Mystery

Mystery
Joline masuk jebakan


__ADS_3

"Pa, sudah, jangan muntah lagi. dan jangan marah padanya nanti kalau dia datang, bagaimana pun kalian ada kenangan manis dan juga dia sudah berjasa karena mampu membuat papa mengerang dengan nikmat," ucap Kimberly dengan menepuk bagian punggung Alex yang sedang membungkuk.


"Apa kau sengaja ya, kurang ajar," ketus Simon yang ingin melayangkan pukulan ke arah Kimberly.


"Apa kau ingin menyakiti istriku!" bentak Raymond yang sedang menahan tangan Simon.


"Raymond, istrimu berulah dan kau hanya diam saja!" ketus Simon.


"Istriku berulah? dia hanya ingin memberitahu kalian kebenarannya, agar kalian tahu perbuatan yang memalukan yang di lakukan oleh ayahmu ini, apakah dia salah!" jawab Raymond dengan melepaskan tangannya Simon.


"Dia tidak perlu ikut campur urusan keluarga kami!" ketus Jacky.


"Jika bukan karena kebaikan yang kalian lakukan terhadap kami berdua, maka hari ini kami juga tidak mau menginjak ke rumah ini," ujar Raymond.


"Apa maksudmu?"tanya Simon dengan merasa cemas.


"Kau mengirim beberapa pembunuh yang tidak berguna untuk ku, apa kau mengira caramu itu akan berhasil? dan adikmu itu juga sama mengirim orang untuk menculik istriku. dan mereka semua gagal," bentak Raymond dengan merasa kesal.


"Sembarangan!" bentak Jacky yang tidak mengakui.


"Apa kau takut, dan tidak ingin mengaku salah? semua perbuatanmu tidak berguna bagi kami sama sekali," ketus Raymond.


"Raymond, apa kamu ada bawa minuman itu?" tanya Kimberly.


"Sudah bawa! ini akan menjadi tontonan yang menarik," jawab Raymond dengan senyum.


"Alex Martinez, kau sangat rendahan sehingga harus mencari hewan untuk memuaskan na*su mu, dan sekarang lihatlah dirimu sendiri, seperti apa!" ketus Cecilia dengan mengejek.


"Apa kau sudah puas dengan mengejekku?" bentak Alex dengan merasa kesal.


"Kenapa kau kesal padaku? kau sendiri sangat menjijikan sekali dan masih meninggikan suaramu," bentak Cecilia.


"Sekeluarga yang sangat murahan," ketus Raymond.


"Kau jangan lupa kau juga keturunan dari keluarga ini!" jawab Simon.


"Tentu saja aku bukan dari keluarga ini, keluarga ini dari awal juga sudah hancur," ujar Raymond dengan senyum.


"Kalau kau bukan dari keluarga ini maka serahkan sahammu itu kepada Simon!" teriak Cecilia.


"Apa kau berhak meminta denganku? suamimu sendiri saja kau masih tidak berdaya menjaganya dan bagaimana caranya kalian ingin menjalankanl perusahaan," kata Raymond.


"Raymond Martinez, serahkan semua saham kepada kami sekarang juga!" bentak Jacky dengan nada kesal.


"Tidak tahu malu! kalian seperti pengemis saja selalu suka meminta, memangnya kalian begitu tidak berguna dan tidak mau berusaha sendiri!" ketus kImberly.


"Diam kau wanita sialan!" teriak Simon dengan tatapan kesal.


BRUK...BRUK...

__ADS_1


Pukulan di lakukan oleh Raymond mengenai wajah pria itu.


"Aarghh..." jerit Simon yang tepar langsung ke lantai.


"Raymond Martinez, kau selalu saja menimbulkan keributan di sini!" bentak Jacky yang ingin melayangkan pukulannya


"kau juga ingin mendapatkan balasan dariku?" tanya Raymond yang sedang menahan tangan Jacky dan kemudian menghempaskan adiknya itu ke lantai.


BRUK...


"Arrghh...." jerit Jacky yang kesakitan.


"Apa yang kau lakukan pada anakku!" bentak Cecilia yang berlari menghampiri Raymond.


Kimberly menahan lengan wanita itu dengan berkata," Bibi, dua putramu ini mengirim orang untuk membunuh kami, dan ini hanya tidak seberapa. masih beruntung dia tidak di bunuh oleh Raymond."


"Kalian sembarangan!" bentak Cecilia yang ingin menampar Kimberly.


PLAK...


Tamparan dari Kimberly mengenai wajah wanita itu.


"Aargghh...kau berani sekali menamparku! aku adalah mertuamu, dasar murahan!" ketus Cecilia


PLAK...


Tamparan di lakukan oleh Kimberly yang merasa kesal


"Memang kenapa kalau kau lebih tua dariku? apa aku harus menerima tamparanmu, kau tidak layak sama sekali. kau sebagai seorang ibu gagal mendidik anak mu," ketus Kimberly.


"Wah...apa yang terjadi di sini, aku yang masih di luar mendengar suara keributan!"sapa Joline yang baru datang.


"BUKAN URUSANMU!" bentak Kimberly dan Cecilia dengan serentak.


"Tuan Martinez, sudah lama tidak bertemu, kelihatannya kita sangat berjodoh!" sapa Joline yang mendekati Raymond.


"Dasar pengoda, apa kau mau aku lempar dari lantai atas lagi!" ketus Kimberly.


"Apa kau begitu tidak percaya diri sehingga merasa cemburu!" kata Joline dengan ngehina.


"Ka-kau adalah wanita di video itu?"teriak Cecilia dengan histeris.


"Kenapa kau bisa muncul di sini?" tanya Alex dengan merasa terkejut dengan kemunculan wanita itu di rumahnya.


"Aku mendapat undangan dari Raymond, oleh sebab itu aku ke sini!" jawab Joline.


Keluarga Martinez yang melihat wanita itu merasa cemas dan takut, sehingga menjaga jarak dengan wanita siluman itu.


"Joline, terima kasih karena sudah datang, minum dulu. cuaca begitu panas minum air jus ini untuk menghilangkan haus," kata Raymond yang sedang memberikan botol minuman kepada Joline.

__ADS_1


Joline yang tanpa merasa curiga ia menghabiskan minuman yang di berikan oleh Raymond.


"Raymond, kenapa kau memberikan kepada dia? apa kau jatuh cinta padanya?" tanya Kimberly dengan sengaja.


"Kimberly, apa kau cemburu?" tanya Raymond dengan senyum.


"Tidak! kalau kau memang mau wanita ini iya ambil saja, lagi pula dia adalah laba-laba," jawab Kimberly


"Kimberly, aku tahu kau merasa cemburu denganku, karena aku lebih cantik darimu. di mata suamimu ini aku lebih memikat darimu!" ujar Joline dengan mendekati Raymond.


"Lebih memikat dariku? memangnya kau begitu yakin jika kau lebih memikat dariku! bentak Kimberly dengan kesal.


"Tentu saja! karena kau lebih kasar dariku!" jawab Joline


"Tapi setidaknya aku tidak di lempar dari ketinggian dalam kondisi telanjang," ejek Kimberly.


"Apa gunanya semua itu? inti nya adalah Raymond sudah terpikat olehku!" jawab Joline.


Kimberly yang merasa kesal lalu menarik dasi Raymond dengan berkata," Raymond Martinez, katakan padaku, apakah kau akan seperti ayahmu ini yang akan berhubungan dia?"


"Tentu saja tidak, istriku!" jawab Raymond dengan senyum dan memeluk pinggang istrinya.


"Istriku ini adalah spesies langka seperti yang di katakan oleh paman Sean. mana mungkin aku bisa berpaling darimu," ucap Raymond dengan mengecup dahi istrinya.


"Sia.lan, tetap saja mengutamakan istrinya," batin Joline.


"Kalian cepat pergi!" teriak Cecilia yang sedang ketakutan melihat keberadaan Joline.


"Kau adalah istri Alex Martinez?" tanya Joline


"Sebelumnya iya, tapi sekarang tidak lagi!" jawab Cecilia.


"Raymond, apa tujuanmu menyuruh dia ke sini?" tanya Raymond dengan kesal.


"Pa, ada pertunjukan untukmu," jawab Kimberly.


"Pertunjukan apa yang kau maksudkan? ini pasti bukan sesuatu yang baik!" ketus Alex.


"Joline sangat seksi dengan suara de.sa.hannya," kata Kimberly yang membuka rekaman itu.


Joline yang mendengar suaranya, ia merasa terkejut sehingga ingin merebut dari tangan Kimberly.


"Berikan padaku!" bentak Joline yang ingin menghampiri Kimberly akan tetapi di dorong oleh Raymond.


"Apa yang kau lakukan sebenarnya?" tanya Joline dengan mulai kesal.


"Siluman laba-laba, sebentar lagi kau akan tahu!" jawab Kimberly.


Tidak lama kemudian Joline merasa sakit di bagian perutnya

__ADS_1


"Aaargghh... Raymond, tolong aku! perutku sakit sekali!" erang Joline yang sedang kesakitan


__ADS_2