
"Raja kami akan membalas dendam!" kata siluman ular biru yang sedang sekarat.
"Hahahahaha....sotong rajamu saja sudah ku potong dan ku bakar, dan aku yakin pasti sudah hanguskan? dan rajamu pasti sudah tidak memiliki apa-apa polos tanpa ada sotong lagi, kecuali kalau rajamu ada sotong lainnya!" kata Kimberly dengan tertawa.
"Kau wanita brengs*k!" ketus siluman ular hitam yang kepalanya ada di lantai bersama temannya itu.
"Hari ini kalian datang adalah keberuntungan bagiku, kepala kalian akan ku rebus untuk membuang kotorannya, dan selain itu tubuh kalian itu akan ku goreng. hah...karena kalian berdua maka aku akan berbaik hati memaksa untuk mertuaku yang baik itu, serta adik iparku...hahahahah," kata Kimberly dengan girang.
"Jangan memasakku! walau aku mati aku tidak akan melepaskanmu!" kecam siluman ular hitam.
"Kalian saja sudah seperti ini mana bisa kalian ingin membalas dendam lagi," ujar Kimberly yang mengambil panci dan mengutip kepala ular itu ke dalam panci.
"Hei...apa yang kau lakukan!" teriak siluman ular hitam.
"Jangan sembarangan!" teriak siluman ular biru.
"Aku harus merebus kalian dulu," jawab Kimberly yang membuka air keran dan isi ke panci, serta menghidupkan apinya.
"Hei...jangan..." teriak siluman ular biru yang kepalanya sudah tenggelam.
Kimberly menutup panci dan merebus kepala ular tersebut, setelah itu ia melihat tubuh ular yang masih meronta kesakitan dan menghampiri ular tersebut.
"Keluarga Martinez, kalian jahat padaku, lihat saja aku akan memasak dua siluman ini untuk kalian," batin Kimberly.
Setelah dua jam kemudian.
Mansion keluarga Martinez.
Pelayan keluarga Martinez menerima makanan yang di kirim oleh seseorang. pelayan itu menyerahkan kepada Alex dan Cecilia yang sedang makan bersama dengan anak-anak mereka.
"Siapa yang mengirimnya?" tanya Cecilia yang membuka rantangan dan melihat tiga jenis lauk.
"Tidak tahu, Nyonya. di samping rantangan terdapat sebuah amplop," jawab pelayannya dengan memberikan amplop kepada Cecilia
Cecilia membuka dan membaca isi surat itu yang tertulis:
"Nyonya Martinez yang cantik, ini adalah masakanku khusus untukmu sekeluarga, selama ini aku sangat kagum pada kecantikanmu, sop yang ku masak ini adalah sop rusa yang menyehatkan tubuh kita, dan daging yang goreng itu adalah daging rusa, serta saos tomato itu adalah daging yang ku potong kecil-kecil untuk Anda agar lebih mudah di kunyah. aku juga selalu makan daging rusa karena itu sangat sehat untuk kita, sehingga kita mampu melayani suami kita selama beberapa jam, dan jangan lupa berikan untuk suami mu juga agar dia semakin mencintaimu, jangan merasa penasaran siapa yang mengirimnya karena sekarang aku harus berangkat ke jepang, lusa aku akan pulang dan akan menemuimu. sampai jumpa!"
__ADS_1
"Apa dia tidak menulis namanya?" tanya Alex dengan merasa heran.
"Ternyata dengan makan daging rusa bisa membuat hubungan dengan suami lebih lama, selama ini Alex hanya melakukannya selama lima menit, aku bahkan belum apa-apa dia sudah keluar, aku akan memberi dia makan lebih banyak!" batin Cecilia
"Hah...dia adalah temanku!" jawab Cecilia.
"Makanlah! ini kelihatannya sangat enak!" kata Cecilia yang mengambilkan daging-daging dari rantangan itu ke piring makan suaminya.
"Mama, apa mama yakin dia adalah temanmu?" tanya Jacky yang merasa ragu.
"Iya, dia adalah istri orang kaya dan sering makan daging ini," jelas Cecilia yang menambahkan ke piring Alex sehingga menumpuk.
"Sudah! sudah! ini terlalu banyak, aku tidak bisa habis kalau makan semua ini," ujar Alex.
"Ini untuk kesehatan kita, jadi harus makan banyak, jika kau takut tidak habis maka makan saja dagingnya, tidak usah makan nasi," kata Cecilia.
Dengan tanpa rasa curiga Alex, Cecilia, Simon dan Jacky menyantap semua masakan dari Kimberly dengan begitu lahap.
"Mama, tidak ku sangka dagingnya enak sekali dan sangat lunak," kata Simon yang sedang menyantap daging goreng dengan lahap.
"Iya...iya makanlah yang banyak," jawab Cecilia yang sambil menyantap sop yang ada di hadapannya.
Mansion Raymond.
Di saat Raymond dan Wilson berjalan ke ruang makan mereka melihat beberapa hidangan di atas meja makan. Raymond tersenyum saat melihat gorengan ikan yang sudah tidak berbentuk, tubuh ikan itu di potong sehingga sebagian hancur serta mata ikannya juga di pisahkan.
"Kalian sudah bisa makan!" ujar Kimberly yang membawakan semangkuk sop dan meletakan ke atas meja.
"Nyonya, masakanmu lezat sekali!" ucap Wilson dengan merasa senang dan duduk bersama Raymond dan Kimberly.
"Kimberly, apa ini semua masakan mu?" tanya Raymond dengan senyum.
"Bukan masakanku, tapi masakan tetangga lain!" jawab Kimberly dengan kesal.
"Hahahaha...kelihatannya ikan ini agak unik," ujar Raymond dengan sengaja.
"Kalau tidak suka jangan makan!" ketus Kimberly sambil menyantap makanannya.
__ADS_1
Wilson sedang makan daging sop dengan begitu lahap, ia tidak tahu daging yang dia kunyah dan telan itu adalah daging ular yang paling dia takuti.
Raymond mengambil gorengan ikan itu dan mengopek dagingnya kemudian meletakan ke piring nasi yang digunakan istrinya.
"Nyonya, ini sop apa ya enak sekali?" tanya Wilson dengan sambil makan dengan lahap.
"Habiskan semuanya! nanti aku beritahu padamu," jawab Kimberly.
Raymond yang melihat daging yang di makan Wilson langsung mengetahui asal usul daging tersebut.
"Siluman ular? dia sudah di jadikan lauk? beruntung saja itu bukan ular beracun, memang aslinya mereka adalah ular. jadi walau di komsumsi juga tidak bahaya, hanya saja jika Wilson mengetahuinya aku yakin dia pasti pingsan lagi," batin Raymond.
"Gadis ini sangat nakal dan tidak takut pada ular, sehingga dia bisa tanpa ragu memasak ular itu, daging siluman usia ratusan tahun di jadikan makanan," batin Raymond.
Wilson yang tanpa merasa segan makan dengan begitu banyak semua daging yang ada di dalam mangkok itu.
"Nyonya, daging ayam ini enak sekali. sama seperti yang nyonya bawakan untuk aku di rumah sakit kemarin!" kata Wilson yang makan dengan lahap.
"Makan yang banyak!" jawab Kimberly.
"Kimberly, apa kamu menaruh dendam pada ikan ini? kenapa bisa hancur dagingnya?" tanya Raymond dengan sengaja.
"Ikan ini tidak segar makanya hancur saat di potong," jawab Kimberly.
"Dan kenapa matanya juga kamu pisahkan?" tanya Raymond dengan senyum.
"Matanya loncat keluar sendiri saat di goreng," jawab Kimberly dengan tanpa menoleh ke arah suaminya itu.
"Gadis ini benar-benar sangat lucu!" batin Raymond.
"Nyonya, apa bisa memberitahuku cara masak sop ini? aku ingin masak sendiri di saat libur," tanya Wilson.
"Nanti aku akan membagimu resepnya," jawab Kimberly.
"Dan bagaimana cara memilih daging ayam yang begitu lunak, ini enak sekali?" tanya Wilson dengan penasaran.
"Dagingnya aku tidak beli, tapi dia datang sendiri."
__ADS_1
"Datang sendiri?" tanya Wilson dengan penasaran.