
Raja ular yang di semprot oleh Kimberly langsung menghilang.
"Hah...ke mana dia? kenapa bisa menghilang?" ucap Kimberly yang merasa heran.
"Tidak mungkin aku salah melihat! memang ada seorang pria dia sana berdiri dengan tatapan yang aneh ke arahku, apa mungkin dia hantu gentayangan?" gumam Kimberly.
Raja ular itu lalu muncul ke tempat lain
"Wanita itu aneh sekali! kenapa dia tidak mempan dengan godaanku? jika hanya manusia biasa pasti akan tertarik padaku, tapi dia malah menyemprot air ke arahku, aku adalah raja ular dan di semprot air untuk pertama kalinya," ketusnya dengan merasa kesal.
"Lihat saja malam nanti aku pasti akan menghajarmu!"gumamnya yang merasa kesal.
Selama tidak masuk kerja manager Sea World Group membawakan file-file penting ke rumah Raymond untuk di kerjakan.
"Tuan, semua ini adalah data bulanan, pemasukan dan pengeluaran, silakan di periksa!" kata managernya yang bernama Jims dengan sopan.
"Selama aku tidak di perusahaan, apa pernah ada yang datang buat keributan?" tanya Raymond yang sedang membaca isi-isi file yang tercantum.
"Tuan, tuan Alex datang lagi kemarin, dia ingin memprovokasi semua pemegang saham di sana, kenapa di saat itu Anda tidak datang, Tuan?"
"Biarkan saja! usahanya sia-sia dan tidak akan membuahkan hasil, mereka tidak akan membelotku, mereka juga tidak buta," jawab Raymond dengan sambil fokus pada filenya.
"Iya Tuan, benar kata Anda. mereka tidak terpengaruh sama sekali, dan karena gagal maka tuan Alex hanya bisa pergi dengan raut wajah tidak senang." kata Jims
"Selain dia, apa ada yang lain lagi?"
"Nyonya Cecilia! pernah datang dua hari yang lalu, dengan berniat ingin mengambil uang dengan saya, dan saya menolak."
"Apa yang dia katakan?"
"Dia mengatakan jika dia berhak atas uang tersebut, saya meminta dia mengeluarkan surat izin dari Anda, akan tetapi dia tidak memilikinya, oleh sebab itu saya tidak memberikan uang padanya."
"Dia ingin mengambil kesempatan di saat aku tidak berada di sana, biarkan saja. lain kali jika mereka datang lagi usir saja. tanpa izin dariku mereka tidak boleh menginjak kakinya ke perusahaan!" kata Raymond dengan tegas.
"Baik Tuan." jawab Jims dengan menurut.
"Tuan, malam ini Anda harus bertemu dengan seseorang, dia adalah klien korea yang saya sebut kemarin!" ujar Jims.
"Apa dia sudah tiba?" tanya Raymond dengan menatap ke arah managernya
"Sudah Tuan."
"Pukul berapa pertemuannya?"
"Pukul 19.00 malam!"
__ADS_1
"Aku tahu! malam ini aku akan ke sana!"
"Iya, Tuan."
Malam hari.
Jam dinding menunjukan pukul 20.00.
Di malam itu Kimberly sedang memotong buah di dapur, dan di saat yang sama raja ular muncul di ruang tamu. ia melangkah mencari keberadaan Kimberly dan menuju ke arah dapur.
"Nona...." sapa raja ular yang berubah menjadi manusia biasa.
Mendengar suara panggilan, Kimberly langsung menghentikan potongannya.
"Kenapa bisa ada suara pria di belakangku? itu bukan suara Raymond," gumam Kimberly.
"Nona, ada yang perlu ku bantu?" tanya pria itu yang mulai menghampiri Kimberly
"Aroma ular lagi..." batin Kimberly.
"Tuan, kau masuk dari mana? kenapa bisa ada di sini?" tanya Kimberly dengan berpura-pura santai.
"Pintu tidak di kunci, oleh karena itu aku langsung masuk, di mana suamimu, Nona?" tanyanya dengan sopan.
"Suamiku kerja! dia belum juga pulang, aku sedang kesepian. dan kamu dari mana? wajahmu tampan sekali dan tubuhmu juga kekar, ini adalah kesukaan ku, apa kamu mau apel?" ujar Kimberly dengan sengaja.
"Jika kamu kesepian maka biarkan aku yang menemanimu malam ini, aku yakin kau tidak akan kesepian gadis cantik!" ucap Raja ular yang memeluk pinggang Kimberly.
Kimberly di kejutkan dengan sesuatu yang di bagian bawah pria itu yang memanjang keluar sehingga pisau buahnya terjatuh ke lantai.
"Dasar hidung belang! sudah aroma tidak enak, masih saja ingin mengoda orang, sotongnya panjang sekali, beda dengan sotong yang sebelumnya," batin Kimberly.
Kimberly yang melingkarkan ke dua tangannya dengan tersenyum dan berbisik di telinga pria itu, "Tuan tampan, biarkan aku mengupas apel untukmu, setelah selesai kita akan bermain di tempat lain, karena jika suamiku pulang dia pasti akan marah melihat kita sedang bermain!"
"Hahahaha....baiklah, ternyata kau adalah gadis nakal!"
"Wanita jika tidak nakal, maka pria tidak akan suka," jawab Kimbely dengan senyum dan melepaskan tangannya dan menunduk mengutip pisau itu.
"Aku tidak menyangka punya mu sangat besar dan panjang bahkan suami tetangga juga masih kalah denganmu," ujar Kimberly dengan sengaja.
"Apa kau suka? bagaimana dengan ukuran suamimu?" tanya raja ular dengan menyentuh paha Kimberly.
"Punya dia seukuran cabe rawit!" jawab Kimberly dengan asal-asalan.
"Hahahahah...kalau begitu malam ini biar aku yang memuaskanmu!"
__ADS_1
Kimberly menyuapi apel ke mulut pria itu dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya sedang memegang pisau buah, tidak lama kemudian~✓
SREK...
"Aaaaarrgghhhh...." teriakan raja ular yang kesakitan karena alat kela.minnya di potong oleh Kimberly sehingga terjatuh ke lantai dan meloncat-loncat.
"Hah....kenapa sotongnya bisa meloncat? apa itu termasuk makhluk hidup?"
Raja ular yang kesakitan dan ingin langsung mengutip pusakanya akan tetapi di ambil oleh Kimberly dengan mengunakan kain.
"Aku akan membunuhmu," teriakannya yang mengema seisi ruangan itu.
Kimberly yang ingin berlari menuju ke pintu depan akan tetapi di hadang oleh raja ular yang muncul di sana.
Pria itu berubah wujud aslinya dan ingin melahap Kimberly yang ada di depan matanya itu.
"Ular raksasa...." teriakan Kimberly yang menutupi kepalanya dan menjongkok.
Saat ular raksasa itu membuka mulutnya besar-besar tiba-tiba saja Kimberly menghilang. sehingga ular itu tidak melihatnya di sana.
"Kembalikan alat kela.minku...." teriak raja ular.
Kimberly tiba-tiba muncul di luar rumahnya, walau dia merasa aneh dengan secara tiba dia berpindah tempat, akan tetapi dia memilih menyelamatkan diri nya dulu untuk menjauh dari tempat tinggalnya itu.
Kimberly mempercepatkan langkahnya sambil membawa kain yang membungkus senjata raja ular, ular itu dengan lajunya menghampiri Kimberly.
"Jangan ke mari! jika tidak aku akan memotongnya sehingga hancur berkeping-keping!" bentak Kimberly dengan mengancam sambil medekatkan pisau buahnya ke alat kela.min yang masih bergerak-gerak itu, walau sebenarnya Kimberly merasa jijik dengan benda itu akan tetapi dia hanya bisa mempertahankannya untuk melindungi diri.
"Jangan coba-coba kau berani menghancurkannya!" kecam ular raksasa itu yang berhenti di depan Kimberly.
"Apa kau kira aku suka dengan sotongmu ini..ha...?sudah jelek busuk lagi, dan lebih parahnya dia bisa bergerak-gerak!" ketus Kimberly.
"Kembalikan padaku! jika kau masih sayang dengan nyawamu!"
"Jika aku kembalikan padamu, maka aku akan menjadi santapanmu, apa kau mengira aku bodoh, dasar ular busuk," ketus Kimberly.
"Aku adalah raja ular, selama ini tidak ada yang berani melawanku, apa lagi sehingga memotong alat kela.min ku!"
"Persetan dengan raja ular! dan sotongmu ini di ganti saja! busuk sekali! kalau kau mendekat maka aku akan menusuknya!" kecam Kimberly yang menusuk alat kela.min yang di bungkusan kain itu.
"Jangaaaan..." teriak ular dengan merasa cemas.
"Aku tusuk lagi!" ujar Kimberly dengan menusuk ke dua kalinya.
Tidak lama kemudian tiba-tiba muncul api yang marak dan berbentuk pu.ting beliung langsung menyelimuti ular raksasa itu.
__ADS_1