Mystery

Mystery
Kekesalan Sean


__ADS_3

Siang hari.


Wilson, Kimberly bersama Holdie mengantar paman Sean ke rumah sakit. setelah selesai mereka pun pergi makan siang di sebuah restoran.


"Udang saos ini enak sekali!" kata Kimberly sambil makan dengan lahap.


"Kimberly, udang itu mengandung kolestrol apa kau tidak takut jika kau kena kolestrol?" tanya Holdie.


"Tidak apa-apa karena rumah sakit ada dokternya!" jawab Kimberly yang sedang melahap udang yang di piringnya.


"Dokter memang ada di rumah sakit, tidak mungkin dia berada di bengkel!" ujar paman Sean.


"Aku hanya kasihan suamimu kalau kau kena kolestrol maka kau pasti akan merepotkan suamimu lagi!" ucap Holdie.


"Apa kau berencana ingin menjadi istri ke dua suamiku?" tanya Kimberly dengan tatapan tajam.


"Apa kau gila! mana mungkin aku melakukan hal seperti itu!" jawab Holdie dengan kesal.


"Tenang saja aku hanya bercanda, lagi pula Raymond tidak akan menyukai mu yang tidak mirip wanita dan lebih mirip seorang laki-laki," ujar Kimberly.


"Hei...hei...aku adalah wanita tulen. jangan sembarangan bicara!" ketus Holdie.


"Kalau begitu kau bersama Wilson saja," ujar Kimberly


"Uhuk...uhuk...uhuk...uhuk..." suara batuk Wilson yang keselek makanan.


"Jangan bicara sembarangan," bentak Holdie.


"Sudah...sudah...kita sedang makan. apa kalian tidak bisa diam!" tegur paman Sean yang merasa risih dan bangkit dari tempat duduknya.


"Aku mau cuci tangan dulu!" ucap Kimberly yang bangkit dari tempat duduknya.


Kimberly berjalan menuju ke kamar kecil restoran itu dan kemudian ia masuk ke dalam dan menghampiri wastafel dan mencuci tangannya.


Tidak lama kemudian dia merasa mulas di perutnya ia pun melangkah ke salah satu ruang closet. dan di saat yang sama seorang wanita paruh baya juga ingin masuk ke tempat yang sama.


"Awas...aku dulu yang masuk!" bentak wanita itu yang mendorong Kimberly dengan kasar sehingga terjatuh dan kemudian dirinya masuk dan mengunci pintu.


"Kurang ajar," ketus Kimberly yang terduduk di lantai.


Karena merasa kesal ia pun berdiri dan mengambil ember kosong dan masuk ke ruang closet sebelah.


"Heheheheh...kau menindasku, lihat saja pembalasan dari ku!" gumam Kimberly yang sedang mengisi air ke ember itu, setelah di isi penuh Kimberly mengangkat ember tersebut dan naik ke atas closet duduk lalu menuangkan air ke wanita itu yang sedang duduk di closet.


Byiur....

__ADS_1


Siraman air ember itu mengenai wanita paruh baya yang di ruangan sebelahnya.


"Aaaaarrghhhhhh....."teriakan wanita itu yang memenuhi satu ruangan.


"Hahahahaha....rasakan," tertawa Kimberly dengan terbahak-bahak.


Tidak lama kemudian Kimberly keluar dari ruang closet itu dan sudah melihat beberapa wanita yang sedang mengedor pintu karena mendengar teriakan dari dalam.


"Sini biar aku buka, mungkin saja bibi di dalam itu di perko.sa," kata Kimberly yang menendang pintu sehingga terbuka.


BRAK....


Pintu closet yang di mana wanita itu berada terbuka akibat tendangan Kimberly.


Saat pintu terbuka semua wanita di sana terdiam melihat wanita paruh baya yang sedang buang air besar dan dalam kondisi basah kunyup. rambut berantakan dan makeup nya pun berserakan di wajahnya.


"Aaarrgghhhh...." teriakan wanita paruh baya itu yang merasa malu ke ubun-ubun.


"Hantu...." teriakan Kimberly dengn dengan sengaja.


Di sisi lain paman Sean yang ingin menuju ke kamar kecil pria, ia melewati salah satu ruang makan. langkahnya terhenti saat mendengar suara seorang pria dari dalam.


"Suara ini...?" gumam paman Sean.


Karena merasa penasaran maka paman Sean pun membuka pintu tersebut dan melihat pria yang di dalam sana.


Orang yang ada di dalam ruangan itu terdapat seorang gadis muda yang cantik dan seorang pria yang seusia paman Sean.


Kemunculan paman Sean di sana membuat pria itu terdiam dan bangkit dari tempat duduknya.


"Sean...!" sebut pria itu yang merasa hampir tidak percaya dengan orang yang berdiri di hadapannya.


Pria itu melangkah menghampiri Sean yang sedang menatap kesal serta mengepal ke dua telapak tangannya itu, dengan berniat ingin menghajar pria itu habis-habisan.


"Sudah lama kita tidak bertemu! bagaimana dengan kabarmu?" sapa pria itu dengan ramah.


Sean yang sudah tidak bisa menahan emosi lalu ia pun melayangkan pukulan ke wajah pria itu


BRUK...


"Arghh..." jerit pria itu yang sedang kesakitan.


"Papa..." teriak gadis cantik itu ketakutan.


"Persetan dengan dirimu! kenapa kau tidak mati saja dan muncul lagi di sini!" bentak paman Sean yang merasa kesal dan melayangkan pukulan dengan berkali-kali.

__ADS_1


BRUK...


"Arghh..."


BRUK...


"Arghh..."


"Aku berharap kau sudah meninggal, akan tetapi kau malah hidup dengan mewah. dan kau sudah lupa apa yang kau tinggalkan dulu dan apa tanggung jawabmu," bentak paman Sean dengan kesal.


Pria itu terkapar di lantai akibat menerima pukulan tanpa berhenti dari teman lamanya itu.


"Maaf, saat itu aku...." ucapnya sambil lap darah yang keluar dari mulutnya.


"Maaf? apakah kau mengira kata maaf bisa menyelesaikan semuanya! dasar bajin.gan kalian semua," bentak Sean sangking kesalnya.


"Sean, bagaimana dengan dia, apa dia masih hidup?" tanya pria itu dengan menahan sakit.


"Kau masih berani bertanya padaku, kau meninggalkan dia di taman dan kau pergi begitu saja. di mana letaknya hati nurani kalian..ha?"


"Di saat itu hidup kami sangat susah," jelasnya dengan menyesal.


"Susah? alasanmu saja, apa kau mengira aku tidak tahu kalau selama ini kau hidup dengan mewah bersama istri dan anak mu ini, si Lolipop dia adalah anak kandungmu juga. akan tetapi kau meninggalkan dia begitu saja. dan sekarang kau sudah berhasil. tapi apa yang sudah kau lakukan? kau sama sekali tidak kembali untuk menjemputnya!" bentak Sean dengan kesal.


"Bagaimana dengan Lolipop sekarang?"


"Dia hidup dengan baik, bahkan sangat patuh. dan dia juga sudah menikah dengan suami yang tampan dan kaya raya dan sangat mencintainya," jawab Sean.


"Dia tinggal di mana sekarang?"


"Untuk apa kau ingin mengetahuinya? aku sarankan lebih baik dia tidak tahu siapa dirimu. jika tidak, dia pasti akan membalasmu dan membencimu seumur hidup!" bentak Sean.


Tidak lama kemudian seorang wanita melangkah masuk ke dalam ruangan itu.


"Mama, ada apa denganmu?" tanya gadis muda itu yang menghampiri ibunya.


"Aku di siram oleh wanita gila. dan tidak tahu dia kemana," jawabnya dengan kesal.


Wanita itu adalah orang yang berseteru dengan Kimberly tadi.


"Sean... ke-kenapa kau bisa ada di sini?" tanya wanita itu dengan merasa penasaran.


"Aku di sini hanya ingin memberitahu kalian, putri kandung kalian sudah menikah dan hidup mewah, suaminya sangat menyayanginya dan sangat memanjakan dirinya. tanpa kalian dia juga bisa hidup dengan baik," jawab Sean.


"Lolipop dia sudah dewasa dan menikah?" tanya wanita itu.

__ADS_1


"Sudah! dan suaminya lebih kaya dari kalian!" jawab Sean yang kemudian melangkah pergi.


__ADS_2