
"Apa yang kalian lihat..ha...? memangnya kalian tidak pernah melihat orang yang terjun dari tingkat tujuh belas?" tanya Kimberly yang sedang kesal.
"Kenapa dia tidak mati ya jatuh dari ketinggian?" tanya salah satu pejalan kaki di sana.
"Aku tidak mati karena neraka sudah penuh!" jawab Kimberly dengan ketus
"Dia aneh! apakah dia bukan menusia?" tanya pejalan kaki itu sambil melihat ke teman mereka.
"Aku adalah manusia sebelumnya dan sekarang aku sudah menjadi hantu gentayangan dan akan menghantui kalian semua, jika kalian masih di sini dan melihatku!" bentak Kimberly dengan nada tinggi.
"Cepat lari! dia adalah hantu!" teriak mereka yang ketakutan dan berlari meninggalkan tempat itu.
"Dasar pengecut!" ketus Kimberly.
"Hahahaha...istriku sangat hebat sekali, mampu membuat mereka menghilang dalam hitungan detik," kata Raymond yang muncul di belakang Kimberly
"Apa itu lucu?" tanya Kimberly dengan kesal.
"Iya, sangat lucu!" jawab Raymond dengan senyum.
"Istrimu jatuh dari tingkat tujuh belas dan kau menganggapnya lucu, apa kau masih waras, dasar iblis aneh!" ketus Kimberly.
"Kimberly, dua mutiara yang ada di dalam tubuhmu itu akan selalu melindungimu, dan kau tidak akan dalam bahaya." jelas Raymond.
"Bukankah sebelumnya hanya satu, kenapa menjadi dua?"
"Di saat kau meninggal aku memberikan nyawa mutiaraku itu padamu, dan kau harus melindunginya dengan baik."
"Meninggal? aku meninggal?" tanya Kimberly dengan hampir tidak percaya.
"Iya, semalam kau meninggal selama beberapa jam, dan kau baru hidup kembali."
"Lelucon seperti apa ini, sudah meninggal tapi masih hidup? apa ini bukan diriku? apa aku akan menjadi iblis? apa iblis wajahnya menakutkan ? aku tidak mau seperti itu, aku tidak mau berubah menjadi iblis," ujar Kimberly dengan sambil melihat ke dua tangannya.
"Kimberly, kau tetap manusia seperti sebelumnya, hanya saja kau akan hidup selama ribuan tahun dan kau juga memiliki kekuatan api!" jelas Raymond.
"Me-memiliki kekuatan api?"
"Iya, mutiara yang ku berikan padamu adalah mutiara api, oleh karena itu kau akan memiliki kekuatan," jelas Raymond.
"Apa wajahku akan berubah menjadi iblis?"
"Tentu saja tidak! wajahmu akan tetap secantik ini dan tidak akan berubah," jawab Raymond dengan senyum
__ADS_1
"Aku akan hidup selama ribuan tahun? ini sulit di percaya dan ini sangat gila," ujar Kimberly sambil menangis.
"Ini adalah berita baik buat kita, karena kita bisa bersama untuk selamanya," ucap Raymond.
"Selama ribuan tahun kau melihatku apa tidak bosan?" tanya Kimberly dengan terisak.
"Aku sangat menginginkanmu, Kimberly. dari awal pertemuan kita aku sudah membuat keputusan untuk menjadikan mu sebagai ratuku," jawab Raymond dengan mengusap air mata istrinya.
"Apakah di dunia iblis tidak ada wanita sehingga kau harus mencari manusia biasa untuk menjadi ratumu?"
"Di dunia iblis sangat banyak wanita, akan tetapi aku tidak tertarik pada mereka, dan aku langsung tertarik pada seorang gadis yang sangat suka menangis dan selalu saja bisa membuat orang marah," jawab Raymond dengan senyum.
"Kau mengejekku?"
"Tidak! kau adalah gadis manis yang suka menangis dan sangat lucu," jawab Raymond yang menarik Kimberly ke pelukannya.
"Kimberly, bersandarlah padaku selama hidupmu, aku akan menjadi pelindungmu untuk selamanya!" ucap Raymond.
"Apa raja sepertimu hanya akan memiliki seorang istri? dan kau tidak akan menikahi wanita lain lagi?" tanya Kimberly yang sedang menangis di dalam pelukan suaminya.
"Tidak akan! Kimberly, hanya kamu saja yang akan menjadi pendampingku!" jawab Raymond dengan mengelus ujung kepala istrinya.
"Jika suatu saat kau tertarik pada yang lain aku akan pergi," kata Kimberly.
Raymond melepaskan pelukan sambil mengusap air matanya istrinya.
Kimberly melepaskan ciumannya.
"Apa ini adalah wajah aslimu?" tanya Kimberly.
"Menurutmu apakah wajah ini adalah wajah asliku?" tanya Raymond dengan senyum.
"Tidak mungkin! kau adalah iblis, lalu bagaimana dengan keluarga Martinez?"
"Dia bukan siapa-siapa bagiku!"
"Kenapa mereka bisa menganggap kamu sebagai anaknya?"
"Aku akan menceritakan semuanya padamu!" jawab Raymond.
Raymond menceritakan semua kejadian yang bersangkutan dengan keluarga Martinez.
Setelah setengah jam kemudian.
__ADS_1
"Berarti Raymond Martinez bukan kamu? dan Cindy tidak salah dan dia hanya mengira jika kamu adalah kekasihnya!"
"Benar! dia mengira jika aku adalah orang itu," jawab Raymond.
"Apa ini wajah aslimu atau kau memiliki wajah asli?" tanya Kimberly dengan penasaran.
"Aku memiliki wajah asli, apa kamu ingin melihatnya?"tanya Raymond dengan senyum.
"Iya, aku mau melihatnya!"
Raymond kemudian berubah wajah aslinya seperti dahulu. iblis api memiliki wajah yang tak kalah tampan dengan wajah Raymond yang biasa dia gunakan selama ini, memiliki senyuman manis yang mampu menarik perhatian setiap wanita. Kimberly yang melihat suaminya itu berubah menjadi wajah lain ia hanya diam karena merasa suaminya seperti orang asing baginya.
"Wajahmu ini tampan tapi aku tidak mau yang ini, aku mau yang dulu saja!" ujar Kimberly yang sedang terisak.
"Apa kamu lebih suka wajahku yang dulu?"
"Aku sudah biasa yang itu! yang ini aku merasa asing," jawab Kimberly.
Raymond menarik Kimberly ke pelukannya, sambil mengelus ujung kepalanya.
"Sudah! jangan menangis lagi! matamu sudah bengkak, kalau kau suka wajah ini maka aku akan mengunakan wajah ini!" bujuk Raymond dengan senyum.
"Aku sudah biasa dengan yang ini, kalau aku sudah bosan melihat, maka kau baru ganti wajah saja."
"Hahahahah...baiklah!" jawab Raymond yang melepaskan pelukannya.
"Lihatlah matamu sudah bengkak, kau menangis begitu lama, tentu kau sudah laparkan? seharian kamu belum makan apa-apa!" ucap Raymond dengan mengusap air mata Kimberly.
"Iya, aku mau makan masakanmu!" jawab Kimberly dengan cegukan.
"Aku akan memasak apapun yang kamu mau," jawab Raymond dengan mengecup dahi istrinya.
Raymond mengendong Kimberly dan menghilang dari tempat itu, mereka kembali ke apartemennya yang di lantai tujuh belas.
Makan malam bersama.
Karena seharian tidak makan Kimberly menyantap makanannya dengan begitu lahap, sementara Raymond dengan tersenyum melihat istrinya sedang makan masakannya.
"Semalam dia meninggalkanku, aku mengira aku sudah kehilangan dirinya, dan aku pasti akan merasa kehilangan dan sulit lagi untuk menjalani hidupku tanpa dia, untung saja mutiara dari ibu bisa menghidupkan Kimberly," batin Raymond.
Raymond menyumpit lauk dan menyuapi istrinya.
"Makan yang banyak," kata Raymond dengan senyum.
__ADS_1
"Enak sekali udang dan kepitingnya! masakanmu sangat luar biasa, kenapa sebagai iblis juga bisa memasak?"
"Karena aku suka memasak, walau agak aneh seorang iblis suka berada di dapur, tapi kehidupan ku tidak berbeda dengan yang lain," jawab Raymond dengan sambil menyuapi istrinya.