Mystery

Mystery
Demon melawan putaran air


__ADS_3

"Tapi, sebelumnya mutiara ini belum pernah bereaksi seperti ini, kan?" tanya Kimberly.


"Iya, mungkin dia ingin keluar sebentar," jawab Demon dengan alasan.


"Tanpa dia di dalam tubuhku apakah aku akan menghilang?"


"Tidak bisa! tapi, kau tetap bisa hidup selama ribuan atau puluhan ribu tahun, karena dalam tubuh mu masih ada mutiara dari mama ku," jawab Demon.


"Berarti aku tidak bisa membakar apapun lagi dengan tanganku," ujar Kimberly


"Jangan aneh-aneh lagi! ingat ya jangan coba-coba memanjat pohon lagi! karena kalau kamu terjatuh tulang mu pasti akan patah," kata Demon.


"Iya, aku mengerti," jawab Kimberly.


"Sudah malam tidurlah di kamar!"


"Baiklah, aku ingin mengosok gigi dulu,"jawab Kimberly yang bangkit dari sofa.


Seperti biasanya di tengah malam Demon bersama dua iblis api Teddy dan Licon akan memantau air laut yang lagi-lagi terjadi pusaran besar, air berputar semakin lama semakin cepat. kejadian itu menampakan besarnya lobang pusaran air tersebut. menyeramkan dan juga menakutkan.


Demon melihat selama beberapa menit dengan mata apinya. ia ingin melihat tembus ke dalam air yang kedalamannya cukup dalam dan tidak bisa di perkirakan lagi.


"Kalau kau ada di dalam sana kenapa tidak menampakkan dirimu? aku sedang menunggu mu di sini," batin Demon.


Kejadian aneh itu berlangsung selama beberapa menit. dan kemudian air berubah menjadi normal seperti semula.


"Raja, Kondisinya menjadi normal lagi," ujar Teddy


"Apa rencana dia sebenarnya? untuk apa dia melakukan itu?" tanya Licon.


"Mari kita tinggalkan tempat ini!" ajak Demon yang kemudian menghilang.


Keesokan harinya.


Seperti biasa lautan besar itu terdapat beberapa kapal besar nelayan dan juga kapal pesiar yang berada di tengah-tengah lautan. di tepi pantai sana terdapat beberapa pengunjung yang bermain dengan tawa dan gembira yang di ramaikan oleh orang dewasa dan juga anak-anak.


"Lihatlah sana banyak sekali kapalnya!" teriak salah satu anak-anak itu


"Iya, aku mau naik kapal besar itu!"


"Aku juga mau!"


"Kalau kita sedang berlibur maka kita boleh naik kapal pesiar ya," ucap seorang ibu dari anak-anak itu.


"Mereka mau menuju ke pelabuhan, mungkin dari kota lain," kata sang ayah dari anak-anak itu.

__ADS_1


Suara tawa gembira terdengar sangat jelas. mereka berjemur, bermain air, saling mengejar, bercanda ria serta berenang. tidak ada yang tahu bahaya sedang mendekati mereka.


Tidak lama kemudian gelombang kecil terjadi di tengah lautan itu. semua mata pada berfokus ke arah kapal-kapal yang sedang di tengah di laut.


"Hei...lihatlah air itu!" teriak salah satu pengujung di sana yang melihat gelombang yang mencapai ketinggian sekitar ratusan meter.


Semua tercengang saat melihat ketinggian air yang muncul di tengah-tengah lautan itu lalu menghantam semua kapal yang ada di sana. sesaat kemudian semua kapal yang di lihat oleh mereka menghilang di pertengahan lautan itu.


Gelombang air terjadi hanya selama beberapa menit dan kemudian berubah menjadi tenang semula.


"Kapal itu menghilang!"


"Dan airnya kembali normal."


"Apa ada sesuatu di dalam sana?"


"Lebih baik kita keluar dari air! jangan bermain lagi di sini!"


Semua pengunjung yang bermain di dalam air berlarian keluar dari sana. akan tetapi tempat yang mereka injak terjadi putaran air yang sangat kuat sehingga langsung menelan mereka yang sedang berlari.


"Aarrrgghh..." teriakan mereka yang berada di tepi pantai itu.


"Aarrrgghh..."


"Aarrrgghh..."


"Aarrrgghh..."


"Aarrrgghh..."


"Aarrrgghh..."


Terikan pengunjung yang sedang ketakutan sambil berlari.


Setelah itu Demon langsung masuk ke dalam putaran air tersebut dengan berusaha ingin menyelamatkan orang-orang yang tengelam karena putaran air tersebut.


Semua mata berfokus dengan kejadian itu sambil berteriak karena ahli keluarga mereka di telan hidup-hidup oleh putaran air itu.


"Aarrrgghh..."


"Aarrrgghh..."


"Tolong selamatkan anak ku!"teriakan salah satu wanita yang sangat histeris.


"Suami ku di dalam sana."teriak wanita lainnya.

__ADS_1


Tangisan mereka yang histeris dan menjauh dari tepi pantai karena di hadang oleh Teddy dan Licon.


"Kalian cepat menjauh! jangan dekat dengan pantai lagi!" teriak Teddy.


Karena histeris emosi para pengunjung tidak bisa di bendung sehingga mereka berkali-kali berdorongan dengan Teddy dan Licon yang sedang menahan mereka.


"Licon, lakukan sesuatu agar mereka tidak bisa mendekati air!" perintah Teddy yang sedang menahan mereka.


Licon lalu membuat pembatas yang panjang dengan api agar tidak bisa di lewati oleh para pengunjung sana.


Sontak kejadian ini lagi-lagi mengejutkan mereka yang melihat seorang pria yang mengeluarkan api dengan tangannya.


Demon yang berada di dalam putaran air melawan dengan kekuatannya sambil menyelamatkan puluhan orang yang tenggelam. ia mengeluarkan cahaya merah dari tubuhnya untuk menahan serangan air yang sangat kuat itu. ia menarik mereka satu-persatu yang semakin jauh tenggelam dengan kekuatannya. tentu saja Demon yang memiliki kekuatan api harus mengeluarkan sebagian kekuatannya untuk melawan kekuatan air. akan tetapi ia adalah iblis api tertua yang semakin meningkat kekuatannya dan putaran air tersebut tidak mampu mengalahkannya.


Tidak lama kemudian para korban tiba-tiba terlempar keluar dari putaran air, Demon mengunakan kekuatannya mendorong air untuk membawa mereka naik hingga ke permukaan air dan lalu mereka pun di lemparkan ke tepi pantai.


Mereka yang di selamatkan oleh Demon sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri karena kehilangan nafas mereka dan juga kedinginan.


"Teddy, Licon, cepat selamatkan mereka!" perintah Demon yang sedang berdiri di permukaan air.


Sesaat kemudian air menjadi normal kembali. semua pengunjung berhasil di keluarkan dari putaran air, terdapat puluhan orang yang terdiri dari beberapa pria, wanita dan anak-anak.


Teddy dan Licon berusaha memberi nafas dengan kekuatan mereka.


Aksi Demon di lihat oleh para pengunjung, mereka merasa kagum dan juga merasa aneh.


Demon yang masih berdiri di permukaan air sambil melihat ke dalam air dengan mata apinya. memang niatnya ingin menangkap si pelaku yang selama ini tidak ingin menampakan dirinya.


"Kekuatan yang sangat tinggi, dia mampu mengendalikan air laut, kelihatannya aku harus bersiap untuk menghadapinya," batin Demon.


"Uhuk...uhuk...uhuk..." suara batuk mereka dengan serentak.


"Terima kasih, pahlawan. kalian sudah menyelamatkan mereka," ucap mereka kepada Demon dan dua anggotanya.


"Sampaikan kepada teman dan saudara kalian untuk tidak bermain di sini lagi! di sini sudah tidak aman!" perintah Demon yang kemudian menghilang, begitu juga dengan Teddy dan Licon.


"Kemana mereka?" tanya salah satu wanita yang ada di sana.


"Apa mereka bukan manusia?"


"Heh...tadi aku merekam kejadian itu, tapi kenapa tidak terekam tiga pahlawan itu ya?"


"Iya, aku juga ada merekamnya, hanya melihat para korban yang keluar dari air, tapi tidak melihat pahlawan yang membawa mereka keluar.


"Aku akan sebarkan ke internet agar semua orang tahu, tempat ini tidak aman lagi."

__ADS_1


Terjadilah perbincangan di antara mereka mengenai tiga pria yang mereka lihat itu. dan tidak lama kemudian mereka pun meninggalkan tempat yang menyeramkan itu. tempat yang biasa menjadi tempat kunjungan kini menjadi tempat yang meninggalkan ketakutan kepada mereka.


__ADS_2