
kamar tidur Raymond
Di pagi itu Raymond sedang mandi, sementara Kimberly sengaja berteriak sekuat tenaga dengan berniat mempermalukan Tina
Setelah selesai mandi Raymond keluar dari kamar mandinya dan melihat istrinya itu sedang melompat-lompat di kasur
"Kimberly, apa kau belum puas berulah? kau berteriak selama setengah jam, dan apa kau tidak lelah?" tanya Raymond yang hanya mengenakan handuk dan tanpa balutan bagian atas tubuhnya, sehingga menampakkan tubuhnya yang putih dan berotot
Sementara Tina dan yang lainnya masih berada di ruangan
"Tina, jangan pedulikan kata wanita itu, minumlah kopimu" ucap Cecilia yang minum kopi yang di cangkirnya itu
"Aaaarrrrrrggghhhhhhhhhh" teriakan Kimberly yang menembus hingga keluar kamar
Uhuk....uhuk....uhuk....uhuk....
Suara batuk Cecilia yang keselek minuman akibat di kejutkan dengan teriakan Kimberly
"Kenapa wanita ini suka berteriak, apa dia sudah gila ya?" bentak Cecilia yang merasa kesal
"Kimbely, kenapa kau berteriak?" tanya Raymond yang menghampiri kasur yang di mana istrinya sedang berdiri
"Jangan mendekat, jauhkan jarakmu dari ku" ucap Kimberly dengan memejamkan matanya
"Apa tubuhku sangat menakutkan bagimu?" tanya Raymond dengan senyum
"Kau bercanda, aku sudah pernah melihat tubuh pria dan kau bukan satu-satunya" jawab Kimberly dengan sengaja
"Tubuh pria mana yang kau pernah lihat?" tanya Raymond dengan tatapan dingin
"Markus, dia adalah mantanku jadi sudah tidak heran" jawab Kimberly dengan sengaja
Raymond yang mendengar jawaban Kimberly merasa cemburu dan memeluk Kimberly lalu mendorongnya ke kasur, lalu dirinya pun menindih istrinya itu
"Hei...bangun" bentak Kimberly yang sedang mendorong tubuh Raymond akan tetapi tenaganya tidak sekuat suaminya itu
"Katakan padaku, apakah begitu indah tubuhnya sehingga kau masih ingat padanya?" tanya Raymond dengan menahan ke dua tangan Kimberly
"Yang sudah pernah ku lihat tentu aku bisa ingat, kecuali kalau aku amnesia" jawab Kimberly
__ADS_1
"Kalau begitu maka aku akan membuat mu tidak bisa melupakanku" kata Raymond yang merasa cemburu berat langsung mencium leh*r Kimberly
"Jangan...jangan.." teriak Kimberly yang tidak bisa melawan
"Hentikan, Raymond Martinez." bentak Kimberly dengan kesal
Raymond mencium leh*r Kimberly dari kiri hingga ke kanan, sementara Kimberly hanya bisa pasrah karena tidak bisa melawan
Tidak lama kemudian Cecilia berjalan menuju ke kamar Raymond
"Kimberly, banguuuun. jangan malas, cepat siapkan sarapan dan membersihkan rumah" teriak Cecilia sambil mengetuk pintu dengan kuat
Tuk...Tuk...Tuk...Tuk...
Ketukan pintu di lakukan dengan kuat oleh Cecilia di luar kamar
"Hei..hei..si nenek tua itu sedang mengamuk di luar" ucap Kimberly
"Biarkan saja" jawab Raymond yang sedang mencium leh*r Kimberly tanpa berhenti sambil memeluk tubuh istrinya dengan erat
Tuk....Tuk...Tuk...Tuk....
Raymond yang mendengar wanita yang di luar kamar itu menghina istrinya lalu ia pun turun dari kasur dan membukakan pintunya, sementara Kimberly bertelungkup menghadap ujung kasur dengan menutupi tubuhnya dan hanya menampakkan kepalanya
Klek
"Apa kau tidak punya tata krama sehingga menganggu ku dan istriku?" bentak Raymond dengan nada tinggi
Cecilia merasa ketakutan di saat melihat tatapan Raymond yang tajam dan kemudian melihat ke arah Kimberly yang di balut selimut dan hanya menampakkan kepalanya
"Hai....Bibi, aku sedang melayani Raymond dan belum selesai bibi sudah berteriak di luar, kami baru melakukan selama 2 jam, sisa 4 jam apa Bibi mau mencobanya? aku yakin papa pasti kalah dan tidak akan sanggup selama inikan?" ujar Kimberly dengan ceplas ceplos
"Kau...? kau gila" ketus Cecilia yang melangkah pergi meninggalkan kamar mereka
"Hei...aku kan bertanya baik-baik kenapa dia marah?" gumam Kimberly
"Apakah kau sangat ahli membuat orang marah?" tanya Raymond yang menutup pintu kamar
"Iya, jadi jika kau mencariku untuk melawan mereka maka pilihan mu sangat tepat" jawab Kimberly yang masih terlungkup dengan di tutupi selimut
__ADS_1
"Sudah, pergi mandi. kita akan sarapan di luar" ucap Raymond dengan menyubit hidung Kimberly, dan kemudian ia menuju ke ruangan ganti baju
"Hahahaha....jadi aku tidak perlu masak untuk mereka lagi" jawab Kimberly dengan kegirangan dan langsung bangkit dan turun dari kasur
Di sisi lain Simon dan Jacky sedang bersama di salah satu ruangan mewah sambil meneguk wine
"Kakak, apa kau sudah melihat Kimberly, baru sehari saja satu rumah sudah di buat heboh, lihatkan eksperesi wajah Tina yang mendapat malu berkali-kali karena ulah wanita itu, bukankah ini sangat menarik?" tanya Jacky yang sedang duduk bersandar sambil menarohkan sebelah kakinya ke atas meja
"Tina bukan lawannya, dan kau lihatlah Raymond sangat peduli wanita itu, aku hampir tidak percaya jika kakak tertua kita itu bisa menikahi seorang gadis tanpa persetujuan papa" jawab Simon
"Kakak, bukankah ini bagus jika Tina tidak bisa mendapatkan hati Raymond? kau bisa mendapatkan dia" ujar Jacky
"Dia menolakku dengan cara menghinaku, apa mungkin aku masih akan mencintainya" kata Simon dengan merasa kesal
"Dia berani menghinamu? kakak adalah putra kesayangan papa, bukankah rugi jika dia menolak?" tanya Jacky dengan meneguk minumannya
"Dia mengatakan jika aku tidak setampan Raymond dan dia juga menyukai pria yang memiliki tubuh yang kekar dan tegap" jawab Simon dengan kesal
"Hahahaahah...dia sangat merendahkan mu, sebenarnya selain wajahnya yang cantik dia juga tidak memiliki tubuh yang ideal, dia hanya tinggi saja, seperti yang di katakan Kimberly jika Tina sama sekali tidak memiliki dada yang seksi, jadi tidak perlu lagi di pikirkan lagi"
"Walau begitu tapi aku masih ingin mengambil malam pertamanya, dia masih perawan dan aku akan mengambilnya dan membuatnya menyesal"
"Bukankah ini sangat kejam? keperawanannya adalah milik Raymond"
"Kejam? dia menghinaku dan merendahkanku, tentu saja aku harus membalasnya, lagi pula Raymond juga tidak menyukainya dia sangat menyayangi istrinya itu"
"Untuk sekarang saja Tina sudah di buat kewalahan oleh Kimberly, dan setelah di perhatikan Kimberly lebih istimewa di bandingkan Tina, kemunculan Kimberly mampu membuat papa dan mama selalu ingin emosi" kata Jacky dengan tertawa
"Aku hanya takut mereka akan terkena stroke saja" ucap Simon dengan meneguk minumannya
Di sisi lain Tina sedang mencari keberadaan Raymond
"Bibi, di mana Raymond kenapa aku tidak melihatnya dari tadi?" tanya Tina yang sedang berjalan ke arah Cecilia yang sedang duduk di halaman
"Dia sudah keluar dengan gadis kampungan itu" jawab Cecilia
"Bibi, Raymond tidak menyukaiku. apakah ada cara lain untuk dia bisa menerima ku?" tanya Tina dengan merasa sedih
"Ada! tapi bukan membuatnya menerima mu, awalnya kau harus membuat dia mengusir istrinya dulu, jika saja dia kecewa dengan istrinya maka dia akan menerima mu dengan perlahan" jawab Cecilia
__ADS_1