Mystery

Mystery
Penyesalan Diana


__ADS_3

"Debermon, papa tidak pernah mengajarkanmu untuk melakukan kekerasan terhadap orang lain, karena kamu masih kecil. dan papa tidak ingin orang lain mengatain mu sebagai anak tidak punya tata krama," kata Demon dengan mengelus kepala putranya.


"Apa kamu sudah mengerti?" tanya Demon dengan senyum pada putranya.


"Iya, Pa. aku akan ingat pesanmu," jawab Debermon dengan menurut.


"Tapi bagaimana kalau ada yang menindas adik lagi? apa aku boleh membalasnya?" tanya Debermon.


"Tentu boleh, tapi ingat jangan sampai membunuh orang. walau kita adalah iblis dan musuh kita juga iblis, papa tetap tidak ingin kamu menjadi pembunuh di saat masih kecil. kamu bisa melukainya di saat dia menindas adikmu. tapi jangan menghilangkan nyawa orang itu," jawab Demon.


"Iya, aku sudah mengerti," jawab Debermon.


"Putra mama sangat pintar," ucap Kimberly dengan memeluk Debermon dengan erat.


"Papa, apa tanganku akan sembuh? sakit sekali," tanya Deberly yang duduk di pangkuan papanya.


"Bengkaknya akan segera sembuh, sayang. jangan khawatir ya," jawab Demon dengan mencium pipi putrinya.


"Iya, Pa," jawab Deberly.


Beberapa hari kemudian.


Debermon dan Deberly di pindahkan ke sekolah anak-anak lainnya. kali ini Demon dan Kimberly yang mengawasi dua buah hatinya.


"Demon, apa kamu mencurigai iblis hitam itu akan datang mencari si kembar kita lagi?" tanya Kimberly yang sedang berdiri di luar kelas bersama suaminya.


"Aku yakin dia akan membalas dendam, terhadap putra putri kita," jawab Demon yang sedang melihat ke dalam kelas.


"Kalau begitu kita perhatikan saja, kalau dia muncul maka bunuh saja," ujar Kimberly yang sedang melihat ke arah dua buah hatinya.


Selama Deberly dan Debermon berada di kelas, Demon dan Kimberly sama sekali tidak beranjak dari sana. mereka memantau setiap murid-murid di kelas tanpa beralih pandangan demi melindungi sang buah hati mereka.


Setelah beberapa jam kemudian lonceng berbunyi, murid-murid diizinkan pulang.


Murid-murid berlarian keluar dari kelas mereka.


"Papa, Mama...." panggil Debermon dan Deberly yang berlarian menuju ke arah Kimberly dan Demon.


Kimberly dan Demon membuka ke dua tangannya menyambut buah hati mereka dengan gembira.


"Mama, aku mau pulang, sudah lapar!" pinta Deberly yang digendong Kimberly.


"Papa, aku mau makan ikan!" pinta Debermon yang digendong oleh Demon.

__ADS_1


"Aku mau udang saos!" pinta Deberly dengan girang.


"Hahahaha....anak papa sudah lapar, dan papa akan memasak untuk kalian," jawab Demon dengan tertawa.


"Mari kita pulang dan siapkan makanan!" ajak Kimberly dengan senyum dan melangkah pergi


"Mari kita pulang," ujar Demon yang mencium pipi putranya dan menyusul langkah Kimberly.


Mansion Demon.


"Kimberly, kamu mandikan saja mereka! biar aku yang siapkan makan siang!" kata Demon sambil melepaskan jas luarannya


"Baiklah," jawab Kimberly yang membawa si kembar menuju ke kamar.


"Mari anak-anak mandi dulu ya! setelah itu baru makan," ucap Kimberly.


"Siap, Ma," jawab Si kembar dengan serentak.


Demon melepaskan jas dan dasi kemudian meletakan ke sofa. setelah itu ia berjalan menuju ke dapur untuk menyiapkan makanan kesukaan anak dan istrinya.


Di sisi lain Wilson yang akhirnya membeli rumah baru merasa senang dan sangat bahagia.


"Rumah ini walau tidak besar tapi setidaknya aku sudah memiliki rumah sendiri, ini semua karena bantuan dari tuan Raymond juga," ucap Wilson yang menghempaskan dirinya di sofa.


Setelah sadar Wilson tidak ingat lagi dengan apa yang dia lihat sebelumnya. bosnya itu menghilang di depan matanya sehingga membuatnya pingsan. Demon mengunakan kekuatannya untuk menghilangkan ingatan Wilson tentang apa yang dia lihat.


Dowie yang sedang mencari si kembar mendatangi semua sekolah, ia memantau semua kelas di setiap sekolah.


"Ke mana si anak iblis itu? aku tidak percaya tidak bisa mendapatkan dia," ketus Dowie dengan kesal.


Dowie muncul di beberapa sekolah hanya untuk memcari sasarannya itu. kemudian ia muncul lagi salah satu sekolah ternama yang tak lain adalah tempat si kembar belajar. Dowie melangkah masuk dan mencium aroma si kembar.


"Ternyata dia pindah ke sini, anak iblis, lihat saja apakah kalian sanggup melawanku," gumam Dowie.


Tidak lama kemudian ia menghilang.


Mansion Demon.


"Ikannya enak sekali," kata Debermon yang sedang makan dengan lahap.


"Udangnya juga enak sekali," kata Deberly dengan girang.


"Makan yang banyak," ujar Kimberly yang sedang mengupas kulit udang untuk putrinya.

__ADS_1


"Iya, Ma," jawab Deberly yang sedang makan.


"Kimberly, kamu makan saja! biarkan aku yang mengupas kulitnya," kata Demon dengan mengambil udang saos dan mengupas kulitnya.


"Kamu makan juga, aku akan makan setelah bersihkan kulitnya," jawab Kimberly.


"Apa kamu lupa selama ini aku yang melakukannya untukmu? dan mulai saat ini aku akan melakukan hal yang sama untukmu dan putri kita," ucap demon dengan senyum.


"Baik kalau begitu, jadi aku ingin menikmati masakanmu setiap hari,"jawab Kimberly dengan senyum.


"Makan sebanyak-banyaknya," ucap Demon pada istrinya.


Istana api.


Diana sedang melihat keluarga Demon yang sedang berbahagia lewat cerminnya, setelah Demon pulih ingatannya ia langsung memutuskan hubungan dengan sang neneknya karena telah memisahkan hubungannya dengan Kimberly, Demon yang sekarang seakan sudah tidak pernah ingat dengan sang neneknya. ia hanya fokus hidup bahagia bersama anak dan istrinya itu.


"Dia hidup sangat bahagia di sana, dia bahkan sudah tidak ingat lagi dari mana asalnya. dua anak itu sangat lucu. kenapa di saat itu aku malah ingin melenyapkan ibu dan anak itu?" gumam Diana.


Diana merasakan sepinya kehidupan dia di dalam istana, ia merasa menyesal sedalam-dalamnya karena hampir saja dia merenggut tiga nyawa yang tidak berdosa hanya karena keinginan dia sendiri.


"Keluarga ini telah hancur, semua sudah berakhir. Demon tidak akan kembali lagi ke sini lagi, itu artinya istana ini tidak ada lagi penerus," gumam Diana.


Tidak lama kemudian datang seorang iblis api yang adalah pengawal setianya.


"Nenek Raja."


"Ada apa?"


"Jika Anda merindukan raja, datangi saja ke tempat tinggalnya!"


"Untuk apa aku ke sana?"


"Untuk melepaskan rindu, selama Anda sangat merindukan raja. dan selain itu putra putri raja juga sangat pintar. sangat disayangkan jika mereka hanya di luar selama ini."


"Walau aku meminta, demon juga belum pasti akan kembali," ujar Diana.


"Dalam satu keluarga pasti ada pertengkaran, itu sudah biasa. walau bagaimana pun raja tetap tidak bisa memutuskan hubungan darah."


"Hubungan darah memang tidak bisa di putuskan, tapi dia tidak akan kembali untuk selama-lamanya," ucap Diana .


"Nenek raja...."


"Keluarlah! aku ingin istirahat sebentar."

__ADS_1


__ADS_2