Mystery

Mystery
Pertukaran kartu kredit dan aset


__ADS_3

"Kalau kau datang hanya ingin membuat keributan maka lebih baik kau pergi saja," bentak Yolanda dengan kesal.


"Aku melihat rumah yang kamu berikan ini tidak sebesar yang kalian tempati sekarang, aku mau yang rumah ini saja!" pinta Kimberly dengan sengaja.


"Apa...?" jerit Veronica dan Yolanda dengan kesal.


"Kenapa kalian menjerit seperti itu? apa kalian kemasukan setan?" tanya Kimberly dengan sengaja.


"Lolipop, kau jangan keterlaluan! rumah ini adalah rumah utama kami, kau mana bisa meminta dengan sesuka hatimu," bentak Veronica dengan sangking kesalnya.


"Kalau begitu aku ingin tahu berapa harga rumah ini?"tanya Kimberly dengan sengaja.


"Enam puluh juta dollar," jawab Veronica dengan kesal.


"Hahahahahaha...."suara tawaan Kimberly.


"Kenapa kau tertawa? apa kamu tidak percaya? rumah ini sangat luas dan mewah tentu saja seharga enam puluh juta dollar. aku rasa kau tentu belum pernah melihat uang sebanyak itu, kan?"kata Yolanda dengan menghina.


Kimberly lalu mengeluarkan dompetnya dan mengambil salah satu kartu pemberian suaminya.


"Apa kamu pernah melihat kartu ini?" tanya Kimberly dengan memegang kartu.


"Black Card?" tanya mereka bertiga dengan mata tanpa berkedip.


"Iya, isi dalamnya sebanyak delapan puluh juta dollar, jumlahnya lebih banyak dari tempat tinggal kalian ini. jadi harga rumah ini tidak seberapa bagiku," kata Kimberly dengan sengaja.


"Dari mana kau bisa mendapatkan kartu ini?" tanya Yolanda yang merasa iri hati.


"Tentu saja dari suami ku, ini hanyalah salah satu kartu yang di berikan olehnya," jawab Kimberly.


"Lolipop, bukankah kau harus memberikan kepada kami, karena mama yang melahirkan mu oleh karena itu kau harus memberikan black card kepadanya,"ujar Yolanda yang ingin merebut kartu tersebut dari tangan Kimberly.


Kimberly langsung menepuk kuat tangan kakaknya itu.

__ADS_1


Plak....


"Aarrghh..."jeritan Yolanda yang kesakitan.


"Kau ini aneh saja, uang ini kalian tidak berhak untuk memilikinya. lagi pula mama mu juga sudah tua, dan hanya bisa hidup untuk beberapa tahun lagi. jadi tidak perlu memegang terlalu banyak duit," ketus Kimberly.


"Kau ini...."ketus Veronica.


"Veronica!" sebut Almost dengan meredakan emosi istrinya.


"Lolipop, Raymond begitu osayang denganmu, ini juga membuat kami merasa bahagia," ucap Almost dengan berpura-pura senyum.


"Itu karena nasibku sangat baik, walau aku di buang oleh kalian akan tetapi aku masih memiliki seorang suami yang begitu tulus padaku."jawab Kimberly.


"Bagaimana dengan permintaanku? aku ingin rumah yang kalian tempati ini!" kata Kimberly dengan tegas.


"Kau tidak bisa seenaknya,"bentak Yolanda.


"Bagaimana jika kita saling tukaran dengan kartu kreditku?"


"Raymond memberiku beberapa kartu kredit, tentu saja nominal semua kartu ini tidak sedikit, bahkan bisa untuk membeli perusahaan kalian," kata Kimberly.


"Lalu?" tanya Veronica.


"Hari ini aku ingin meminta rumah ini dan mobil, dan sebagai gantinya aku akan memberi salah satu kartu ku, dan selain itu aku juga ingin menukarkan kartu kreditku yang berwarna biru ini dengan dua rumah kalian yang lain dan mobil kalian yang satu lagi," jelas Kimberly


"Untuk apa kau melakukan itu?" tanya Yolanda.


"Ini mudah saja, nominal yang di kartu ini cukup untuk membeli dua rumah dan mobil kalian, aku juga sedang ingin mencari rumah. kalian juga tidak rugi karena ini adalah sebuah bisnis," jawab Kimberly.


"Lolipop, maksudmu kamu ingin membeli rumah dan mobil kami dengan mengunakan kartu ini?" tanya Veronica.


"Iya, dua rumah dan satu mobil milik kalian aku ingin membelinya, apa kalian sudah mengerti?"

__ADS_1


"Bagaimana kami bisa percaya dengan kata-katamu? kau ingin mengunakan kartu mu itu untuk membeli rumah kami, bisa jadi kartu mu itu sama sekali tidak ada isinya!" ketus Yolanda.


Kimberly lalu menekan handphonenya untuk cek saldo kartu kreditnya itu dan lalu memperlihatkan jumlah saldo yang tercantum.


"Lihat ini! nominal kartu kreditku yang berwarna hijau ini cukup untuk membeli satu mobil bahkan uangnya masih ada banyak sisa, dan kartu yang berwarna kuning aku juga akan memberikan kepada kalian anggap saja untuk membeli dua rumah milik kalian. jadi kalian tidak rugi kan karena dua kartuku ini nominalnya melebihi harga dua rumah dan satu mobil milik kalian itu,"jelas Kimberly.


Mereka bertiga langsung tercenggang saat melihat semua nominal kartu kredit yang di miliki oleh Kimberly.


"Tidak menyangka suami mu begitu kaya, dan memberikan kartu yang berisi banyak uang kepadamu, bahkan memberimu begitu banyak kartu," ucap Veronica.


"Jangan basa-basi lagi! bagaimana dengan permintaanku? apakah kalian menyetujuinya atau tidak, kalau kalian setuju hari ini juga aku ingin kalian memberi semua surat rumah dan mobil kalian sebagai tanda sah sudah menjadi hak milikku," kata Kimberly dengan memberikan dua kartunya kepada sepasang suami istri itu yang sedang melihat kartu kredit dengan mata melotot.


"Kalau kami jual ke kalian lalu kami harus mengunakan kendaraan apa kalau keluar dan kami harus tinggal di mana?" tanya Almost.


"Kalian sudah memiliki dua kartu ini tinggal beli lagi tiga mobil dan empat rumah lagi, lagi pula kalian bisa tinggal di hotel untuk sementara waktu, asal ada uang tidak perlu takut tidak ada tempat tinggal," jawab Kimberly.


"Sebentar! kenapa kau malah ingin membeli rumah dan mobil kami? kau bisa saja mencari rumah lain kenapa harus punya kami yang kau pilih?" tanya Yolanda dengan merasa curiga.


"Karena aku tidak suka membuang waktu, aku ingin yang cepat. oleh karena itu hari ini juga aku ingin membeli semua rumah dan mobil kalian. kalian juga dapat untung bisa membeli yang baru lagi, bukan? jadi apa lagi yang membuat kalian ragu?"jawab Kimberly.


"Ini kartu ku satu lagi dan aku berikan padamu, nominalnya bisa untuk membeli seunit rumah, anggap saja ini pemberianku untuk membayarmu di saat kamu harus mengandungku selama sembilan bulan dan kemudian meninggalkan ku. walau aku membenci kalian. jadi anggap saja aku sudah tidak berhutang padamu," kata Kimberly yang memberikan kartu kredit kepada Veronica.


"Kau sangat kaya!" ucap Veronica.


"Lolipop, apakah suamimu tidak marah kalau kau mengunakan semua uang ini?" tanya Almost.


"Dia sudah memberikannya padaku dan aku bisa menghabiskan sesuka hatiku. dan dia akan memberikan kartu kepadaku lagi," jawab Kimberly.


"Bagaimana kami bisa percaya jika kami bisa mengunakan uangnya?"tanya Yolanda.


"Pinnya adalah hari ulang tahunku," jawab Kimberly.


"Kartu ku sudah di tanganmu dan cepat lakukan surat tanda terima rumah dan mobil!" perintah Kimberly.

__ADS_1


"Baik! baik! kami segera melakukannya," jawab Veronica.


Setelah satu jam kemudian surat-surat rumah dan mobil mereka menyerahkan kepada Kimberly. nama pemilik rumah langsung di ganti atas nama Kimberly dan juga mobilnya. Kimberly yang melihat namanya yang tercantum di surat itu tertawa di dalam hati karena ia sudah berhasil membodohi keluarga Almost. sementara aset milik Almost telah jatuh ke tangan Kimberly. dan hanya sisa perusahaannya yang tidak begitu menguntungkan bahkan masih berhutang dan belum mampu melunaskannya. Almost dan anak istrinya tidak sadar jika mereka sudah berada di ujung tanduk.


__ADS_2