Mystery

Mystery
Cecilia mendapatkan balasan


__ADS_3

"Kimberly, dari mana kau mendengar nama ini? siapa dia?" tanya Raymond yang merasa heran


"Siapa dia? jangan mengatakan jika kau tidak mengenalnya"


"Kimberly, sepertinya nama ini tidak asing bagiku, tapi aku tidak ingat siapa dia?"


"Raymond Martinez, kau sangat luar biasa bisanya kau melupakan seorang wanita yang adalah mantan pacarmu yang pernah tinggal serumah denganmu selama beberapa bulan, dan kemudian kau mengusirnya. apa karena kau sudah bosan dengannya sehingga tidak mau mengingatnya lagi?" jelas Kimberly dengan panjang lebar


"Dari mana kau mendengarnya? aku tidak ingat siapa dia, bisa saja aku tidak mengenalnya sama sekali"


"Aku yakin suatu saat kau pasti melupakanku juga setelah kita bercerai" ketus Kimberly


"Aku tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun, wanita yang kamu katakan itu siapa dia sebenarnya, aku juga tidak tahu"


"10 tahun yang lalu kalian tinggal bersama, walau papamu membantah kau tetap mau bersamanya, dan kemudian kau mengusirnya. Raymond Martinez, aku hanya ingin tahu kapan kita akan bercerai?"


"Aku tidak akan melakukannya"jawab Raymond dengan tegas


"Kenapa, kau adalah makhluk aneh yang tidak pernah mencintai siapapun, tidak mungkin juga kau mencintaiku kan?"


Raymond menarik pinggang Kimberly dan memeluknya dengan erat


"Hei..hei..ada apa denganmu?" tanya Kimberly dengan meronta-ronta


"Pernikahan ini bukan mainan bagiku, jadi aku tidak akan menceraikanmu" jawab Raymond yang menidurkan Kimberly dan mencium bibir istrinya


"Raymond, lepaskan aku. tubuhmu sangat berat" ujar Kimberly yang melepaskan ciumannya


"Jangan bergerak, biarkan suamimu ini menciummu" ujar Raymond yang menahan wajah istrinya dan melanjutkan ciumannya


Mereka berciuman selama beberapa menit dan tidak lama kemudian Raymond melepaskan ciumannya


"Apa sudah puas? aku masih mengantuk dan mau melanjutkan tidurku" ujar Kimberly


"Kimberly Martinez, dengan baik-baik. aku tidak akan menceraikanmu, aku tidak tahu siapa Candy, karena aku tidak mengenalnya, mungkin saja dulu aku pernah bertemu dengannya, dan kemudian aku lupa, tapi aku sangat pasti dengan satu hal yaitu aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun" ucap Raymond dengan mengecup dahi Kimberly


"Kau pacaran dengannya dan bahkan sudah tinggal bersama, tapi kau bisa melupakannya, apa kau amnesia?"


"Makhluk sepertiku tidak akan amnesia, dan aku bisa mengingat semua apa yang pernah ku lakukan sebelumnya" jawab Raymond dengan senyum


"Iya, kau memang makhluk aneh, bahkan paling aneh di bumi ini, dan sekarang apa kau sudah bisa bangun? aku sudah mengantuk"

__ADS_1


"Hahahaha..baiklah. kalau begitu tidur saja di pelukanku" ujar Raymond yang berbaring di samping Kimberly lalu memeluknya dengan erat


"Raymond, tadi apakah gempa? saat aku tidur aku merasa terguncang" tanya Kimberly yang tidur di pelukan suaminya


"Tidak ada! dirimu hanya bermimpi" jawab Raymond dengan alasan dan sambil memeluk Kimberly


Tidak lama kemudian Kimberly tertidur pulas di pelukan suaminya itu, sementara Raymond masih dalam keadaan sadar, dirinya menatap senyum ke arah istrinya


"Aku ingat siapa Candy, dia adalah wanita yang pernah mencariku dulu, saat itu aku hampir mematahkan lehernya, karena dia memelukku. di dunia ini hanya Ratuku saja yang boleh memelukku" batin Raymond


Keesokan harinya


"Kimberly, ambil cek ini" ujar Cecilia yang duduk bersama dengan Kimberly di ruang makan


"Untuk apa ini?" tanya Kimberly dengan heran


"Tulis nominal yang kamu minta, dan kemudian uangnya milikmu. setelah itu kau boleh tinggalkan sini" jawab Cecilia


"Bibi, ingin aku pergi meninggalkan Raymond?" tanya Kimberly yang berpura-pura tidak tahu


"Benar! tulislah angka yang kamu mau" kata Cecilia


"Memangnya berapa yang kamu sanggup bayar?"


"Menurutmu berapa harga untuk seorang putra tertua keluarga ini?"


"Aku akan memberi mu dua ratus juta dollar, dan kemudian pergilah, jangan muncul lagi" kata Cecilia yang sedang menulis angka nominal di buku ceknya


Kimberly yang melihat angka nominal yang di tulis oleh Cecilia, ia langsung mengeluarkan dua kartu kredit yang di berikan oleh Raymond untuk dirinya


"Apa ini?" tanya Cecilia yang kaget melihat dua kartu itu yang salah satunya adalah Black Card


"Satu kartu ini saja uangnya lebih banyak dari yang kamu berikan, jadi uangmu itu tidak seberapa bagiku" jawab Kimberly dengan sengaja


"Kau..?" ucap Cecilia yang terdiam


"Bibi, jika ingin aku pergi dirimu harus menyiapkan banyak uang, lihat saja kartu ini, jumlah uangnya sangat banyak, jadi angka yang kamu tulis itu tidak seberapa bagiku, lebih baik aku bersama Raymond yang kaya dari pada aku harus menerima uangmu yang tidak seberapa itu" jawab Kimberly yang tidak mau kalah


"Kau sangat mata duitan" ketus Cecilia dengan kesal


"Suamiku begitu kaya dan tampan, tidak mungkinkan aku harus melepaskannya, kecuali jika bibi bisa membayarkan uang yang lebih banyak dari dua kartu ini, dan selain itu bibi juga dapat bonus dariku"

__ADS_1


"Apa maksudmu? bonus apa?" tanya Cecilia dengan kesal dan meneguk minumannya


"Bonusnya adalah aku akan memberitahu bibi cara melayani papa selama berjam-jam hingga papa tewas, eh...bukan, maksud ku adalah hingga papa lemas" jawab Kimberly dengan asal-asalan


Uhuk...uhuk...uhuk...


Suara batuk Cecilia yang keselek minuman


"Bibi, jangan malu. selain itu aku ada cara untuk mengencangkan payu da. ra mu" ucap Kimberly dengan sengaja


"Kau gila!" ketus Cecilia


"Kalau tidak mau juga tidak apa-apa juga, jika ingin mengusirku keluar maka uangmu harus lebih banyak dari Raymond, jika tidak aku tidak akan mau keluar" ucap Kimberly


"Ada apa kalian di sini?" tanya Raymond yang baru muncul di ruang makan itu


"Bibi ingin memberikan ku uang, agar aku bisa pergi darimu, tapi karena uangnya sedikit maka aku menolak, lebih baik aku memilih dua kartu ini dari pada memilih cek yang dia berikan" jawab Kimberly


"Cecilia, kau masih saja ingin mengusir istriku? kau akan tahu akibatnya apa jika kau melakukannya lagi" kecam Raymond


"Aku sudah menolak permintaannya, mana bayaran lebih untukku?" pinta Kimberly dengan mengulurkan tangannya


"Dua kartu ini saja kau tidak mengunakannya, dan sekarang kau minta lagi?" ujar Raymond dengan senyum


"Aku tidak peduli, aku masih mau kartu yang di dompetmu" jawab Kimberly dengan tegas


Raymond hanya tersenyum dan menyerahkan dompetnya kepada Kimberly


"Kenapa Raymond bisa begitu murah hati pada gadis ini, sehingga memberikan apapun yang dia mau, dasar pela.cur, tahunya hanya meminta uang, apa tubuhmu begitu nikmat sehingga sesuka hatimu meminta uang dengan Raymond" batin Cecilia


Raymond yang merasa marah karena mengetahui isi hati wanita itu, dia memilih cara lain untuk membalasnya


"Cecilia, minum air yang banyak agar kau tidak mati kehausan" ucap Raymond yang sedang menuangkan air ke gelas yang di pegang Cecilia


"Aku sudah lapar mari kita bersarapan di luar" ajak Raymond dengan merangkul pinggang Kimberly


"Tapi aku harus masak sarapan hari ini, jika tidak papa pasti marah" jawab Kimberly


"Tidak usah, istriku tidak perlu melakukannya dengan sendiri, biar saja mereka yang melakukannya" kata Raymond


"Dasar murahan" ketus Cecilia yang kemudian meneguk minuman itu, saat dirinya menelan air itu dia langsung`✓

__ADS_1


"Aaaaaaarrrrrgggghhhh" teriakan Cecilia yang merasa panas bagaikan mendidih di tengorokannya


__ADS_2