Mystery

Mystery
Mystery. (13)


__ADS_3

Sampainya...


Brakk..!!


Kanata membuka sebuah pintu ruangan dengan kencang, membuat orang yang berada didalam nya terkejut mendengarnya


"k...kau!! Apa yang kau lakukan disini!!" kata orang yang duduk di kursi besar hitam


"langsung saja, Zack"


"baik boss"


Zack menyerahkan amplop berwarna coklat, kepada orang yang ada dikursi besar hitam


Orang yang ada dikursi besar hitam membuka isi amplop berwarna coklat, dan terlihat sebuah foto


“itu, foto mu kan? Hiro” Kanata duduk disofa


“a...apa yang kamu bicarakan?!!” kata orang yang bernama Hiro


“anda melakukan transaksi ilegal, dan bekerja sama dengan organisasi Mafia” Zack menjelaskan


“kau bahkan menggelapkan uang yang ada dibank milik anggota ku” timpal Kanata dengan nada datarnya


“t...tidak itu bukan aku!” Hiro bangkit dari duduknya


“semuanya suda jelas, buktinya ada di berkas yang kuberikan padamu” Kanata menunjuk kearah amplop berwarna coklat


"b...bukan aku!" Hiro terlihat ketakutan


Kanata bangkit dari duduknya, dan meng-isyarat kan ke Zack untuk memberikan revolver miliknya


"anda yang akan membunuhnya?" bisik Zack


"hmm" jawabnya singkat


"silakan, boss" Zack memberikan revolvernya ke boss nya


Crkk...


Kanata menodongkan revolvernya ke Hiro


"t...tidak Jangan bunuh aku!!" katanya dengan nada ketakutan


"kau tidak  pantas hidup" Kanata terlihat menakutkan


Hiro berlari kearah jendela, dan berusaha melompat, tapi sebelum melompat...


Dorr...


Dorr...


Kanata menembak tepat dikepala nya. Seketika Hiro tewas

__ADS_1


"Zack, bereskan ini dan berikan kunci mobil" Kanata keluar ruangan


"siap boss" jawab Zack dan memberikan kunci mobilnya lalu membungkuk


Kanata berjalan keluar gedung dan menuju mobil. Kanata menjalankan mobilnya dan pergi ke arah Penginapan


Sampai nya...


Kanata memarkirkan mobilnya di belakang halaman penginapan


*diruang tengah


"Hoi, Kanata! Kemana kau tadi?" tanya Yuichi yang duduk disofa sambil menonton tv


"hanya urusan kecil" Kanata ikut duduk dirungan tengah


"mana Yuna?" lanjut Kanata


"lagi diruang perawatan" jawab Yuichi yang fokus dengan tv nya


"keadaan Val?" Kanata memejamkan matanya


"Yuna lagi men-check keadaannya"


Beberapa menit, Yuna datang dan duduk disofa sebelah sofa yang di duduki Kanata dan Yuichi


"huffttt...cape nyaa" Yuna menghela nafas


"sudah lebih baik, aku memberikan dia obat penenanag, jadi masih belum sadarkan diri" jawab Yuna


"begitu yaa, ku harap cepat sembuh. Ohyaa dimana Lara, dari pagi aku tidak melihatnya?" Yuichi mengambil ponselnya dari saku celananya


"ohh, dia diruang perawatan"


"sakit?" Kanata yang ikut bertanya


"menemani Val" Yuna bangkit dari duduknya menuju dapur dan mengambil sebotol air


"hmm" singkat dan datar, itulah Kanata


"Kanata, kau lapar?" tanya Yuichi


"sedikit" jawab Kanata


"sama"


"ada makanan?"


"tidak ada" jawab Yuichi yang msih fokus dengan ponselnya


"kalau gitu, buat apa kau nanyain aku sudah makan atau belum" Kanata menatap Yuichi


"yaa siapa tau kamu mau membelikan makanan untukku"

__ADS_1


Yuna datang sambil membawa botol minum dan kembali duduk disofa yang tadi


(wah mulai nih) batin Yuna sambil menatap kedua rekannya yang mulai bertengkar


"hah, kau pikir aku mau membelikan makanan buat mu" kata Kanata


"kan kubilng siapa tau kau mau membelikan makanan buat ku"


Jawab Yuichi yang balik menatap Kanata


"kau bodoh kah" kata Kanata dengan tampang mengejek


"hah! Apa maksudmu?!" Yuichi sedikit emosi


"tidak bukan apa ap–" belum sempat Kanata menyelesaikan kalimatnya


"aaakkkk...!!" terdengar suara teriakan


Ketiga detektiv itu langsung bangkit dari duduknya dan menuju suara teriakan


Sampainya di asal suara teriakan...

















Jangan lupa vote nyaa🌹🌸

__ADS_1


__ADS_2