
"Markus Silvelton, lepaskan tanganku" bentak Kimberly dengan kesal dan sedang menangis
"Kimberly, kau jangan bodoh. jika kau masuk ke sana kau akan mati, dia sudah mati" kata Markus sambil menarik tangan Kimberly
"Dia tidak mati, kau jangan bicara sembarangan" ketus Kimberly yang kesal dan lalu menendang kaki Markus
Bruk...
"Aauggkk" jeritan Markus yang merasa sakit pada kakinya dan melepaskan tangannya
DUAR....DUAR....DUAR...DUAR...DUAR..
Ledakan yang terjadi di deretan toko yang ikut terbakar itu
Api yang membakar restoran semakin membesar, semua orang yang di sana merasa cemas dan berlarian, sebagian dari pejalan kaki sedang menyaksikan kebakaran itu
"Coba liat apinya agak aneh" ujar salah satu pejalan kaki itu
"Kenapa ada api hitam?"
"Seperti api hitam dan merah sedang bertarung?"
"Mataku sudah rabun, kenapa aku bisa melihat api itu seperti sesosok manusia atau iblis?"
"Apinya sangat tinggi, beda dengan yang lainnya"
"Coba lihat sana, apinya sangat marak dan menutupi api hitam itu"
Beginilah perbicaraan di antara para pejalan kaki yang sedang menyaksikan kebakaran itu
"Kenapa seperti ini ya? mataku sudah rusak, sering melihat yang aneh-aneh, bukankah itu seperti ada orang yang sedang saling menyerang?" gumam Kimberly yang melihat api itu yang saling menyembur dengan marak
Kejadian itu menghebohkan orang-orang di sekitaran sana, pemandangan aneh itu menarik perhatian semua orang yang matanya berfokus pada semburan api yang terjadi di restoran yang sudah tidak berbentuk
"Ikut aku pergi" ajak Markus yang menarik tangan Kimberly dengan kasar
"Aaarrggh, sakit tanganku. lepaskan" ketus Kimberly yang di tarik oleh Markus
Karena merasa sakit dan kesal Kimberly langsung memukul wajah Markus dengan kuat
Bruk...
Pukulan di lakukan oleh Kimberly yang mengenai wajah Markus sehingga terlempar jauh dan terhempas ke jalan aspal
"Aaaaarrrgghhhh" teriakan Markus yang merasa sakit
__ADS_1
"Hah..kenapa bisa terlempar sejauh itu" gumam Kimberly merasa heran
"Raymond" ucap Kimberly yang sedang mengeluarkan air mata karena mengira jika suaminya itu sudah menjadi korban kebakaran
"Apa dia sudah meninggal? tidak mungkin. dia mengatakan akan berjumpa di parkiran sini" gumam Kimberly yang merasa kehilangan
"Raymond, jangan mati. aku tidak mau menjadi janda muda"tangisan Kimberly
Tidak lama kemudian tiga mobil pemadam kebakaran telah tiba di tempat
Semua petugas turun dari mobil mereka dan menyiapkan alat untuk memadam kobaran api yang semakin membesar itu
"Demon, aku akan mengalahkan mu" bentak Kane dengan suara iblisnya
"Belum tentu kau bisa mengalahkanku" ketus Iblis Api yang menyemburkan api yang besar ke arah Kane
Semua orang yang berada di sana mendengar perkataan di antara dua Iblis itu, sehingga mereka merasa heran dan juga ketakutan dan menjauhkan diri dari lokasi tersebut
Semburan api merah dan hitam yang marak membuat para petugas sangat kesulitan, api telah menyebar luar ke deretan ruko itu
"Kenapa api bisa bicara?"
"Apakah itu adalah pertarungan Iblis?"
"Ini sudah zaman modern, kenapa bisa ada Iblis?"
Perkataan di antara para warga yang sedang menonton di sana
"Api itu kenapa ya? kenapa bisa bicara? apakah Raymond sudah meninggal?" tangisan Kimberly
"Woiiiii, kalian api brengs*k. kembalikan suamiku, dasar api kurang ajar, aku doa kan hujan deras untuk memadamkan kaliaaaan" teriak Kimberly dengan nada memenuhi jalan besar itu, sehingga semua orang yang di sana memandang ke arahnya
Kane yang mendengar teriakan Kimberly ia langsung melakukan semburan api hitam ke arah Kimberly
Raja Api yang melihat musuhnya itu ingin membakar istrinya ia langsung menyemburkan api yang marak dan langsung menutupi api hitam itu, dan tidak lama kemudian terjadilah ledakan besar
DUAR...DUAR...DUAR...
Ledakkan terjadi akibat pertarungan sengit di antara dua Iblis itu
Karena ledakkan yang terjadi mengakibatkan para petugas kesulitan untuk melakukan tugas mereka
Kimberly berdiri sambil menangis karena membayangkan suaminya
"Apa kau pergi begitu saja? selama ini kau selalu saja mengalah padaku dan juga selalu memanjakanku, aku jadi tidak biasa jika tanpa mu. Raymond, walaupun kita bersama hanya sebentar tapi bagiku ini sangat berharga, aku baru sadar aku tidak bisa kehilanganmu" batin Kimberly
__ADS_1
Kimberly yang sudah putus asa dirinya pun berpaling dan melangkah pergi sambil mengeluarkan air matanya, karena kehilangan seorang pria yang selama ini sangat memanjakan dirinya.
"Aku akan kembali berkemas dan meninggalkan rumah itu, dan memulai hidup baru" gumam Kimberly
Villa keluarga Martinez
Di siang itu keluarga Martinez di datangi oleh seorang wanita yang membawa seorang anak laki-laki berusia sekitar 9 tahun
"Kenapa kau bisa muncul di sini?" tanya Alex dengan tatapan dingin
"Paman, aku datang bersama cucumu, ini adalah anak Raymond, hasil hubunganku dengan dia di sepuluh tahun yang lalu" jawab wanita itu yang sedang memegang tangan anak kecil itu
"Kakak sudah memiliki seorang anak? bahkan sudah sebesar ini?" ujar Jacky dengan merasa heran
"Dia sangat hebat, setelah meniduri mu dia mengusirmu, dan sekarang dia menikahi wanita lain" ucap Simon dengan tertawa
"Candy, apa yang kau inginkan sebenarnya?" tanya Alex
"Paman, aku tidak meminta apapun, aku hanya berharap putraku mengetahui siapa ayahnya yang sebenarnya" jawab Candy dengan mengeluarkan air mata
"Bagaimana kau bisa membuktikan jika anak ini adalah anak dari Raymond? bisa saja setelah kalian berpisah kau berhubungan dengan pria lain" kata Alex
"Paman, selama hidupku aku tidak pernah menjalinkan hubungan dengan siapapun, dia adalah anak kandung Raymond, bisa di lakukan tes DNA nya" Bantah Candy dengan merasa sedih
"Baiklah, kita akan menunggu Raymond di sini" jawab Alex
"Aku yakin kakak pasti sangat gembira, jika dia melihat anaknya sudah sebesar ini" ucap Jacky
"Aneh sekali, kenapa di saat kau hamil kau tidak datang mencarinya? dan kenapa sekarang kau malah ingin menemuinya?" tanya Simon
"Aku pernah mencarinya di saat itu, tapi dia tidak mengakuiku, dan aku hampir saja mati di tangannya, setelah itu aku tidak muncul lagi, kedatangan ku saat itu adalah untuk memberitahunya jika aku sudah hamil anaknya, dan karena dia sudah tidak mengakuiku maka aku hanya bisa pergi dan melahirkan anak ini dengan sendirinya, tanpa ada sesiapapun yang di sisiku selama ini" jawab Candy dengan mengeluarkan air matanya
Tidak lama kemudian Kimberly berjalan masuk ke dalam rumah, dirinya yang sedang berduka tidak memperhatikan semua orang yang berada di ruangan itu, ia hanya berjalan menuju ke arah anak tangga dengan raut wajah yang sangat sedih
"Kimberly, di mana Raymond?" tanya Alex dengan nada kesal
Mendengar pertanyaan Alex, Kimberly pun menoleh ke arah sang mertuanya itu
"Dia tidak bisa pulang" jawab Kimberly dengan memgeluarkan air matanya
"Kakak ipar, jangan mengatakan jika kalian sedang bertengkar" ujar Simon dengan mengejek
"Apakah nona adalah istri Raymond?" tanya Candy dengan bibirnya yang gemetaran
"Iya, kamu siapa?" balas Kimberly
__ADS_1
"Aku adalah mantan pacarnya, namaku Candy dan ini adalah putranya Raycan" jawab Candy
Mendengar jawaban dari wanita itu Kimberly lagi-lagi merasa histeris, dan bagaikan di sambar petir karena suaminya itu telah memiliki seorang anak dengan mantan pacarnya