Mystery

Mystery
Demon terharu


__ADS_3

Demon mendengar setiap ucapan Kimberly membuatnya semakin terharu dan mengeluarkan air mata. gadis idamannya yang selama ini dia sayang dan sering di manjain adalah seorang gadis yang pengertian dan berpikiran dewasa. walau terkadang sifatnya sangat kekanakan.


"Demon, kenapa kau menangis? jangan bersedih kehilangan kerja bukan suatu hal yang besar. kita bisa mulai dari awal lagi," bujuk Kimberly dengan mengusap air mata suaminya.


Demon menyentuh wajah istrinya dengan bertanya," Kimberly, andaikan aku tidak memiliki apa-apa lagi, apa kau masih akan hidup bahagia bersama ku?"


"Tentu saja masih! kebahagiakan itu tidak di nilai dengan uang, tapi di nilai bagaimana kau melayaniku. kalau kau baik padaku maka aku sudah bahagia. kau tidak perlu membelikan ku pakaian bermerk ataupun perhiasan. karena aku tidak butuh semua itu. mungkin saja selama ini kau mengira aku adalah wanita mata duitan, karena selama ini aku sering meminta kartu kredit denganmu. tapi aku tidak pernah berpikir mengunakan uang itu. saat itu aku memintanya hanya untuk main-main saja, aku hanya suka koleksi kartu kredit mu tapi tidak bermaksud untuk menghabiskan uangnya," jelas Kimberly.


"Kimberly, di mataku kau bukan gadis yang bermata duitan. aku juga tahu selama ini kau sama sekali tidak mengunakan uang itu. saat kau mengunakan hanya untuk membeli cemilan mu, tidak lama kemudian kau transfer lagi uang ke akun rekening kartu itu. apa kamu tahu, aku memberi kartu itu pada mu memang untuk kau membeli apa yang kau mau, kau bisa membeli apa saja dan tidak perlu mengembalikanya lagi," kata Demon.


"Demon, aku sudah memiliki semuanya, oleh karena itu aku tidak mengunakan uang itu. dan sekarang kau bisa memulai usaha dengan uang itu," ujar Kimberly


"Aku baru sadar hari ini ternyata gadis yang membuat ku tergila-gila bukanlah anak kecil tapi sudah dewasa."ucap Demon dengan senyum.


"Aku bukan anak kecil, jangan menganggapku anak kecil. aku sudah biasa hidup mandiri dari kecil. tanpa bimbingan orang tua ku aku selama ini bergantung hidup pada diri sendiri. aku juga berusaha bekerja untuk biaya sendiri agar paman tidak khawatir denganku. aku tidak mau mengunakan uang dia karena dia juga harus membiayai Holdie. jadi, jangan menganggap ku anak kecil lagi," jelas Kimberly.


"Hehehehe...kau selalu saja memberiku kejutan," ucap Demon dengan mencium bibir istrinya.


"Gadis ini membuatku semakin mencintainya, sifatnya selama ini seperti anak kecil tapi tidak menyangka di saat kesulitan dia malah berpikiran dewasa. walau dia kekanakan dan terkadang membuatku khawatir dan cemas, tapi dia tidak pernah meminta apa-apa dariku, dan tetap mandiri. selalu saja memakai uang sendiri untuk belanja keperluan pribadinya," batin Demon.


"Demon, perusahaan tempat ku bekerja adalah milikmu. kau bisa juga mulai dari sana!" ujar Kimberly yang melepaskan ciumannya.


"Kimberly, tidak sia-sia aku menyayangimu selama ini! kau memang pantas di cintai dan di sayangi. kau memiliki hati yang bersih dan cinta yang suci. mencintai seseorang dengan tulus. dan aku memilikinya sekarang, aku sangat bahagia!" ucap Demon dengan senyum.

__ADS_1


"Kenapa kau berkata seperti itu?"


"Tidak semua orang bisa mendapatkan cinta yang suci. tapi aku sudah mendapatkannya. di saat aku tidak memiliki apa-apa kau tetap setia bersamaku. dan tidak memilih untuk pergi, dan aku sangat beruntung dan juga tidak salah menilaimu. kau adalah kado terbesar yang ku miliki," ucap Demon dengan melanjutkan ciumannya.


Demon mencium bibir istrinya dengan dalam selama beberapa menit. dan memeluk pinggang istrinya dengan erat. tangan raja api itu mulai melepaskan kancing baju istrinya dan kemudian memasukan jemarinya ke dalam bra yang di kenakan oleh istrinya. menyentuh buah dada Kimberly sehingga gadis itu merasa geli.


"Demon, tanganmu cepat berhenti! aku merasa geli!" pinta Kimberly dengan tertawa.


"Baiklah, aku tidak akan menyentuhnya tapi aku akan menciumnya," ujar Demon dengan bercanda dan mendorong istrinya ke sofa. ia melepaskan pakaian bagian atas istrinya dan kemudian ia mencium dada milik istrinya itu.


"Geli!" tawaan Kimberly yang hanya sisa balutan di bagian bawah tubuhnya.


Ciuman tanpa berhenti di lakukan Demon yang sedang berga*rah. ia kemudian melepaskan kemeja sehingga menampakan tubuh kekar dan berotot dan melanjutkan aksinya selama beberapa menit di sofa. mencium seluruh tubuh istrinya. tidak lama kemudian ia melepaskan cela.na yang di kenakan oleh Kimberly.


"De-demon, apa kau ingin melakukannya di sini?" tanya Kimberly yang merasa sentuhan di bagian intinya.


"Iya, aku ingin di sini," jawab Demon dengan senyum dan melanjutkan ciumannya.


Setelah beberapa menit kemudian Demon melepaskan celananya sehingga tanpa sehelai benang pun. kini bagian inti dua insan itu saling bersentuhan. Demon menindih istrinya dan masih belum berhenti mencium bibirnya serta tangannya sambil menyentuh gun.dukan yang kenyal milik istrinya itu.


Kimberly yang merasakan sentuhan milik suaminya itu yang mengenai bagian intinya.


"Demon, itu....," ucap Kimberly yang terhenti.

__ADS_1


"Aku akan memulainya!" ucap Demon yang berbisik di telinga Kimberly.


Demon menci*m leher istrinya sambil memasukan pusakanya ke bagian inti istrinya dengan sedalam-dalamnya. dan kemudian bergerak keluar masuk dengan penuh na*su.


Malam itu Demon menguasai tubuh Kimberly dengan sepenuhnya, mencium, menyentuh dan melakukan pergerakan dengan tanpa berhenti.


"Demon, rasanya tidak nyaman di sofa, punggung ku tidak nyaman!"


"Kita akan berpindah ke kasur setelah ini," jawab Demon yang sedang melakukan pergerakan dengan cepat karena hampir mencapai puncak kenikmatan.


"Iya," jawab Kimberly yang merasakan gerakan di bawah sana.


Di sisi lain Cecilia yang merasa tidak puas atas kematian dua putranya dia pun nekad melaporkan kejadian ini ke polisi dengan berbekal rekaman cctv yang di rumahnya itu. pihak kepolisian menonton isi rekaman tersebut merasa aneh sambil mengerut dahi.


"Nyonya Martinez, apakah Anda yakin Anda tahu siapa pelakunya?" tanya salah satu anggota polisi.


"Tentu saja Pak. dia membunuh ke dua anak ku di depan mataku. mana mungkin aku tidak melihatnya," jawab Cecilia sambil menangis tanpa henti.


Dua polisi itu saling memandang dengan heran dan kemudian melihat ke rekaman itu lagi.


"Di mana jasad anak Anda sekarang?" tanya salah satu polisi itu.


"Masih di rumah! tolong saya menangkap pelakunya, Pak! saya tidak mau anak saya menjadi korban sia-sia," pinta Cecilia dengan terisak.

__ADS_1


"Baiklah, kami akan ikut ke rumahmu. untuk melakukan penyelidikan," jawab salah satu polisi itu.


__ADS_2