Mystery

Mystery
Tes DNa


__ADS_3

"Sudah jangan menangis lagi, aku bisa membuktikan jika anak ini bukan anakku" bujuk Raymond yang sedang memeluk istrinya itu


"Kalau kau sudah memiliki anak dengan wanita lain aku ingin bercerai denganmu" kata Kimberly dengan tegas dan melepaskan pelukannya


"Kau tidak akan bisa menceraikan ku, dan kau juga tidak ada kesempatan untuk menjauh dari suamimu ini" ujar Raymond dengan mengusap air matanya


"Raymond, bagaimana denganku dan anak kita? apa kau harus bersikap begitu kejam pada kami?" tanya Candy yang merasa sedih


"Candy, saat itu kau mencariku dan aku masih bersikap baik padamu karena tidak membunuhmu, tapi hari ini kau dengan tidak tahu malu membawa anak mu ini menjumpaiku, apa yang kau inginkan? uang atau perhiasan?" ketus Raymond dengan menghina


"Bukan itu yang ku mau, Raymond. aku hanya meminta kau mengakui anakmu ini, selama ini dia selalu mencarimu, bahkan di sekolah saja dia di ejek oleh murid-murid lain karena dia tidak memiliki ayah" ujar Candy


"Apa karena dia di ejek maka aku harus mengakuinya? alasan seperti apa itu?" bentak Raymond dengan kesal


"Kakak, apa kau sudah lupa atau berpura-pura lupa? sepuluh tahun yang lalu kalian menjalin kasih selama beberapa bulan, di saat itu papa juga membantah kalian bersama, tapi dirimu tidak mendengar kata papa dan malah memilih tinggal bersamanya selama beberapa bulan, jadi tidak heran jika anak ini darah dagingmu" ujar Jacky


"Aku tidak perlu memberikan penjelasan pada kalian, aku sangat ingat dengan siapa aku pernah menjalinkan hubungan, selain Kimberly tidak ada wanita lain pernah bersamaku" kata Raymond dengan tegas


"Apa kau ingin mengunakan anak ini untuk mendapatkan uangku? katakan berapa yang kau inginkan agar kau bisa segera menyingkir dari ku?" ketus Raymond dengan terus terang


"Raymond, kau mengatakan jika kita tidak pernah menjalin hubungan, mungkin saja kau berpura-pura tidak mengenalku, tapi aku memiliki bukti bahwa kita pernah bersama" ucap Candy yang mengeluarkan kalung liontin yang di kenakan di lehernya itu, Candy membuka liontin dan terdapat foto dirinya bersama dengan Raymond


Foto mesra yang berukuran kecil tersimpan di dalam liontin tersebut


"Lihatlah..ini foto kita di saat itu" ujar Candy yang memperlihatkan foto itu


"Raymond, pria itu mirip denganmu, kau masih tidak mau mengakuinya?" bentak Kimberly dengan melepaskan pelukan Raymond


"Kimberly, ini bukan aku" ucap Raymond yang menarik Kimberly ke pelukannya


"Bukti foto kita berdua sudah ada, apa kamu masih tidak mengakuiku? aku tidak memintamu untuk menikahiku, aku hanya ingin kau mengakui anak kita, dia butuh seorang ayah, di dalam tubuhnya mengalir darahmu, Raymond" kata Candy dengan merasa sedih


"Kakak, kau sudah menanam ribuan benih di rahim wanita ini, jadi tidak salah jika anak ini adalah anakmu, lagi pula Kimberly belum melahirkan, dia juga tidak akan bisa menolak jika kau menerima anak ini, bagaimanapun kita butuh penerus untuk bisnis kita, apa lagi anakmu ini sudah besar, sangat di sayangkan jika kau tidak mengakuinya" ujar Simon dengan sengaja


"Apa kalian sudah selesai bicara? aku tidak perlu banyak bicara dengan kalian, besok kita ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA, jika sudah terbukti dia bukan anakku, maka kau harus segera lenyap dari hadapanku" kecam Raymond dengan tegas


"Aku tidak peduli ini anak mu atau bukan, kau tetap harus menikahiku" kata Tina dengan tegas

__ADS_1


"Aku tidak akan menikahimu apapun yang terjadi, jadi kau jangan bermimpi" jawab Raymond dengan tegas


"Raymond, kenapa kau tidak menikahi mereka berdua saja?" tanya Kimberly yang berhenti menangis


"Kau ingin aku menikahi mereka berdua? apa kau masih waras?" tanya Raymond dengan menyubit wajah istinya


"Aku masih waras, selagi kau memberikanku kartu kreditmu makanya kau bebas menikahi siapa saja" jawab Kimberly dengan ceplas ceplos


"Kau ini..?" ucap Raymond yang mengendong istrinya melangkah naik anak tangga


"Candy, untuk sementara kau tinggal di sini dulu, besok Raymond dan Raycan akan melakukan tes DNA" kata Alex


"Baik, terima kasih, Paman" ucap Candy


"Raymond, Raycan adalah anak kita, besok aku yakin kau pasti tidak bisa mengelak lagi, dan aku yakin paman pasti akan menerima cucunya dan aku pasti akan menjadi menantu keluarga ini, sementara istrimu itu pasti akan kehilangan posisi sebagai istri dan menantu di sini" batin Candy


Kamar Raymond


"Aaaarrrrrgggghhhhhhhhhhh" teriakan Kimberly yang mengema satu ruangan kamar


"Selain kartu kredit yang kau peduli, apa kau tidak peduli pada suamimu ini?"


"Hm...aku peduli juga padamu"


"Peduli padaku atau uangku?" tanya Raymond yang menyentil dahi Kimberly


"Keduanya" jawab Kimberly dengan santai


"Jadi kenapa kau menangis tadi?"


"Karena jika anak itu adalah anakmu maka aku sudah kehilangan mesin uangku"


"Kau menganggap suamimu ini adalah mesin uangmu?"


"Iya, jika kau bukan mesin uangku untuk apa aku menangis" jawab Kimberly dengan seraya bercanda


"Pintar sekali istriku ini" ucap Raymond dengan mencium bibirnya Kimberly

__ADS_1


Setelah mencium selama beberapa menit Raymond mengendong Kimberly ke atas kasur, lalu menindih tubuh istrinya itu


"Tubuhmu berat sekali" kata Kimberly yang di tindih oleh suaminya itu


Raymond melanjutkan ciuman bibirnya dan kemudian mencium leh*r istrinya


"Raymond, apa yang kau lakukan?" tanya Kimberly yang menahan tubuh suaminya itu


"Aku ingin melepaskan hasratku yang sudah terpendam selama hidupku" jawab Raymond dengan menatap Kimberly yang berada di bawahnya


"Hah..apa bisa jangan melakukannya? aku belum pernah melakukannya" pinta Kimberly


"Apa ini pertama kali untukmu?"


"Iya, kau pasti sudah berpengalamankan? karena kau sudah pernah melakukannya dengan Candy"


"Aku tidak pernah menyentuhnya, Kimberly. dan aku tidak pernah juga melakukannya dengan wanita manapun" jelas Raymond dengan mencium bibir istrinya


"Usia mu sudah berapa masa tidak pernah, soal ranjang kalau pria pasti juaranya, masa kau tidak pernah, apa karena kau tidak tahu caranya?" tanya Kimberly yang melepaskan ciumannya


"Hahahahah, aku tahu caranya. hanya saja aku tidak akan melepaskan hasratku dengan sembarang wanita, dan aku hanya ingin melakukannya dengan Ratuku, dan kau adalah Ratuku" jelas Raymond dengan senyum


"Tapi aku tidak pernah, bagaimana jika kau melakukannya dengan Candy dan aku akan mempelajarinya dengan kalian berdua" kata Kimberly yang asal-asalan


"Aku tidak mau melakukan dengannya, karena aku hanya menginginkanmu" jawab Raymond dengan mencium leh*r istrinya


"Tapi aku takut! kata orang pasti sakit karena untuk pertama kali"


"Kita akan mencobanya" ucap Raymond dengan mencium bibir suaminya


"Sebentar!" pinta Kimberly yang melepaskan ciumannya


"Kenapa, apa kamu merasa takut?" tanya Raymond dengan senyum


"Kalau kau serahkan semua kartu kreditmu maka aku tidak merasa takut lagi" jawab Kimberly


"Hahahaaha...bukankah sudah pernah ku katakan jika semua uangku adalah milikmu" ucap Raymond dengan mengecup dahinya Kimberly

__ADS_1


__ADS_2