
Saat Kimberly sedang minum sendirian datanglah seorang pria yang tampan melangkah masuk ke ruang makan yang di mana Kimberly berada. pria itu menghampiri Kimberly yang sedang duduk di kursi itu.
"Nona...." sapa pria itu dengan sopan.
"Ada apa?" tanya Kimberly dengan cuek menatap ke arah pria yang berdiri di samping.
Pria itu menjentik jarinya dengan mendekati ke wajah Kimberly, terlihat serbuk berwarna biru untuk membuat mangsanya tidak sadarkan diri.
"Apa jari mu ada masalah?" tanya Kimberly dengan tatapan kesal.
Pria itu melakukannya berkali-kali akan tetapi usahanya gagal untuk membuat Kimberly tidak sadarkan diri.
"Kau sedang melakukan sulap mata ya?"tanya Kimberly yang mulai merasa risih, karena pria itu menjentik jarinya dengan jarak yang dekat ke wajah Kimberly.
"Aneh! kenapa dia tidak pingsan? seharusnya dia tidak sadarkan diri, serbukku ini tidak ada yang bisa bertahan saat tercium aromanya," batin pria itu.
"Katakan! apa mau mu?" tanya Kimberly yang bangkit dari tempat duduknya.
"Kelihatannya aku harus menakutkan dia, jika dia pingsan karena ketakutan, maka akan lebih mudah aku membawanya pergi," batin pria itu.
Karena tidak bisa menakutkan Kimberly, maka pria itu pun langsung berubah wujuh menjadi ular berwarna hijau dan bermata hitam, bentuk ular itu sangat menakutkan, menampakan dua taringnya serta menjulurkan lidahnya.
Bukannya merasa takut, Kimberly malah bersikap biasa-biasa saja
"Ahli sulap mu hebat sekali, bisa menjadi ular, kalau begitu aku juga ingin berubah menjadi tukang pukul," kata Kimberly yang mengambil piring keramiknya menghantam kepala ular itu..
PRAK..
"Aaugh..."
PRAK..
"Aaugh..."
"Wanita gila dari mana ini ? kenapa tidak takut padaku!" teriak ular itu di dalam hati.
"Lagi-lagi siluman kurang ajar!" bentak Kimberly mencengkeram leher ular dengan erat
"Aarghh...."
"Wanita sia.lan, lepaskan tanganmu!" teriak ular di dalam hati sambil meronta dan melilit tangan Kimberly.
Saat mencengkeram leher ular itu, Kimberly masih saja menghantam kepala ular itu berkali-kali
PRAK..
PRAK..
"Aaugh..."
"Aaugh..."
PRAK..
PRAK..
"Aaugh..."
"Aaugh..."
"Hentikaaaaaann!" teriak ular itu dari dalam hati
"Aku sudah ingat! kepala mu ini sangat berguna, jadi tidak boleh hancur," ucap Kimberly yang meletakan piring keramik di atas meja.
"Apa maksudmu?" tanya ular itu yang merasa kesakitan.
"Kepala mu sangat penting! jadi tidak boleh hancur, hanya saja otakmu harus di keluarkan," kata Kimberly dengan mengelus kepala ular.
"Singkirkan tanganmu," bentak ular itu.
__ADS_1
"Aku juga berencana ingin memasak sop ular untuk Wilson, kebetulan kau datang, makanya...." kata Kimberly yang sedang melihat tubuh hewan melata itu.
"Hei...hei...apa maksudmu dengan tatapanmu itu?"
"Tubuhmu ini agak gemuk, dan lumayan besar, jadi jika jadikan sop pasti enak, hanya tinggal mengeluarkan otakmu dan juga isi dalam tubuhmu ini, kemudian...." ucap Kimberly yang terpotong
"DIAM!"
"Kemudian potong kepalamu, dan cabut gigimu, serta lidahmu juga harus di cabut juga!" ujar Kimberly.
"CUKUP!" teriak siluman ular itu yang merasa kesal.
"Sebentar!" ucap Kimberly yang mencari sesuatu di dalam tasnya.
"Apa yang kau lakukan? cepat lepaskan aku, jika raja ular tahu kau menyakitiku dia pasti akan mencarimu!" kecammya.
Kimberly mengeluarkan gunting dari tasnya.
"Hei..hei...untuk apa itu?"
"Aku ingin mencoba mencabut gigimu!" jawab Kimberly yang mencengkerem leher ular itu dengan kuat sehingga mulutnya terbuka.
"Jangan coba-coba kau melakukannya!" kecam siluman ular.
"Cabut gigimu dulu! baru cabut lidahmu, setelah itu baru mengeluarkan otakmu," ujar Kimberly yang sedang berusaha ingin mencabut gigi taring ular dengan mengunakan guntingnya
"Aaugh..."
"Lepaskan aku!"
"Kenapa taring mu susah sekali di cabut?" tanya Kimberly.
"HENTIKAN!"
"Apa kau bisa memberitahuku bagaimana caranya agar aku bisa mencabut gigimu ini?"
"Jangan nakal! diam!" bentak Kimberly yang menguncang-guncang kepala ular itu..
"Aarghh...."
"Aarghh...."
"Aarghh...."
"Hentikan! aku pusing!"
"Kalau kau masih melilitku maka jangan salahkan aku membunuhmu!" kecam Kimberly.
"Memangnya jika aku tidak melilitmu kau akan melepaskanku?"
"Tidak akan! aku akan mencabut gigi taring dan lidahmu dalam keadaan hidup, setidaknya aku membiarkan mu hidup sebelum kau masuk ke panci!" jawab Kimberly dengan ingin mencongkel gigi taringnnya.
"Aaugh..."
"Aaugh..."
"Apa yang kau lakukan?"
"Aku sedang mencongkel gigimu! agar Wilson bisa mudah mengisap kepalamu," jawab Kimberly yang sedang mencongkel-congkel tanpa berhenti.
"Aaugh..."
"Aaugh..."
"Aaugh..."
"HENTIKAN!" bentak Siluman ular itu yang merasa kesakitan.
"Aaugh..."
__ADS_1
"Aaugh..."
"Lidahmu jika di goreng pasti enak!"
"Percaya atau tidak aku akan melilitmu sampai mati!"
"Dagingmu sangat kenyal, aku yakin dagingmu pasti sangat enak," ujar Kimberly yang mencongkel paksa gigi taring ular itu sehingga tanggal.
"Aaugh..."
"Aaugh..."
"SAKIT!" teriak ular itu yang meronta-ronta
"Hentikan! sakit sekali!" jeritannya yang menahan sakit.
"Akhirnya aku berhasil!" ucap Kimberly yang berhasil mencabut gigi taring ular itu.
"Aaugh..."
"Lepaskan aku !"pinta ular dengan meronta.
"Diam! masih ada satu, dan juga lidahmu belum ku cabut sama otakmu belum ku keluarkan!"
"Kalau makan dagingku, aku bersumpah akan meremuk-remuk usus-ususmu!' kecamnya.
"Kau saja sudah mati mana mungkin bisa membalas dendam, kau yang datang mencariku, dan aku juga tidak perlu beli ular lagi, dapat gratis ular, jadi. mana mungkin aku sia-sia kan," kata Kimberly yang mencongkel gigi ular itu lagi, sehingga mengeluarkan darah.
"Aaugh...."
"Aaugh...."
"Aaugh...."
Tidak lama kemudian Raymond melangkah masuk ke ruang makan itu, ia menghentikan langkahnya saat melihat istrinya yang sedang mencongkel gigi ular itu, tubuh ular itu melilit tangan istrinya karena merasa sakit yang luar biasa.
"Gadis ini...bukan hanya tidak takut ular, malah mencabut giginya!" gumam Raymond.
"Kimberly...." panggil Raymond.
"Raymond, kamu sudah datang, nanti bantu belah kepalanya karena aku ingin membuang otaknya, setelah itu bantu aku membersihkan isi-isi perutnya, aku mau potong kecil-kecil nanti setelah pulang ke rumah, lidahnya mau ku goreng, kepalanya jangan hancur ya," kata Kimberly yang sedang sibuk dengan tangannya, sehingga membuat suaminya itu kebingungan melihat tingkah istrinya.
"Aaugh..."
"Lepaskan aku wanita bodoh! aku adalah siluman, dagingku tidak bisa di makan," ketusnya di dalam hati.
Karena merasa risih Kimberly menampar ular itu.
PLAK
"Aaugh..."
"Aku sudah begini tidak bisa mendekati wanita lagi!"
"Hah....aku sudah ingat, aku ketinggalan yang satu lagi!" kata Kimberly yang melihat ekor ular
"Hei...hei...apa yang kau lakukan?"
"Di mana alat kela.min mu?" tanya Kimberly.
"Apaaa?"
"Aku mau potong alat kela.min itu, mau di buang, soalnya ekormu ini aku harus memasaknya juga."
"Kau gila!"
Raymond hanya berdiri di samping sambil melihat kesibukan istrinya. ia malah tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
"Kimberly begitu mudahnya bisa berkomunikasi dengan ular, gadis ini...sama sekali tidak takut pada ular," batin Raymond.
__ADS_1