
"Jacky, memangnya apa kesalahanmu? kenapa harus meminta maaf pada kami?" tanya Kimberly dengan sengaja.
"Karena selama ini kami bersikap tidak sopan dengan kakak ipar," jawab Jacky.
"Tidak apa-apa, lagi pula orang-orang kiriman mu itu sudah ku kembalikan dalam keadaan utuh. jadi kita tidak saling berhutang," jawab Kimberly dengan menyindir.
"Setelah terjadi begitu banyak masalah papa baru sadar selama ini papa sudah terlalu kasar denganmu. bagaimanapun dirimu adalah putra tunggal keluarga ini. papa selalu saja mengabaikan mu, dan malam ini papa dan dua adikmu ingin meminta maaf pada kalian berdua. dan berharap kalian bisa memaafkan kami," ucap Alex dengan berpura-pura.
"Papa, sebelumnya apa sudah melakukan pemeriksaan seluruh tubuh?" tanya Kimberly
"Pemeriksaan?" tanya Alex dengan heran.
"Iya, aku hanya khawatir papa terbentur di kepala, karena perubahan papa sangat berbeda sekali," kata Kimberly dengan sengaja.
"Kimberly, bukan seperti itu. karena kejadian kemarin papa sudah menyakiti Cecilia, dan papa sadar akan kesalahan yang ku lakukan. dan sadar banyak hal yang sudah papa lakukan pada kalian juga. oleh karena itu papa merasa bersalah sehingga susah tidur. papa hanya berharap bisa mendapatkan maaf dari kalian," ucap Alex dengan alasan.
Di saat Raymond dan Kimberly berkumpul dengan Alex dan lainnya, Marcus sedang berdiri di lantai dua sambil memerhatikan Raymond dan Kimberly.
"Pria ini tidak mudah, kenapa mata batin ku tidak bisa melihatnya, siapa dia sebenarnya. kenapa aura panas yang ku rasakan, sejak dia masuk ke dalam rumah ini terasa panas bagaikan api yang membara, dia memiliki kekuatan yang tidak biasa, dan wanita itu adalah manusia biasa dan kekuatannya tidak begitu tinggi akan tetapi ada aura panas di tubuhnya. apakah pria ini menikahi manusia biasa?" batin Marcus.
"Mudah-mudahan saja cairan itu bisa membuat mereka berubah wujud," batin Marcus.
Di saat Marcus berpaling ia melihat roh seseorang yang ada di depan matanya. Marcus menghentikan langkahnya dan sambil menoleh ke arah Raymond yang sedang duduk di ruangan tamu itu, dan kemudian dia menatap ke arah roh yang ada di hadapannya.
Marcus dan roh tersebut saling berkomunikasi dengan cara saling membaca pikiran mereka. sehingga tidak di dengar oleh orang yang di bawah sana.
"Kekuatan yang hebat," kata Marcus.
"Anda datang untuk menemuiku, bukan? dan aku sudah berada di depanmu. lihat saja siapa diriku!" tantang roh itu yang tak lain adalah Raymond.
"Siapa dirimu dan apa tujuanmu di sini?"
"Jika mata batinmu tidak bisa melihat siapa diriku maka Anda bukanlah seorang supranatural yang berilmu tinggi," ucapnya dengan menyindir.
__ADS_1
"Apa tujuanmu datang ke keluarga ini?" tanya Marcus.
"Tujuanku adalah balas dendam, dan kau juga sudah mengetahui jika aku bukan putra keluarga ini, apakah Anda ingin memberitahu mereka?"
"Apakah asalmu dari dunia lain?"
"Gunakan semua kekuatanmu untuk melihatku! aku penasaran kekuatan yang kamu miliki setinggi apa!"
"Mataku pasti bisa melihat asli wujudmu."
"Aku tidak melarangmu jika kau mampu. aku datang ke keluarga ini memang ada tujuan, tujuan ku adalah membalas dendam," kata Raymond.
"Dengan siapa? mereka hanyalah manusia biasa, dan kau bukan dari dunia ini. seharusnya kau tidak pantas di sini."
"Kau salah pak tua, aku sudah lama di sini, dan aku sudah menjalani hidup sebagai manusia selama ini. tidak ada yang bisa mengusirku. karena aku tidak melukai siapapun."
"Lepaskan mereka dan kembali ke asalmu!"
"Hahahaha...hanya dengan kekuatanmu itu ingin mengusirku, Pak tua? aku bisa saja menguburmu dalam keadaan hidup-hidup. kekuatan supranatural mu tidak berarti sama sekali bagiku."
"Setelah aku puas bermain dengan mereka," jawab Raymond yang sedang melihat dirinya sendiri sedang berbicara dengan Alex.
"Demi apa? dan siapa sasaran mu?"
"Awalnya hanya putra pertama keluarga ini dan sekarang sekeluarga ini menjadi sasaranku!"
"Di mana putra pertama?"
"Ada di tanganku, hidupnya sangat sengsara dan aku suka menyiksanya," jawab Raymond.
"Kenapa kau melakukan itu?"
"Dia telah merenggut nyawa adikku yang seharusnya bisa hidup selama puluh ribuan tahun, dan aku sebagai kakaknya tentu saja ingin menyiksanya, manusia seperti ini tidak seharusnya hidup tenang," jawab Raymond.
__ADS_1
Raymond yang sedang berada di ruang tamu lalu berdiri dan berjalan bersama Kimberly menuju ke ruang makan. Alex, Simon dan Jacky duduk bersama mereka dengan sangat waspada. karena sudah tahu jika sepasang suami istri itu bukan manusia melainkan adalah makhluk lain, maka mereka hanya bisa bersabar walau diri mereka sebenarnya sangat cemas dan takut.
"Simon, Jacky, kenapa kalian berdua sedang gemetaran?" tanya Raymond yang menatap ke dua adiknya itu.
"Tidak, hanya agak kedinginan saja!" jawab Jacky dengan alasan.
"Cuaca di luar sangat panas, kenapa kalian bisa kedinginan? apa perlu kami mengantar kalian ke rumah sakit?" tanya Kimberly dengan sengaja.
"Tidak perlu, kami hanya tidak cukup tidur karena menjaga papa di rumah sakit," jawab Simon dengan alasan.
"Papa, apa papa masih sakit?" tanya Kimberly dengan sengaja.
"Ti-tidak sakit," jawab Alex dengan senyum paksa.
"Apakah dokter tidak ada stok untuk menganti baru?" tanya Kimberly.
"Stok apa?"
"Stok sotong untuk papa, agar papa bisa menikah lagi," jawab Kimberly
Raymond yang sedang duduk bersama mereka, sementara roh iblisnya masih sedang berada di lantai dua.
"Pak tua, kau lihatlah mereka seperti kura-kura yang bersembunyi dalam tempurung. sengaja mengadakan acara makan malam hanya untuk mengetahui siapa diriku. akan tetapi mereka ketakutan sehingga gemetaran. inilah manusia. di dunia manusia terdapat banyak kebohongan. Simon dan Jacky selama ini selalu saja ingin membunuhku karena harta. demi merebut harta mereka mencoba melakukannya berulang kali, sifat manusia sangat serakah. keluarga ini tidak ada yang bersifat baik. yang tua sangat licik dan bersikap selalu tidak adil, dan paling parah berselingkuh di luar, sedangkan kedua anaknya demi harta rela melakukan apapun," ujar Raymond.
"Apa rencanamu selanjutnya?"
"Mereka pasti akan mati di tanganku, apakah kau ingin melawanku demi mereka?" tanya Raymond dengan tatapan tajam.
"Jika jawaban ku adalah, iya. apa yang akan kau lakukan?"
"Maka kau akan mati di lalap api," jawab Raymond dengan ancaman.
"Aku pasti akan mengetahui siapa dirimu."
__ADS_1
"Tidak perlu menunggu! karena malam ini mereka semua akan mengetahuinya, dan selain itu putra tertua mereka juga akan ku kembalikan kepada mereka malam ini juga. Pak tua, kau datang di waktu yang tepat. hanya saja aku ingin mengingatkan mu. jika masih sayang pada nyawa lebih baik kau mundur, dan jika memilih ingin membantu mereka, maka jangan salahkan aku membakarmu hidup-hidup," kata Raymond dengan ancaman dan kemudian roh iblisnya kembali ke tubuhnya.
"Siapa dia sebenarnya? di saat dia duduk di sana dan sedang berbicara dengan mereka, rohnya bisa keluar dari tubuhnya dan berbicara denganku di sini, seorang manusia walau memiliki kekuatan juga tidak akan mampu melakukan hal yang berbeda di saat yang sama. batin Marcus.