
Wanita cantik bagaikan bidadari berjalan menghampiri pria tampan bak pangeran yang sedang berdiri di hadapannya
"Tuan, apakah bisa membantu saya sebentar?" tanyanya dengan mengeluarkan pancaran cahaya mengoda di wajahnya, tidak ada pria yang bisa mengelak atau menolak dengan rayuan siluman ular ini, akan tetapi beda dengan Raymond yang tidak bisa makan rayuan
"Wanita cantik meminta bantuan tidak mungkin aku menolak, katakan saja apa yang perlu ku bantu?" tanya Raymond dengan senyum
"Mobilku rusak, apakah bisa mengantar ku pulang?" tanya siluman ular itu dengan matanya yang mengeluarkan cahaya dalam sesaat, cahaya tersebut adalah untuk mengoda setiap pria yang menjadi incarannya, bisa di katakan adalah menghipnotis dengan kekuatannya
"Baiklah, akan tetapi dengan cara apa kau ingin membalasnya?" tanya Raymond yang berbisik di telinga wanita itu
"Setelah sampai di rumahku, aku akan berterima kasih dengan cara yang sangat menyenangkan" jawabnya dengan menyentuh bagian bawah Raymond
Raymond yang merasakan sentuhan wanita itu pada miliknya, ia hanya menatap senyum dan sudah mengerti maksud dari wanita cantik itu
"Kalau begitu maka kau jangan mengecewakanku, karena sesuatu yang sedang tidur tapi kau malah membangunkannya" ucap Raymond dengan memeluk pinggang wanita itu
Setelah beberapa menit kemudian siluman ular membawa Raymond ke sebuah tempat, tempat itu adalah rumah mewah yang biasa di gunakan oleh wanita itu untuk bercinta dengan setiap pria incarannya
Setelah memasuki rumah, ia memegang tangan Raymond dan membawanya ke kamar
"Apa kau begitu tidak punya kesabaran?" tanya Raymond dengan senyum
"Ini caraku untuk berterima kasih pada pria tampan sepertimu" jawab wanita itu yang membuka kancing kemeja yang di kenakan Raymond
Raymond menahan tangan gadis itu dan tersenyum dengannya, sambil menyentuh wajah cantik yang sangat sempurna itu.
"Ingin bermain? maka lepaskan pakaianmu dulu, biarkan aku melihat tubuh ini sebelum aku mencicipinya" ujar Raymond dengan senyum sinis
Siluman ular yang hasratnya sudah mengebu-ngebu langsung melepaskan pakaiannya satu-persatu, sehingga menampakan tubuhnya yang super seksi, dua buah dada yang besar dan menonjol serta bagian bawahnya yang begitu indah di depan mata setiap pria, wajah dan setiap inci tubuhnya lebih sempurna di bandingkan Yuka
Raymond melepaskan dasinya dan kemudian mengendong wanita itu dan mengikat dua tangannya ke besi kasur
"Apakah kau suka bermain dengan cara ini?" tanya wanita itu yang membuka kakinya untuk siap di hantam oleh Raymond
Raymond melihat milik wanita itu dan tersenyum sinis, hanya tinggal selangkah maka dia sudah bisa langsung melahap wanita itu dengan sepuasnya
"Pejamkan matamu" titah Raymond yang melepaskan jas luarnya dan kemudian menutup seluruh wajah wanita itu
"Kau nakal sekali" goda wanita itu dengan suara mengoda
__ADS_1
Tidak lama kemudian wanita itu merasakan hentakan dari bagian bawahnya, rasa nikmat sehingga mengeluarkan de.sahan yang kuat
"Aakkhh, lakukan lagi. kau sangat hebat, punyamu sangat besar dan panas" gerangan wanita itu yang merasakan sensasi yang luar biasa
"Apakah begitu nikmat?" tanya Raymond dengan mengambil jasnya yang menutup wajah wanita itu
"Kau sangat hebat sayang, aku ingin kau melakukannya setiap saat untukku" jawab siluman itu dengan merasa gesekan kuat di bagian intinya
"Aku juga sangat menikmati tubuhmu" ujar Raymond dengan melakukan pergerakan di bawah sana sehingga mencapai puncak kenikmatan.
Mereka sama-sama merasakan nikmatnya hubungan ini, sehingga sama-sama mencapai puncak berulang kali, tubuh wanita itu di lahap setiap inci oleh pria yang sedang menguasai seluruh tubuhnya, dua buah dada di hisap, di remas, dan bagian bawahnya di hajar habis-habisan dengan hentakan yang cukup kuat.
"Teruskan, jangan pernah berhenti. kau sangat hebat" gerangan siluman yang tangannya di ikat serta tubuhnya di lahap habis oleh pria itu
Selama melakukan satu jam mereka mencapai puncak kenikmatan sebanyak puluhan kali, senjata milik pria itu mampu membuat siluman ular itu mengebu-ngebu hasratnya berulang kali, sehingga menginginkannya lagi dan lagi. sama seperti pria yang sedang menguasai bagian inti siluman itu juga tidak ingin berhenti.
Saat nikmatnya yang di rasakan oleh siluman itu tiba-tiba saja dia merasakan panas di bawah sana
"Aaaarrgghhh" teriakannya yang kesakitan
"Jangan berteriak aku belum selesai, bagian bawahmu ini sangat nikmat" ujar Raymond yang sedang menikmati kawanitaan milik siluman itu
"Kau siapa sebenarnya?" tanya siluman yang masih merasa gesekan kuat di bagian intinya
"Aku adalah Iblis api" jawab Raymond yang sedang melakukan pergerakan tanpa berhenti, dan tidak lama kemudian pria tampan yang dia lihat itu berubah menjadi pria lain yang tak lain adalah Teddy
"Aaarrgghh" jerit siluman ular yang melihat Raymond berubah menjadi pria lain
"Kau siapa sebenarnya?" tanya wanita itu dengan nada keras
"Aku adalah Teddy, aku di suruh datang untuk memuaskanmu di ranjang, dan kita sangat menikmatinya, bukan? kau bahkan menyukai senjataku ini" jawab Teddy yang kemudian mengeluarkan benihnya di dalam rahim siluman itu sehingga membuatnya kepanasan
"Aaaaarrrrgghhhhhh" teriakan siluman yang merasa kesakitan yang luar biasa
"Keluarkan senjata busukmu" teriakan siluman yang mulai merasa panas di seluruh tubuhnya
"Tidak mungkin aku salah melihat" jerit siluman itu yang tidak berdaya
"Kau adalah siluman ular dan ingin mendekati Rajaku" ketus Teddy yang masih belum menghentikan aksinya
__ADS_1
"Kau salah! pria incaranku adalah Raymond Matinez"
"Dia adalah Raja Iblis Api, Demon Fire"
"Ra-raja iblis..?" tanya siluman ular yang merasa cemas mendengar nama ini, karena di dunia iblis dan siluman pasti sudah tidak asing dengan nama Raja Iblis
"Benar, makanya kau sudah salah orang"
"Selama hidup ku tidak pernah salah melihat, mata saktiku tidak pernah meleset" jeritnya yang merasa sakit karena hentakan dari Teddy yang tanpa berhenti
"Itu karena terhadap manusia biasa, tapi kalau dengan Rajaku walau kau memiliki sepuluh pasang mata sakti pun tidak ada gunanya, dia bisa melihatmu tapi kau tidak akan bisa"
"Hentikaaaan" teriakan Siluman ular itu yang mengerang kesakitan
"Bagaimana kau bisa ada di sini? di mana Raymond Matinez?"
Sesaat kemudian Raymond muncul di hadapan mereka
"Aku di sini" jawab Raymond
"Kau? sejak kapan kau tahu aku adalah siluman ular?" tanyanya yang wajahnya semakin pucat
"Sejak pertama kali kau muncul di hadapanku, dan kau juga ingin mengunakan cahaya matamu untuk mengodaku, aku adalah Raja Api mana mungkin aku bisa termakan rayuanmu" jelas Raymond
"Raja, tolong jangan menghukumku, aku sudah salah" pinta siluman itu yang sudah tidak berdaya
"Raja, apa saya sudah bisa berhenti?" tanya Teddy yang sedang melakukan pergerakan tanpa berhenti
"Apa kau masih belum puas? aku di hadapanmu tapi kau malah melanjutkannya" ketus Raymond
"Raja, saya hanya ikut perintah Anda makanya tidak berani berhenti, walau dia cantik tapi dia adalah ular, kalau dia berubah wujud saya akan mati ketakutan" jawab Teddy
"Katakan di mana suamimu?" titah Raymond dengan tegas
"Dia...dia pasti bermain dengan wanita lain" jawab Siluman yang mulai pucat dan mengeluarkan asap dari mulutnya
Raymond lalu menjentik jarinya. dan sesaat kemudian kamar mewah itu berubah menjadi tempat lain, Teddy yang melihat tempat itu berteriak dengan nada tinggi
"Kenapa bisa ada di juraaaaaaaaaaang?" teriak Teddy yang masih sedang posisi menyetub*hi wanita itu dengan tanpa sehelai benang
__ADS_1
"Tempat ini memang adalah jurang, rumah mewah hanya halusinasi semata, dengan mengunakan cara ini kau merayu setiap mangsa mu" jelas Raymond