersujud sambil memandang langit.
"Namaku Debermon, memohon pada Tuhan kembalikan mama kami!"ucap Debermon yang sambil mengeluarkan air mata.
"Kami mohon padamu, Tuhan. tolong bawa pulang mama kami! kami hanya mau papa dan mama berkumpul kembali!" pinta Debermon dan Deberly yang sambil menangis tanpa berhenti.
Si kembar yang menangis tanpa berhenti dan kemudian membentur kepalanya ke lantai sambil memohon doa.
__ADS_1
Bruk...bruk...bruk...
"Deberly, Debermon, jangan melukai diri kalian!" kata paman Sean dan Holdie yang menghampiri si kembar
"Kakek paman, kami hanya meminta pada Tuhan agar membawa mama kembali,"ujar Debermon.
"Tapi kenapa mama masih belum pulang? apakah doa kami tidak cukup lama?"tangisan Deberly yang matanya sudah bengkak.
"Sayang, jangan melukai diri sendiri! kalau mama kalian mengetahuinya pasti akan merasa sedih di sana," bujuk Holdie yang memeluk Deberly.
"Mama di mana?" tanya Deberly yang menangis di dalam pelukan bibinya.
"Mama kalian ada di hati kalian, karena kalian adalah anak kesayangannya. jadi, kalau kalian menangis mama kalian pasti juga ikut menangis. kalian jangan menangis lagi!" bujuk paman Sean yang mengendong Debermon yang sedang menangis dengan histeris.
Paman Sean dan Holdie berusaha membujuk si kembar yang menangis tidak mau berhenti, perasaan mereka hancur karena melihat dengan mata sendiri ibunya yang menjadi korban santapan gurita. Sean dan Holdie yang juga sedang berduka sambil membujuk pasangan kembar itu. mereka dengan penuh kesabaran mengendong dan sambil memeluk mereka dengan erat.
Selama beberapa jam Demon berhasil membunuh lebih dari enam gurita tersebut.
Demon berdiri di atas permukaan air yang ketinggiannya mencapai tiga meter, posisinya di pertengahan jalan besar. ia melihat sekitaran tempat itu dengan berharap bisa menemukan lagi hewan itu lalu di bunuh.
Rasa luka yang mendalam membuat Demon sangat ingin membunuh semua hewan pemakan manusia itu.
"Aku tahu kalian masih hidup, keluar dan berhadapan denganku! jangan seperti pengecut dan hanya berani dengan orang yang lemah. keluar kalian semuaaaaa....," teriak Demon dengan nada tinggi. matanya memerah karena mengingat istri tercintanya turut menjadi korban hewan itu.
Tidak lama kemudian langit tiba-tiba berubah menjadi gelap, cuaca yang tadinya terang kini berubah dalam sesaat seperti akan terjadi hujan deras. angin kencang bertiup dan air yang tergenang semakin menurun.
Perubahan cuaca membuat para masyarakat menjadi heran dan aneh, siang hari itu langit berubah menjadi gelap dan tidak lama kemudian terjadinya hujan deras.
__ADS_1
"Apakah langit juga ikut menangis?"
"Cuacanya aneh sekali, walau biasa hujan dan mendung tapi tidak pernah gelap seperti ini. ini sudah seperti malam. pada hal baru jam tiga sore."
"Banyak yang menjadi korban hari ini, korban banjir, korban gempa dan juga korban gurita, sehingga langit ikut menangis," ucap salah satu warga yang menetes air matanya.
Di hari itu kota mengalami kehancuran sekitar tujuh puluh persen, di terpa tsunami dan guncangan yang meruntuhkan bangunan tinggi, serta korban yang masih belum di pastikan berapa jumlahnya.
"Apakah langit menangis dengan kejadian hari ini? aku hanya ingin istriku kembali. hanya satu permintaanku, hidupkan istriku kembali. jasadnya bahkan sudah tidak ada. dan aku ingin bertemu dengan rohnya. di mana rohnya sekarang? tolong bawa dia padaku. walau dia sudah meninggal aku masih ingin bersama roh istriku!" ucap Demon yang mengeluarkan air matanya.
"Kimberly, kembalilah padaku! kau tahu aku tidak bisa kehilanganmu, walau kamu sudah meninggal tapi aku masih ingin melihat dirimu walau hanya sisa roh saja. Kimberly, muncullah di hadapanku! apa kamu mengalami kesulitan?" pinta Demon yang sedang dalam kehujanan.
Demon berdiri di jalan besar itu dan kehujanan selama beberapa jam, dirinya sangat berharap roh istrinya datang menemuinya.
Demon lalu berjalan menuju ke tempat tinggalnya, ia berdiri di depan apartemen tempat kejadian istrinya itu.
"Aku menyesal, jika saja siang tadi aku tidak ke laut maka semua ini tidak akan terjadi, di saat aku ingin menyelamatkan kota ini, keluargaku malah dalam bahaya, sehingga anak dan istriku terlibat. demi melindungi anak-anak, istriku menjadi korban. aku bisa melindungi sebagian orang tapi aku malah gagal melindungi wanita yang paling ku cintai. saat dia dalam bahaya aku malah tidak berada di sisinya. Kimberly, kau ada di mana? aku ingin melihat mu. tanpa mu apa aku bisa meneruskan hidupku?" batin Demon.
Dari sore hingga malam Demon berdiri dalam kehujanan. ia tidak merasa dingin atau pun lelah, yang ia rasakan adalah rasa sakit yang menusuk hatinya.
"Kimberly......" teriak Demon yang mengema satu jalan itu.
"Kimberly....."
"Kimberly....."
"Aaaarrrgghh......," teriakan Demon yang memenuhi satu jalan itu.
__ADS_1
Teddy dan Licon serta iblis lainnya berada di udara sambil turut berduka dengan menunduk.