Mystery

Mystery
Kekesalan Almost dan Yolanda


__ADS_3

"Aku tidak akan melepaskanmu!" teriak Veronica yang saking kesalnya.


"Memang apa yang akan kau lakukan? lihat saja dirimu sekarang seperti apa. semahal apapun pakaianmu tetap akan basah setelah di siram air!" tanya Kimberly.


"Aku akan menyuruh perusahaan ini memecatmu!" jawab Veronica dengan merasa kesal.


"Di sini bukan perusahaanmu, jadi kau tidak perlu bersikap seolah-olah dirimu itu memiliki hak di sini!" bentak Kimberly.


"Siapa namamu ha? dan siapa orang tua mu? kenapa bisa melahirkan anak yang tidak punya tata krama sepertimu!"


"Aku tidak tahu siapa mereka, lagi pula aku juga tidak peduli. aku hanya hormat terhadap orang yang layak. sedangkan dirimu bukan siapa-siapa sama sekali!" ketus Kimberly.


"Kau bajin.gan...wanita rendahan...wanita murahan..." teriakan Veronica dengan tanpa berhenti.


Karena merasa kesal dengan hinaan yang di lontarkan dari mulut wanita itu, Kimberly mengunakan ember itu dan kemudian menutupi kepala Veronica.


"Hei....!" teriakan Veronica yang kepalanya di tutupi ember pengepel lantai.


"Aku beritahu pada mu, kau tidak perlu bersikap sombong di saat kau kaya. karena kekayaan itu tidak menjamin hidupmu akan mewah seumur hidup," ketus Kimberly dengan kesal dan mendorong Veronica masuk ke salah satu ruangan closet.


"Apa yang kau lakukan?" teriak Veronica yang di dorong masuk ke dalam sana dan di kunci dari luar dengan mengunakan kayu pel memasukan ke gagang pintu.


Kimberly yang menghampiri wanita paruh baya itu kemudian memapahnya untuk berdiri.


"Bibi, mari aku periksa lukamu!" ajak Kimberly yang sedang memapahnya.


"Nona, maaf. terjadi hal yang tidak menyenangkan ini!" ucapnya dengan merasa bersalah.


"Ini bukan salahmu, Bi!" jawab Kimberly.


"Buka pintunya!" teriak Veronica yang mengedor-ngedor pintunya. akibat kayu pel yang tertahan ke dua sisi dinding menyebabkan pintu itu tidak bisa di buka.


Sementara Almost dan Yolanda masih berada di ruangan kantor Raymond dengan berusaha ingin mengambil hati pemilik Sea World Group itu.


"Tuan, bagaimana menurutmu? ide ini sangat sesuai untuk rencana proyek kita!" tanya Almost.


"Tuan Martinez, saya yakin setelah proyek ini berhasil, keuntungan yang kita dapat nilainya sangat tinggi," ujar Yolanda.

__ADS_1


"Apa yang membuatmu begitu yakin dengan semua ide mu ini?"tanya Raymond dengan meletakan dokumen ke atas meja.


"Karena ini bukan pertama kali saya mengerjakan sebuah proyek. sebelumnya sudah banyak perusahaan yang setuju dengan pandanganku. dan hasilnya banyak uang yang kita dapat selama ini!" jelas Yolanda dengan menyombongkan dirinya.


"Tuan Martinez, percayalah dengan ide Yolanda. selama ini dia tidak pernah salah. dan banyak perusahaan yang bekerja sama dengan kami," ujar Almost.


"Di sini adalah Sea World Group dan bukan perusahaan kecil, percaya diri itu bagus akan tetapi terlalu percaya diri sehingga menampakkan kesombongan. mungkin saja ide ini bagus menurut kalian. tapi bagiku. terdapat banyak kelemahannya," jelas Raymond dengan berterus terang


"Tuan Martinez, apa bisa katakan di mana letaknya kelemahan ini?" tanya Yolanda.


"Bawa pulang dokumen kalian ini dan baca ulang di mana letak kelemahannya! aku tidak berminat dengan kerja sama ini," ketus Raymond yang bangkit dari tempat duduknya.


"Sebentar! Tuan Martinez, Anda sangat berpengalaman dalam bidang ini. apakah Anda sudi untuk mengajarku?" tanya Yolanda dengan ingin menarik perhatian pria itu.


"Aku tidak ada waktu untuk mengajarmu. seharusnya Anda mengambil kursus untuk mempelajarinya lagi. agar bisa memperbaiki diri!" jawab Raymond.


"Tuan Martinez, apa kita ada kesempatan untuk bekerja sama?" tanya Almost.


"Tidak!" jawab Raymond dengan terus terang.


" Tuan Martinez, saya bisa memberikan ide yang lebih bagus. berikan kami kesempatankan lagi!" pinta Yolanda.


"Tuan Martinez, saya...!" ucap Yolanda yang terhenti karena mendengar suara yang tidak asing baginya. lalu ia dan Almost memandang ke arah televisi besar yang ada di lemari.


Saat mereka berdua melihat ke arah televisi itu merasa hampir tidak percaya dan mendengar setiap ucapan kasar yang di lontarkan oleh sang ibunya. tentu dirinya merasa sangat malu kejadian tersebut bisa di tayang di televisi yang terletak di ruangan itu.


"**Hei...apa kau gila ya, wanita tua!"


"Ada apa Nyonya?"


"Ada apa...ada apa! apa kau tahu harga sepatuku ini sangat mahal. walau kau bekerja selama setahun juga tidak akan sanggup membelinya!"


BRUGH...


"Aarrghh...."


"Dasar orang rendahan..kampungan...tidak berguna...menjijikan sekali!"

__ADS_1


"Maaf Nyonya, saya tidak tahu jika Anda ingin masuk ke sini dan waktu sekarang memang adalah tugas kami untuk membersihkan kamar kecil ini!"


"Maaf...maaf...tidak ada gunanya kau minta maaf padaku. karena harga sepatuku ini orang rendahan seperti dirimu tidak akan sanggup mengantinya, sudah miskin tidak tahu diri. apa kau tahu siapa aku? aku adalah pemilik perusahaan Almost. hari ini aku akan bekerja sama dengan atasan kalian. dan aku akan menyuruh perusahaan ini memecat orang rendahan sepertimu**."


Keributan Veronica dengan petugas Cleaning service serta Kimberly telah di tonton oleh semua orang yang di perusahaan itu.


"Ini...?" ucap Almost yang menghela nafas.


"Wanita itu bukankah yang di restoran kemarin?" tanya Yolanda yang melihat Kimberly sedang melawan ibunya.


Raymond yang ikut menonton aksi itu lalu ia pun bangkit dari tempat duduknya.


"Ternyata dia adalah nyonya Almost, pertama kali datang ke perusahaan sudah menimbulkan masalah, menghina karyawan kami dan juga menyakitinya, beginikah sikap seorang istri pengusaha?" tanya Raymond dengan menyindir.


"Ini hanya salah paham! tidak seperti yang Anda lihat!" ucap Almost yang merasa malu dengan sikap istinya itu.


"Aku bisa saja melapor istri Anda atas kejadian ini, ini namanya menghina dan juga melakukan penyerangan!" kecam Raymond.


"Tuan Martinez, wanita itu menyiram dan mengurung mamaku. kami juga bisa menuntutnya!". ujar Yolanda.


"Tuntut saja kalau memang sanggup! rekaman itu bisa membuktikan siapa yang bersalah. kalian datang tanpa di undang dan membuat keributan. dan sebagai majikan hanya ingin melindungi karyawan sendiri ini tidak ada salahnya!" kecam Raymond.


Veronica yang di kurung di dalam sana telah di datangi sebagian karyawan, atas ulah Kimberly kejadian di kamar kecil itu di tayangkan semua televisi perusahaan. Kimberly yang bekerja sama dengan staf yang tadinya mengantar Veronica ke kamar kecil.


Saat terjadi perdebatan di antara Kimberly dan Veronica, staf yang tadinya sedang merekam dari luar, dan setelah Kimberly meninggalkan kamar kecil, ia pun sengaja sebarkan agar bisa di tonton oleh semua orang yang ada di dalam perusahaan untuk menyaksikan kejadian itu.


"Apakah Anda tahu? tayangan ini akan di lihat oleh semua orang yang berada di dalam gedung ini. semua sudah tahu bagaimana sikap seorang istri dari pengusaha Almost yang suka menghina pekerja sini," jelas Raymond.


Tidak lama kemudian Kimberly melangkah masuk ke ruangan suaminya itu.


"Raymond, aku baru kembali dari kamar kecil. dan menghajar seorang wanita yang tidak berpendidikan," kata Kimberly dengan sengaja karena ia sudah tahu keberadaan Almost dan Yolanda.


"Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Yolanda dengan merasa tidak percaya kehadiran Kimberly di ruangan bos besar itu.


"Kenapa aku tidak boleh ada di sini? memang siapa kamu?" tanya Kimberly.


"Apa kamu sudah lupa dengan kami? kau memesan makanan dan wine, dan aku yang harus membayarnya," ketus Almost dengan merasa kesal.

__ADS_1


"Oh itu ya..kalian rupanya, maaf. aku tidak bisa mengingat kalian karena kalian bukan orang penting, dan kenapa kalian ada di sini? apakah sedang meminta tanda tangan Raymond? aku beritahu pada kalian tanda tangan Raymond sangat berharga. perusahaan kecil milik kalian itu tidak layak mendapatkan tandatangannya," ujar Kimberly dengan menyindir.


Almost dan Yolanda yang mendengar hinaan dari Kimberly merasa kesal dan ingin meledak emosinya, akan tetapi karena keberadaan Raymond di sana mereka hanya bisa menahan emosi. sementara Raymond hanya bersikap santai dan tersenyum dengan melihat aksi istrinya yang di kamar kecil itu.


__ADS_2