
"Mari kita makan!" ajak Alex yang sedang menyantap makanannya.
Makan malam seperti biasa yang tidak terjadi apa-apa, rencana keluarga Martinez telah di ketahui oleh Raymond dan Kimbely. kini Raymond hanya menunggu aksi dari Alex yang ingin membongkar siapa dirinya.
Saat Raymond ingin minum jus yang di gelasnya ia sudah mengetahui jika minumannya itu telah di campur sesuatu. cairan yang akan akan mengubah dirinya menjadi wujud yang asli.
"Permainan bodoh," batin Raymond yang tanpa ragu menghabiskan minumannya itu.
"Kimberly, apa kamu menyukai makanan ini?" tanya Raymond dengan menatap ke istrinya.
"Rasanya masih kalah dengan yang kamu masak," jawab Kimberly.
"Katakan saja padaku apa yang kamu ingin makan dan aku akan memasaknya," ujar Raymond yang mengambilkan lauk untuk istrinya.
"Terima kasih," ucap Kimberly.
"Cairan itu sudah di minum olehnya seharusnya tidak lama lagi dia berubah," batin Alex.
Walau tetap biasa akan tetapi Alex, Simon dan Jacky merasa gelisah dan ketakutan di dalam hatinya. makan dengan perlahan, tangan gemetaran dan menunduk tidak berani menatap ke arah Raymond yang sedang duduk di hadapan mereka.
"Papa, Simon, Jacky, kenapa tangan kalian gemetaran dari tadi?" tanya Kimberly dengan sengaja.
"Mungkin karena mereka sudah melakukan kesalahan," jawab Raymond.
"Kakak, memang pintar bercanda! kami hanya kedinginan saja," ucap Simon dengan alasan.
"Apakah kalian merasa cemas jika saja aku akan menelan kalian hidup-hidup?" tanya Raymond yang menatap ke arah dua adiknya itu
"Tentu saja tidak!" jawab Jacky dengan senyum paksa.
"Kakak, kami malah merasa bahagia karena kita sudah berkumpul semula," kata Simon.
"Bahagia atau ketakutan? raut wajah kalian menunjukan jika kalian sedang ketakutan dan cemas, bukankah begitu?" tanya Raymond dengan sengaja.
"Kita tetap tidak sambut di sini, lihat mereka seperti terpaksa saja," kata Kimberly.
"Tidak apa-apa, sayang. kita akan makan di luar setelah urusan kita di sini selesai. aku juga ada sebuah kado istimewa yang ingin ku berikan kepada mereka," ucap Raymond yang menyentuh kepala istrinya.
__ADS_1
"Iya baiklah," jawab Kimberly.
"Pa, selama ini aku ada menyimpan kado besar untukmu, karena helum waktunya maka aku hanya menyimpannya selama ini," ujar Raymond.
"Raymond, kita adalah sekeluarga tidak perlu memberikan kado pada papa," jawab Alex yang sedang merasa cemas.
"Sebagai anak aku harus berbakti padamu itu adalah kewajibanku, dan tentu kado ini bukan hanya untuk mu, tapi juga untuk adikku tercinta," kata Raymond dengan senyum.
Raymond lalu bertepuk tangan dengan memberi kode pada Teddy.
Prok...prok..prok..
Teddy yang mendengar perintah rajanya ia pun langsung muncul di hadapan mereka semua.
"Raja," sapa Teddy.
"Bawa kadonya ke sini!"perintah Raymond
"Baik," jawab Teddy yang kemudian menghilang lagi dari hadapan mereka semua. tentu saja kemunculan Teddy secara tiba-tiba mengejutkan Alex dan dua putranya. mereka langsung terdiam dengan apa yang barusan mereka lihat.
"Kalian kenapa terdiam dan tercengang begitu?"tanya Kimberly.
"Dia adalah anggota setia Raymond," jawab Kimberly.
"Anggota setia? tapi kenapa dia bisa...menghilang?" tanya Alex.
"Karena dia bukan manusia, selain itu dia juga akan menelan orang yang melakukan kesalahan. tapi kalian tidak perlu takut dia tidak akan menelan kalian," jawab Kimberly dengan sengaja.
"Kakak ipar, jika dia bu-bukan manusia. lalu, siapa dia?" tanya Jacky.
"Dia adalah iblis pemakan manusia, kalian jangan menyinggungnya. aku pernah melihat cara dia menyantap seorang pria, caranya sangat sadis, dia akan mulai mengigit jari-jari mangsanya, dan makan begitu lahap. setelah itu dia mengigit telinga pria itu, dan makan secara pelahan. dan kemudian dia mencongkel satu mata dan makannya lagi, kemudian dia gigit hidung pria itu dan menariknya sehingga putus dan makan seperti makan daging ayam. pria itu masih hidup dan berteriak terus. setelah itu dia mengigit tubuh pria itu dan makan secara perlahan. dan kemudian mengunakan pisau mengiris daging-daging mangsanya, setelah itu dia baru menusuk tubuh pria itu sehingga keluar darah dan darah itu di jadikan minuman," kata Kimberly yang asal-asalan.
Mereka bertiga yang mendengar cerita Kimberly semakin takut dan gemetaran sehingga gelas dan sumpit yang di pegangnya terlepas semua.
"Tidak sampai di situ, organ dalam pria itu juga di tarik keluar dan di makan dengan begitu lahap, sementara pria itu masih hidup dan berteriak kesakitan, setelah makan setengah ususnya, dia potong sotong pria itu dan di buangnya entah kemana," kata Kimberly yang panjang lebar.
Mendengar setiap perkataan Kimberly Alex dan dua putranya berhenti makan karena merasa mual.
__ADS_1
"Oh....iya Papa, aku baru ingat nanti aku akan pesan Teddy jika saja dia mendapatkan makanan lagi aku akan menyuruhnya memotong sotong pria itu dan bawa untukmu ya, jadi papa bisa mengunakan itu sebagai penganti," ujar Kimberly dengan sengaja
"Ti-tidak perlu!" jawab Alex yang sedang mengelus dadanya karena merasa mual.
"Dan jika kalian mau mencobanya aku juga bisa meminta Teddy untuk membawakan usus dan jantung, kalian bisa mencicipi rasanya apa enak atau tidak," lanjut Kimberly
Karena ucapan Kimberly tanpa berhenti akhirnya Alex dan dua putranya memuntahkan semua yang telah mereka telan tadi.
Woak...woak...woak...woak...woak...
Woak...woak...woak...woak...woak...
"Kenapa kalian muntah? kalian sedang sakit ya? bagian mana yang sakit? apa karena lambung kalian atau usus kalian yang bermasalah?" tanya Kimberly dengan sengaja.
"Kalau usus kalian bermasalah maka besok aku akan menyuruh Teddy membawakan usus orang lain dan ganti dengan kalian, dia sangat pintar. cukup dengan pisau sayur dan dia akan membelah perut kalian dan menarik usus lama kalian keluar, dan setelah itu dia akan menjahit usus baru untuk kalian. dan kalian akan cepat sembuh," ujar Kimberly dengan sengaja.
"Tidak...tidak...usus kami baik-baik saja," kata Simon yang ketakutan setengah mati.
"Kalau begitu mungkin hanya baru gejala. dan kalian harus makan usus manusia agar tidak semakin parah," lanjut Kimberly.
Mendengar ucapan Kimberly mereka bertiga lagi-lagi muntah tanpa berhenti.
Woak...woak...woak...woak...woak...
Woak...woak...woak...woak...woak...
Woak...woak...woak...woak...woak...
"Apa separah ini penyakit kalian? kasihan sekali," ucap Kimberly yang senyum diam-diam.
Setelah beberapa menit kemudian mereka pun berhenti dan tidak muntah lagi.
Teddy membawakan kado besar atas perintah rajanya itu.
"Raja, dia sudah ku bawa!" ucap Teddy yang menghempaskan seorang pria yang berantakan ke depan mata Alex dan dua putranya itu.
Alex dan dua putranya tidak mengenal siapa pria yang di depan mata mereka, rambut panjang berantakan, kurus kering sehingga tulang-tulangnya terlihat jelas. tua dan juga kotor.
__ADS_1
"Si-siapa dia?" tanya Alex dengan merasa heran.